
khan duduk di kursi pesawat, kali ini dia tidak beruntung tidak mendapatkan pelayanan fasilitas VIP. khan duduk di kursi kelas ekonomi, karena ingin pulang ke indonesia lebih cepat.
" kalau taunya dapat tiket ekonomi, kenapa tidak menggunakan jet pribadi saja. kakiku pasti sakit terlalu lama tertekuk. ruang ini sangat sempit " kata khan pada hozen. hozen hanya mendengarkannya. mereka yang dari awal tidak menggunakan jet pribadinya karena pilot pribadinya sedang tidak sehat.
" apa perlu aku cari pilot cadangan.?" tanya hozen
" boleh juga,sekalian kamu ikut kursus mengemudikan pesawat sana." jawab khan, sambil menutup mata. hozen mengerti sahabat sekaligus bosnya ini memang lagi kesal dan capek, dan akhirnya badmood.
saat itu khan, mulai terlelap karena kakinya berasa capek karena habis berkeliling kota mencari oleh-oleh untuk dibawahnya keindonesia dan setelah itu cus bandara.
...
setelah menempuh perjalanan yang lama, kini mereka telah sampai di indonesia. khan langsung melanjutkan perjalanannya menuju rumah kakek absy dengan kereta. kali ini khan duduk sendiri di kursi VIPnya. khan mencoba menghubungi sanee dengan video call nya namun tidak tersabung sama sekali. disampingnya ada seorang wanita cantik yang mengawasinya. khan tidak merasakannya dan tidak memperhatikan wanita disampingnya. dengan asyik wanita itu menatap khan dengan pandangan terpesona dan terpukau.
tampan sekali pria ini, toleh dan lihatlah aku, batin wanita itu
entah seperti kebetulan, saat itu khan langsung menatap wanita disampingnya itu. saat khan melihatnya wanita itu tersenyum manis. khan membalasnya dengan senyum. lalu, khan mengutak ngatik hpnya di tangannya. wanita itu mengambil kesempatan.
" susah signal yah.?" kata wanita itu, khan menoleh melihat wanita yang mengajak dia bicara.
"iya, bagaimana kamu tau.?" tanya khan
__ADS_1
" pakailah wifi disini saja, cobalah. wifinya tanpa password" jawab wanita itu. khan mengutak ngatik hpnya, ternyata betul apa yang dikatakannya.
" terima kasih" kata khan kepada wanita itu.
" sama - sama" kata wanita itu
khan pun mengirim pesan kepada sanee, namun belum ada notifikasi dibaca. khan memasukkan hpnya di saku jasnya.
" mau kemana.?" tanya wanita itu kepada khan
" bandung" jawab khan
" oh, yah.?" tanya khan
" iya, sebenarnya aku tidak ingin pulang kampung ke rumah ayah , tapi berhubung aku diundang temanku nikahan, yah sekalian pulkam sekalian menghadiri pernikahan teman" jawab wanita itu
"owh, kenapa pulkam.?" tanya khan
" aku sudah 2 bulan menganggur. tidak ada kerjaan di kota, sudah melamar kesana - sini tapi ditolak. memang sich aku tidak ada pengalaman selain magang. tapi aku rasa aku bisa bersaing dan menunjukkan kalau aku memang profesional " kata wanita itu
"kamu baru lulus sarjana.?" tanya khan
__ADS_1
" iya, administrasi perkantoran" jawab wanita itu langsung menyebutkan prodi yang diambilnya tanpa ditanya.
"owh, datanglah ke sini. . kelihatannya disana ada lowongan" kata khan, sambil mengambil dompetnya.
" benarkah, alamatnya.?" tanya wanita itu
" ini, katakan kepada Hrd nya aku kalau mendapat kartu nama ini dari adnan khan." kata khan sambil menyodorkan kartu nama tersebut.
" kau bekerja disana.?" tanya wanita itu
" aku hanya berkunjung saja" jawab khan
" owh" kata wanita itu
bagaimana tidak, khan harus bekerja di dua tempat yang berbeda. khan baru saja membuat kantor baru di dekat kantor ia bekerja, yang memang sedang membutuhkan beberapa karyawan untuk mengisi posisi dikantor.
"oiya, makasih yah. Aku usahakan senin besok untuk datang kesana. perkenalkan namaku lita." kata wanita memperkenalkan dan menyodorkan tangan
"panggil aku khan saja" kata khan menempelkan kedua tangannya didepan dada.
lita seakan malu, dan paham kalau mereka bukan mahrom. mereka tidak boleh bersentuhan. lita langsung menarik tangannya. lita yang pandai bicara dan pintar mencari topik pembahasan, akhirnya mereka berdua mengobrol. dan saat itu lita menaruh hati, dan cinta pada pandangan pertama.
__ADS_1