
Di depan sebuah cermin Elsa duduk di depan meja rias, gadis yang sudah tak lagi gadis itu tengah memoles wajah nya dengan berbagai macam make up , meski tidak akan bepergian kemanapun . Mungkin karena sindrom kehamilan nya membuat Elsa sangat suka berdandan akhir-akhir ini , tidak seperti kebanyakan ibu hamil lain nya yang enggan untuk berdandan bahkan untuk mandi saja malas ,tapi yang terjadi dengan Elsa sebalik nya , sehari bisa sampai tiga atau empat kali mandi .
"sayang kamu habis mandi lagi ?" tanya Vano yang baru saja masuk dengan membawa buah-buahan yang sudah dipotong kan nya .
"iya ,badan aku gerah banget ,lengket rasa nya bau keringat ku juga bikin aku mual" jawab nya seraya memoleskan lipstik berwarna pink
"kamu ini aneh , keringat sendiri di bilang bau tapi keringat ku kamu sangat suka,aku mau mandi saja kamu larang " Vano menggelengkan kepalanya
"aku juga gak tahu ,Shema bilang ini bawaan bayi kita " Elsa yang sudah selesai berdandan pun mendekat pada Vano ,dan duduk sangat rapat sekali tak memberi celah sedikitpun diantara mereka ,Elsa pun mengendus bau keringat di tubuh Vano .
"Sa,....aku mau mandi ya, dari kemarin aku gak mandi ,gak enak banget rasa nya " ucap Vano yang memang sudah tak nyaman
"nanti saja , suapin aku dulu ,aku mau makan buah itu langsung dari tangan mu ,jangan pakai garpu" ucap Elsa seraya mengedipkan mata nya
"baiklah " Vano pun menuruti
"aaaaa.....buka dong mulut nya "
Elsa pun menerima suapan dari suami nya itu
"nak.... sehat-sehat ya di dalam jangan merepotkan mama mu " ucap Vano seraya mengusap perut Elsa yang sudah membuncit ,usia kehamilan nya sudah tujuh bulan
dug
dug
dug
bayi dalam perut Elsa memberi respon dengan terus menendang ,dan dapat terlihat tonjolan yang berpindah-pindah ,membuat Vano merasa gemas dan terharu ,dengan perasaan membuncah Vano berucap
"anak pintar ,kamu sudah tak sabar ya ketemu papa , papa juga tak sabar menunggu kamu lahir ke dunia , I love you" bisik Vano sambil terus mengelus perut buncit Elsa bahkan Vano juga menciumi nya , Elsa yang melihat nya pun hanya bisa tersenyum ,sambil mengusap rambut hitam Vano
Selama kehamilan nya Elsa memang jadi semakin manja ,dan tak ingin jauh dari Vano,bahkan saat ini pun Vano harus mengambil cuti karena Elsa yang tak ingin di tinggalkan , jika biasanya Elsa akan ikut Vano ke kantor , berbeda dengan sekarang ,saat ini Elsa tengah malas pergi kemanapun ,mau nya berdiam diri di rumah bersama suami nya .
Meskipun begitu Vano sama sekali tak merasa keberatan ,selama Elsa merasa senang dan nyaman apapun akan Vano lakukan .
Untuk hotel nya di daerah Bandung yang baru saja beroperasi, Elsa percayakan pada Handri ,dan Handri pun selalu melaporkan nya setiap saat .
__ADS_1
Sedangkan hotel Vinelsa sudah ada Tasya yang membantu Vina mengelola nya ,bukan tanpa alasan Elsa menempatkan Tasya di hotel itu , sebab ternyata Tasya adalah anak angkat nya Wira . Meskipun orangtua nya masih ada tapi kedua orangtua nya sangat lah sibuk tak ada waktu untuknya ,makanya Wira yang saat itu merupakan tetangga nya yang selalu ada mensuport nya .
Mengetahui itu Elsa tak sakit hati ,meskipun ia tidak bisa merasakan kasih sayang papa nya dulu,baginya bisa kembali bersama papa dan mama nya juga ia sudah merasa sangat bahagia,sedangkan untuk kedua orangtuanya mereka memutuskan untuk kembali bersama, mereka sepakat untuk melupakan masa lalu dan kembali dari awal .
tok tok tok
seseorang mengetuk pintu
mereka yang tahu siapa si pengetuk pintu pun berteriak
"buka saja Bu ,tidak dikunci"
cklek
pintu pun terbuka
"kalian tahu ibu yang ketuk pintu?" tanya Bu Sri
"tentu ,kalau bukan ibu siapa lagi ,ada apa Bu ?" tanya Elsa ,padahal Elsa tahu apa yang akan di ucapkan ibu Sri padanya namun ia hanya ingin bersikap biasa dan senormal mungkin agar tak ada yang curiga dengan kemampuan nya yang dapat membaca fikiran orang lain
Elsa pun mau tidak mau menjelaskan yang sebenarnya ,namun tak semuanya Elsa beri tahu , perihal membaca isi hati orang lain mereka tak tahu .
Mereka pun mengerti bahkan Wira sangat menyesal karena dulu membunuh seekor ular yang tak bersalah ,karena akibat perbuatannya ,hidup nya berantakan,dan tentu saja itu berpengaruh pada diri putri nya Elsa
"maafkan papa nak " ujar Wira saat sudah mendengar penjelasan Elsa
"ini bukan salah papa ,semua nya sudah takdir ,kita ambil saja hikmah nya ,dengan begitu aku jadi bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi " ucap Elsa
***
Sementara Vano membersihkan tubuh nya ,Elsa beranjak ke ruang tamu bersama ibu Sri yang beralih ke dapur untuk membawa kan minum untuk tamu nya .
"Riska " gumam Elsa setelah melihat siapa yang tengah duduk di kursi ruang tamu nya
"mau apa dia ?" tanya nya dalam hati
"hati-hati sayang ,dia punya niat jahat padamu " suara Vano terngiang memperingat kan nya
__ADS_1
"Riska ,wah ...apa kabar ,sorry ya gue gak jemput loe saat bebas kemarin " ucap Elsa berusaha untuk ramah padanya ,bagaimana pun Riska adalah saudara tiri nya ,meskipun kini Darwin sudah tiada dan Vina kembali pada Wira ,tetap saja Elsa merasa harus bersikap baik padanya meskipun ia tahu niat nya tak baik .
"jangan sok ramah sama gue ,gue tahu loe senang kan sekarang ,loe udah rebut Vano dari gue loe juga udah rebut nyokap gue , sementara bokap gue udah mati ,loe seneng kan ,iya kan ?" cecar Riska ,perasaan nya yang kalut ditambah melihat Elsa dengan perut buncit nya menambah panas suasana hati nya
"sorry ,gue tak berniat untuk merebut mereka dari loe , gue hanya ingin kembali merasakan kasih sayang nyokap gue yang udah lama gak gue rasakan ,karena apa ,karena bokap loe yang sudah memisah kami ,gue gak keberatan jika harus berbagi nyokap sama loe ,tapi bokap loe terlalu menyayangi loe ,dia tak ingin kasih sayang nyokap gue terbagi ,dia hanya ingin perhatian nyokap gue sama loe saja ,tapi selepas apa yang terjadi pada loe ,gue harap loe gak salah faham lagi sama gue" ucap Elsa
"lalu kenapa loe juga rebut Vano dari gue" ucap Riska
"tidak ada yang rebut gue dari siapa pun ,karena dari awal kita tidak ada hubungan apa-apa"ujar Vano tiba-tiba
"Vano" lirih Riska menatap Vano yang sudah berdiri di belakang Elsa
"gue minta maaf jika apa yang sudah terjadi menyakiti hati dan perasaan loe ,tapi cinta tidak bisa di paksakan ,gue harap loe mengerti dan stop berusaha untuk mencelakai Elsa " Vano berucap karena ia sudah tahu dengan niat Riska
"maksud loe apa ,loe kenapa nuduh gue yang bukan-bukan" ucap Riska berlagak tak mengerti
"gue tahu loe udah merencanakan penculikan terhadap Elsa , loe mau ajak Elsa keluar dengan alasan ingin bertemu dengan mama Vina " ucap Vano
"s*al darimana dia tahu rencana gue " batin Riska
"gue tahu loe gadis yang baik , tapi kenapa jadi begini , fikirkan apa akibat nya sebelum loe bertindak , kejadian kemarin seharus nya jadi pelajaran buat loe agar tak gegabah ,bukan malah ingin mengulangi kesalahan , kemarin loe masih bisa kami bebaskan tapi nanti gue gak tahu bisa bantu loe lagi atau tidak" ucap Vano sebelum Riska berbicara
"cobalah menerima kenyataan , dan mulai hidup baru , pasti nanti ada pria yang juga mencintai loe lebih dari loe yang mencintai gue " tambah nya
Entah apa yang di katakan Vano itu di dengar nya atau tidak yang jelas Riska masih merasa heran karena Vano bisa dengan tepat menebak rencana nya
Saat itu juga tiba-tiba Reno datang dengan membawa beberapa paper bag di tangan nya
"yuhuuuu.....I'm coming" teriak Reno langsung menerobos masuk ,namun langkah nya terhenti saat melihat Riska berdiri di hadapan nya ,seketika itupun paper bag di tangan nya terlepas dan jatuh di atas lantai
***
Mampir juga di cerpen ku yuk....!!!
jangan lupa like dan komen nya ya🙏🙏🙏
__ADS_1