Yang Tak Terduga

Yang Tak Terduga
pak romli bercerita


__ADS_3

" saya ini bekerja dengan tuan samir, kakeknya tuan khan sudah lama. sejak tuan khan masih berusia 5 tahun. jadi saya tahu betul perjalan hidupnya baik langsung atau tidak langsung. tuan khan menjadi yatim piatu usia 9 tahun karena pesawat yang ditumpangi orang tua tuan khan masuk jurang dalam perjalanan menuju ke tanah air. kematian kedua orang tuanya membuat khan diasuh oleh kakek dan neneknya yaitu tuan semir dan sasmita. mereka menyayangi tuan khan seperti menyayangi dan mendidik anak mereka sendiri. tuan khan adalah cucu tunggal dari anak tunggalnya. dia adalah pewaris dan penerus dalam keluarganya, oleh karena itu tuan khan dewasa sebelum waktunya. ia selalu bekerja keras membantu kakeknya di perusahaan, lambat laun dia menguasainya dan sudah lihai dalam bekerja kakek memberikan jabatannya kepada tuan khan. mungkin tuan khan awalnya merasa terbebani karena ia dalam usia yang masih belia sudah harus memikul dan menanggung beban perusahaan yang didalamnya ada beberapa ribu karyawan termasuk saya yang menggantungkan nasib di bahunya. sempat pada ia kuliah tuan khan jatuh cinta ia sering menceritakan gadis itu pada tuan samir, namun tuan samir tidak melarangnya dia dekat dengannya. hanya membatasinya dan mengingatkannya. terlebih lagi gadis yang disukai tuan khan ialah anak dari beberapa kliennya. jadi kurang lebih ia tahu baik atau tidaknya ia tergantung didikan orang tuanya dan respon dari anaknya." cerita pak romli panjang sangat yah πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


" owh, begitu yah pak. kalau boleh tau siapa pak nama gadis itu.?" tanya sanee


" gadis itu bernama icha, setahu saya. sewaktu tuan samir curhat kepada saya. tuan khan pacaran kurang lebih 1 tahun, namun sia-sia karena dia sudah berselingkuh dengan teman sekelasnya. akhirnya tuan khan memutuskannya. dan setelah itu tidak ada lagi wanita lain setahu saya" kata pak romli


" owh, terima kasih pak atas informasinya." ucap sanee


" sama-sama nyonya" kata pak romli


" pak" panggil sanee


" bapak kalau panggil saya jangan nyonya, saya jadi geli mendengarnya . hehe.. panggil sanee saja pak" kata sanee


" tidak bisa nyonya, itu sudah menjadi kebiasaan saya" kata pak romli


" tapi pak, jangan nyonya pak. aku belum terbiasa pak." kata sanee


" bagaimana kalau nona.?" tanya pak romli


" hehehe, terserah bapak saja. intinya panggil nama sanee juga tidak apa - apa" jawab sanee


tak terasa, sanee sudah sampai di rumah kakek absy.

__ADS_1


" assalamualaikum " kata sanee memasuki ruang tamu yang dilihatnya kakek dan nenek menunggunya.


" waalaikum salam" balas mereka berbarengan


" ayo sanee, sarapan dulu kamu nak" ajak nenek


" Iya , sanee sarapan dulu sana. nanti temanni dinnar dikamar yah biar tidak suntuk , karena dia dipingit" kata kakek absy


" di pinggir.?" tanya sanee


" Iya, nak.. diam dirumah untuk calon penggantin" jawab nenek


" owh," kata sanee tahu setelah nenek menjelaskan


" kakek dan nenek mau keluar rumah dulu menyiapkan persiapan pernikaha dulu. kamu temanku dinnar yah dirumah" kata nenek


" ya sudah kami pamit dulu, jangan lupa sarapan yah. dimeja makan sudah siap. ada bi inem dan bi jum pelayan disini. Kalo perlu apa- apa boleh minta tolong ke mereka." kata kakek absy


" iya kek" kata sanee


"kami berangkat dulu, assalamualaikum " pamit kakek dan nenek absy


"hati - hati yah, waalaikum salam" balas sanee

__ADS_1


Lalu, mereka masuk kedalam mobil yang tadi ditumpangi sanee. sanee bergegas menuju meja makan yang ada didapur. dilihatnya di meja ada beberapa menu, setelah cuci tangan menyiapkan menunya dia berdoa dan melahap makanan itu. setelah habis , sanee hendak mencuci piringnya namun dicegah oleh bi inem.


" nona jangan, biar bibi aja yang nyuci" kata bi item


" tidak usah bi, saya bisa" kata sanee, namun bibi ini mengambil piring kotor dari tangan sanee dan mencucinya


" maaf yah bi,aku merepotkan " kata sanee merasa tidak enak


" tidak nona , ini sudah pekerjaan saya" kata bi item


" bibi namanya siapa.? Aku sanee bi" kata sanee sambil tersenyum tidak salaman karena bi inem sedang mencuci piring


" saya bi inem nona" kata bi inem


" owh, salam kenal yah bi. mohon bantuannya" kata sanee


" Iya nona" kata bi inem meletakkan piring itu dirak piring. sanee tetap mengawasinya.


" Iya nona, tadi nona dicari sama nona dinnar. mari saya antarkan kekamarnya" kata bi inem


"ok, ayo bi" kata sanee


....

__ADS_1


πŸ™πŸΌπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ€£πŸ€£ mΓ af kalau selama ini banyak tulisan yang masih berantakan dan episode yang sebelumnya berulang -ulang. author juga mau ngakak dan merasa ga enak sendiri karena masalah susah signal. yang terpaksa ada double episodeπŸ™πŸΌπŸ™πŸΌ


Maaf, signal disini untuk mengunggah datanya .. masih lemah. terkadang signal nya minta di doain dulu. hehehe maaf.. comment, like yah biar ada yang kasih aku semangat. hehehe..


__ADS_2