Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
senaa berulah


__ADS_3

Reff:


...Cause I don't wanna lose you now...


...Karena aku tak ingin kehilanganmu...


...I'm looking right at the other half of me...


...Sedang kutatap separuh jiwaku...


...The vacancy that sat in my heart...


...Kehampaan yang menghuni hatiku...


...Is a space that now you hold...


...Adalah ruang yang kini kau huni...


...Show me how to fight for now...


...Tunjukkan padaku cara tuk berjuang...


...And I'll tell you, baby, it was easy...


...Dan kan kuyakinkan dirimu, kasih, sungguh mudah...


...Coming back into you once I figured it out...


...Tuk kembali padamu saat kutemukan caranya...


...You were right here all along...


...Selama ini kau terus di sini...


...It's like you're my mirror...


...Seolah kau adalah cerminku...


...My mirror staring back at me...


...Cerminku yang membalas tatapanku...


...I couldn't get any bigger...


...Aku tak bisa lebih besar lagi...


...With anyone else beside of me...


...Bersama orang lain di sisiku...


...And now it's clear as this promise...


...Dan kini jelaslah sudah seperti janji ini...


...That we're making two reflections into one...


...Bahwa kita sedang menyatukan dua bayangan...


...'Cause it's like you're my mirror...


...Karena seolah kau adalah cerminku...


...My mirror staring back at me, staring back at me...


...Cerminku yang membalas tatapanku...

__ADS_1


dari sekian lama mereka masuk studio sing song, baru kali ini khan menyanyi. karena, dari awal masuk sanee yang selalu tunjuk suara. khan menyanyikan lagu ini dengan baik, suaranya hampir mirip penyanyi aslinya justin timberlake - mirror . sanee dibuatnya takjub, bukan hanya suaranya yang merdu namun, khan juga lebih ekspresif dengan melakukan tarian kecil, seolah dia menikmati lagunya.


apa, lagu ini lagu favoritnya.?batin sanee


setelah, lagunya selesai dinyanyikan. dia mendapat nilai 99% . sanee bertepuk tangan, khan hanya membalasnya dengan senyum.


" suaramu bagus juga, hampir mirip. kau suka lagu itu.?" tanya sanee sambil menyenggol lengannya.


" hahaha, lagu ini untukmu" jawab khan


" hahaha, bisa saja. Aku tidak tau artinya. kau takkan aku tidak bisa bahasa inggris" ceplos sanee


" hahaha, nikmati saja lagunya" sambil mengetik pelan kening sanee


setelah 90 menit berlalu, mereka pulang menuju rumah untuk istirahat. namun diperjalanan mobil yang ditumpangi khan dan sanee dihadang oleh beberapa preman.


" khan, siapa mereka khan.?" tanya sanee ketakutan didalam mobil


" aku juga tidak tahu, kamu tetap disini saja yah. jangan keluar mobil ." jawab khan, sanee mengangguk. dan khan keluar dari mobil dan menemui preman di hadapannya.


" kalian mau apa.?" tanya khan pada preman yang berempat.


" tinggalkan sanee, ada yang mencintaimu" jawab salah satu preman


" sudah cepat katakan, kalian suruhan siapa.?" tanya khan yang sudah mengepalkan tangannya


" jangan banyak tanya, tinggalkan sanee atau kalo tidak aku akan memukulmu dengan kekerasan" jawab preman itu


khan tidak bisa menahan emosinya, akhirnya khan menghajar preman - preman tersebut. meskipun 1 banding 4. khan, tidak kalah cepat menitikkan tinjunya pada sasarannya. namun, saat khan sibuk mengurusi preman - preman. tanpa sepengetahuan mereka , ada yang menculik sanee dari dalam mobil. saat preman sudah tau, rencana penculikan sanee lancar, preman itu tiba - tiba langsung pergi meninggalkan khan. khan masih dengan nafasnya yang terpenggal- senggal. khan masih belum menyadarinya, namun saat ia menoleh kebelakang nampak dari kaca mobil. khan syok lalu berteriak.


"Sanee, kamu dimana.!" teriak khan dalam mobil, sambil memukul stir mobilnya penuh emosi. kali ini khan menitikkan air mata di sudut kedua matanya.


siapa yang sudah menculik sanee, siapa yang sudah merencanakan seperti ini.? batin khan


...jika kau ingin menemukan istrimu, temui aku di tempat berair hijau, terdapat sebuah rumah pohon kecil disana....


tulisan ini, sepertinya khan mengetahuinya. khan meremas surat itu sampai tak berbentuk


ini tulisan senaa. mau apa dia. batin khan kesal.


khan menelepon hozen, dia menceritakan kejadian barusan padanyanya.


" sekarang, cepat kau pergi ke kantor polisi. melaporkan hal ini. aku akan mencari sanee." kata khan.


khan menancapkan gasnya 60km/jam. dalam hatinya tidak berhenti berdoa untuk keselamatan sanee. tibalah dia ditempat yang dimaksud, danau hijau. tempat di mana khan dan teman - teman kampusnya piknik dan mengerjakan tugas kelompok disitu. temapt ini selalu sepi kalau siang. nampak dari jauh, dia melihat istrinya sedang diikat tangan, kaki dan ditutupi mulutnya dengan kain. dan sanee tidak sadarkan diri, dia duduk dikursi dengan matanya terpejam.


" sanee.!" teriak khan, lalu khan menaiki tangga rumah pohon tersebut. dan disana ada senaa.


" senaa, kamu mau apakan istriku!?" tanya khan dengan sedikit membentak


" hahahaha, katakan khan, kamu belum menikah dengan dia kan" jawab senaa, sambil tertawa keras


" aku sudah menikah dengannya, apa aku harus berulang kali mengatakannya." kata khan


" hahaha, kau bohongkan.! aku ini hamil, kau harus jadi suamiku.!" tiba - tiba senaa berkata seperti itu dan khan terkejut mendengarkannya.


apa, bagaimana dia bisa hamil.? Aku saja tidak tau laki - lakinya. batin khan kaget


" kau harus jadi suamiku khan, kamu adalah suami idaman. tidak seperti dia.. hiks.. hiks" kata senaa tiba - tiba menangis


" senaa, ada apa denganmu?" tanya khan bingung dengan kondisi senaa kadang tertawa terbahak - bahak lalu sedih.


" haahhahahaha, aku .. aku, ingin jadi istrimu. jadikan aku istrimu yah. soal dia , aku akan membereskannya." kata senaa


" senaa, jangan kau sakit sanee" kata khan

__ADS_1


" hahahah, dia yang sudah merebutmu dariku, dia harus mati sekarang" lalu senaa mendorong kursi itu dan jatuhlah sanee didalam danau hijau itu.


" saneeeee.!" teriak khan, lalu khan menceburkan dirinya didanau untuk menolong istrinya yang tidak sadarkan diri tercebur dalam danau. sanee hampir tenggelam, namun dengan sigap khan menolongnya dan menarik badan sanee untuk diseretnya ke tepi. sampai di tepi danau sanee nampak belum sadarkan diri. khan cemas lalu membopongnya dan menggendongnya.


setelah masuk dalam mobil, khan tancap gas dengan tergesah - gesah. sampailah dia pada sebuah rumah sakit kecil yang dekat dengan danau hijau itu. sanee dirawat intensif, namun sanee belum sadarkan diri. kata dokter dia dalam pengaruh obat bius dosis tinggi.


saat sanee belum siuman, khan mondar - mandir di sampingnya. kadang duduk lalu berdiri lagi.


tiba - tiba hozen meleponnya.


" waalaikum salam, iya. apa sudah kau serahkan rekaman cctv dan bekas foto memar.? iya ini sanee masih belum sadarkan diri masih terpengaruh obat bius. apa.? sudah tertangkap senaa. baiklah, kamu yang urus semua. aku harus menunggu dan menjaga sanee disini. nanti kalau ada kabar terbaru, telepon aku yah. ya sudah. assalamualaikum " kata khan panjang


setelah khan mematikan telepon dari hozen, khan duduk di samping sanee. dia mencium tangan sanee lalu menggenggamnya.


" maafkan aku, maafkan aku yang tidak bisa menjagamu dengan baik" kata khan pelan


tiba - tiba tangan sanee bergerak. khan melepaskannya.


" sanee" panggil khan sambil mengusap kepala sanee


" apa yang terjadi khan.? kenapa badanku berat .?" tanya sanee yang tidak tau kejadian yang telah berlalu


" maafkan aku, aku tidak bisa menjagamu dengan baik" jawab khan


" khan, aku baik - baik saja kok. hanya badanku berasa berat." kata sanee menenagkan khan


" istirahatlah, biar badanmu lekas pulih" kata khan, sanee hanya tersenyum. sambil menggenggam tangan khan.


" jadi khan, siapa yang sudah merencanakan semua ini?" tanya sanee


" senaa, senaa sudah melakukan tindak kejahatan ini. kini dia sudah ada dikantor polisi.dia harus bertanggung jawab atas semua apa yang sudah dia lakukan" kata khan, sanee hanya tersenyum.


" mulai saat ini, aku akan mencarikanmu ajudan wanita untuk mengawalmu dan melindungimu saat aku tidak disampingmu" kata khan yang membuat sanee syok.


" khan, tidak usah Lebay begitu" kata sanee


" tidak, itu demi kebaikanmu" kata khan tegas


" sampai kapan.?" tanya sanee


" aku tidak tau" jawab khan


" aku bisa jaga diri khan, please yah batalkan saja yang tadi" kata sanee merengek


" Hummt, tidak" kata khan


" ha....., aku akan menangis kalau begitu" kata sanee seperti anak kecil


" aku hanya khawatir sanee, aku tidak ingin kejadian ini terulang" kata khan


" kalo begitu ajari saja aku karate, tinju dan taekwondo mu" ceplos sanee cemberut


" apa.?" tanya khan kaget


" apa.? kau pura - pura tidak mendengarkan atau tidak mau mengajariku?" jawab sanee


" haha, jadi kau mau aku jadi pelatihmu.?" tanya khan


" ya sudah, kalo tidak mau. Aku juga tidak mau dikawal ajudan wanita" jawab ceplos sanee


" owh, begitu. baiklah. mulai besok. anggap aku pelatihmu yah. kau harus siap apa yang dikatakan pelatihmu" kata khan


" siap bos" balas sanee sambil menghormatkan tangannya. khan pun tersenyum.


suasana tegang tersebut menjadi aga lebih cair.

__ADS_1


__ADS_2