Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
kebaikan khan (part 5)


__ADS_3

suara pemberitahuan kedatangan kereta sudah terdengar melalui speaker dengan keras. mereka harus berpisah sementara. tiba - tiba sanee menjadi senduh, dan khan mengetahuinya.


" jangan sedih, nanti komunikasi lewat ponsel yah" kata khan menenangkan.


" iya" kata sanee pelan, sambil menahan matanya yang sudah berkaca-kaca. khan tersenyum sambil mengusap kepala sanee. berusaha menegarkannya.


" sudah dulu yah, aku berangkat dulu. keretanya sudah datang. assalamualaikum " ucap khan sambil mengusap kepala sanee lalu, pergi meninggalkannya.


" Iya, waalaikum salam" balas sanee, tanpa sengaja airmata itu jatuh di pipinya.


Kenapa, aku sesedih ini. padahal dia hanya pergi beberapa hari saja. aku ini kenapa.? aku ini kenapa ya allah.? batin sanee bertanya - tanya sendiri tentang dirinya.


sanee melihat khan yang perlahan menghilang dari pa dangannya. kereta pun berangkat dan meninggalkan stasiun. sanee mengusap airmatanya yang tak sengaja jatuh di pipinya dengan tangannya.


Aku tidak boleh menangis, pak romli pasti khawatir kalau melihatku menangis. batin sanee.


Setelah sanee mengubah mood nya dan menghapus air matanya. sanee bergegas menuju mobil, karena sudah dari tadi pak romli menunggu. diparkiran pak romli duduk di bangku.


" pak romli, ayo kita pulang" kata sanee


" tuan khan sudah berangkat nyonya.?" tanya pak romli


" sudah, pak" jawab sanee


" baiklah nyoya silahkan masuk" perintah pak romli sambil membukakan pintu mobil.

__ADS_1


" baik pak, terima kasih" UCAP sanee setelah masuk dan pak romli menutup pintunya. pak romli tidak menjawab ucapannya.


mobil itu berjalan meninggalkan stasiun. didalam mobil pak romli banyak cerita.


" tuan khan mau pergi kemana nyonya.? tanya pak romli sambil melihat spion belakang, karena disitu dia melihat sanee yang sedang duduk di kursi belakang.


" khan pergi ke dubai pak, ada meeting dengan kliennya" jawab sanee


" owh, meeting di dubai lagi" kata pak romli


" pak romli tau.?" tanya sanee penasaran karena sepertinya pak romli tau


" iya nyonya, beberapa bulan yang lalu tuan khan juga pergi kesana. saya mendengarkan cerita ini dari tuan absy langsung ,katanya tuan khan sedang menyusun kerja sama antara perusahaan pemasok minyak disana" jawab pak romli


" owh, begitu. memangnya tuan khan perusahaannya berkembang dalam bidang apa yah.?" tanya sanee ke pak romli yang sepertinya sudah mengenal khan sudah lama.


" owh, pak romli sudah bekerja di beberapa lama dengan kakek absy.?" tanya sanee


" sebenarnya masih satu tahun ini nyonya, saya ini sebenarnya dulu supir tuan khan dikota. berhubung istri saya melahirkan anak ketiga, karena mertua juga sudah tua. akhirnya saya berhenti bekerja dan pulang kesini, tuan khan tidak berhenti membantu saya. pada akhirnya saya dipekerjakan disini menjadi supir nyonya dinnar dan nyonya absy. tapi berhubung supir pribadi tuan absy meninggal karena kecelakaan. akhirnya saya juga menjadi supir tuan absy." kata pak romli panjang


owh, inikah supir pribadi kakeknya khan.? yang pernah diceritakan waktu itu. batin sanee


" saya turut berbela sungkawa atas meninggalnya tuan hasan, ayah dari nyonya sanee. saya tau betul tuan hasan adalah orang yang baik, meskipun saya mengenalnya hanya beberapa hari" kata pak romli, sanee terkejut kalau pak romli mengenal papanya.


" bapak mengenal papa saya.?" tanya sanee

__ADS_1


" hanya sekilas nyonya, inshaallah papa nyonya sanee adalah orang baik. inshaallah, allah juga akan menempatkan orang baik di surganya" jawab pak romli tersenyum , menenangkan sanee


" aamiin ya rabb" ucap sanee


" nyonya beruntung bisa menikah dengan tuan khan, beliau pemuda yang baik hati inshaallah sholeh." kata pak romli


" benarkah pak, dia baik.?" tanya sanee meyakinkan.


" tentu saja nyonya, tuan khan selalu membantu karyawannya termasuk saya. terkadang tuan juga banyak beramal di panti jompo, panti sosial dan asuhan. terkadang juga ikut serta dalam amal pengumpulan donasi" jawab pak romli


"owh, apakah tuan khan dulu pernah menyukai gadis pak.? maksud saya pacaran sama siapa gitu pak.?" tanya sanee melebar kemana - mana karena ia penasaran denga kehidupan khan, khan yang tertutup tidak pernah menceritakan kehidupannya pada sanee membuat ia harus bersusah payah untuk mencari dan mengorek informasi dari orang - orang terdekatnya. dan kali ini pak romli tidak langsung menjawab, ia berhenti berbicara. seolah dari mimik wajahnya ia takut kalau dia menceritakan kehidupan seorang gadis yang pernah masuk kedalam kehidupan tuan khan sebelum sanee. pak romli takut kalau nyonya sanee kecewa dan sedih.


" tenang saja pak, saya bisa menerima kalau tuan khan itu memang banyak wanitanya sebelum saya menikah dengannya" kata sanee merendah karena dia tahu posisinya


" bukan begitu nyonya, apakah tuan khan tidak pernah bercerita tentang kehidupannya terutama soal hubungannya dulu sebelum menikah.?" tanya pak romli


" tidak pernah pak" kata sanee


please dong pak, ayo cerita aku penasaran banget.! batin sanee


" owh, ya sudah saya kasih beritahu. tapi kalau saya bercerita tentang ini dan tuan khan mengetahuinya pasti saya yang tidak enak sendiri dengan beliau" kata pak romli takut mengecewakan mantan tuannya


" sudalah pak, percaya padaku pasti aman, aku tidak akan bercerita kepada khan pak." kata sanee


" janji yah nyonya, saya takut bersalah dan lancang" kata pak romli

__ADS_1


" tenang pak, percaya saya. ayo pak ceritakan sebelum kita samapi dirumah" perintah sanee


__ADS_2