Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
pesan dari lita (part 2)


__ADS_3

"permisi tuan, saya lita" kata lita memperkenalkan dirinya berulang kali. tetapi khan tidak mengubris dia serius dengan laptopnya.


"tuan" panggil lita sekali lagi, kali ini khan mengubrisnya.


"oiya, ada aapa" balas khan polos


"ini saya mau minta soft copy rapat yg tadi" kata lita mencari alasan


hey, kenapa kamu tidak minta pada teman kerjamu. kenapa aku ada felling ga enak yah sama dia. tunggu² aku coba cek cv kerjanya dulu dari kantor cabang. batin khan


tanpa bosa basi, khan mengambil flashdisk yg ada ditangannya dan memasukan file ke komputernya. lita senyum - senyum pasang wajah super manis. setelah selesai to move filenya, khan memberikan flashdisknya.


"terima kasih tuan" ucap lita


" sama - sama" balas khan singkat


" permisi tuan, saya balik dulu" pamit lita


khan hanya mengangguk saja tanpa tersenyum. setelah lita keluar. dia menelpon direksi kantor cabang dimana lita bekerja. setelah melihat fax dari bapak rully selaki direksi dikantor tersebut.


khan menelpon kakek absy.


" assalamualaikum, iya kakek saya ada perlu.." jadi khan bercerita panjang lebar. apakah kakek absy kenal dengan lita. ternyata benar, kakek absy mengenalnya sedikit-sedikit.


"owh, jadi begitu.. iya-iya.. makasih kek, maaf menganggu yah kek.. Assalamualaikum " kata khan menutup telponnya.


khan membawa pulang kertas fax itu. ia akan memunjukkannya ke sanee. setelah dia sampai dirumah. dia menghampiri sane yang berada dikamarnya, dia sedang melihat film spongebob.


" jegreeeeek" bunyi pintu kamar sanee, sanee menoleh. dilihatnya khan sambil membawa kertas.


tumben dia pulang kerja masuk kamar aku, tanpa ganti baju terlebih dahulu. katanya dia lembur tapi kok jam segini udah pulang, mana aku belom masak. pikir sanee


"*katanya pulang telat ada lembur.?" tanya sanee


" aku pulang karena kangen sama kamu" jawab khan menggoda sanee


" dasar, gombal" celetuk sanee*


khan duduk di sofa kecil, depan ranjangnya. sambil menyodorkan kertas yang ia bawah pada sanee. sanee membacanya seolah penasaran. sanee membaca kertas itu dengan seksama, ia syok.


apa.? ini cv sich lita .. kenapa khan membawanya.? apa jangan - jangan .. pesan yang dihp khan itu dari lita.? saudara tiriku.? banyak perntanyaan di kepala sanee sambil melihat khan.


khan memandangi sanee, mereka bertatap mata.


" lita.?" kata sanee


khan tidak langsung menjawab, dia mengambil remote tv dan mematikan tvnya.


"jadi ini benar saudara tirimu.?" tanya khan, sanee hanya mengangguk sambil melongo.


" owh, firasat ku benar" celetuk khan


"bagaimana kamu bisa kenal dengan lita.? tanya sanee panasaran


" jadii, pas pulang dari dubai. aku naik kereta. aku bertemu, aku mendengar dia ditelpon bu kostnya karena dia belum membayar uang kost. lalu ...." cerita khan panjang dan lebar kepada sanee


" jadi.? sekarang dia mencoba mendekatimu.?" tanya sanee


" tentu saja, akukan ganteng, haha" jawab khan menggoda sanee


" ya udah sana, sama yang lebih cantik sana" kata sanee sambil cemberut.


khan mengetahui bahwa sanee sedang cemburu, ia hanya senyum.


" ya sudah aku balik ke kamar dulu yah, mau mandi" kata khan


" bye.!" sahut sanee


khan melangkahkan kaki sampai hendak keluar pintu, sanee memanggilnya.

__ADS_1


" khan, nanti sehabis mandi aku minta tolong belikan batagor didepan smp sana yah.. aku lagi pengen sekalian beli makan siang, aku belum masak" perintah sanee sambil nyengir.


" siap, nanti setelah sholat trus mandi cus berangkat" balas khan


sanee hanya membalasnya dengan memberikan 2 jempol kearah khan.


Mereka makan batagor berdua, sane bertanya pada Khan.


" Khan, apa kau dekat dengan Lita, saudara tiriku.?" tanya sanee


" yah, aku dekat tapi hanya sebatas karyawan itu saja. " jawab Khan


" jadi kau tidak punya rasa.? Diakan cantik" kata sanee


" hahaha" Khan tertawa geli


" kenapa.?" tanya sanee


" aku punya istri kenapa cari yang lain " kata Khan


" benarkah.? Yah" kata Khan


" meskipun aku kita tidak pernah layaknya suami istri" kata sanee


" itukan hanya kebutuhan biologis saja, semua butuh waktu. Tidak semuda bagi orang untuk bisa menerima seseorang dengan tulus. Sama saja dengan prinsip bukan.?" kata Khan


" Khan, berjanjilah kau mau menunggu ku untuk benar benar siap melakukan semuanya layaknya istri orang" kata sanee sambil mengigit bibirnya karena takut Khan marah


" iya, aku akan menunggumu " kata Khan


..


Saat mereka sedang mengobrol dibalik tembok teras itu ada lita yang sedang menguping.


" apa jadi, mereka.? Selama ini menikah tapi tidak melakukan itu? Lalu buat apa mereka menikah" tanya Lita heran


Saat itu, tiba tiba tidak sengaja Lita terpeleset dan bersuara.


sanee dan Khan langsung beranjak dari tempatnya dan mencari suara itu.


" aku mendengar suara yang tak asing" kata Khan


" sama, aku juga seperti lita" kata sanee


"tapi kenapa dia kesini" kata Khan


" mungkin hendak menargetkan mu" kata sanee


" kenapa kau bilang seperti itu" kata Khan


" karena dia selalu merebut apa yang aku punya" kata sanee


Mendengar perkataan itu, Khan langsung memeluk sanee sambil mengusap punggungnya.


" tenangkan dirimu" kata Khan


Setelah itu mereka pergi tidur dikamar masing-masing.


Sanee tidur terlebih dulu, sedangkan Khan masih sibuk mengerjakan kerjaan kantor.


Sanee bermimpi bahwa, Lita dan Khan bermesraan. Khan mengacuhkan sanee. Mereka bercumbu mesra, Lita Mencoba memanggil Khan, tapi Khan tidak pernah melihatnya. Sampailah mereka hendak berhubungan badan. sanee langsung terbangun dari tidurnya, sanee berkeringat dan hatinya merasa sakit.


" tuhan, aku bersyukur itu hanya mimpi. Aku merasa sakit sekali hati ini" kata sanee. Seketika itu sanee bangkit dan dia berjalan menuju kamar Khan.


" Khan" panggil sanee, sambil berjalan ke meja kerjanya disitu ada Khan yang heran melihat sanee.


" kau belum tidur.?" tanya Khan


" sudah, aku terbangun." jawab sanee

__ADS_1


" lalu, ada perlu apa ?" tanya Khan


" aku mau menemani mu" jawab sanee


" apa.?" kata Khan sambil tersenyum


" lihat, rambutmu berantakan matamu juga mengantuk" kata Khan


" khaaan" kata sanee pelan


" ada masalah apa, kau masih mimpi buruk yah.?" tebak Khan, sanee mengangguk.


" kau mimpi apa.? " tanya Khan


" kau sedang bermesraan dengan Lita" jawab sanee


" hahahaha" Khan tertawa


" kenapa tertawa?" tanya sanee


" kau ini terlalu kepikiran dengan obralan kita tadi" jawab Khan


" mungkin" kata sanee


"sudah tidurlah sana, apa mau aku temani" Khan menggodanya


" boleh" kata sanee spontan, mata Khan terbelengak


" ayo" kata sanee.


" kau bercanda?" tanya Khan


" tidak" jawab sanee


Lalu Khan mematikan komputernya dan menutup berkasnya. Sanee sedang duduk diranjang. Khan menghampiri.


" ayo kita tidur" kata Khan, sanee mengangguk.


Mereka satu ranjang, malam ini hening. Khan menatap sanee.


" kau tak apa, kau baik - baik saja.?" tanya Khan


"aku tak apa, mungkin mulai saatnya. Aku harus menerima kenyataan bahwa aku ini sudah menjadi istri" jawab sanee


" kau sudah siap.?" tanya Khan


Sanee mengangguk.


" tapi aku bingung harus mulai dari mana.?" kata sanee. Khan tersenyum, dia mematikan lampu dan memulai kata - kata indah untuk sanee hingga sanee merasakan sesuatu yang pertama dalam hidupnya.


Pagi menyapa, Khan bangun terlebih dahulu. Sanee masih terbaring dengan rambut panjangnya. hingga sanee dibangunkan dengan ciuman hangat dikeningnya.


" bangun sayang, sudah pagi. Aku sudah siapkan susu hangat untukmu" kata Khan lembut, sanee pun terbangun.


" terimakasih, sudah sabar untuk menunggu " kata sanee


" terimakasih sudah mempercayaiku" kata Khan, tiba - tiba Khan dipeluk sanee.


" kau tidak kerja.?" tanya sanee


" tidak untuk seminggu ini aku ingin fokus denganmu, aku bekerja dirumah. Aku cuti untuk bulan madu" jawab Khan


"terimakasih" kata sanee


" kau tau sanee, hubungan ini tak terduga. Namun aku berharap kita bisa hidup suka dan duka hingga menua bersama" kata Khan


" Kau juga datang tak terduga, namun aku percaya kau lelaki yang baik hati dan aku ingin bersamanya bersamamu " kata sanee


Mereka berdua mulai dimerasakan jatuh cinta dan indahnya mencintai. Mereka berdua menjalin hubungan yang utuh, hari demi hari dilewati hingga tak terasa satu Minggu Khan kerja dirumah. Di kantor diadakan tasyakuran untuk hubungan Khan dan sanee. demi kebahagiaan sanee, Khan mengajaknya untuk pindah ke Brunai untuk kehidupan yang baru tanpa diganggu dengan Lita dan masalalu

__ADS_1


Tamat.


__ADS_2