
Netra istri Alvaro menatap ngga percaya melihat dokter Aruna dan temannya tadi berada di dalam lingkungan crazy rich yang selalu dibicarakan suami dan teman teman sosialitanya.
Mereka ternyata keluarga yang sangat kaya raya tapi ngga mau bergabung dengan kelompoknya karena memiliki kesibukan masing masing.
Sebagai istri dari para pengusaha kaya raya pun mereka tetap masih bekerja. Berbeda dengan dirinya dan teman temannya yang lebih memilih selalu menemani suami dimana pun dan jika tidak ada kesibukan para suami, mereka memilih berkumpul dan mengadakan arisan dengan tiga digit.
Tamara tersenyum sinis saat wanita itu mengawasi mereka penuh arti. Sedangkan Aruna tetap melayangkan tatapan khawatirnya pada Kendra yang belum bereaksi di tengah riuhnya seruan para tamu yang memintanya untuk maju ke depan dan bermain piano bersama putri Pak Alvaro. Bahkan sang MC terus saja meneriakkan namanya.
Wanita cantik itu pun tersenyum ramah pada Aruna, tanpa merasa malu sedikit pun Padahal tadi dia sudah merendahkan dokter Aruna dan Tamara.
Kini dia merasa sangat beruntung. Ternyata Kendra yang disukai putrinya bukanlah orang biasa. Melainkan putra salah satu konglo yang ternama.
Bodohnya dia ngga mencari informasi dengan benar. Kebiasaannya yang melihat hanya dari penampilan ternyata berbuah fatal. Rupanya istilah DON'T JUDGE A BOOK FROM THE COVER memang benar adanya.
Aruna pun hanya menanggapi senyum pasiennya sekilas saja. Ngga penting. Fokusmya lebih pada Kendra. Sementara dia pun dapat merasakan kalo Kiano juga sedang menahan emosinya. Tamara yang berada di samping Aruna tetap menampakkan rasa ngga sukanya pada wanita ini.
"Video ini bakal viral lagi," gumam Kiano dengan suara pelan yang bergetar. Tanpa dia sengaja, dia akan menyakiti Regan dan keluarganya lagi.
Sementara Kalil menatap takut takut pada daddynya yang kini menyorot marah ke arahnya.
Walaupun bukan salahnya semuanya, tetap saja Kalil merasa harus bertanggung jawab.
Kenan dan Rakha mentap cemas pada Kendra. Laki laki itu masih ngga bergeming. Dia masih diam dengan tubuh membeku. Rahangnya terlihat mengeras. Kedua tangannya pun terkepal di kedua sisinya. Dadanya rasanya mau meledak karena menahan marah.
"Maaf, Pak Kiano, kalo suasana ini kurang nyaman untuk anda dan keluarga," kata Alvaro yang sudah mendekatinya bersama istrinya.
"Apa ini rencana anda?" tanya Kiano.datar.
Alvaro tersenyum tipis.
"Saya hanya ingin memberi kejutan. Terus terang setelah melihat video video itu saya mengira anak anak kita punya hubungan dekat," kata Alvaro sarat makna.
"Apalagi mereka sudah terpisah selama enam tahun. Saya hanya berinisiatif untuk menyatukan mereka," sambungnya lagi, tetap tenang.
Kiano akui, Alvaro.ngga salah. Rata rata yang melihat kedua video itu akan berpendapat seperti itu. Tapi Kiano merasa rekan bisnisnya sedang memanfaatkan video itu untuk menekan putranya.
__ADS_1
"Bahkan saya ingin mewujudkan video itu. Anak anak kita terlihat sangat serasi," kata Alvaro lagi.
Aruna menatap Kiano cemas. Suaminya menghela nafas panjang. Sementara Glen dan yang lainnya kini terfokus pada Kiano dan Alvaro.dengan jantung berdebar keras.
"Maafkan saya. Itu ngga mungkin terjadi. Kendra sudah bertunangan dua hari yang lalu."
Alvaro terkejut. Sangat terkejut. Teringat kembali akan ucapan putrinya kalo Kendra menyukai temannya. Tapi istrinya terlihat biasa saja karena sudah mendengarnya dari Aruna secara langsung.
"Kenapa anda tidak mengundamg saya?" tanyanya agak memprotes.
Ngga pernah ada satu pun relasi yang pernah mengabaikannya.Bahkan beliau sendiri cukup sering menolak datang untuk undangan yang sudah dia sortir dengan nilai ngga pantas dia datangi karena sangat jauh dari status sosialnya.
"Acaranya tertutup hanya untuk pihak keluarga dan kerabat dekat. Recananya saat menggelar resepsi saya akan mengundang anda," jawab Kiano lugas.
Alvaro menatap putrinya yang menatapnya penuh harap. Keriuhan ini dan suara gegap gempita ini. Dia mgga mau mempermalukan putrinya.
"Baiklah saya mengerti. Tapi bisakah saya memohon agar Kendra mau mewujudkan keinginan Atifa. Selama enan tahun Atifa sangat fokus mempelajari piano demi mengingat putra anda," katanya sangat berharap.
Alvaro adalah pengusaha tegas dan terkesan sombong. Jika dia sampai memohon begini, artinya dia sungguh sungguh akan pernyataannya. Sebagai ayah, Kiano memahami perasaannya, juga ngga akan mengecewakan harapan putrinya.
Kendra jelas sudah menolak dari tatapan matanya. Kiano tau betapa stresnya Kendra saat ngga ada kabar dari Zayra selama enam tahun.
Sementara seruan seruan meminta Kendra untuk maju, tetap ngga berhenti.
Kiano memandang Kendra dengan tatapan bingung. Dia ngga mau mengecewakan tuan rumah.yang adalah relasi bisnisnya, tapi Kendra adalah putra kesayangannya. Kiano ngga mau demi kepentingannya malah menyakiti hati Kendra.
"Gimana kalo aku saja, Om. Dulu Kendra berguru dengan aku dalam bermain piano," tukas Kalil dengan nada sombomgnya.
Tapi karena mendengar ucapan Kalil, wajah mereka yang tadinya kusut dan bingung mulai tersenyum lebar.
"Aku juga akan mengiringi dengan gitar," sambung Rakha.
"Om, apakah ada gitar?" sambung Rakha sambil melihat Alvaro yang kini sudah tau kalo Kiano ngga bisa menuruti keinginannya.
Juga saat melihat Kendra yang hanya diam saja dan ngga berkata sepatah kata pun.
__ADS_1
Baru kali ini ada yang berani menolak keinginannya.
Alvaro merasa geram, apalagi dalam video itu Kendra seperti memberikan putrinya harapan. Sampai sekarang setelah enam tahun lamanya, putrinya masih menyimpan cinta lamanya. Bahkan sengaja bermain piano hanya untuk bisa bermain dengannya. Tapi keinginan kecilnya sama sekali ngga digubris.
Alvaro menyimpan dalam dalam kemarahannya. Tapi melihat sikap teman teman Kendra yang sangat menghargai putrinya membuat perasaannya sedikit merasa nyaman.
"Ada."
"Kalo bisa dua Om," sambung Kenan.
"Oke," ujar Alvaro sambil memberikan isyarat pada pengawalnya untuk mencarikan dua buah gitar. Kemarahannya sedikit demi sedikit mengendur.
Saat panggung sedang dipersiapkan, mama Atifa sekali lagi menatap Kendra penuh harap.
"Nak Kendra. Tante mohon," pintanya dengan suara lirih.
Ingin sekali Tamara menabok mulut wanita yang pintar berdrama itu. Padahal putra kembarnya dan Rakha sudah lebih dari cukup memenuhi keinginan putri manjanya.
"Ma, jangan begitu," cegah Alvaro merasa ngga enak dengan sikap istrnya. Walaupun beliau tau, istrinya sedang memperjuangkan keinginan putri tunggalnya.
Dirinya sudah memohon tapi ngga digubris. Dia ngga mau istrinya bernasib sama. Lagi pula teman teman Kendra juga ngga kalah tampannya..Dan mereka sudah lebih dari cukup.
Kendra tau dia seperti akan memakan buah simalakama. Ini menyangkut bisnis papinya tapi juga berkaitan erat dengan hubungannya dengan Zayra yang belum terlalu membaik.
"Ngga perlu bermain, cukup berdiri di samping Atifa saja. Mau ya, Kendra," pinta Syarifa dengan mata penuh binar harapan. Dia benar benar mendesak Kendra.
"Om yang akan menjelaskan situasi ini pada Zayra," bisik Riko ketika berada di samping Kendra.
Riko yakin Regan ngga akan marah dan Zayra pun akan mengerti dengan situasi yang sedang di hadapi Kendra. Walau dia tau akan ada efek yang lebih besar lagi dari pada ini jika Kendra menurut.
"Maaf, tante, om. Saya benar benar ngga bisa. Saya dan tunangan saya sempat salah paham soal video itu. Saya mgga ingin hal itu terjadi lagi," jawab Kendra tegas.
Dia sudah memikirkannya. Harusnya dengan ketiga sahabatnya yang maju, sudah lebih dari cukup.
Alvaro tertegun mendengarnya. Dalam hati dia kagum mendengar putra relasinya begitu mempertahankan sikap penolakannya walau situasi yang sangat menekannya. Termasuk tidak terintimidasi dengan.dirinya. Beliau yakin Kendra akan jadi CEO yang hebat di masa depan.
__ADS_1
Tapi sebagai seorang papa, hatinya sakit dan tersinggung karena putrinya kalah dari tunangan Kendra yang dia belum tau anak siapa. Tetap saja ada rasa ngga terima karena putrinya sama sekali ngga dianggap oleh Kendra.