After The Heartbreak

After The Heartbreak
Extra part 2


__ADS_3

Kenan tersenyum begitu Adeeva memalingkan wajahnya padanya. Gadis itu baru saja menyelesaikan sesi foto pengantinnya saat melihat kehadiran Kenan.


Laki laki itu mendekatinya menbuat para kru menatap terpana. Mereka tentu sangat tau siapa laki laki tampan dan penuh karisma ini. Ngga disangkanya puta milyuner itu mengenal model terbaru mereka.


"Sudah selesai?" tanya Kenan lembut saat sudah berada di depan Adeeva. Mengamatinya dengan seksama.


Gaun itu membalut tubuh seksi kekasihnya dengan sangat indah. Membiarkan pundak beningnya yang terbuka dan berkilau oleh sinar lampu.


Kenan sudah ngga sabar untuk menghalalkannya. Sayangnya dia harus menunggu giliran, karena Rakha sudah lebih dulu mengumumkannya ke pihak keluarga mereka untuk segera menikah setelah Kalil.


Setelahnya barulah dia karena Aqil masih mencari cara untuk memaksa Cyra.


Adeeva menganggukkan kepalanya dengan perasaan malu yang menguar begitu saja.


Setiap Kenan menatapnya, Adeeva seperti hilang akal, dan dia akan seperti orang gagu yang hanya akan menuruti apa pun maunya Kenan. Sebesar itu pesona Kenan mengikatnya Karenanya dia mulai mengerti kenapa Crystal belum mau melepaskan Kenan.


"Kamu cantik sekali," bisik Kenan memuji.


Beberapa kru yang mendengar kembali terpana. Karena baru kali ini Kenan memuji seorang model. Bahkan kini keduanya sangat dekat.


Biasanya kembaran Kenan yang selalu bertingkah genit dengan para model. Kenan terkenal sebagai laki laki yang datar dan cuek. Keduanya berbanding terbalik.


Memang model yang mereka foto ini sangat cantik dan bukan kaleng kaleng. Sudah terkenal di luar negeri. Mereka pun bangga bisa bekerja sama dengannya. Walaupun sudah terkenal, jam kerjanya ontime dan ngga neko neko. Ramah dan jauh dari kata sombong.


Apa mungkin mereka sudah saling mengenal saat berada di luar negeri? para kru berpikir keras dalam hati.


Karena Kenan baru saja beberapa bulan ini kembali dan kuliahnya juga belum selesai. Seingat mereka Kenan pernah mengupload foto mesranya di akun sosialnya. Tapi bukan bersama gadis ini. Sayangnya semua foto itu sudah dihapus seakan akan menandakan kalo hubungannya sudah berakhir.


"Sudah," sahut Adeeva dengan wajah merona.


"Kamu suka gaunnya? Kalo suka kita pesan ini aja," tawar Kenan yang lagi lagi membuat para kru semangat menguping karena bisa jadi Hot isu.


Mereka akan menikah?


Seakan tersadar kalo obrolan mereka di tempat umum dengan banyak telinga yang mendengar dan mata yang melihat, Adeeva bermaksud akan pergi. Tapi mulutnya yang sudah setengah terbuka untuk mengucapkan pamit ke ruang ganti jadi ngga bisa mengeluarkan suara akibat ucapan salah satu kru laki laki.


"Tuan muda, bi bisakah kita mengambil fo foto anda berdua?" tanyanya agak gugup. Teman temannya memandang Kenan agak takut takut.


"Tentu saja bisa," jawab Kenan sambil merangkul pinggang Adeeva yang tampak gugup.


"Kenan, kamu apaan, sih," ucap Adeeva berusaha menolak. Karena gaun ini akan ditampilkan tiga hari lagi. Ngga bisa sembarangan di upload begitu saja. Dia sebagai model juga bisa mendapat sanksi.


"Tenanglah," balas Kenan tenang, kemudian mengalihkan tatapannya pada kru yang sudah bersiap dengan kameranya.


"Jangan mengupload sebelum premiernya. Ponsel tidak diperbolehkan. Kalian juga harus minta izin pemilik butik ini jika ingin menguploadnya," tegas Kenan memberikan aturan.


"Siap tuan muda," sahut beberapa kru serentak. Mereka pun tau resikonya jika melanggar kata kata sang tuan muda.


Memang pun ngga ada yang mengarahkan ponsel pada Kenan dan Adeeva.


"Ka kalo tuan muda dan nona ngga keberatan, kami akan meminta ijin pada Ibu Marina untuk memasukkannya ke dalam booklet," ucap kru yang tadi. Masih tergagap.


"Boleh," sahut Kenan membuat para kru tersenyum senang. Yakin pemilik butik akan sangat senang karena memdapatkan model pengusaha terkenal tanpa harus bersusah payah meminta untuk berpose berpasangan dengan modelnya.


Kenan ngga merasa rugi, tapi malah untung banget. Karena tiga hari ke depan Rakha dan Aqil bisa memgomel karena foto preewednya sudah langssung tersebar dalam acara yang sangat exclusive.


Kenan memberikan ijin mereka mengambil lima foto saja. Baginya sudah cukup. Setelahnya Kenan menemani Adeeva ke ruang ganti bersama tiga orang pengawal wanitanya.


Para kru pun sangat senang melihat hasil tangkapan lima buah foto mereka. Couple yang sangat menawan.


Setelah berganti pakaian, Adeeva ikut mobil Kenan, dengan tiga pengawal yang mengikuti dengan mobil lain di belakangnya.


"Kita makan siang dulu, ya," ajak Kenan sambil menepi di sebuah kafe yang ngga jauh dari lokasi pemotretan.


"Oke."


Saar Adeeva akan melepas seatbeltnya, Kenan menahan tangannya membuat keduanya saling bertatapan dengan jantung berdebar kencang.


"Tadi kamu cantik banget," puji Kenan dengan nafasnya yang menghangati wajah Adeeva yang semakin merona.


Kemudian dengan perlahan melepaskan seatbelt Adeeva yang terdiam dengan tubuh yang kaku.

__ADS_1


"Ayo," ucap Kenan sambil menjauhkan wajahnya dari Adeeva dan membuka pintu mobilnya.


Adeeva menghembuskan nafas panjang begitu Kenan sudah keluar dari mobil.


Setelah pernafasannya mulai teratur, Adeeva pun keluar dari mobil.


Kenan meraih tangannya dengan ngga sabar.


"Kamu lama sekali," senyum Kenan sambil menggelengkan kepalanya.


"Masa?" Saat dua sejoli itu saling melempar senyum, seseorang menabrak bahu Kenan.


Dan suara teriakan seorang perempuan yang terjatuh mengagetkan keduanya.


"Kamu ngga apa apa?" tanya Adeeva sambil mengulurkan tangannya untuk membantu gadis yang terduduk di lantai.


Sedangkan Kenan cuek saja.


Walau kesal dan kecewa, gadis itu mau juga menyambut uluran tangan Adeeva.


"Makasih," ucapnya sambil menepuk nepuk rok selututnya, dia menatap keduanya, khususnya Kenan dengan kesal.


"Sama sama."


"Kenan. Kamu kenan, kan?" tanyanya yakin.


Adeeva menatap Kenan yang masih nampak cuek. Ada yang mengusik hati Adeeva, karena perempuan itu menebak dengan pasti kalo yang bersamanya Kenan, bukan Kalil.


Mereka sudah saling kenal? batinnya ngga enak.


"Shania," panggil seorang perempuan yang agak berlari mendekat.


"Kenan?" panggil perempuan yang baru datang.


Adeeva kembali menatap Kenan yang tetap cuek.


"Kalian mau ke resto?" tanya perempuan itu sambil menatap Adeeva.


"Aku Evelyn. Ini temanku Shania," kata Evelyn mengenalkan diri mereka.


"Adeeva. Kalian kenal dengan Kenan?" tanya Adeeva membuat Kenan menatapnya.


"Kami dulu pernah bertemu," ucap Evelyn sambil melirik Kenan yang memasang wajah datarnya.


"Jadi kamu sekarang kekasih Kenan?" tanya Shania blak blakan. Ada nada iri di sana. Sejak dulu memendam rasa dengan Kenan tapi ngga dipedulikan laki laki itu.


Adeeva ngga menjawab tapi dia agak tersentak ketika Kenan meremgkuh bahunya. Sepasang matanya pun menatap Kenan.


"Permisi," tukas Kenan sambil melangkah pergi, melewati keduanya memasuki restoran.


Evelyn dan Shania reflek memberikan jalan untuk keduanya.


Shania menatap nanar punggung Kenan.


Hatinya berdenyut sakit.


Kenan selalu mengacuhkannya. Ngga pernah menganggapnya ada. Evelyn lebih beruntung karena Kalil sempat mempedulikannya.


"Kita pergi," ucap.Evelyn lembut seakan mengerti yang dirasakan Shania.


Shania hanya menganggukkan kepalamya, pergi bersama Evelyn.


*


*


*


Tiga hari kemudian.


Aqil mencak mencak saat melihat booklet yang diberikan petugas hotel, yang sedang memamerkan karya karya gaun pengantin mewah dan berkualitas dari desainer yang sudah terkenal hingga benua Eropa.

__ADS_1


"Kapan mereka preeweed?" tanya Rakha yang juga kesal melihatnya. Dia merasa sudah dilangkahi.


Keduamya hadir bersama orang tua mereka ke acara pemier itu.


"Kurang ajar. Kenan sungguh licik," geram Aqil.


Dadanya semakin panas. Ngga disangka Kenan yang tampak adem ayem sudah melakukan terobosan majleb.


Di dalam ballroom hotel ini, banner Kenan dan Adeeva yang mengenakan gaun pengantin bertebaran dimana mana. Mereka tampak serasi dan mengundang decak kagum.


Kenan terlihat menggunakan jas kantorannya yang biasa Aqil dan Rakha lihat.Tapi ngga menguramgi kemewahannya saat berfoto mesra dengan Adeeva.


Ini seperti pengumuman kalo Kenan dan Adeeva akan segera menikah. Mereka mendapatkan promosi gratis dan langsung menjadi hot isu.


Para tamu sangat tertarik. Mereka penasaran dengan hubungan model yang ada dalam foto mesra bersama Kenan.


"Kabar pernikahanmu ngga jadi menarik lagi," ejek Aqil pada Rakha yang juga menampakkan wajah kesal.


Bahkan seleranya untuk ikut memilih gaun pengantin yang akan dikenakan calon istrinya hilang sudah.


Sekarang bisik bisik para tamu sudah terdengar jelasyang mempertanyakan kapan keduanya akan menikah. Mereka membahas Kenan dan Adeeva.


Di kamarnya Kenan tersenyum senang karena sudah membayangkan apa yang akan terjadi.


Sehari sesudahnya, sang desainer datang sendiri ke ruangannya untuk meminta ijin memamerkan foto fotonya dengan Adeeva. Bahkan menawarkan sejumlah uang yang sangat besar. Tentu saja Kenan terima, karena dia akan menggunakan uang tersebut untuk mentraktir kedua sahabatnya yang pastinya sudah sangat jengkel padanya.


Telpon dari Rakha dan Aqil berkali kali diacuhkannya..Sengaja membuat keduanya tambah emosi.


Dia menoleh ketika mamanya memasuki kamarnya yang pintunya setengah terbuka.


"Anak mama keren banget," tukas Tamara antusias sambil duduk di sebelah Kenan.


Dia baru saja mendapat kiriman foto foto Kenan dan Adeeva dari para sahabatnya yang menghadiri acara itu.


Benar benar di luar dugaan.


Kenan kembali mengembangkan senyumnya.


"Kok kamu ngga bilang udah melakukan foto preeweed?" gemas Tamara sambil mencubit lengan Kenan. Kenan malah tergelak.


Dia sebagai mamanya juga terkejut dengan laporan kedua sahabatnya itu. Mama Rakha dan Mama Aqil. Karena mereka sudah sepakat untuk mensuksekan pernikahan Rakha dulu sebelum pernikahan Kenan.


Tapi kenyataan yang mereka lihat malah foto preeweed keduanya terpampang jelas di acara itu.


"Itu ngga sengaja, Ma. Sungguh, Ma," jujur Kenan dalam tawanya sambil menghindari cubitan gemas mamanya.


"Coba ceritakan," tantang Tamara sambil menghentikan cubitannya sambil menggelengkan kepalanya. Kalo Kalil yang berulah begini, Tamara ngga terlalu mempermasalahkannya. Sudah biasa membuat kejutan.Tapi ini Kenan. Anak itu datar dan ngga suka publikasi.


Sambil tertawa Kenan pun menjelaskannya


"Adeeva terlalu cantik difoto sendiri, Ma. Jadi aku menawarkan diri berfoto di sampingnya," tawanya lagi mengakhiri penjelasannya.


Tamara jadi tertawa kecil mendengarnya.


"Kamu beneran ya, suka sama Adeeva. Kirain hanya untuk menyenangkan mama saja," ucap Tamara setelah tawa keduanya terhenti.


Tamara ingat banget Kenan dulu yang terlihat berat melepaskan Crystal. Melihat foto foto mesra keduanya di akun sosial putranya sempat membuatnya putus asa.


Kalo Kalil, Tamara ngga terlalu galau, karena anak itu jarang seriusnya kalo berhubungan dengan perempuan. Tapi Kenan beda. Dia sangat jarang memamerkan perempuan yang sedang dia kencani.


Kenan meraih tangan mamanya dan menggenggamnya lembut.


"Aku menyukai Adeeva, Ma. Sangat. Dan syukurlah Adeeva masih ponakan tante Aruna sahabat mama," jawabnya serius.


"Terimakasih, nak," ucap Tamara terharu. Dia pun memeluk putranya dan menepuk lembut punggungnya.


Alva yang ikut mendengar di balik pintu luar tersenyum senyum.


Dia pun mendapatkan pertanyaan yang sama seperti Tamara dari Reno dan Arga.


Ngga disangkanya, Kenan bisa juga bersikap usil seperti Kalil yang merupakan kloning sejatinya. Ternyata ada lima puluh persen gennya di tubuh Kenan yang dia kira mutlak milik Tamara.

__ADS_1


__ADS_2