After The Heartbreak

After The Heartbreak
My Fiance


__ADS_3

"Dee, kasian Crystal," kata Stefanie langsung ketika Adeeva akhirnya datang juga ke tempat pertemuan mereka.


Kafe di dekat perumahan elit, tempat tinggal Adeeva.


Adeeva yang ragu saat Stefanie menghubunginya, membuat teman modelnya itu menunggunya hampir setengah jam.


Adeeva hanya diam sambil duduk di depan Stefanie yang hanya datang sendiri. Tanpa Crystal.


"Aku bisa apa?" tanya Adeeva bingung.


Saat dia dan Kenan pulang pun, kembali laki laki itu menegaskan kalo dirinya dengan Crystal sudah putus.


"Please, biarkan Kenan kembali ke Crystal. We must help her," pinta Stefanie agak memohon.


Padahal hatinya juga sekarang kacau balau. Kalil dua hari lagi akan menikah.


Saat kembali ke tanah kelahiran neneknya dan Crystal, keduanya ngga menduga Kalil dan Kenan ternyata berasal dari keluarga konglomerat. Bukan hanya sekedar kaya raya. Melebihi itu ternyata.


Bahkan Om om dan tante tante mereka, juga kakek dan nenek mereka mengetahui siapa itu Kenan dan Kalil.


Kalil pun akan menikah dengan anak dari circle keluarga mereka. Sesama konglo. Kabarnya sahabatnya sejak kecil.


Saat mengetahui wajahnya, Stefanie cukup yakin bersaing, karena dia pun ngga kalah cantiknya dengan Khanza, calon istrinya.


Hanya masalahnya, Kalil tega membuangnya demi calon istrinya itu. Bahkan segala nomer telpon yang dia gunakan selalu diblokir Kalil.


Kini Crystal pun mengalami hal yang sama dengannya. Kenan memblokir nomer telponnya. Padahal selama di Inggris, mereka baik baik saja.


Aneh kalo Kenan bisa melupakan Crystal begitu saja. Memang saat melihat gadis mana yang sudah menghipnotis Kenan sudah ngga membuat mereka terkejut lagi.


Ternyata saingan mereka di agency lama. Si baik hati yang memilih mengalah demi karir Cystal, sinis Stefanie.


Adeeva mundur di agency karena bersaing dengan Crystal untuk jadi model kesayangan salah satu rumah mode terkenal di Paris.


Keduanya sama cantik dangan latar yang berbeda. Crystal dengan darah Eropanya yang sangat kental, sedangkan Adeeva dengan darah Asianya yang menawan.


Adeeva termasuk model Asia yang juga diperhitungkan. Tinggi tubuhnya pun ngga jauh beda dengan Crystal dan Stefanie. Orang tuanya juga bukan orang sembarangan. Mereka punya kerajaan bisnis di New york.


Selain itu Adeeva terkenal sebagai model yang ramah dan aktif mengikuti kegiatan sosial. Juga baik hati. Hal yang membuat Stefanie iri dan kesal karena Adeeva rela mundur saat bersaing dengan Crystal sebagai model utama di rumah mode itu. Padahal pemilik rumah mode itu juga sangat menyayanginya. Cuma mereka harus memilih salah satu sebagai brand utamanya


Kini Adeeva dan Crystal bersaing lagi. Bukan demi karir, tapi untuk memperebutkan Kenan.


Stefanie akan memaksa agar Adeeva mengalah lagi untuk Crystal.


Dia dan Crystal bertetangga sejak kecil di Inggris. Dan ternyata nenek Crystal bersahabat dengan neneknya. Karena itu mereka akrab. Mereka pun menempuh karir model secara bersama sama.


"I can't," tegas Adeeva


"Why Dee?" sergah Stefanie ngga terima penolakan Adeeva. Suaranya terdengar ketus.

__ADS_1


"Biarkan Kenan yang memutuskan. Aku pergi dulu," kata Adeeva sambil bangkit berdiri. Bahkan dia belum memesan apa pun.


"You can't do it, Dee!" serunya agak keras membuat mereka jadi pusat perhatian beberapa pengunjung kafe.


Adeeva sudah merasa suasana ngga kondusif.


"Sorry," katanya sambil pergi.


Stefanie menatapnya geram. Hampir saja dia menyiram Adeeva dengan minumannya. Tapi dia ngga ingin membuat jejak digitalnya buruk untuk selamanya.


Tiba tiba saja ponselnya bergetar.


Wajahnya langsung pucat setelah mengangkatnya.


"Dee, wait!" serunya sambil mengejar Adeeva.


"Kita harus ke rumah sakit. Crystal terlalu banyak meminum obat tidur," serunya sambil menarik tangan Adeeva agar mengikutinya ke mobilnya.


Adeeva yang terkejut hanya bisa mengikuti langkah Stefanie saja dengan perasaan khawatir yang amat sangat.


*


*


*


"Deeva," panggil Kenan kaget saat melihat Adeeva yang keluar dari mobil Stefanie.


"Kenan."


"Kenan, kamu harus menemui Crystal," seru Stefani dengan wajah riangnya melihat Kenan ada di situ.


Dia datang, soraknya dalam hati.


Kenan masih perhatian dengan Crystal, batinnya sambil melirik sinis dan kasian pada Adeeva.


"Kamu ngapain ke sini?" tanya Kenan heran saat menghampiri Adeeva. Dia sama sekali ngga menggubris kata kata Stefanie.


Kenan dihubungi langsung oleh tante Crystal yang sempat dia temui waktu di Inggris dulu.


Tante Corni menelponnya sambil menangis karena sekarang Crystal berada di ICU. Gadis itu terlalu banyak mengkonsumsi obat tidur.


Padahal tante Corni juga tau kalo Crystal dengan dirinya sudah berpisah.


"Fanie mengabari kalo Ctystal sekarang di rumah sakit," jelas Adeeva tenang.


Oiya, batin Kenan mulai ingat kalo Adeeva mengenal keduanya.


Stefanie geram melihat Kenan yang kini malah berada di dekat Adeeva.

__ADS_1


"Ayo, Kenan. Crystal needs you," seru Stefani yang makin emosi melihat Kenan ngga mengacuhkan dirinya.


"Duluan aja," kata Kenan sambil merengkuh bahu Adeeva yang diam ngga menolak.


Setelah menghentakkan kakinya dengan kesal, Stefanie bergegas melarikan kakinya ke lorong rumah sakit menuju ruang ICU.


"Stefanie bilang apa?" todong Kenan saat kaki mereka melangkah pelan menyusul Stefanie.


"Katanya kalian sangat dekat. Emm... aku sempat melihat sosmed Crystal," jujur Adeeva dengan rona merah di wajahnya


Kenan hanya tersenyum mendengar pengakuannya yang seperti menyelidiki hubungannya dengan Crytal sebelum putus


"Kami baru saja putus," aku Kenan juga jujur.


"Kamu khawatir? Mungkin kamu juga masih cinta?" tanya Adeeva dengan jantung berdebar hebat. Ada perasaan takut jika Kenan meng-iyakan pertanyaannya.


Kenan tersenyum lagi sambil merapatkan rangkulannya di bahu Adeeva.


"Khawatir memang iya. Cinta aku ngga tau. Yang jelas aku sangat menyayangi mami," kata Kenan diplomatis.


"Maksudnya?" Adeeva menatap Kenan ngga mengerti.


Kenan menundukkan wajahnya sesaat memperhatikan dalam wajah cantik Adeeva. Adeeva jadi salting.


"Kami beda keyakinan. Mami dan Daddy ngga setuju. Ternyata setelah aku menuruti mereka, aku bertemu kamu di bandara," kata Kenan penuh arti.


Adeeva terdiam dengan ribuan kupu kupu yang beterbangan dari dalam rongga dadanya.


Dia melirik Kenan yang meneruskan langkahnya tanpa berkata kata lagi.


Kini di depan mereka tampak ada laki laki bule tampan keturunan Eropa yang berdiri di depan pintu ruangan ICU dengan perasaan ngga tenang.


Tante Corni tersenyum pada Kenan dan gadis cantik di sebelahnya. Begitu juga dengan sepasang suami istri yang masih tampak gagah walau sudah paruh baya.


"Kenan," sapa laki laki paruh baya itu yang diyakini Adeeva adalah papanya Crystal karena wajah mereka yang mirip.


"Uncle," panggil Kenan sambil mengulurkan tangannya yang disambut laki laki itu dengan tatap penuh makna.


"Aunt," sapa Kenan pada mama Crystal yang menatapnya dengan mata berkaca kaca.


Laki laki muda itu menoleh pada Kenan dan menatapnya seksama.


Dia tau, laki laki Asia di depannya adalah mantan Crysral, tunangannya.


Dengan gentle, laki laki bule itu menjabat tangan Kenan.


"Richard."


"Kenan."

__ADS_1


"The girl?" Tante Cornie memutus tatap kedua laki laki ini.


"My fiance," jawab Kenan tegas membuat Adeeva menatap ke arahnya.


__ADS_2