After The Heartbreak

After The Heartbreak
Ngga Disangka


__ADS_3

"Kamu bawa motor?" tanya Kalil saat melihat kembarannya memghampiri motor balap kesayangannya.


"Yo'i." jawab Kenan sambil memberikan helmnya pada Adeeva.


"Kita duluan, ya," pamit Khanza ramah.


Adeeva dan Kenan sama melemparkan senyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kenan, bisakah aku di antar ke rumah tanteku aja?" pinta Adeeva setelah mobil yang membawa Kalil dan Khanza pergi. Dia agak merasa sedikit khawatir kalo akan sangat telat ke rumah tantenya.


Tadi Adeeva sudah berjanji pada mamanya, akan menyusul ke rumah tantenya dengan meminta Kenan mengantarnya.


Kenan menatapnya lembut sambil membetulkan helm yang dikenakan Adeeva.


"Aku janji hanya sebentar aja. Ngga nyampe setengah jam. Setelah itu aku akan antar kamu ke rumah tantemu, ya. Deal?" bujuk Kenan masih dengan kata kata lembutnya.


Adeeva terdiam.


"Aku janji," tambah Kenan berusaha meyakinkan Adeeva.


"Janji, ya."


"Aku janji. Ayo naek," ajak Kenan dengan senyum sumringahnya.


Adeeva menurut.


"Peluk ya, biar ngga jatuh," modus Kenan sambil mengambil kedua tangan Adeeva dan membelitkannya di pinggangnya.


Adeeva ngga menjawab, tapi dia yakin Kenan bisa merasakan detakan jantungnya di punggungnya. Apalagi kini tubuhnya pun merapat pada Kenan.


Laki laki itu melajukan motornya dengan sangat kencang sambil meliuk liuk di kemacetan lalu lintas. Bahkan mobil Kalil pun terlewati.


"Kalil, bukannya Kenan sudah punya pacar?" tanya Khanza begitu mobilnya sudah dilewati motor Kenan.


"Sudah putus "


"Oooh."


Keduanya terdiam


"Kata Adeeva mereka ketemu di bandara," ujar Khanza sambil menatap Kalil.


"Iya. Pake insiden tabrakan lagi," kekeh Kalil mengejek.


"Ohya?" Khanza pun jadi tergelak mendengarnya.


Ada ada saja, batinnya.


*


*


*


Adeeva menyimpan keterkejutannya ketika motor Kenan memasuki gerbang rumah megah dan mewah milik tante dan keluarganya.


Saat motor Kenan mulai diparkirkan, Adeeva bisa melihat ada beberapa mobil di sana. Salah satunya mobil mama dan papanya.

__ADS_1


Saat memberikan helmnya pada Kenan, benak Adeeva sudah diliputi banyak pertanyaan tentang Kenan, Kalil dan Khanza.


Adeeva tau kalo suami tantenya memiliki banyak sahabat dan Kendra sepupunya berteman akrab dengan mereka.


"Kenapa? Aku tampan, ya?" kekeh Kenan salah duga melihat tatapan Adeeva yang lekat padanya.


Adeeva hanya tersenyum saja tanpa berniat mengoreksinya.


Sementara itu debaran jantungnya ngga berhenti. Apalagi tadi dia ingat ketika Kalil mengatakan pada Kenan kalo orang tua mereka ada di sana juga.


Jadi, dengan anak sahabat tantenya yang mana sebenarnya dia diajak pergi?


Mobil Kalil pun tiba. Keduanya pun keluar dari mobil dan menatap Kenan dan Adeeva yang tampak menunggu mereka.


"Ayo," ajak Kalil sambil merengkuh mesra bahu Khanza setelah keduanya melemparkan senyum pada Kenan dan Adeeva.


"Oke," balas Kenan kemudian melihat Adeeva yang tampak bergeming.


"Aku janji cuma sebentar. Setelah itu aku antar kamu ke rumah tante kamu," bujuk Kenan salah paham.


Malah ngga perlu, batin Adeeva menjawab.


Malah kini dia ngga bisa membayangkan bagaimana reaksi mama, papa, tante, om dan sepupu sepupunya yang melihat kedatangannya nanti.


"Iya." senyun Adeeva berusaha mengatur deru nafasnya yang ngga tenang.


"Khanzaa!" panggil seorang perempuan cantik berhijab yang keluar menyambut mereka membuat perhatian keduanya teralihkan.


Adeeva yakin pernah melihatnya.


"Zayra....!" balas Khanza juga berseru senang.


Adeeva melirik sesaat pada genggaman itu sebelum mengikuti langkah Kenan.


Jantungnya semakin berdebar kencang. Gimana kalo orang tuanya melihat betapa posesivenya Kenan padanya.


Dan ngga lama kemudian sepupu datarnya keluar. Dia yang akan menyapa Kalil, terperangah melihat siapa yang digandeng Kenan. Senyum miring terbit di bibirnya.


"Mami! Tante Al, Tante Mita, Tante Tamara! Lihat siapa yang datang," serunya keras dan lantang.


DEG DEG


Jantung Adeeva berdetak semakin kencang, tapi dia pun ngga bisa nyembunyiin senyum tipisnya.


"Kamu kenapa teriak teriak?" tanya Zayra heran. Apalagi


dia memdengar banyak langkah kaki yang bergegas di belakangnya.


Pasti tante tantenya, kan, batinnya saat menoleh ke belakang.


Bahkan abi dan uminya yang ngga dipanggil pun keluar. Begitu juga suami suami tantenya.


Karena sangat jarang dan bahkan hampir ngga pernah Kendra berteriak selantang itu.


"Nanti kamu akan tau," tukas Kendra berahasia.


Kendra tersenyum sambil merengkuh bahu Zayra yang memanyunkan bibirnya sambil melirik Kalil sombong.

__ADS_1


Ini yang halal.


Kalil hanya menyeringai walau dia, Khanza dan Kenan tetap saja merasa heran dengan sikap aneh Kendra.


Dan kini keempat pasangan itu sudah menginjakkan kakinya ke lantai teras ketika rombongan paruh baya itu datang.


"Deeva," kaget Almira yang ngga menyangka putri tunggalnya akan datang ke rumah tantenya bersama dengan anak anak sahabat adiknya


Tunggu, benak Almira dipenuhi keheranan melihat paras laki laki yang bersama putrinya mirip dengan laki laki yang juga menggandeng Khanza-putri Glen.


Seingatnya teman Aruna yang punya anak kembar, hanya Tamara.


Jadi?


Tanpa sadar bibir Almira tersenyum lebar melihat kenyaataan di depannya.


Sangat mengejutkan dan membuatnya merasabsurprise sekali.


Bahkan para lelaki suami suami mereka pun yang berada di belakangnya sudah ada yang mengeluarkan suara tawa cukup keras.


"Kenan! Siapa ini yang udah kamu culik," gemas Tamara campur senang sambil menghampiri keduanya.


Dan tangannya yang ringan pun mulai menjewer kuping kiri putranya yang memandangnya bingung atas reaksi orang orang tua di depan mereka.


Tamara dan yang lainnya sudah melihat foto Adeeva, karena sejak tadi Aruna terus saja mengomeli kakaknya. Yang tega sekali membiarkan keponakannya pergi dengan laki laki yang baru di kenalnya di bandara.


Tamara baru bisa tersenyum lebar saat tau faktanya kalo perempuan yang tadi sempat diceritakan Kenan adalah putri dari kakak Aruna. Almira dan Attar. Tentu saja hati Tamara sangat senang dan restunya pun langsung jatuh begitu saja.


Alva pun tergelak bersama Attar dan Kiano. Juga Glen.


Ternyata benar kalo dunia hanya selebar daun kelor.


Gandengan putra putri mereka hanya sekitaran itu saja.


Kalil dan Khanza bahkan Zayra dan Kenan yang dijewer maminya, sampai sekarang masih bingung dengan reaksi heboh dan gembira para orang tua mereka, bertambah heran melihat Aruna yang berjalan cepat dan langsung memeluk Adeeva, erat dan lama.


Kini keempatnya menatap Kendra gemas, nuntut jawaban cepat. Tapi Kendra malah menikmati wajah penuh tanya itu dengan senyum miringnya.


"Ponakan tante yang nakal," kata Aruna sambil mengurai pelukannya dan mengacak acak rambut Adeeva gemas. Adeewa tersenyum sambil memperlihatkaj gigi gigi kecilnya yang rapi


Gimana ngga gemas bin dongkol. Teganya ponakannya lebih memilih jalan dengan laki laki ngga jelas yang ternyata adalah Kenan, kembarannya Kalil. Sungguh hal yang sulit dicerna dan di luar perkiraan mereka.


Teringat Tamara juga bercerita kalo Kenan akan mengenalkan gandengan yang baru dikenalnya di bandara.


Jodoh kah? batinnya senang campur haru.


Karena Aruna tau betapa pusingnya Tamara ketika tau Kenan memiliki pacar bule yang beda keyakinan. Dan anak itu terlihat cukup serius hingga sulit untuk digoyahkan.


Zayra, Kalil, Khanza dan Kenan baru paham, ternyata Adeeva adalah anak tante Almira, kakak tante Aruna.


Pantasan dia mengatakan kalo tantenya dokter, batin Kenan penuh senyum di tengah ringisan akibat jeweran mami tersayangnya.


Dan ngga lama kemudian Almira pun mendekat, memeluk putrinya dan Aruna dengan kekehan kecil.


"Tadi tantemu marah lho, sayang." Matanya pun melirik penuh makna pada Kenan yang sedang menatap lekat putrinya.


"Iiih... Kenapa, sih, ngga bilang," protes Zayra pelan yang dibalas dengan tawa senang Kendra yang berhasil membuat istrinya penasaran.

__ADS_1


Kalil sampai menggeleng gelengkan kepala setelah tau siapa Adeeva sebenarnya.


Pasti mami ngga sabar mau nikahin kalian, tawanya dalam hati sambil melirik kuping Kenan yang masih saja berada dalan jeweran tangan maminya.


__ADS_2