After The Heartbreak

After The Heartbreak
Not Cool Again


__ADS_3

"Sudah terlambat, Crys. Kami berdua akan bertunangan," tolak Kenan sambil melepaskan genggaman Crystal dan meraih jari jari Adeeva untuk dia genggam.


Adeeva yang bingung hanya bisa membiarkan saja perbuatan Kenan. Jantungnya pun sangat suka dengan perlakuan Kenan.


Cryatal menatap getir. Begitu juga Stefani. Dia merasa akan menerima nasib yang sama juga dengan Crystal.


"Why?" tanyanya ngga terima.


"Sepertimu, kami juga akan menikah setelah pernikahan Kalil," tegas Kenan.


"Kalil serius akan menikah?" kali ini Stefani yang bertanya.


"Yes."


"No. Kalil just mine. Like you and Crystal," balas Stefani ngga kalah tegas sambil menatap marah pada Adeeva.


"Do not interfere, Stef. It's not your business!" tegas Kenan mulai kesal.


"Kenan, give me a chanche," pinta Crytal dengan matanya yang sudah berkaca kaca.


"You are too late," tolak Kenan penuh penekanan membuat Crystal tergugu.


Dia pun bangkit dari duduknya dan menarik Adeeva pelan agar menurut. Untungnya Adeeva juga patuh dan mengikuti yang Kenan lakukan


"Kembalilah dengan tunangan kamu. Dan kamu, Stef, jangan ganggu Kalil," katanya setelah memberikan peringatan sebelum pergi sambil merengkuh bahu Adeeva.


Walau ngga tega, tapi Adeeva memutuskan diam dan mengikuti langkah Kenan. Karena kalo Kenan lebih lama di sana, mereka bisa menjadi pusat perhatian.


"Maaf, ya, makan siangnya ngga nyaman," kata Kenan sambil melangkahkan kakinya. Tetap perlahan dan ngga ada kesan terburu buru. Seolah yang dia tinggalkan sudah ngga berarti apa apa lagi.


"Ya."


Keduanya terus melangkah pergi dalam diam.


Saat akan membiarkan Adeeva masuk ke dalam mobilnya, tiba tiba Kenan menahannya Dia mengungkung Adeeva dalam jarak yang sangat dekat.


"Maaf, aku terpaksa melakukan ini," kata Kenan ketika melihat Crystal dan Stefani dari kejauhan.

__ADS_1


"Apa?" tanya Adeeva ngga ngerti. Dan dia menjadi terhenyak ketika Kenan menyentuh bibirnya dengan sangat lembut. Menghisapnya dengan sangat dalam.


Bahkan tangan Kenan yang berada di tengkuk Adeeva sangat kuat menahannya agar Adeeva ngga bisa berontak


Kenan terus menciumnya, entah untuk berapa lama sampai Adeeva merasa dia ngga bisa bernafas.


Kenan sadar dna melepaskan tautan bibir keduanya.


"I love you," kata Kenan sangat lembut sambil mengusap bibir Adeeva. Matanya melirik ke dapannya saat Adeeva rebah di dadanya.


Crystal dan Stefani sudah ngga ada.


"Pertama, hem?" surprise dan senang juga menyadari kalo dia jadi the first kiss buat Adeeva.


Adeeva ngga menyahut. Saat ini dia masih merasa lemas di kedua tungkai kakinya.


Kenan tersenyum, lalu mengangkat tubuh ramping itu membuat Adeeva menjerit kecil karena kaget.


"Kita nginap?" goda Kenan lagi, tapi kemudian terkekeh melihat gelengan cepat dan tatapan menolak Adeeva.


Setelah memasangkan seatbelt, Kenan kembali me*lu*mat bibir kenyal yang sudah membuatnya candu.


Kenan melakukannya lagi sampai pemiliknya terengah.


Kenan tersenyum dan lagi lagi mengusap bibir Adeva dengan mata sayu.


Setelah menutup pintu, Kenan pun menghembuskan nafas panjang berkali kali untuk meredakan ketegangan juniornya. Setelahnya, dia baru berjalan cepat dan membuka pintu mobil.


"Kita pulang atau ke apartemen aku?" tanya Kenan yang kali ini ngga bercanda. Sangat serius dan nafasnya terasa panas.


Menyesal tadi dia sudah mencium Adeeva hingga gairahnya menjadi ngga terkendali.


Hilang sudah sosoknya yang cool di mata Adeeva.


"Pulang," tolak Adeeva pelan. Walau masih ingin, tapi Adeeva ngga mau. Dia takut melanggar batasan mama dan papanya.


Walaupun kedua orang tua mereka sudah setuju, tapi bukan berarti mereka bisa bebas melakukannya.

__ADS_1


"Oke."


Kenan pun menghela nafas panjang. Berusaha menentramkan gejolak dalam dirinya.


"Oke."


Sebelah tangannya pun mengendalikan stir sementara tangannya yang sebelah lagi menggenggam tangan Adeeva.


"Aku ingin kita segera menikah," kata Kenan sambil menatap Adeeva saat mobil mereka berhenti di lampu merah.


"Kamu yakin?" Adeeva agak ragu karena melihat mantan Kenan adalah Crystal. Gadis itu sangat di puja karena kecantikan dan kemolekan tubuhnya.


"Tentu. Belum ada yang membuat junior ku ngga sabar ingin memasuki rumahnya," jawab Kenan frontal.


Wajah Adeeva tambah memerah apalagi saat mengikuti lirikan Kenan pada juniornya.


Celananya menggembung.


Adeeva cepat mengalihkannya.


"Kamu bisa lihat kapan kapan," jawab Kenan sambil fokus ke depan karena sudah lampu hijau.


Adeeva mengalihkan pandangannya ke luar jendela dengan debaran yang sangat kuat menerpa dadanya.


Kenan terlalu mengerikan, pikirnya mulai takut jika.hanya berdua dengan Kenan.


Sementara itu ternyata Crystal dan Stefani masih berada di sana sampai mobil Kenan keluar dari parkiran.


Stefani menariknya untuk lebih menyembunyikan keberadaan Crystal dari Kenan.


"I lost kenan, Stef," tangis Crystal pecah.


"No, we will take his back," bujuk Stefani. Dia pun ngga ingin kehilangan Kalil.


Crystal terus menangis. Dia ngga nyangka melihat Kenan sudah menemukan penggantinya yang ngga lain adalah saingannya di agencynya yang dulu.


It's so fast. I can believe it.

__ADS_1


__ADS_2