After The Heartbreak

After The Heartbreak
Tentang Cyra


__ADS_3

Malam ini Aqil sudah menunggu di parkiran club yang hanya bisa dimasuki oleh orang orang tertentu saja.


Dan Aqil melihat gadis itu yang kini hanya mengenakan jubah panjangnya. Dia berjalan bersama seorang laki laki yang seusia dengannya memasuki club. Aqil yakin, itu adalah gadis bachelor yang dilihatnya malam kemarin.


Aqil pun mengikuti langlah mereka. Dia melihat keduanya berenti di depan pintu samping club. Hanya kelas executif yang bisa masuk.


"Hentikan sekarang, Cyra," kata laki laki muda itu penuh tekanan.


"Tapi ini mengasikkan, Damar. Laki laki mata keranjang itu kelaparan. Aku suka melihatnya," katanya penuh bemci, kemudian tertawa pelan.


Laki laki yang dipanggil Damar hanya bisa menghembuskan nafas panjang.


"Terserah kamu sajalah. Aku menunggu di sini," kata Damar terpaksa.


Cyra adalah sepupunya. Sementara di mobil ada beberapa pengawal yang akan melindungi mereka.


Aqil keluar dari persembunyian dan melangkah mendekati mereka.


"Permisi," katanya sengaja memotong di tengah tengah.


Keduanya agak terkejut karena ngga menyangka akan ada orang yang lewat. Tadi mereka merasa sepi karena itu mereka berhenti sejenak.


Aqil kembali bertatapan dengan gadis itu yang kini memakai kaca mata yang berbingkai tipis dan masker.


Tapi harum rambutnya yang digerai, sama persis dengan si gadis nerd itu.


Aqil dapat melihat keterkejutan di matanya, tapi Aqil berusaha cuek.


Dia pun dengan cepat mengambil tempat di bachelor party yang akan diselenggarakan. Para pemuda yang mengundang gadis itu sudah berkumpul.


Roki sudah mengaturnya hingga dia bisa bergabung, tentu saja dengan merogoh sakunya lebih dalam.


Gadis itu tampak terkejut melihat kehadiran Aqil di situ, tapi dia tetap menunjukkan ketenangannya yang luar biasa.


Musik pun dinyalakan. Gadis itu yang ternyata bernama Cyra sudah mengenakan topeng di matanya dan mengenakan lingerie. Dia pun mulai meliuk liukkan badannya.


Hembusan nafas memburu dan suitan nakal mulai terdengar.

__ADS_1


Gadis itu memang luar biasa. Dia tau cara membangkitkan gairah pria.


Dan Aqil akui dia pun merasakan sarafnya memanas dan senjatanya menjadi sangat keras. Dari jauh saja sudah membuat darahnya tersirap, apalagi dengan jarak sedekat ini.


Apalagi saat dia membuka lingerienya. Sesuatu di dalam tubuhnya yang rasanya ingin meledak.


Gadis ini memang penari yang sangat mahir. Tubuhnya sangat lentur.


Tapi entah kenapa, gadis ini tiba kehilangan keseimbangannya. Dan dia jatuh tepat di pangkuan Aqil yang dengan sigap memeluknya.


Sorak sorai kembali menggema. Mereka menatap Aqil penuh rasa iri.


Sudah jadi aturan ngga tertulis mereka, jika gadis bachelor yang ngga pernah jatuh ini akhirnya tergelicir ke pangkuan salah satu dari.mereka, maka laki laki itulah pemiliknya. Mereka ngga akan mengganggu


Gadis bachelor ini juga sudah tau dan selalu berhati hati dalam menari. Tapi kali ini adalah malam apesnya.


Mungkin karena dia gugup melihat laki laki satu kampusnya ada di sini dan konsentrasinya jadi kurang.


Tanpa membuang waktu Aqil langsung mengecup puncak yang dari tadi bergoyang menantang dengan rakusnya.


Para pemuda bersorak sorai dengan nafas yang memburu mendengar des*a*han panjang dan seksi gadis itu yang terdengar sangat merdu.di telinga mereka.


"Jangan, aku mohon," katanya sambil menggigit bibir karena menahan de*s*ahan yang sesekali lolos akibat ciuman rakus Aqil. Aqil ngga peduli. Baru kali ini dia merasakan hasrat setinggi ini. Gadis inilah penyebabnya.


Begitu sampai di kamar, Aqil langsung membanting gadis itu di atas tempat tidur dan langsung menindihnya


Cyra melawan dengan sekuat tenaga, untuk melepaskan dirinya dari ciuman menggila Aqil.


Satu sikutan lututnya berhasil juga mengenai perut Aqil bagian bawah.


"Ssiaaalll!" umpat Aqil yang langsung merasa mulas.


Cyra ngga menyia nyiakan kesempatan. Setelah menarik selimut, dia pun lari terbirit birit keluar sambil menghubungi Damar. Cyra menggunakan kalung tipis dengan permata.di tengahnya sebagai SOS untuk memanggil Damar.


Damar dan beberapa pengawal langsung mengamankan Cyra melalui gpsnya.


"Sudah puas lo?" kertak Damar kesal melihat sepupunya yang kini hanya menggunakan selimut untuk menutupi tubuhnya.

__ADS_1


Cyra hanya mengangguk dengan tubuh gemetar.


Baru kali ini Cyra tergelincir. Selama ini dengan gerak ekstrim gimana pun, dia tetap aman.


Tapi karena tatapan laki laki itu yang menghunjam tajam padanya seperti malam kemarin dan sikapnya di kampus, membuat dia ceroboh.


Cyra takut gimana nanti kalo ketemu laki laki itu lagi di kampusnya. Apa yang akan laki laki itu lakukan padanya. Karena Cyra yakin kalo laki laki itu sudah ngga bisa ditipu lagi dengan penampilan nerdmya.


"Dia teman kampusku," jelas Cyra dengan suar bergetar. Dia masih sangat shock dengan kejadian tadi. Cyra yakin tubuh bagian atasnya pasti sudah merah merah akibat perbuatan laki laki itu.


"Apa dia tau itu kamu?" tanya Damar sambil menjalankan mobilnya. Dari jarak yang cukup jauh, Cyra dapat melihat Aqil baru keluar dari dalam.club dan seperti sedang mencarinya.


"Sepertinya begitu," gumamnya. Dia kembali mengingat kejadian saat laki laki itu secara kurang ajar melepas cepolannya waktu di kampus.


"Aku sekarang harus apa, Damar?" tanyanya sangat takut. Jantungnya saja masih memukul dadanya dengan sangat keras dadanya.


"Berhenti kuliah mungikn," jawab Damar asal. Dia sudah telanjur kesal, seandainya tadi sepupunya menurut untuk berhenti, kejadian mengerikan ini ngga akan terjadi.


Untung dia bisa melarikan diri.


Entah apa yang sudah laki laki itu lakukan padanya hingga sepupunya jadi takut begitu.


"Kamu mau aku dimarahin papi?" sentak Cyra kesal akan saran ngga bermutu sepupunya.


Damar hanya mendengus kesal.


*


*


*


Kepala Aqil rasanya mau pecah karena hasratnya yang belum tuntas. Sementara itu rasa mulasnya makin menjadi


"Sial! Padahal tinggal sedikit lagi," gumamnya.emosi.


Gadis kurang ajar itu menendangnya dengan cepat dan sangat akurat.

__ADS_1


Butuh waktu beberapa menit untuk menyusul Cyra. Tapi ternyata gadis itu sepertinya.sudah diselamatkan oleh laki laki yang tadi mengantarnya.


__ADS_2