Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
SAH


__ADS_3

happy reading 😘


.


.


.


Mengetahui ada yang tidak beres Vino bersama Shema mereka pergi menuju ke tempat dimana pak Sarno di cegat beberapa preman bayaran.


"kamu masuklah ke dalam tubuh penghulu itu,buat dia melawan para preman itu " tanpa berkata apa-apa Vino pun langsung merasuki tubuh pak Sarno .


Tubuh pak Sarno tiba-tiba menegang dan kejang-kejang untuk beberapa saat ,membuat kedua preman yang memegangi kedua tangan nya terkejut , namun tak ingin melepas pegangan tangan nya .


Pandangan mata pak Sarno berubah kosong namun terlihat tajam ,Pak Sarno yang di kendalikan Vino pun menghentakan kedua tangan nya hingga pegangan tangan kedua preman itu pun terlepas .


Begitu pegangannya terlepas pak Sarno langsung mendorong kedua preman itu , hingga menendang kedua nya,hingga mengaduh kesakitan karena tendangan nya tepat di ulu hati mereka .


Melihat kedua rekan nya terkapar , beberapa preman lain nya merasa geram dan mencoba menyerang nya ,namun lagi-lagi pak Sarno yang sudah di kendalikan Vino pun kembali menyerang mereka , tak satupun pukulan mereka mengenai pak Sarno ,yang ada malah sebalik nya ,para preman itu mengerang kesakitan , beberapa bagian tubuh nya pun nampak lebam dan masing-masing mengeluarkan darah di sudut bibir nya.


Melihat para preman itu sudah terkapar di jalan beraspal Vino langsung menggerakan tubuh pak Sarno masuk ke dalam mobil


"ayo kita berangkat ,mereka sudah menunggu " ucap nya datar,membuat sang supir yang tadi merasa takjub pun menjadi keheranan


"ba ...baik pak " ucap nya terbata


"ada apa dengan pak Sarno ,duh kenapa jadi merinding begini" gumam nya seraya terus memperhatikan pak Sarno dari kaca spion di atas nya


"cepat jalan " seru pak Sarno lagi


"eh ...i...iya pak ..." supir itu pun langsung menghidupkan mesin mobil dan menjalan kan mobil nya menuju rumah Elsa


Sementara para preman yang masih berada di tempat nya mereka nampak ketakutan setengah mati ,setelah melihat ular jenis anaconda tengah berdiri tegak di hadapan mereka , ular itu merupakan perwujudan dari Shema yang mengubah diri nya .


Antara menahan sakit dan takut itulah yang mereka rasakan saat ini, ada yang terkencing-kencing di celana ,ada yang sudah lari terbirit-birit ,bahkan ada juga yang pingsan .


Setelah puas menakuti para preman itu Shema pun langsung pergi meninggalkan tempat itu dan langsung menuju rumah Elsa .


Nampak sebuah mobil berhenti di pekarangan rumah Elsa ,yaitu mobil yang membawa pak Sarno yaitu sang penghulu .


Vino pun langsung melepaskan ruh nya ,membuat pak Sarno linglung . ia merasa bingung kenapa tiba-tiba sudah berada di tempat tujuan padahal sebelum nya ia tengah berhadapan dengan para preman yang menghadang jalan nya .


"kenapa saya bisa berada di sini ?" fikir nya


"loh pak Sarno ini gimana ,kan bapak sendiri yang sudah menghajar preman-preman itu dan meminta saya untuk segera datang ke sini, masa bapak lupa sih ?" keluh supir nya


"iya kah ko saya tidak ingat apa-apa"tanya nya bingung


"yang bener pak? waduh jangan-jangan tadi bapak kerasukan , soalnya tadi bapak juga aneh banget dan pandangan mata bapak juga datar dan kosong" tutur supir nya


" wah yang bener kamu ?" tanya pak Sarno

__ADS_1


" iya pak bener deh " ucap supir nya meyakinkan


Tiba-tiba dari luar nampak seseorang mengetuk kaca mobil


tok tok tok


pak Sarno pun keluar dari dalam mobil dengan wajah yang masih bingung


"Alhamdulillah pak ,sudah di tunggu dari tadi ,.. bapak kenapa?" tanya Bagas


"ah ....saya tidak apa-apa, maaf saya terlambat ada insiden kecil tadi " sahut pak Sarno mencoba untuk bersikap biasa


"oh ...ya sudah yuk silahkan masuk " ajak Bagas


"baik,tapi sebentar saya ambil dulu tas saya " ucap pak Sarno seraya mengambil tas nya si dalam mobil


sambil berjalan di samping Bagas pak Sarno nampak mencubit tangan nya sendiri untuk memastikan apa ini mimpi atau bukan , karena jujur saja dia masih merasa bingung karena tiba-tiba saja dia berada di depan rumah itu padahal seingat nya ia berada bersama para preman .


"aduh..." pekik nya sendiri saat merasakan sakit dari cubitan nya sendiri


"kenapa pak ?" tanya Bagas


"eh ...tidak apa-apa" pak Sarno nampak kikuk


Hingga tibalah saat nya ijab qobul dilaksanakan , Elsa selaku calon pengantin wanita di minta untuk segera memasuki ruangan dan duduk di samping Vano di hadapan pak penghulu juga Jay ,ada Bagas dan Reno juga Hendri yang menjadi saksi kedua nya , karena wali dari Elsa tidak ada karena tidak ada yang tahu dimana keberadaan Wira saat ini maka wali nya di wakilkan pada Hadi ayah nya Bagas ,yang ternyata adalah kakak dari Wira .


Hal itu terungkap berkat Jay yang memang sedikit tahu tentang keluarga Elsa .Bagas maupun Elsa juga tak menyangka jika ternyata mereka itu saudara sepupu.


Paras cantik Elsa membuat Vano dan yang lain terkesima .


ijab qobul pun segera di laksanakan


"saya nikahkan dan kawinkan engkau Elvano Darren Manuel bin Jaeden Manuel dengan anak kami Elsa Safira binti Wira Pramadi dengan seperangkat alat shalat dan emas seberat 100 gram di bayar tunai " ucap Hadi seraya menjabat tangan Vano ,Vano pun menjawab


"saya terima nikah dan kawin nya Elsa binti Wira Pramadi dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " ucap Vano dengan satu tarikan nafas


Hening seketika


penghulu melirik pada Jay dan Hadi juga para saksi yang menyaksikan lalu mengucapkan kata sah bersama


"SAH...."


"Alhamdulillah......."


Semua yang hadir yang hanyalah beberapa orang saja dan dapat dihitung dengan jari ,yaitu Bagas , Hadi dan istri nya, Reno dan ibu nya ,karena ayah nya yang berada di luar negeri jadi tidak bisa ikut hadir , Jay , ibu Sri dan Kenan juga Hendri.


Meskipun begitu tak membuat pasangan yang baru di nobatkan menjadi pasangan suami istri baru itu tak berkecil hati ,meskipun Elsa merasa sedih karena kedua orangtua nya yang tidak ada di sana ,tapi karena ada Vano yang selalu menguatkan nya menjadikan Elsa tak terlalu larut dalam kesedihan nya .


Di dalam ruangan rumah mungkin tak banyak orang yang hadir namun diluar sana sudah banyak sekali ribuan ular ikut bersuka cita atas pernikahan itu ,namun karena semua ular-ular itu ular ghaib maka tak ada yang bisa melihat nya .


Saat Vano dan Elsa sudah sah dan sudah selesai mendengarkan wejangan dan doa membangun rumah tangga sakinah mawadah warahmah, seseorang datang mengacaukan acara pernikahan yang terjadi sangat hikmat.

__ADS_1


"hentikan pernikahan ini" teriak nya lantang


semua mata pun sontak menengok pada asal suara


"terlambat ....kita sudah sah menjadi pasangan suami istri " ucap Vano seraya menggenggam tangan Elsa


"apa..."


tak ingin memperdulikan orang yang tengah ternganga tak percaya itu ,Vano merogoh saku celananya, di keluarkan nya kotak kecil berwarna biru beludru , lalu di buka nya , terlihat sepasang cincin cantik siap di lingkarkan di jemari mereka , Vano mengambil cincin nya dan menyematkan di jari manis Elsa , Elsa pun demikian.


"cantik cincin nya " gumam Elsa memperhatikan jemarinya eh cincin nya


"kapan kamu membeli nya kenapa aku tak tahu ?" tanya Elsa


"sebelum kepulangan ku dari Jerman "


cup


Vano mengecup punggung tangan Elsa dan di sambut sorak sorai tepuk tangan dari Jay dan yang lain .


namun tidak bagi orang yang sedari tadi menatap tajam pada mereka .


"tidak akan aku biarkan kalian bahagia " batinnya


"sudahlah Riska , gue gak cinta sama loe bahkan sebelum gue kenal Elsa pun gue gak ada perasaan apapun sama loe " ucap Vano


"persetan dengan cinta,sekarang gue benci kalian berdua ,kalian harus menanggung rasa sakit hati gue " tanpa di duga ternyata Riska mengeluarkan senjata api dari dalam tas nya


Vano yang terkejut pun mencoba melindungi Elsa


Elsa mencoba untuk membuat Riska tak dapat menggunakan pistol nya dan benar saja Riska kesusahan menarik pelatuk nya .


Reno dan Bagas pun menggunakan moment itu untuk menyergap Riska ,dengan aba-aba dari Reno , mereka berdua dapat meringkus tubuh Riska dan merebut pistol itu ,namun hal tak terduga pun terjadi pistol itu tak sengaja terjatuh dan karena pistol itu merupakan pistol semi otomatis ,dan karena pistol itu sudah siap memuntahkan peluru nya tiba-tiba saja


DORRRRR.........


"Tidaaaakkkk ......."


.


.


.


.


.


.


to be continued

__ADS_1


__ADS_2