
happy reading 😘
.
.
.
Kini Elsa sudah dipindahkan ke ruang rawat , dengan selang infus di punggung tangan nya.
"cepat lah pulih ,gue sakit lihat loe seperti ini , maafin gue ,gue datang terlambat " lirih Vano penuh penyesalan
cup
Vano mengecup kening Elsa penuh kasih sayang,lalu ia pun terlelap dengan menyandarkan kepalanya di sisi ranjang dengan tangan nya yang terus menggenggam erat tangan Elsa
Elsa mengerjapkan mata nya ,ia melihat Vano yang tengah tertidur , hati nya bertanya-tanya ,apa benar dia adalah Vano ,ia masih belum percaya jika orang yang di kabarkan tewas dalam kecelakaan pesawat kini berada di samping nya ,menjaga nya dan terus menggenggam tangan nya .
Elsa pun menyunggingkan senyum nya , tangan nya hendak bergerak namun rasanya sangat lemas hanya jemari nya saja yang bisa ia gerakkan.
Merasakan ada pergerakan pada jemari yang ia genggam itu ,Vano pun terbangun dan menatap Elsa
"sudah bangun , loe mau apa ,minum ?" tanya Vano Elsa pun mengangguk
Vano pun meraih air minum yang tersimpan di meja samping ranjang nya
"hati-hati.....pelan-pelan"Vano membantu Elsa untuk minum
"udah ?"
"ehm " Elsa mengangguk
"ini....beneran loe bukan hantu atau arwah ?" tanya Elsa
"ya ini gue ,Elvano Darren Manuel kekasih loe " ucap Vano seraya tersenyum
blussss
wajah Elsa seketika merona saat mendengar kata kekasih yang di ucapkan Vano ,Elsa pun mendadak jadi gugup
"tapi....bagaimana ceritanya bukan kah loe juga ada di pesawat itu, nama loe juga ada di daftar korban tewas " tanya nya dengan menahan rasa gugupnya
"heeeeehhh....." Vano menarik nafas sebelum bercerita
"entah gue harus senang atau enggak,karena yang naik pesawat pake identitas gue bukan lah gue " ucap nya
"maksud nya?"
"kakak gue yang meninggal " Vano menunduk dapat dilihat kesedihan pada nya,kemudian Vano merogoh ponsel nya dan menujukan sebuah foto
"ini.....kalian kembar?" tanya Elsa
"enggak ,kita beda satu tahun namanya Alvino Ferril Manuel" sahut nya
"loe pasti bingung kenapa wajah kita sangat mirip , gue juga gak tahu ,gue juga bingung " jawab nya terkekeh namun tak dapat dipungkiri jika hati tengah berduka
"dia tiba-tiba datang ke apartemen gue ,awalnya gue gak curiga dengan kedatangan nya , tapi setelah dia balik dan gue sudah bersiap buat ke bandara gue bingung nyariin paspor juga KTP gue , gue udah cari ke seluruh kamar tapi tetap tak ketemu, akhir nya gue putusin buat batalin keberangkatan gue sementara sampai ketemu dua benda itu ,tapi beberapa jam kemudian gue lihat berita di tv tentang jatuh nya pesawat*** tujuan indo ,gue bersyukur karena paspor dan KTP gue hilang gue jadi gak naik pesawat naas itu , tapi gue jadi sangat shock setelah melihat nama-nama penumpang tewas di sana ada nama gue ,gue yang terkejut pun sontak inget kakak gue, dan gak salah lagi dialah yang tewas dalam kecelakaan pesawat itu " tutur nya
"akhirnya gue berusaha buat bisa balik ke indo bagaimana pun caranya ,untung saja gue ada kenalan yang punya pesawat jet pribadi jadinya gue bisa pinjam" tutur nya lagi
Elsa yang mendengar penuturan nya pun hanya bisa diam melihat Vano menitikan air mata nya, ia ingin memeluk nya namun apalah daya tangan tak sampai , Vano pun tahu keinginan Elsa ,dan langsung memeluk Elsa ia pun menumpahkan kesedihannya di pundak sang kekasih .
"lalu apa keluarga loe sudah tahu ?" tanya Elsa
Vano meggeleng
"belum ,saat gue baru sampai entah kenapa perasaan gue tidak enak , lalu tiba-tiba Shema datang dan memberi tahu gue kalau loe dalam bahaya , gue datang ke taman kota saat gue lihat posisi jps ponsel loe ,tapi setelah gue datang ke sana loe sudah gak ada ,hanya ada
satu orang polisi di sana ,itupun dia dalam keadaan terluka "
__ADS_1
"Bima" gumam Elsa ,Vano yang mendengar pun menoleh
"terus bagaimana keadaan nya ?" tanya Elsa khawatir
"loe khawatir banget kaya nya ,emang siapa dia ,maksud gue kalian ada hubungan apa ?" tanya Vano mulai cemburu
"dia hanya partner gue, gak lebih " sahut Elsa
"partner apa?"Vano mengangkat satu alis nya
"partner kerja lah " sahut nya lagi
"terus gimana loe bisa sampai di tempat gue di sekap?" tanya nya lagi
" jangan coba mengalihkan pertanyaan deh " Vano berdecak kesal
"siapa juga yang ngalihin pembicaraan " sangkal Elsa
"loe lupa gue bisa denger isi hati loe "
"terserah loe saja deh gue lapar " ucap Elsa yang benar-benar merasa lapar
"loe lapar ? kenapa gak minta polisi itu saja " ucap Vano tiba-tiba menjadi kesal ,Vano membayangkan jika sosok Bima lah yang selalu berada di sisi nya saat Vano tak ada , dan itu yang menjadi beban fikiran nya
"ya ampun begini amat ya yang lagi cemburu , cemburu loe buta tau gak ,gue dan dia gak seperti apa yang loe bayangin "
"terus kenapa kalian berada si taman yang sama ?" tanya nya lagi
"gue pergi ke sana buat nenangin diri gue ,tapi tiba-tiba Aryopati yang nyamar jadi dokter Arya tiba-tiba datang ,dan Bima datang di saat siluman itu hendak menyakitiku" jelas Elsa
mendengar itu Vano pun sontak tersenyum seraya menciumi punggung tangan Elsa
"maaf sudah berburuk sangka padamu " ucap nya
"tau ah " ucap Elsa ketus
"loe mau makan kan ,sebentar gue panggil suster jaga dulu "
"lalu ,mau makan apa?" tanya Vano lagi
"pecel lele" sahut Elsa cepat
"pecel lele...ok loe tinggu sebentar gue Carikan dulu" Vano pun beranjak
untuk menunggu Vano , Elsa memejamkan mata nya karena tubuh nya yang masih terasa lemas,namun baru saja mata nya terpejam seseorang membuka pintu ,Elsa pun kembali membuka matanya .
"pak Bima" gumam nya
"maaf mengganggu istirahat nya ,bagaimana keadaan mu dokter Elsa ?" tanya nya lalu duduk di kursi samping ranjang nya
"baik hanya saja sedikit lemas" sahut Elsa
"aku tidak menyangka jika dokter Arya bisa melakukan hal itu pada mu "
"dia bukan dokter Arya asli " ucap Elsa
"maksud nya ?"
"seperti yang anda bilang saat itu pak Bima ,jika dokter Arya sudah meninggal karena kecelakaan "ucap Elsa membuat Bima bingung
"kalau dokter Arya sudah meninggal terus dia siapa ?" tanya nya
"dia hanya orang jahat yang sengaja menyamar dengan merubah wajah nya,dan teenyata dia sudah mengincar ku sejak lama " ucap Elsa sedikit berbohong tapi tak sepenuh nya bohong karena memang kenyataan nya Arya atau Aryopati tengah mengincar Elsa .
"untuk apa dia mengincar mu ?" tanya nya lagi
"entahlah"
"lalu bagaimana dengan dia sekarang terus bagaimana kamu bisa selamat dari nya ?" tanya nya penasaran ,Elsa yang tahu isi hatinya hanya tersenyum tipis
__ADS_1
Belum juga Elsa menyahut pintu terbuka
Vano masuk bersama seorang suster di belakang nya
"anda di sini pak polisi " ucap Vano
"eh iya tadi tak sengaja melihat nama nya dari buku pasien " sahut nya berbohong padahal ia sudah tahu dari semenjak Elsa keluar dari ruang UGD
"anda tak pandai berbohong pak polisi ,saya tahu anda tadi melihat nya keluar dari ruang UGD" ucap Vano membuat Bima menjadi kikuk
"maaf ini makanan nya saya simpan di sini ya " ucap sister seraya meletakan bubur ,dan air minum juga beberapa potong buah-buahan di sana .
"iya suster ,terima kasih " ucap Elsa suster itu pun lalu keluar
"sayang maaf lama menunggu ,ini tetap mau dimakan atau enggak, kan suster juga udah bawain makan?"tanya Vano sengaja memanggil Elsa dengan sebutan sayang karena ia tahu jika Bima menyukai Elsa
"tetap makan pecel lele , bubur gak bikin kenyang " sahut Elsa
"ok sebentar cuci tangan dulu" Vano beranjak ke wastafel untuk mencuci tangan nya
setelah itu Vano pun membuka nasi dan pecel lele yang ia beli tadi
"ayo buka mulut mu " Vano meyuuapi Elsa langsung dari tangan nya Elsa pun mau tidak mau harus mau di suapi karena tangan nya masih terasa lemas
"gimana ,enak ?"
"ehm ....enak " sahut Elsa
"maaf kalau begitu saya permisi ,semoga anda cepat pulih dokter Elsa " Bima akhirnya bersuara
ups....sepertinya mereka melupakan Bima yang yang masih berada di sana ,dengan tak enak hati Elsa pun menyahut
"iya ...terima kasih pak Bima sudah menyempatkan diri menjenguk saya "
"ehm ... tak masalah ,kalau begitu saya pamit ,mari '' dengan perasaan tak enak Bima melangkah kan kaki nya menuju ke luar
"huuuh....pantas saja sikap nya selalu dingin dan biasa saja rupanya dia sudah memiliki kekasih" lirih nya setelah berada di luar kamar
"kenapa cuma satu bungkus , loe nanti makan apa ?" tanya Elsa
"kan ada bubur itu ,gue makan itu saja "
"kapan loe ngasih tahu keluarga loe jika loe masih hidup?" tanya Elsa
mendengar pertanyaan itu Vano terdiam ,ia takut jika nanti mommy nya akan menyuruh nya bertunangan dengan Riska
"gak perlu khawatir, gue gak apa-apa, lebih baik gue melihat loe bersama wanita lain daripada gue harus melihat loe mati " lirih Elsa yang mendengar isi hati Vano
"enggak, sampai kapan pun gue hanya mau sama loe "
"tapi loe bisa celaka bahkan mati kalau loe tetap bersama gue" Elsa berucap dengan air mata yang sudah membasahi pipinya
"kata siapa,buktinya gue masih hidup sampai sekarang , percayalah Sa, gue akan baik-baik saja " ucap Vano seraya mengusap air mata nya
.
.
.
.
.
to be continued
Halllooo....holllaaa.........
author kaleng-kaleng lagi sedih guys😢 cerita nya aku tuh bikin novel baru judul nya BTS Benci Tapi Sayang ,baru tiga episode eh malah hilang dan lenyap ,raib begitu saja selidik punya selidik rupanya kehapus sama anak ku ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
__ADS_1
dia mainin hp ku huuuuu....sedih