
Alarm khan berbunyi seperti biasa, jam 03.00 pagi. Khan terbangun. Dimatikannya alarm tersebut. Khan melihat sanee masih tertidur. Khan pun tersenyum, lalu ia bangkit mengambil air wudhu. Digelarnya sajadah dan sundulan dia. Sesudah salam, khan mengambil quran didepanmya. Dan membacanya. Mendengar khan membaca al - qur'an , sanee perlahan – lahan bangun. Ia nampak belum sadar benar dari tidurnya. Lalu, di memuletkan tubuhnya yang berasa capek karena tidur dengan duduk. Sanee mendengarkan suara khan saat mengaji, dia tersadar bahwa ia saat ini berada didalam kamar khan. Dan beranjak dia dari kursi itu. Dan keluarlah sanee dari ruangan itu. Dilihatlah khan yang sedang duduk diatas sajadah sambil membaca al-quran.
“ khan.” Panggil sanee dengan suara khas bangun tidur . Khan menghentikan bayarannya dan menoleh.
“ kamu sudah bangun.?” Tanya khan
“He.em" jawab sanee sambil menggosok matanya
“ Sudah sholat isya?” tanya khan
“ Belum,.. aku.. balik kekamarku dulu yah" jawab sanee
Khan hanya mengangguk, dan melanjutkan mengajinya. Sanee keluar kamar khan, dia masuk ke kamarnya sambil mengusap matanya beberapa kali. Setelah itu ia masuk mencuci muka dan sekalian wudhu untuk sholat isya yang waktunya hampir mempet shubuh.
...
Adzan shubuh sudah berkumandang, sanee dan khan sholat dikamarnya masing- masing. Setelah itu khan rebahan diranjangnya sambil melihat televisi. Sedangkan sanee bergegas ke dapur untuk melihat ada bahan apa saja di kulkas. Dibuka kulkas besar berminat dua itu.Ternyata yang ada hanya, susu, snack , sereal, telur, sosis, dan buah – buahan. Sanee nampak geleng – geleng saja. Lalu, sanee mencoba membuka rak lemari. Ternyata hanya ada mie instant, dan beberapa macam bumbu instan dan tepung.
“ ala mak, ini sarapan apa.? Apa aku masak omlet mie aja yah.?” Tanya sanee sendiri
Dinyalakan kompor itu, setelah panci nya diisi air. Ditunggulah sampai mendidih dan dibukanya mie instant dan memecahkannya telur. Lalu, sanee menuangkan susu di gelas. Setelah kurang lebih 15 menit, masakan sanee sudah kelar. Waktunya eksekusi.
“ khan, ayo sarapan" kata sanee sambil mengetuk pintu. Khan mendengar suara sanee beranjak dari ranjang nya dan mematikan televisinya. Dibuka pintu kamarnya.
“ ayo sarapan" ajak sanee
“ kamu sudah masak?” tanya khan
“ Sudah” jawab sanee, lalu khan berjalan menuju dapur, sanee mengikutinya . dilihatnya dipiring meja ada sebuah o mlet mie. Khan tersenyum.
“ Kenapa tersenyum, tak suka.?” Tanya sanee
“ Ayo sarapan” ajak khan, sanee diam keheranan
Dilahapnya omlet itu, khan memakannya dengan lahap.
“ maaf yah, bahan untuk memasak disini habis semua. Hanya tinggal beberapa saja.” Kata khan sambil mengunyah makanan
“ Kamu tidak pernah masak sebelumnya.?” Tanya sanee
“ Pernah, tapi jarang sekali. Nanti malam, kalau tidak sibuk. Ayo kita belanja" ajak khan.
“ Iya baiklah" kata sanee
Setelah, diminumnya susu oleh khan. Khan beranjak dari kursinya.
“ Sanee aku ke kamar dulu, untuk siap-siap yah” kata khan
“ Iya" balas sanee. Setelah sanee menyelesaikan makannya, sanee mencuci piring yang kotor dan setelah itu sanee. Berjalan menuju kamarnya, saat itu khan keluar kamar dengan kemeja warna putih panjang dan celana hitam. Sambil membawa tas.
“ mau kemana.?” Tanya sanee
“ aku mau ke kantor dulu, untuk mengecek berkas yang masuk. Setelah itu ke kampus untuk ujian tesis. Doakan aku yah supaya lancar” ucap khan
“ aamiin" ucap sanee
“Oiya, nanti kalau butuh apa – apa telepon saja aku. Atau kalau mau keluar keliling kompleks karena jenuh dirumah. Ada motor di garasi, kuncinya ada di kamarku. Ambil saja di laci. Kalau keluar jangan jauh – jauh yah hanya keliling kompleks aja ingat. Dan jangan memakai pakaian terbuka kalau tidak mau digodain" kata khan panjang
“ Iya, khan" kata sanee
“ aku berangkat dulu, hozen sudah menjemputku didepan. Assalamualaikum “ kata khan
“ hati – hati, waalaikum salam" balas sanee
Lalu, khan meninggalkan sanee. Bergegas keluar karena hozen telah menunggu. Waktu menunjukkan pukul 06.00 pagi.
“ assalamualaikum boss, yang habis malam pertama" kata hozen. Khan hanya senyum dan geleng-geleng.
“ bagaimana bos, rasanya?” tanya hozen penasaran
“ Sudah ayo jalan, “ jawab khan duduk didepan sambil memasang sabuk pengaman. Laluz hozen melajukan mobilnya.
“ adnan, kamu kok bisa nikah tanpa cerita ke aku sich.?” Tanya hozen
“ Maaf, zen . Aku waktu itu mepet sekali. Suntuk pikiranku. Ubun – ubun ini berasa penuh sekali" jawab khan
“ jadi ceritanya bagaimana, kok langsung menikah dengan sanee.?”tanya hozen. Lalu, khan bercerita mulai dari awal ia kenal sanee sampai ia bisa menikah dengannya. Hozen pun mendengarkan khan dengan baik.
“ owh, begitu yah bos, cantik juga istrimu" celetuk hozen
“ dasar, kalo jelalatan pandanganmu nanti aku colok matamu.. hahaha" kata khan becanda.
__ADS_1
“iikhgt, takut. adnan Khan, kenapa rambutmu tidak basa.?” Tanya hozen
“ Lalu, kenapa.?” Jawab khan
“ kamu tidak mandi wajib.?” Tanya hozen
“ Hahaha, mandi kembang" jawab khan nyeleneh
Sampailah mereka di kantor, sePagi ini hanya ada security dan ob dikantornya. Lalu, hozen masuk ke ruangannya khan. Dilihatnya khan menanda tangani berkas yang sudah disiapkan.
“ adnan Khan, sekarang ada jadwal kamu bertemu klien" kata hozen , sambil melihat catatan sofi sekertaris khan.
“ Dimana.?” Tanya khan sambil membaca berkas
“ Di C affe star*** jam 10 pagi" jawab hozen
" aku tidak bisa datang, aku ada ujian" kata khan
“ Tapi, dia punya proyek besar" perjelas hozen
“ bagaimana kalau kamu yang datang.?” Tanya khan sambil menatap hozen
“ Di catatan sofi, tertulis dimohon sangat untuk kedatangan ceo kabir adnan khan” jawab hozen.
Khan sedang berpikir, kenapa dia menyebut nama lengkapnya. Padahal selama ini, para klien nya hanya biasa memanggil adnan khan. Khan terheran.
“ adnan, kamu sudah sarapan.?” Tanya hozen sambil mengelus – elus perutnya.
“ Alhamdulillah sudah, sanee tadi masak.. yah meskipun o mlet mie “ jawab khan
“ aku lapar adnan” kata hozen
“ Pesan ke bapak ojol aja" kata khan
Lalu, hozen membuka hpnya dan memesan nasi pecel bu hendi. Khan mengutak ngatik hpnya dan dilihatnya pesan whatsapp dari senaa.
Senaa : khan, mobilku masih di bengkel. Boleh aku menumpang mobilmu.?
Khan berpikir, kalau dia hari ini tidak membawa mobil pribadinya. Dia memilih untuk menggunakan mobil kantornya.
“ Zen , nanti kalo kamu mau bertemu klien. Bawa mobil yang satunya aja. Mobil Alpard aku pakai untuk ke kampus" kata khan
“ tumben bos, pakai mobil kantor ke kampus.?” Tanya hozen
“ Hahaha, yang habis malam pertama" kata hozen.
Khan hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Didalam hatinya khan berkata :
Jangankan aku sentuh, mencium bibirnya sajapun tak boleh.
Hozen pun , balik keruangannya untuk sarapan dan menyiapkan berkas yanga akan dibawa nanti. Sedangkan khan belajar untuk ujiannya. Sampai waktu menunjukkan pukul 09.00 pagi. Khan siap – siap menuju ke kampus, masuklah ia ke mobilnya.
“ pak, nanti ke jalan kh. Halim dulu yah. Jemput temanku dulu. Mau berangkat bersama, karena mobilnya masih di service." kata khan ke bapak junaidi, supir pribadinya
" baik pak" kata bapak junaidi
dilihatnya senaa sudah menunggu didepan rumahnya. lalu, senaa masuk kedalam mobil khan. sanee nampak terkejut jika khan tidak sendiri ada sopir. dan lebih mengejutkan lagi khan duduk di depan bersama supir pribadinya. setelah senaa masuk kedalam mobil dan duduk, mobil itu melaju menuju kampus. setelah menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit, sampailah mereka Di kampus. senaa turun dari mobil begitu juga khan.
" pak , tidak usah ditunggu. Nanti pulangnya saya naik taksi aja" kata khan.
"baik pak" kata bapak junaidi lalu, mobil itu meninggalakan kampus. senaa bingung kalau khan naik taksi pulangnya, dia naik bagaimana.? sebelum senaa bertanya khan berkata :
"senaa nanti kamu pulangnya ikut iqbal aja yak, aku ada perlu nanti " kata khan
"i...iya kok khan" kata senaa sambil mencoba tersenyum. kali ini senaa kecewa karena dia tidak berhasil mendekati khan.
mereka berjalan menyusuri koridor kampus, dan mereka bertemu hafidz, iqbal, aulia dan farid. lalu mereka semua berkumpul dan berjalan menuju kelas ujian mereka. selama kurang lebih 4 jam berada di kampus untuk ujian, akhirnya khan bisa lega telah mengikuti ujian dan bisa menjawab semua pertanyaan penguji dengan tenang. khan melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 14.00 siang. khan bergegas untuk ke mushalla kampus waktu sholat dhuhur sudah mepet. khan pun berjalan dengan tergesah - gesah. dan di perempatan ruangan tak sengaja ia menabrak senaa.
" aduh" kata senaa kesakitan, spontan khan langsung menolongnya
" astaghfirullah maaf senaa aku tidak sengaja" kata khan sambil menolong senaa untuk berdiri. senaa merasa bahagia sekali sudah ditabrak oleh khan.
" kau baik- baik saja.?" tanya khan khawatir
" iya tidak apa-apa kok khan" Jawad sana
" ya Sudah, Aku ke mushallah dulu yah" kata Khan
senaa hanya mengangguk, kalu Khan berlalu pergi. sesudah sholat dhuhur, dimushallah khan menyalakan handphone yang dari tadi dinonaktifkan karena ujian. dilihatnya what's app dari hozen.
hozen : Adnan, Klein membatalkan pertemuannya hari ini. di reseceduel besok.
__ADS_1
lalu khan menelpon hozen.
" assalamualaikum " ucap khan
"waalaikum salam" bales hozen
" jadi hari ini tidak meeting.?" tanya khan
" tidak bos, reseceduel " jawab hozen
" e - mail aja yah, aku ga ke kantor" kata khan
"ok bos" kata hozen
" ya sudah, kalau begitu aku tutup dulu. assalamualaikum " kata khan
"waalaikum salam" kata hozen
lalu, khan memasukan handphonenya ke saku celana. dilihatnya senaa berjalan ke arahnya.
senaa mau kemana.? Batin khan
Khan memakai sepatunya, lalu senaa mendekat.
" khan, aku ada perlu denganmu" kata senaa, sambil duduk di sebelah khan. khan masih memakai sepatunya.
" khan aku, aku.." kata senaa terbata - bata
" kenapa senaa.?" tanya khan sambil membenahkan sepatunya
" aku sebenarnya aku ingin ta'aruffan dengan kamu" kata senaa. khan pun menoleh dan melihat senaa.
" apa.?" tanya khan tak percaya
" Iya.. iya aku ingin ta'aruffan dengan kamu khan, aku sudah lama menyimpan perasaan ini" jawab senaa. khan hanya menggeleng - geleng kepala. khan pun mengelak nafas panjang.
" senaa, sebelumnya aku minta maaf. kalau salah dengan keputusanku ini. tapi, aku tidak bisa.. Aku tidak bisa ta'aruffan dengan kamu. Aku.. Aku sudah ada calon" perjelas khan
" calon.?" tanya senaa heran
" Iya, aku sudah punya calon" jawab khan
senaa hanya diam, dan berkata dalam hati :
"kenapa tidak bisa, kan sama - sama calon"
lalu , saat itu juga ada iqbal dan teman lainya menghampiri mereka.
" sudah sholat sob? gimana ujiannya" sambil bersalaman tanya farid
" alhamdulillah lancar" jawab khan
" senaa kamu abis sholat juga.? apa kamu jadi makmumnya khan.?" goda aulia
khan hanya geleng - geleng, sambil tersenyum.
" ya sudah , aku mau balik dulu ke rumah. capek mau istirahat" pamit khan beralasan, karena ia masih canggung dengan senaa.
" ya sudah sob , hati- hati " kata iqbal
" assalamualaikum " ucap khan
" wa'alaikum salam" balas mereka semua
...
saat farid, hafiz dan iqbal masuk ke dalam mushallah. senaa dan aulia mengobrol di terasnya.
" kamu sudah, ngomong belom ke khan tentang kamu mau ta'aruffan sama dia?"tanya aulia
" sudah" jawab senaa singkat
" terus terus .?" tanya aulia penasaran
" aku ditolak mentah - mentah" jawab senaa
" yah, padahal kamu sudah mencoba hijrah demi dia. pakai jilbab terus juga akhlak dibaik - baikin" kata aulia
" uda deh, jangan bikin aku tambah pusing" celoteh sanee sambil bete
....
__ADS_1
didalam talksi, khan masih kepikiran perkataan senaa tadi soal ta'arufannya dengan dia. khan menyentuh kepalanya dam mengosoknya. seakan di buat pusing lagi. senaa adalah wanita impian khan sebelum ia menikah dengan sanee, ia memang menaruh hati kepada senaa namun ia tak ingin kejadian yang berlalu terulang kembali. senaa memang gadis yang baik sejauh kham mengenalnya, apalagi dia setelah hijrah memakai kerudung. khan merasa sedih dan patah hati. namun apa daya dia sudah mempunyai istri dan dia sedang mencoba ta'aruf dengan istrinya sendiri, yang jauh lebih berfaedah.
" ya allah, kenapa aku bimbang. bantu aku ya allah .. jauhkan aku dari perasaan bimbang dan was - eas ini ya allah. hanya padamu aku meminta pertolongan " batin khan