
happy reading 😘
.
.
.
.
Di dalam sebuah sel tahanan ,Riska tengah menangis dan merengek meminta keluar , namun itu hanya sia-sia saja karena tidak ada polisi satu pun yang mengabaikan nya .
Tak lama kemudian Darwin datang bersama Vina ,kedua nya menghampiri Riska yang kini sudah mengenakan baju tahanan .
"ya Tuhan sayang ....kenapa bisa jadi seperti ini , mas tolong lakukan sesuatu mas ,kasihan Riska jika harus seperti ini " Vina menangisi nya karena merasa tak tega ,biar bagaimana pun ia sudah menyayangi nya layak nya anak kandung ,dan karena yang ada di ingatan nya Riska lah anak kandung nya .
"mah ...pa, aku gak mau di sini ,di sini dingin ,aku takut huu..huu .... " Riska menangis sesegukan
"kamu tenang saja sayang ,papa sudah menyewa pengacara untuk membebaskan mu dari tuduhan itu " ucap Darwin membelai lembut rambut putri nya itu
"memang nya bagaimana kejadian nya nak ,kenapa bisa kamu di tuduh membunuh " tanya Vina
"aku....aku tadinya hanya ingin menggertak dan mengancam saja ,aku gak tahu kalau di dalam pistol itu ada peluru nya ,terus tidak sengaja pistol itu jatuh dan peluru nya terkena adik nya Elsa " tutur nya jujur
"a...apa..?" Vina terkesiap
"terus kamu dapat darimana pistol itu ?" tanya Darwin ,ia memang sudah bisa menebak jika pistol itu milik nya yang hilang
"se... sebenarnya aku dapat itu dari meja kerja papa ,tapi aku berbohong pada polisi ,kalau aku menemukan pistol itu tergeletak di jalan " ucap nya berbisik ,namun masih bisa di dengar oleh Vina
"anak pintar " batin nya
"maksud nya itu punya kamu mas ?" tanya Vina
"sejak kapan kamu punya benda itu ?" tambah nya
"hanya untuk jaga-jaga ,kamu tahu kan banyak sekali yang ingin membuat ku celaka "alasan nya dan nampak nya Vina percaya
"pa, cepat keluarkan aku dari tempat ini " pinta Riska memelas
"iya ,kamu sabar ya , papa mu pasti bisa dengan cepat mengeluarkan mu dari sini " ucap Vina seraya memeluk Riska
"maaf ,waktu berkujung sudah habis,tahanan harus segera kembali ke dalam sel " ucap seorang sipir
"hey ,jaga ucapan mu ,dia anak ku ,jangan kau sebut sebagai tahanan " tunjuk Darwin tak terima
"maaf ,memang kebenaran nya begitu ,jika bukan tahanan ,putri mu mana mungkin berada di tempat ini " ucap sipir itu tak gentar
"kau ....belum tahu aku siapa ?" tatapan mata nya menajam sembari meremas kerah baju bagian depan nya dan menarik nya
"mas sudah .....ayo kita pulang, sayang kami pulang dulu ,jaga dirimu baik-baik ya " Vina memeluk kembali Riska dengan lelehan air mata yang terus saja keluar
setelah kepergian Darwin dan Vina , Riska pun masuk kembali ke ruang tahanan nya
****
"kak...." Kenan memanggil Elsa yang tengah membersihkan tangan nya di wastafel
"iya ,sayang ada apa ?" tanya Elsa kini menghapiri anak itu
"ini sakit kak " ucap nya menyentuh bagian dada nya
"sabar ya ,sebentar lagi pasti sembuh , kamu kan kuat , sekarang katakan pada kakak ,kamu mau apa?" tanya Elsa membelai pucuk kepala Kenan
__ADS_1
" aku mau bertemu ibu ,ibu kapan datang nya kak ?" tanya nya
"sebentar lagi pasti datang ,tunggulah sebentar lagi ,kakak nyalakan tv nya ya ,biar gak bosan" ucap Elsa lalu menyalakan televisi , Elsa memilih-milih Chanel yang menayangkan acara anak-anak.
Tak lama pintu pun terbuka,
"ibuuuu....." teriak Kenan saat melihat ibu Sri sudah berdiri di ambang pintu ,ada Vano di belakang nya
"maaf ya nak,ibu baru datang ,bagaimana keadaan kamu hem gak rewel dan gak nyusahin kakak mu kan ?" tanya ibu Sri memeluk Kenan dengan penuh kehangatan
"aku gak nakal kalau ibu gak percaya tanya saja pada kakak" ucap Kenan melirik Elsa
"iya Bu , Kenan baik ko " sahut Elsa membenarkan
"kakak bawa apa?" tanya Kenan pada Vano
"apa ya....coba kamu buka" ucap Vano menyerahkan dua paper bag
"wah.... robot Bumblebee...." Kenan nampak senang mendapat hadiah yang sangat ia ingin kan
"kamu senang?" tanya Vano ,Kenan pun mengangguk cepat
"kalau suka coba lihat lagi paper bag satu nya" perintah Vano ,Kenan menurut , lagi-lagi mata nya berbinar melihat hadiah satu nya lagi
"waaahh.....aku suka banget" teriak nya lagi
"kalau suka ucapkan apa ?" tanya Elsa
"terima kasih kak Vano "
"iya , sama-sama ,kakak senang jika kamu suka " ucap Vano mengacak rambut nya gemas
Kenan memperhatikan kedua hadiah itu dengan senyuman yang terus mengembang ,seakan lupa dengan rasa sakit yang ia keluh kan tadi ,Kenan begitu antusias mendapatkan hadiah nya .
"tentu saja boleh , tapi kamu duduk saja di sini ya ,biar mobil remote kontrol nya saja yang bermain di lantai " ucap Elsa seraya meletakan mobil-mobil kan nya di lantai
"ok kak " ucap nya
"kalau begitu kakak mau pinjam kak Elsa dulu ya, kan sekarang sudah ada ibu " ucap Vano
"ehm..." Kenan mengangguk dengan tatapan yang terus tertuju pada mainan baru nya
"Bu , aku keluar sebentar ya" pamit Elsa
"iya ,lama juga tak apa " ibu Sri tersenyum jahil ,ia tau pasangan itu butuh waktu untuk menghabiskan waktu berdua ,setelah tadi malam mereka melewatkan malam panjang mereka karena harus bermalam di rumah sakit
tahu apa yang di fikiran ibu Sri , Elsa nampak merona dan malu , berbeda dengan Vano ia malah terkekeh melihat wajah istri nya yang memerah
"udah sana ,jangan hiraukan kami " ibu Sri segera meminta kedua nya keluar
Setelah Elsa dan Vano keluar , seseorang masuk ke kamar itu
mobil remote control berhenti tepat di depan kaki seseorang , tahu ada yang masuk ibu Sri menengok
"nyo....eh Bu Vina " ibu Sri bangkit dari duduk nya
"selamat siang,maaf mengganggu "
"ah tidak Bu, silahkan masuk " ucap ibu Sri
"ini saya letakan di sini saja ya" ucap Vina seraya menaruh parsel buah di atas meja samping ranjang
"seharusnya ibu tak usah repot-repot pakai bawa ginian segala " ucap ibu Sri berbasa basi
__ADS_1
"tidak ko,tidak repot sama sekali " ucap nya ramah
"saya datang ke sini untuk menjenguk nya , sekalian meminta maaf"ucap Vina
"minta maaf ,untuk apa?" tanya ibu Sri
"karena Riska , putri ku yang sudah membuat anak ibu seperti ini , mohon maafkan Riska ,maafkan putri ku " Vina menangis dengan mengatupkan kedua tangan nya di depan dada nya
ibu Sri tercenung mendengar Riska adalah putri nya
"apa lagi ini ,apa Riska anak kandung nya atau hanya anak tiri ?" tanya nya dalam hati
"saya mohon cabut laporan nya , Riska dia tidak sengaja melakukan nya " Vina memohon dengan lirih
"Bu Vina ,saya sebenarnya sudah memaafkan putri ibu , apalagi Kenan juga sekarang sudah baik-baik saja , itu juga berkat ibu , tapi keputusan ada pada Elsa ,mau mencabut atau tidak laporan nya " ucap ibu Sri jujur
"iya aku akan bicara pada Elsa nanti " pandangan nya teralih pada Kenan yang sedari tadi diam memperhatikan nya ,ada perasaan aneh pada anak itu setiap melihat Vina ,meskipun sedari lahir Kenan tak sedikitpun merasakan asi dari ibu kandung nya ,tapi kental nya darah yang mengalir di tubuh nya membuat hati nya merespon dengan cepat,seakan ingin menunjukan bahwa dia lah ibu kandung nya .
"kamu tampan sekali , siapa nama mu sayang Tante lupa ?" tanya Vina meraih tangan mungil itu
"ke...kenan... Vano Arkenan"
Vina tersentak saat tiba-tiba saja sebuah suara terngiang di kepala nya
"jika nanti kita memiliki anak laki-laki ,aku mau kita namai Vano Arkenan " suara laki-laki itu terdengar asing
"mas jika yang lahir nanti laki-laki aku ingin menamai nya Vano Arkenan ya ?" suara yang terdengar mirip suara diri nya
"iya terserah kamu saja " suara yang terdengar milik Darwin
"aakkhh ..." tiba-tiba Vina menyentuh kepala nya ,dan meringis
"Tante....."Kenan menyantuh pipi Vina ,ibu Sri pun tak diam saja ia menyentuh pundak nya seraya memberikan minum
"terima kasih " ucap Vina meraih minum nya
"apa nyonya mengingat sesuatu " batin ibu Sri
"Tante kenapa ,apa sakit ?" tanya Kenan
"Tante tidak apa-apa" jawab nya
"kenapa nama itu tiba-tiba terlintas di ingatan ku, apa nama itu ada hubungan nya dengan masalalu ku ,dan kenapa rasa nya aku sangat merasakan rindu yang teramat dalam saat menatap mata nya " batin Vina yang terus saja menatap Kenan
"kalau begitu saya pamit undur diri ,Kenan ,Tante pulang dulu ya" ucap Vina
"apa nanti Tante akan datang lagi ?" tanya Kenan tiba-tiba
"ya ,nanti Tante akan datang lagi , cepat sembuh ya " Vina pun beranjak ,namun entah dorongan dari mana tiba-tiba saja ia memeluk Kenan juga mencium pucuk kepalanya
nyaman ,itu yang Kenan rasakan ,entah kenapa Vina meneteskan air mata nya ,sungguh ia merasa aneh sendiri dengan perasaan nya, ibu Sri yang melihat pun hanya bisa menangis haru, ia berharap semoga ingatan nya cepat kembali
.
.
.
.
.
to be continued
__ADS_1