After The Heartbreak

After The Heartbreak
Pasangan Baru


__ADS_3

Suasana di dalam rumah Kiano pun masih di liputi suara tawa yang tiada henti


Ngga menyangka akan mendapat kejutan yang sangat menyenangkan.dari dua sejoli yang baru saja bertemu di bandara.


Apalagi Tamara. Dia tadi sempat melirik genggaman putranya, Kenan yang ngga lepas dari Adeeva.


Harapan sangat tinggi timbul di hati Tamara.


"Kenan, besok langsung antar Adeeva ke butiknya tante Aya, ya. Fitting baju," titah Tamara.


Aya, adik kandung Regan, meneruskan usaha butik mamanya. Untuk gaun pengantin, keluarga dan sahabat dekat keluarga Glen dan Alva, Aya lah yang menghandle semuanya.


"Siap, mam," jawab Kenan cepat.


"Boleh, ya, Tante Al, Om Attar, besok Kenan ajak Adeeva pergi ke butik," tembak Kenan langsung sambil menatap wajah kedua orang tua Adeeva.


"Boleh," jawab Attar santai.


"Tante juga ijinkan," balas Almira kemudian tersenyum lebar melihat Adeeva yang tampak malu dan menyembunyikan wajahnya di lengannya.


"Kalian ini, kok, bisa bisanya loh," kata Aruna masih ngga habis pikir dan masih sulit untuk percaya dengan sangat mudahnya pertemuan mereka berdua.


"Namanya juga jodoh, sayang," timpal Kiano membuat yang lainnya kembali tertawa lepas.


Bahkan Kenan pun ikut tertawa sambil meliriik Adeeva yang tampak salting dengan wajahnya yang merona.


"Lo beneran suka kayaknya," bisik Kalil yang sudah berada di samping Kenan


Kenan ngga menjawab, tapi senyum ngga pernah lekang dari bibirnya, membuat Kalil yakin kalo Adeeva sudah mengenyahkan bayangan patah hati Kenan dari Crystal.


"Gimana bang Attar, kapan kita lanjut ke anak anak kita yang sudah jadi pasangan baru ini," todong Alva langsung setelah gelak tawa mereda.


"Boleh secepatnya," sahut Attar sambil melirik penuh makna pada putrinya yang semakin salah tingkah. Dia pun tertawa kembali.


Benar benar ngga pernah bisa menduga kalo anak laki laki yang tampak santun itu adalah anaknya Alva yang petakilan.

__ADS_1


Tapi mungkin sifat petakilan itu sudah diwariskan seluruhnya pada putra kembarnya yang satu lagi dan akan menikah dalam waktu dekat ini. Karena sudah sangat telihat jelas. Attar sampai sampai harus menahan tawa.


"Aku setuju," sahut Tamara cepat membuat Alva dan Kalil sama tersenyumnya.


'Aku terserah Kenan dan Adeeva," ucap Almira sambil membelai rambut putrinya.


"Aku setuju," seru Salma antusias. Dhafi yang berada di sampingnya tertawa kecil.


"Kalo kalian nunggu giliran berikutnya, ya," celutuk Kiano dan disambut tawa serta sorak sorai.


"Papi, aku lulusin sarjana dulu baru mikir merried," tolak Salma memberi alasan.


"Akan aku tunggu sampai kapan pun," kata Dhafi membuat kepalanya diketok sama Khanza, gemas.


Dasar perayu!


"Jangan bohong. Awas," ancam Khanza galak.


Dhafi hanya menyeringai.


Salma terkekeh melihat kelakuan kakaknya Dhafi. Kalil pun tergelak.


"Tenang, Salma. Kalo Dhafi macam macam, Om yang akan gulung dia nanti," kekeh Glen memberikan full dukungan.


'Setuju," tukas Armita-istri Glen tergelak.


"Tante percaya sama Dhafi," bela Aruna juga ikut tertawa.


"Tuh, Dhafi, calon mertua kamu sudah bela kamu abis abisan," seru Alva dalam tawanya.


Kembali suara tawa terdengar keras berderai derai.


*


*

__ADS_1


*


"Orang tua ku semangat banget ya," kekeh Kenan ketika mereka sudah menyepi dengan acara masing masing. Tapi masih di rumah Om Kiano.


Adeeva dan Kenan kini sedang berada di salah satu gazebo di depan kolam renang.


Adeeva hanya tersenyum malu.


Sebenarnya dia tadi mau ikut mama dan tante tantenya saja. Tapi Kenan sudah minta ijin untuk ngobrol berdua dengannya.


Tentu saja mamanya, mama Kenan, tantenya serta teman tantenya langsung setuju, membolehkan Kenan membawa Adeeva pergi bersamanya.


"Kamu setuju sama keinginan mereka?" tanya Kenan ingin tau. Tapi jantungnya berdebar keras menunggu jawaban Adeeva.


"Kalo kamu?" Adeeva balik bertanya dengan wajah merona.


"Aku, sih, setuju," jawab Kenan tegas sambil menatap tajam netra Adeeva membuat Adeeva ngga bisa lama menentang tatapannya. Gadis itu kemudian menunduk.


Kenan tersenyum. Dengan nekat dia meraih tangan Adeeva.


"Percaya sama aku," ucap Kenan kemudian mengecup lembut punggung tangan yang sangat putih itu.


Adeeva hanya bisa tersenyum malu demgan jantung semakin keras berdetak. Apalagi saat bibir Kenan menyatu di kulit tangan, darah Adeeva seakan akan tersirap. Dia merasa lemas.


Tapi ngga lama kemudian ponsel Kenan bergetar. Satu notifikasi pesan masuk dalam ponselnya.


Dadanya agak berdebar saat membacanya.


♡Chrystal


Kita balikan, ya. I MISS U


Bahkan dia belum menghapus kontak Crystal. Kenan pun cepat mengetikkan balasan, kemudian menoffkan ponselnya.


^^^Kenan^^^

__ADS_1


^^^I'm getting engaged^^^


Adeeva yang sempat memperhatikan merasa heran. Tapi dia ngga bertanya.


__ADS_2