After The Heartbreak

After The Heartbreak
Pipi yang merona


__ADS_3

"Om, tante, aku mau ngajak Zayra ke perusahaanku besok," kata Kendra meminta ijin ketika akan pulang.


Orang tua Zayra dan Zayra, bersama Kendra sudah berada di samping mobil Kendra.


Regan dan Dinda saling tatap sebentar kemudian tersenyum.


Zayra menatap Kendra dengan jantung tambah deg degan.


"Oke, tapi jaga anak om baik baik ya," canda Regan.


"Siap, Om," seru Kendra dengan lirikan menggodanya pada Zayra yang malah menyembunyikan tubuhnya di belakang uminya.


Kendra perlu mengenalkan Zayra pada pegawai perusahaannya. Selama ini para pegawainya hanya tau tentang hubungannya dengan Zayra dari sosmed dan media onlie. Besok Kendra akan memperlihatkan hubungannya dengan Zayra pada mereka. Zayra juga belum pernah maen ke perusahaannya, beda dengan Khanza dan sahabat sahabatnya yang lain.


"Tante sama mama kamu akan mengurus pernikahan kamu. Yang lainnya juga pasti sangat senang ikut bantu bantu," sahut Dinda ceria.


Besok beliau akan menghubungi para bestienya untuk mempersiapkan pernikahan Kendra dengan putrinya. Dinda sudah bisa membayangkan pasti akan sangat seru pertemuan mereka nanti.


Para suami pun pasti ngga akan segan segan memberikan ide yang gila gilaan. Karena ini adalah pernikahan pertama kalinya di circle mereka. Pasti akan sangat heboh.


"Oke, oke. Kita masuk dulu sayang. Biarkan Kendra ngobrol bentar sama Zayra," tukas Regan memberikan kesempatan pada keduanya.


Dinda yang mengerti mengikuti langkah langkah suaminya masuk ke dalam rumah. Keduanya sama tersenyum simpul. Apalagi melihat wajah Zayra yang seperti terlihat enggan ditinggalkan.


Setelah melihat kedua orang tua Zayra menjauh, Kendra tersenyum karena melihat keresahan Zayra.


"Seperti biasa aku jemputnya, ya," ucap Kendra sambil memegang gagang pintu mobilnya.


Zayra hanya mengangguk. Jantungnya semakin berdegup kencang karena netra Kendra menatap tajam dirinya.


"Aku pulang dulu, ya. Jangan kengen," senyum Kendra sambil masuk ke dalam mobil.


Kalo diturutkan hatinya, Kendra ingin sekali mengecup pipi yang merah merona itu.


Tahan Kendra. Tahan. Dua minggu lagi. Ngga lama lagi, support hatinya agar dia lebih bisa bersabar.


"Hati hati," balas Zayra grogi. Ucapan Zayra memukul jantungnya sangat keras.


Kendra menurun kaca mobilnya dan menganggukkan kepalanya sebelum melajukan mobilnya untuk berlalu pergi.


Zayra masih mematung menatap kepergian Kendra sambil mobil itu menjauh


Kendra tersenyum menatap pantulan bayangan Zayra di kaca spion sampingnya.


Dia semakin yakin, walaupun Zayra belum mengatakan apa pun tentang perasaannya, tapi gadis itu sangat mencintainya, sama seperti dirinya.


*


*

__ADS_1


*


Besoknya.


Zayra agak gugup ketika mobil Kendra sudah parkir di basemen perusahaannya.


Zayra akui, perusahaan yang didatanginya lebih besar dari perusahaan papinya.


"Tenanglah," ucap Kendra lembut kemudian membuka.pintu mobilnya..Dan berjalan agak cepat untuk membuka pintu mobil Zayra


Kendra mengulurkan tangannya yang dengan tersipu disambut Zayra.


Keduanya melangkah diiringi dengan tatapan para pegawai Kendra. Bahkan para pegawai titu, yang muda maupun yang tua, perempuam atau pun laki laki menganguk hormat pada Kendra.


Kendra pun memilih lift CEO, dan akhirmya Zayra terbebas dari pandangan pandangan penuh ingin tau tentang hubungan mereka.


Tapi jantung Zayra malah semakin keras berdetak. Kini dia hanya berdua saja dengan Kendra.


Kendra meremas lembut tangan Zayra yang digenggamnya. Matanya menatap Zayra lembut.


"Kenapa?" goda Kendra membuat Zayra salah tingkah.


Kendra tertawa kecil sampai ngga lama kemudian.pintu lift terbuka.


Perhatian para stafnya langsung tertuju pada merreka.


Masih tertawa dan mengabaikan wajah kesal Zayra, Kendra menariknya agar mengikuti langkahnya memasuki ruangannya.


Mereka tau siapa perempuan yang sedang digandeng mesra sang bos. Perempuan yang sangat cantik dan viral baru baru ini akibat pernyataan sang bos malam tadi. Perempuan yang sangat beruntung diakui sebagai calon istrinya dan dicintainya. Pernyataan yang banyak membuat perempua patah hati tadi malam.


Keduanya kini berada di ruangan Kendra. Ruangan CEO yang sangat luas dan megah.


"Duduklah," kata Kendra seraya meminta Zayra duduk di sofa dan dituruti Zayra.


Kenda kemudian mengambil laptopnya dan beberapa stop map di atas meja, membawanya ke arah Zayra yqng menatapnya bingung.


Setelah menata stop map stop map itu di atas meja, Kendra pun.duduk di samping Zayra. Menyandarkan kepalanya ke lengan Zayra sambil memangku laptopnya.


DEG DEG DEG DEG


Jangan tanyakan gimana detakan yang sangat ngga berirama dari jantungnya. Seperti mau terbang rasanya. Zayra pun bingung bagaimana mendeskripsikan bagaimana perasaannya kini.


Yang jelas hatinya merasa sangat berbunga bunga dan bahagia.


"Ngga apa ya," pinta Kendra sambil menyalakan laptopnya.


"Iya."


Keduanya saling melempar senyum.

__ADS_1


Dan suasan kaku berubah cair. Zayra ikut memberikan pendapatnya pada Kendra saat laki laki itu bertanya. Bahkan dia bertindak sebagai asistennya yang ikut membuka stop map stop map yang sedang dikerjakan Kendra.


Merek bahkan saling tertawa dan saling mengoreksi saat melihat ada data yang ditulis dengan tidak tepat.


Bahkan mereka seperti bertindak bagai partner.


"Boleh bertanya sesuatu?" tanya Kendra setelah dua berkas dalam stop map ity selesai mereka kerjakan.


"Apa kamu punya perasaan dengan laki laki itu?" ada nada ngga terima dalam ucapan Kendra.


"Laki laki yang mana?" tanya Zayra heran.


"Yang akan mengantar kamu saat aku datang," kata Kendra berusaha nada suaranya terdengar biasa saja. Padahal hatinya mendadak panas jika mengingatnya. Apa lagi kata Zayra, laki laki yang ngga mau Kendra sebutkan namanya itu juga sempat menemani Zayra di Turki beberapa tahun.


"Hafi?" tanya Zayra memastikan.


Kendra melengoskan tatapannya ke.arah lain saat Zayra mengucapkan namanya. Hatinya semakin panas.


"Hemm," dengus Kendra pelan.


"Aku cuma anggap dia kakak saja," jawab Zayra dengan senyum di bibirnya. Sangat senang.


Dia cemburu? Sungguh? batin Zayra ngga percaya. Kali ini matanya menatap Kendra lekat dengan perasaan bahagia yang muncul tiba tiba.


"Hanya kakak?" tanya Kendra kini memalingkan tatapannya ke arah Zayra kembali.


"Iya."


Tatapan mereka beradu tatap. Sangat dekat.dengan detak jantung yang sudah ngga terkendali.


"Boleh, kah?" tanya Kendra dengan suara serak. Dia mulai ngga bisa menahannya lagi.


"Ya," sahut Zayra dengan suara bergetar.


Kendra pun mendekatkan wajahnya dan Zayra pun memejamkan mata.


Tangan Kendra menarik lembut dagu Zayra ke arahnya.


Bibir dingin Kendra menyapa bibirnya dengan sangat lembut. Mencecap rasanya dengan perlahan seakan ngga ada nafsu disana. Hanya perasaan rindu yang ingin disalurkan Kendra pada Zayra.


Jantung Kendra bergetar hebat. Dia masih ingat rasanya. Masih sama seperti dulu. Yang selalu dia rindukan selama enam tahun ini.


Ingin Kendra merebahkan Zayra di sofa yang mereka duduki. Tapi Kendra menahannya.


Dia melepaskan Zayra.


Zayra membuka matanya dengan wajah yang sangat merona merah, bahkan dia yakin, telinga dan lehernya juga pasti sudah sepert warna kulit udang yang digoreng matang.


"Aku sangat mencintai kamu, Zayra," pelan Kendra berbisik.

__ADS_1


"Aku juga," sahut Zayra ngga kalah pelannya.


Jantumg Zayra semakin laju berdegup ketika Kendra mengecup lembut sebelah pipinya yang sudah matang gosong itu.


__ADS_2