
Bagas tak henti-hentinya menyunggingkan senyum nya , hati dan perasaan nya sungguh tengah berbunga-bunga saat ini ,tatapan nya tak pernah lepas dari sosok gadis cantik di samping nya yang tengah tertidur.
"kenapa gue baru sadar ya kalau Tasya sangat cantik , apalagi dengan perpaduan make up di wajah nya ,tapi meskipun tanpa make up sebenarnya Tasya sudah cantik " gumam nya pelan
Bagas lantas mengulurkan tangan nya menyentuh pipi Tasya yang tengah terlelap itu
perlahan Bagas mendekat kan wajah nya
cup'
Bagas mengecup kening nya ,namun rupanya degupan jantung dan rasa di hatinya membuat akal sehat nya hilang entah kemana hingga Bagas pun memberanikan diri mencuri ciuman Tasya ,namun belum sempat Bagas menyentuh bibir tipis dan mungil itu,Tasya tiba-tiba membuka mata nya
"aakkh...." Tasya berteriak dan mendorong Bagas hingga Bagas terantuk pada dinding pesawat jet itu .
"aduh ,pala gue " Bagas terkejut dan menyentuh kepala bagian samping kanan nya
"sorry, lagian loe ngapain sih deket-deket mau macem-macem ya" tuduh Tasya
"eh enggak ya ,aku ....aku.... aku cuma baiklah aku ngaku ,aku mau cium kamu " jawab Bagas jujur
"apa " Tasya memekik lalu menutup mulut dan melipat bibir nya rapat
"belum sempat Tasya sayang , kamu keburu bangun " Bagas memperbaiki duduk nya
blussss'
wajah Tasya memerah mendengar kata sayang dari Bagas ,jantung nya pun memompa darah nya lebih cepat , hingga Tasya salah tingkah di buat nya
"kamu kenapa wajah mu kok merah kaya gitu ?" tanya Bagas
"gak ,gak apa-apa, ....inget ya Gas,aku memang sayang dan cinta kamu ,dan mau menerima kamu meskipun aku belum yakin dengan perasaan mu ,tapi bukan berarti kamu bisa seenak nya sama aku , lagian aku sudah berusaha keras menjaga diriku termasuk bibir ku agar tak ternoda , tapi kamu malah seenak nya aja mau curi ciuman pertama aku , aku akan memberikan nya kelak pada suami ku , jadi jangan coba-coba" ancam Tasya menatap tajam Bagas ia sudah bisa mengendalikan dirinya
"dan aku lah calon suami mu Sya, percayalah aku benar-benar cinta kamu ,mungkin selama ini aku tidak menyadari nya tapi saat kamu tidak ada barulah terasa jika kehadiran mu sungguh berharga ,aku takut kehilanganmu Sya, dan perlu kamu tahu ,aku juga merasa kesal saat kamu bersama Bima waktu itu , mungkin kah aku cemburu " Bagas meraih tangan Tasya dan menggenggam nya
"jodoh siapa yang tahu Gas ,aku memang cinta kamu tapi kalau jodoh ku bukan kamu ya mau gimana lagi , saat ini aku hanya ingin menikmati rasa ini saja dulu, untuk besok dan nanti biar Tuhan yang menentukan , aku tak mau terlalu menekan perasaan ku hingga aku jadi egois dan nantinya aku sendiri yang akan terluka , mendengar kamu bilang kata cinta saja aku sudah bahagia, aku.....
"ssttt.....jangan katakan apapun lagi,biarkan detak jantung yang berbicara ,datanglah ke pelukan ku ,dan ayo kita bermimpi bersama , aku akan melamar mu ,cepat atau lambat kita akan menikah , kita akan memiliki banyak anak dan hidup bahagia selamanya" Bagas merentangkan kedua tangannya berharap Tasya akan memeluk nya ,namun di luar dugaan Tasya malah mencubit perut Bagas hingga Bagas teriak mengaduh kesakitan
"aaakkh.....aduuh....kok di cubit bukan nya di peluk " protes nya
"lagian kamu tuh ya, emangnya aku kucing apa bisa beranak banyak " Tasya merasa kesal ,bukan hanya kesal namun ia begitu malu membayangkan nya ,jangan kan bikin anak bisa bersama Bagas saat ini pun masih berasa mimpi bagi nya
Bagas terkekeh melihat Tasya yang merona
"aku becanda , sini" Bagas pun menarik Tasya dalam pelukan nya
"gak emak nya gak anak nya demen banget kdrt " gumam Bagas
"aku denger loh " sahut Tasya yang masih memeluk Bagas
"hehe.... enggak lah becanda " Bagas pun memilih bungkam dan tak lagi berkata-kata karena tak ingin membuat Tasya tersinggung karena celotehan nya
Hingga beberapa jam kemudian pesawat jet yang membawa mereka mengudara itu mendarat dengan cantik di bandara .
Tepat pukul 08:00 mereka sampai di depan rumah Riska yang sudah banyak orang yang hadir di acara itu ,Reno pun sudah duduk di depan meja kecil di depan penghulu dengan Riska yang masih bersembunyi di kamar nya .
__ADS_1
Penerbangan yang biasanya memakan waktu 17 jam itu pun menjadi hanya beberapa jam saja karena mereka menggunakan pesawat jet .
tak nampak kelelahan di wajah Tasya maupun Bagas yang ada hanya rona bahagia di wajah mereka
"nah ini dia nih yang kita tunggu-tunggu akhirnya datang juga kalian " seru Vano melihat Tasya dan Bagas datang dengan bergandengan tangan
"cieee........ada yang baru jadian nih " celetuk Reno yang sedari tadi menunggu kedatangan Bagas
"hehe.....ya....gitu deh " sahut Bagas
"gimana sukses gak bikin onar nya ?" tanya Vano menahan tawa
"tau ah ....kalian pasti sudah bersekongkol ngerjain gue ya, pake bilang Tasya mau merryed segala ,pan gue nya juga yang jadi malu " sungut Bagas menatap mereka satu persatu
"siapa juga yang sekongkol yeee....." decak Reno
"astaga kalian ,ini acara nya mau lanjut apa enggak nih ,kasihan kan pak penghulu sudah nunggu dari tadi ,mau nikahin yang lain juga katanya " seru papa nya Reno
"eh iya ,tuh kan jadi lupa gue dengan hari bersejarah gue " ucap Reno kembali fokus pada apa yang ia hafal kan dari kemarin-kemarin
sementara itu di dalam kamar yang lain tempat Riska bersembunyi alias menunggu ijab qobul merasa sangat gugup dan tegang.
Elsa yang juga pernah merasakan hal yang sama mencoba menenangkan Riska.
"kamu pasti deg-degan kan , aku juga dulu begitu bahkan hampir pingsan saking sesak nafas nya karena tegang , tapi kamu tenang aja , Reno pasti bisa melakukan ijab nya dengan baik dan benar " ucap Elsa seraya menyentuh lengan Riska
Bayangan saat Elsa menarik Riska dan mendorong nya waktu rencana penjebakan itu pun kembali terlintas ,ia tak menyangka jika hubungan nya dengan Riska bisa membaik setelah apa yang terjadi beberapa bulan yang lalu.
"hm...makasih ,Elsa ....maafin aku ya,pernah berlaku buruk padamu" ucap Riska
"iya tak apa ,kamu ih minta maaf terus , nanti aja minta maaf nya kalau pas lebaran idul Fitri" ucap Elsa seraya tersenyum
"tuh dengar Reno sudah mulai melakukan ijab qobul" seru Elsa
Tak lama kemudian terdengar kata SAH disertai ucapan syukur banyak orang ,tak lupa juga dengan tepukan tangan ,meski seharus nya tidak boleh bertepuk tangan , alasan nya karena bertepuk tangan merupakan kebiasaan kaum jahiliah ,jadi makruh ,namun ada juga yang berpendapat haram ,untuk lebih tepat nya cek Google aja, Othor takut salah✌️
Riska pun menitikan air mata haru ,kini status nya berubah jadi seorang istri dan mungkin dalam waktu dekat statusnya juga akan berubah jadi seorang ibu ,hatinya berdesir membayangkan nya .
"yuk kita keluar ,mereka udah nunggu " ajak Elsa ,Riska pun mengangguk
Meskipun kehamilan Elsa sudah memasuki trimester terakhir namun tak menyulitkan nya untuk bergerak ,ia masih bisa santai berjalan di samping Riska ,menuntun nya hingga sampai pada Reno .
Reno menatap takjub penampilan Riska ,kebaya putih modern dengan riasan ala pengantin membuat aura cantik nya terpancar .
Elsa melangkah mendekat pada Vano ,Vano pun menyambut nya dengan uluran tangan yang langsung di sambut oleh Elsa .
"assalamualaikum istri ku" ucap Reno
"waalaikum salam suamiku " jawab Riska gugup
Riska lalu menyambut tangan Reno lalu mencium punggung tangan Reno yang kini sudah sah menjadi suami nya ,di balas Reno yang mengecup kening Riska .
"Alhamdulillah....." seru semua orang
acara pun dilanjutkan dengan sungkeman ,karena Riska sudah tak memiliki orang tua lagi maka Vina lah yang menggantikan peran kedua orangtua kandung Riska .
__ADS_1
Sosok Darwin dan seorang wanita cantik yang mirip dengan Riska tersenyum memperhatikan Riska dari arah pintu masuk ,tak ada yang bisa melihat kecuali Elsa dan Vano, namun tak terduga Tasya pun bisa melihat nya .
Tentu saja Tasya terkejut dan langsung menundukan kepala nya , entah kenapa akhir-akhir ini Tasya bisa melihat hal yang tak bisa di lihat orang lain .
"sayang seperti nya Tasya juga bisa melihat mereka ?" bisik Vano pada Elsa
"hm....sepertinya iya,udah lah biarin aja selama Tasya tak histeris kita diam kan saja " sahut Elsa berbisik juga
keduanya pun kembali fokus pada acara yang tengah berlangsung,mengabaikan Tasya yang menunduk karena takut , Bagas yang menyadari ketakutan Tasya pun menengok .
"kenapa ?" tanya nya
Tasya menggeleng
"gak apa-apa kok " jawab nya mencoba menegakan pandangan nya dan menengok pada Bagas seraya tersenyum
"duh cantiknya" puji nya
"selama ini kemana aja bang , baru nyadar ya aku cantik "
"iya maaf ,hati aku sempat nyasar tapi sekarang aku sudah tahu kemana arah pulang nya jadi tak mungkin salah hati lagi " ucap Bagas menatap lembut Tasya
"dih....lebay " cibir Tasya
Bagas terkekeh lalu mengecup punggung tangan Tasya
Saat semua orang bersuka cita dengan pernikahan Riska dan Reno , tiba-tiba Elsa meringis
"sshhh.....akkhh....."
"sayang kamu kenapa,perut nya sakit lagi?" tanya Vano panik
"aku gak apa-apa ,hanya sedikit mulas tapi sekarang kaya nya udah enggak deh " jawab Elsa
"kita ke rumah sakit "
"nanti saja ,belum waktunya kok Dede bayi lahir ,tapi mungkin sebentar lagi ,tiga jam lagi baru kita ke rumah sakit " ucap Elsa seraya mengusap perut nya
Vano terdiam melihat Elsa ,Elsa yang mengerti apa yang ada di fikiran Vano pun segera beranjak ingin menghindari nya ,namun bukan Vano namanya kalau tidak bisa mendapatkan apa yang ia mau.
"Vano....ih turunin gak malu tahu " Elsa memekik saat Vano tiba-tiba menggendongnya
"satu kali saja ,sebelum aku puasa lama,ijinkan aku menjemput baby kita " ucap Vano menatap genit lalu melangkah menuju kamar yang sudah di siapkan untuk Elsa beristirahat.
semua yang melihat nya pun tak berfikiran jika pasutri itu akan melakukan ritual menjemput baby ,mereka berfikir jika Elsa memang harus beristirahat .
duh dasar Vano istrinya sudah kontraksi juga masih sempet-sempet nya minta jatah
"pelan-pelan ya" pinta Elsa
"iya ,tenang saja aku akan sangat pelan karena aku juga gak mau terjadi sesuatu pada mu juga baby kita "
Elsa memejamkan mata nya saat merasakan Vano mulai menyatukan tubuh mereka .
dan......yah ......kita lanjut lagi nanti 👌
__ADS_1
****