
"TIDAAAAKKKK......." Novi berteriak histeris melihat bos perusuh itu menekan-nekan tombol di remote kecil itu .
pria itu mengerut kening nya saat semua tombol yang ia tekan tak berpengaruh apa-apa ,begitupun dengan Novi ,ia lega sekaligus bingung kenapa ....'fikir nya
Melihat ada kesempatan para tim Densus 88 berhasil membekuk para perusuh itu serta mengamankan senjata api nya .
*maaf ya perkelahian nya tak di publish ,semoga mengerti ,ini othor nya ngeri-ngeri sedap bikin alur seperti ini ,soal nya sudah di peringatkan agar tak terlalu gimana-gimana adegan berantem nya ,apalagi ini menyangkut kata ******* ups ...🙊*
Satu-persatu dari mereka digiring dengan tangan yang di borgol ke belakang , semua orang menghela nafas lega karena tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu .
"akhirnya ....." gumam Bima melirik Vano
"terima kasih ya ,kalau tanpa bantuan mu mungkin tadi kepalaku udah penyok kena pukulan mereka " ucap Bima ,ia sangat merasa beruntung ada Vano tadi yang menggagalkan serangan yang di tujukan pada nya
"ya ....sudah seharusnya begitu " ucap Vano
"eh ....kamu hebat juga ternyata ,gak nyangka loh " Bima menoleh pada Novi yang berdiri tak jauh dari nya juga Vano
"ya bisa lah orang dia bisa segala macam ilmu bela diri " Vano yang menyahut
"wah.... benarkah " mata Bima berbinar mendengar nya
"eh....kok bisa tahu ?" tanya Novi
"istri saya yang mengatakan " jawab Vano
"istri....." kening Novi berkerut
"astaga ....anda ....suami nya mbak Elsa ,anak pemilik hotel ini?" tanya Novi ,dan Vano hanya tersenyum menanggapi nya
"wait... wait...wait....Elsa ....anak pemilik hotel ini?" tanya Bima
"sepertinya ada yang masih mengganjal ,ada apa ?" tanya Vano ,saat melihat raut muka Novi yang tiba-tiba seperti tengah berfikir ,dan memang benar ada nya ,ia tengah memikirkan bom yang di ucap kan para perusuh tadi
"kenapa tadi remote itu tak berfungsi ,bukan nya itu sudah terhubung dengan bom yang mereka pasang ?" tanya nya
"mungkin para penjinak bom sudah berhasil menemukan dan menjinakkan nya " ucap Vano asal ,padahal sebenarnya dia lah yang sudah menjinakkan bom tersebut dan kini bom itu sudah berada di tangan para penjinak bom
"oh....begitu ya " gumam nya pelan
"ya , baiklah istri saya sudah menunggu di luar ,permisi " Vano tak ingin berlama-lama di sana ,ia sudah merindukan istri nya yang sudah menunggu di luar
sepeninggal Vano, Bima melirik pada Novi
"by the way kita belum kenalan , kenalkan aku Bima Prasetya "ucap Bima menjulur kan tangan nya ,ia berkenalan tanpa menyebutkan embel-embel jabatan nya
"Novi Amalia" jawab nya menyambut uluran tangan nya
***kejadian sebelumnya
Vano dan Elsa yang tengah bercengkrama dengan keluarga angkat Elsa merasa kan ada hal buruk yang terjadi ,begitupun dengan Elsa , diam-diam mereka menyatukan fikiran mereka dan seketika terlihat gambaran kejadian yang terjadi di hotel saat ini ,mereka pun tersentak .
Dengan berbagai alasan akhirnya mereka pun pergi dari rumah itu ,untuk menghindari kecurigaan Vano masuk ke dalam mobil nya bersama Elsa ,namun setelah berada tak jauh dari rumah itu dan kebetulan jalanan sepi ,Vano dan Elsa pun membawa mobil mereka menghilang dan langsung berada di besement ,karena saat ini semua orang tengah dilanda kepanikan maka tak ada yang mengetahui kemunculan tiba-tiba mobil itu .
__ADS_1
Dengan segera Vano dan Elsa keluar dari dalam mobil .
"sayang kamu tunggu lah bersama mama dan Tasya , jangan ikut bahaya " ucap Vano
"tapi ....
"kamu percaya saja ada Shema juga yang akan membantu ku jika aku dalam kesulitan " ucap Vano memberi pengertian
Elsa melirik ular jelmaan Shema yang juga sudah berada di belakang Vano kemudian kembali melihat suaminya
"baiklah kalian hati-hati,aku akan menunggu kalian " ucap Elsa akhirnya
sebelum Vano pergi ia mengusap dulu perut buncit Elsa
"sayang nya papa ....doakan papa ya agar berhasil menjalankan misi papa , kamu juga jagain mama ya , nanti malam papa akan tengokin kamu " setelah mengucapkan itu Vano pun mencium perut lalu kening Elsa
"itu sih maunya kamu " Elsa mencebik
Vano tersenyum seraya menyentuh pipi mulus Elsa
"aku pergi " ucap nya
Vano pun lalu menghilang bersama Shema
"aku yakin kamu pasti bisa berjuanglah" lirih Elsa ,lalu beralih menuju Vina juga Tasya yang berada dalam lindungan kepolisian
"Elsa ....loe di sini " seru Tasya yang tak sengaja melihat kedatangan Elsa ,Vina pun menengok
"iya ,loe gak apa-apa kan ?"
"jangan khawatir Novi pasti baik-baik saja " ucap Elsa
"sayang kenapa kamu ke sini ,mana Vano ?" tanya Vina
"Vano....dia ....tadi dia di sini tapi kemana ya " Elsa celingukan sendiri seakan tengah mencari keberadaan Vano
"dia pasti masuk ke dalam ,Ya tuhan ....jaga menantu ku " batin Vina lirih
Vano bergerak dari satu lokasi tersimpan nya bom ke lokasi lain nya ,ada sekitar enam bom yang terpasang , dalam waktu sekejap bom itu berhasil di dapatkan dan diserahkan pada tim penjinak bom ,bahkan Vano juga membantu mereka menonaktifkan bom nya .
Setelah selesai Vano pun beralih ke dalam dimana para perusuh itu tengah menahan beberapa orang .
Dan di sini lah ia berada , diantara para korban tawanan, hingga perkelahian itu terjadi dan para perusuh itu berhasil dilumpuhkan.
***
Melihat Vano berjalan dengan santai nya Elsa pun berlari kecil menyongsong sang suami yang keluar bagai super hero yang sudah selesai menumpas kejahatan ,dimatanya Vano sangat gagah disaat moment seperti ini .
"kau berhasil " ucap Elsa setelah kedua nya saling berhadapan
"tentu " Vano meraih jemari Elsa dan menautkan jemari nya diantara jemari Elsa
Semua orang yang melihat nya merasa terharu juga baper , meskipun kedua nya tak mengumbar keromantisan yang berlebih tapi cukup membuat orang-orang merasa kikuk melihat mereka .
__ADS_1
Tasya menoleh saat mendengar nama nya dipanggil seseorang
"Sya .....loe gak apa-apa?" tanya Bagas dengan nada khawatir
"gue gak apa-apa " jawab Tasya ,ia merasa senang saat melihat gurat kekhawatiran di wajah nya ,namun binar bahagia itu tiba-tiba sirna saat Bagas bertanya tentang gadis lain
"Novi mana ,dia tidak apa-apa kan ,tak terjadi sesuatu pada nya kan ,jawab Tasya kenapa malah diam " nada suara Bagas meninggi
"gimana gue bisa jawab loe nanya nya kaya gitu " lirih Tasya
"sorry gue khawatir aja, soal nya orang tua nya udah nitipin Novi ke gue , jadi gue takut aja dia kenapa-kenapa, gimana pertanggung jawaban gue pada orang tua nya jika terjadi sesuatu pada nya " ucap Bagas memelankan suara nya
"aku gak apa-apa kok " sahut Novi tiba-tiba
"Novi ..... syukurlah ...kamu tidak apa-apa ,aku khawatir banget tahu gak" ucap Bagas lega ,saking girang nya ia sampai memeluk Novi .
Tasya hanya menghela nafas melihat nya
"udah-udah lepas ih ,gak enak dilihat orang ,kamu ini main peluk-peluk aja " ketus Novi
"hehe.. .maaf abis seneng banget ternyata kamu baik-baik saja " ucap Bagas cengengesan
"ya tentu dia baik-baik saja ,orang ada aku juga yang jagain dia di dalam " celetuk Bima tiba-tiba ikut nimbrung
"Bima..." gumam Tasya
Vano dan Elsa saling pandang melihat mereka
lalu Vano berbisik
"sayang lebih baik kita pulang yuk ,aku mau tengokin Dede bayi udah kangen katanya " bisik nya Vano genit
"isshh....kamu tuh ya "
Vano terkekeh merasakan cubitan di perut nya
"yuk kita pulang tuh papa juga udah datang jemput mama " ajak Vano lagi
Setelah bertegur sapa dengan Wira yang baru datang Vano dan Elsa pun memutuskan pulang ,di susul Wira dan Vina .
kini tinggal Tasya ,Bagas ,Novi ,dan Bima di sana ,tentunya ada beberapa pihak kepolisian yang masih berada di sana guna mengamankan lokasi juga para pencari berita yang masih menyiarkan secara langsung pasca kejadian .
Tasya melihat ketiga nya berbincang tanpa melihat pada nya , artinya mengabaikan nya
"gak ada yang ngajak gue bicara , ya udah gue pulang aja " merasa terabaikan Tasya pun pergi ,perasaan nya terasa di cubit saat merasa tak ada yang memperdulikan nya
"nasib gue gini amat ya...." lirih nya
Tasya melihat dari dalam mobil nya ,terlihat Bima maupun Bagas kedua nya saling dorong dan Novi yang menengahi
"entah apa yang kalian ributkan " lirih nya
Tasya pun menghidupkan mesin mobil nya dan perlahan menjalankan mobil nya menuju jalanan.
__ADS_1
"kenapa orang-orang selalu mengabaikan gue , orang tua gue ....sahabat gue ....dan sekarang bahkan Bagas yang selama ini selalu ada buat gue kini mengabaikan gue , apa salah gue ....kenapa semua nya menjauh ...."
***