Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
extra part akal-akalan Reno


__ADS_3

Setelah sampai di rumah Tasya melihat mobil papa nya sudah terparkir di halaman rumah nya, Tasya pun bergegas untuk masuk ,tak dipungkiri ada rasa rindu di hati nya karena mengingat mereka hampir tidak pernah bertemu meski tinggal satu atap.


"loh papa mau kemana?" tanya Tasya saat melihat papa nya membawa koper dan penampilan nya juga sudah rapih


"papa ada perjalanan bisnis ke Jerman ,kamu hati-hati di rumah ya , ah iya mama kamu juga tadi baru terbang ke Amerika ,mama mu mengatakan Minggu depan dia kembali" ucap papa nya buru-buru


"papa gak nanyain keadaan aku setelah apa yang terjadi di hotel tempat ku bekerja ?" tanya nya mengabaikan kata-kata papa nya


"maaf sayang papa harus pergi ya ,pesawat papa terbang setengah jam lagi , mungkin papa agak lama dari mama kamu pulang nya , kamu jaga diri baik-baik ya ,papa berangkat "


dan papa nya pun lalu pergi dengan sangat tergesa sampai mengabaikan pertanyaan anak nya tadi


Dalam diam Tasya menatap kepergian papa nya dengan air mata yang sudah jatuh membasahi kedua pipinya


Bi Siti yang melihat nya pun turut merasakan sedih ,sebab ia tahu Tasya memang sangat kurang perhatian kedua orangtuanya.


"non....sudah jangan sedih masih ada bibi yang jagain non " ucap bi Siti halus


"kenapa bi.....kenapa papa ,dan mama selalu mengabaikan aku , apa karena mereka kecewa karena anak yang mama lahirkan bukan laki-laki sesuai dengan yang mereka mau ,memangnya kenapa kalau aku terlahir sebagai seorang perempuan ,apa salah aku , berdosa kah aku jika terlahir sebagai perempuan ?" tanya nya terisak


Kedua orang tua nya memang sangat menginginkan anak laki-laki ,dulu , namun mereka juga senang walau yang terlahir adalah perempuan , toh mereka bisa punya anak lagi nantinya kalaupun tidak sudah banyak program kehamilan di berbagai rumah sakit yang bisa mereka tempuh , namun karena kesibukan mereka hingga mereka abai akan keinginan mereka ,alhasil Tasya juga terabaikan .


"shyuut....non ....kenapa berbicara seperti itu ....itu sama sekali tidak benar ,mama ,dan papa non mereka sangat menyayangi non Tasya , mereka bekerja kan untuk non Tasya agar semua kebutuhan non terpenuhi " ucap Bu Siti


"enggak ,aku gak mau semua fasilitas ini ,yang aku mau hanya perhatian dan kasih sayang nya mereka aja bi, bahkan tadi papa aja gak nanya keadaan ku ,papa sama sekali tidak mengkhawatirkan ku ,padahal tadi hotel di serang beberapa orang bersenjata ,beberapa karyawan dan tamu jadi sandera nya , tapi papa seakan tak peduli padaku bi...." Tasya pun menumpahkan air mata nya di pelukan bi Siti


"Ya Tuhan....tapi non Tasya tidak apa-apa kan tidak ada yang luka" tanya bi Siti khawatir Tasya pun menggeleng


"syukurlah kalau tidak ada yang luka ,sekarang lebih baik non Tasya istirahat ya ,bibi buatkan minuman hangat dulu ,nanti bibi antar ke kamar nya non " Tasya mengangguk patuh


"kasihan sekali non Tasya " lirih nya sambil menatap punggung Tasya yang berjalan menaiki tangga .


Sementara itu


Reno yang melihat berita itu di layar ponsel nya langsung pergi meninggalkan pekerjaan nya ,ia berniat untuk pergi ke hotel itu karena saat menelpon Vano maupun Elsa kedua nya di luar jangkauan .


Ketika sedang menyetir mata nya menangkap seseorang perempuan yang tak asing baginya tengah duduk di pinggir trotoar dengan melipat kaki nya ,dilihat nya baik-baik benar saja dia adalah


"Riska ....sedang apa dia di sana ?" tanya nya dalam hati


Reno pun segera menepikan mobil nya,lalu keluar dari mobil nya dan menghampiri Riska


"Riska " ucap Reno dan Riska pun berbalik


"Reno...."


"Riska ...."


"Reno..."

__ADS_1


"hais.....kenapa malah jadi panggil panggilan ,kamu sedang apa di sini ?" tanya Reno ,ia celingukan mencari mobil Riska


"mobil kamu mana ?" tanya Reno ,Riska menggeleng


"hah ,maksud kamu gak tahu ,apa gimana?" tanya Reno bingung


"tadi ....setelah aku pulang dari kafe aku nolongin orang katanya dia gak tahu jalan pulang ,orang itu kaya linglung gitu ,aku coba nolong dan hendak membawa nya ke kantor polisi agar di bantu juga oleh polisi ,tapi orang itu malah nodong aku pake senjata tajam , dia meminta aku untuk melajukan terus mobil nya ,tapi aku tiba-tiba di turun kan di sini dan dia kabur membawa mobil aku , tas ,dompet, ponsel ,kartu kredit semua nya di dalam mobil , aku bingung harus gimana " tutur Riska sambil terisak


"astaga .... kenapa ini terjadi padamu ,tapi kamu tidak apa-apa kan ,orang itu tidak menyakitimu


"tidak " Tasya menggeleng


"syukurlah..." Reno membawa Riska ke pelukan nya ,dapat di rasakan oleh nya jika Riska saat ini tengah ketakutan.


"tapi gimana dengan KTP ,dan kartu kredit ku ?" tanya Riska sesegukan


"biar itu aku yang urus , dan untuk kartu kredit mu kita harus secepatnya memblokir nya ,takut nya orang itu sudah menggunakan kartu kredit itu setelah itu kita buat laporan ke kantor polisi" ucap Reno


Riska pun hanya mengangguk saja ,ia tak tahu lagi harus berbuat apa


"kenapa kamu berada di sini , bukan nya kamu masih harus di luar kota ?" tanya Riska setelah kondisi nya sudah mulai tenang, kedua nya kini sudah berada di dalam mobil


"aku lihat berita tentang penyerangan hotel nya Elsa , makanya aku cepat-cepat pergi ,kerjaan biar papa aku aja yang selesaikan " jawab Reno


"ya aku juga mendengar berita nya ,semoga semua nya selamat dan orang-orang jahat itu tertangkap " lirih Riska


Riska memang mendengar berita itu dari orang-orang yang berlalu lalang saat ia duduk pasrah di trotoar tadi .


Reno pun akhirnya pergi membantu Riska dulu ,setelah selesai Reno mengantar Riska pulang.


"kamu hati-hati di rumah ya , kalau ada apa-apa cepat hubungi aku , atau aku menginap saja di sini "


"terserah " jawab Riska


"terserah ....jadi gak apa-apa nih aku nginap lagi ,tapi aku tidak tidur di kamar kamu ya , bisa bahaya " ucap Reno senang bisa kembali menginap


"kenapa bahaya ?" tanya Riska


"aku kan laki-laki normal sayang ....aku gak mau terjadi sesuatu yang di ingin kan "


Darah Riska berdesir mendengar Reno memanggilnya dengan ucapan sayang ,sontak wajah nya pun memerah .


"ya udah masuk gih ,aku siapkan dulu kamar nya " Riska pun segera bergegas ke kamar tamu di lantai bawah untuk merapikan nya ,dan memang sebenarnya sudah rapih hanya saja Riska ingin memastikan kembali apa kamar nya


benar-benar bersih atau tidak .


melihat Riska berlalu ke kamar tamu Reno membatin lirih


"sampai kapan aku harus menunggumu membuka hati untuk ku ,sedangkan kedua orang tua ku sudah mendesak ku menikah "

__ADS_1


"Reno...."


"Reno..." Riska sedikit menyentak nya karena Reno tak kunjung merespon saat di panggil


"eh ...iya apa ?" Reno terkejut


"kamu melamun ....kenapa ?" tanya Riska


"sini duduk " Reno menepuk sisi kiri nya ,ia tengah duduk di kursi ruang tamu


"ada apa ?" tanya Riska setelah duduk


"aku benar-benar mencintai mu , aku sangat berharap kamu lah jodoh ku yang akan menemani ku sampai ajal menjemput , apa sudah ada aku di hatimu ?" tanya Reno membuat Riska gugup seketika


"ke...kenapa kamu menanyakan itu ,kamu kan sudah mengatakan ingin menunggu ?" tanya Riska tergagap


"ya, mau nya aku terus menunggu mu sampai aku bisa benar-benar masuk ke dalam hatimu, tapi orangtua ku sudah mendesak ,jika aku tidak menikah di akhir bulan ini maka aku akan dinikahkan dengan anak teman nya papa, aku tentu tidak mau , tapi aku juga tidak mungkin mengecewakan orang tua ku,jadi aku bertanya sekali lagi padamu , apa aku sudah ada di hati mu atau belum ,please aku sangat mengharapkan mu " ucap Reno penuh harap


"a....aku...aku...."


"jika belum bisa jawab sekarang gak apa-apa ,tapi nanti malam aku tunggu jawaban nya , sebab jawaban nanti akan membuktikan akan seperti apa hubungan kita kedepannya , baiklah kalau begitu aku istirahat dulu ya , kamu juga pasti lelah " Reno berjalan menuju kamar tamu


Memang benar jika kedua orang tua nya sudah mendesak nya untuk segera menikah namun tak mendesak juga dengan menjodohkan nya ,itu hanyalah akal-akalan nya saja


"kalau tidak begini mau sampai kapan perasaan ku di gantung terus " gumam nya ,


sungguh kamu tak sabaran sekali Reno


sedangkan di dalam kamar nya Riska tengah dilanda kegelisahan,ia tengah memikirkan bagaimana perasaan nya pada Reno ,tak dipungkiri ia pun sudah merasa nyaman bersama Reno ,namun untuk mendefinisikan perasaan nya ia pun masih bingung ,sebab ia masih mempunyai kecemburuan saat melihat Vano bersama Elsa , namun ia juga tak ingin jika nanti Reno meninggalkan nya lalu menikah dengan gadis pilihan orangtuanya .


Namun saat ia mendengar notifikasi di ponsel nya ia segera meraih dan membuka ponsel nya ,air mata nya luruh saat melihat foto unggahan seseorang , hatinya sakit dan sesak melihat nya .


"apakah perempuan ini yang akan di nikahkan dengan Reno" lirih nya


dalam foto itu terlihat Reno dan seorang wanita tengah makan malam berdua ,hatinya berdenyut sakit dan perih hingga ia meremas kuat-kuat baju bagian d*da nya dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk mata nya .


"kenapa rasanya sakit sekali, lebih sakit dari melihat Vano bersama Elsa " lirih nya


Hingga malam pun tiba Reno sudah siap mendengarkan jawaban Riska dan tengah menunggu sang pujaan hati ,ia menduduki sofa dengan harap-harap cemas


"maaf nunggu lama " Riska akhirnya turun juga dari kamar nya dan langsung duduk tak jauh dari Reno


"bagaimana....?" tanya Reno tak sabar


"apa harus sekarang ?" tanya Riska menatap Reno


"ya ,....keburu aku dinikahkan orangtua ku , sebenar orangtua aku tidak menuntut menjodohkan ku ,mereka masih memberi kesempatan kepada ku untuk memilih pilihan ku ,tapi jika aku tidak kunjung menikah akhir bulan ini maka mau tidak mau aku harus mau dijodohkan " tutur Reno


Mendengar itu perasaan Riska menjadi semakin gamang ,ia pun menghela nafas sebelum berucap

__ADS_1


"aku.....aku sebenarnya mau jawab ,tapi besok saja , author nya katanya lieur ,tahu gak lieur ,pusing katanya ,jadi tunggu besok ya "


***


__ADS_2