
Ternyata Crystal memutuskan meminum obat tidur setelah kedatangan orang tuanya dan tunangannya.
Dia ngga mau kembali tanpa Kenan. Harapannya putus saat Kenan menolaknya. Bahkan memilih Adeeva sebagai penggantinya.
Untung nyawanya berhasil diselamatkan. Tapi dia harus diopname beberapa hari.
Kenan pun ijin pulang tanpa ada niatan menjenguk Crystal. Baginya hubungan mereka sudah selesai. Dia datang ke sini hanya karena menghargai tante Cornie.
"Kamu sama sekali ngga pengen ketemu dia? Kan, udah nunggu hampir satu jam,' cicit Adeeva ketika Kenan menggandengnya pergi.
Ya, mereka menunggu sampai masa kritis Crystal berakhir.
Selama menunggu, Kenan tetap setia merangkul bahunya.
Tante Cornie sangat menghargai Kenan dan tunangannya. Beliau bahkan membelikan keduanya kopi.
Ada rasa penyesalan melihat penderitaan Crystal. Dia harus merelakan Kenan karena masalah prinsip yang sakral.
Ternyata sama seperti Crystal, Kenan juga sudah ditunangkan setelah mereka berpisah.
Jika Kenan tampaknya bisa menerima tunangannya yang juga sangat cantik. Crystal juga harusnya begitu. Richard pun sangat tampan dan mapan.
"Kamu mau jenguk dia?" Kenan balik bertanya sambil menghentikan langkahnya membuat langkah Adeeva pun terhenti.
Tapi setelah melihat Adeeva menggelengkan kepalanya, Kenan melanjutkan langkahnya lagi dengan bibir mengulum senyum.
"Katanya teman," sindir Kenan dengan tawa halusnya.
"Kamu, kan, mantan," sarkas Adeeva balik menyindir
Tawa halus Kenan berubah keras. Dia bahkan tergelak di lorong rumah sakit yang sepi hingga menimbulkan gema.
Adeeva hanya bisa menatap gemas.
"Bagiku, kalo mantan artinya selesai. Ngga pernah ada dalam kamusku, balik sama mantan," kekehnya sambil mengedipkan sebelah matanya pada Adeeva yang jadi salah tingkah lagi.
Dada Adeeva bergemuruh jadinya.
Mereka pun sampai di mobil Kenan. Laki laki itu membukakan pintu mobil untuk Adeeva dan mengurungnya dengan tawa yang sudah reda dan sorot mata yang menyorot lembut.
"Aku serius sama kamu."
Adeeva tertegun. Dan lebih tertegun lagi saat Kenan menarik pinggangnya rapat.
'Setelah putus dari Crystal, aku langsung jatuh cinta begitu saja ketika melihat kamu di bandara."
Nafas Kenan menghembus panas di wajah Adeeva yang ngga bisa berpaling dari sorot elangnya. Jantungnya seakan diobral. Berdebar keras dan kencang.
Tidak bisakah dia sedikit ja-im? batin Adeeva resah atas sikap agresif jantungnya.
"Kamu seperti magnet yang sangat kuat," bisik Kenan di telinga Adeeva membuatnya meremang.
Matanya reflek terpejam ketika Kenan makin mendekatkan wajahnya.
__ADS_1
"May I kiss you?"
Jarak mereka semakin dekat. Kalo punya kekuatan, Adeeva akan menampol Kenan sangat keras agar laki laki ini segera menjauh. Sayangnya tubuh dan kekuatannya sudah berubah jadi gel.
Tanpa menunggu lama, Kenan pun mengecup lembut bibir Adeeva.
Adeeva dapat merasakan jantung mereka saling menari dengan lincahnya dalam pagutan panas Kenan.
Stefanie yang menyusul Kenan dengan terburu buru karena Crystal ingin bertemu, jadi terpaku melihat dua orang yang sangat dikenalnya sedang berciuman mesra.
Dia menghembuskan nafas kasar. Memutar langkah ke sembarang arah. Ngga ingin melihatnya lebih lama.
Langkahnya lagi lagi terpaku ketika melihat Kalil yang berjalan ke arahnya. Tapi ngga sendiri. Tangannya merengkuh bahu perempuan yang memang cantik, membuat hati Stefanie mencelos. Getir dan pahit.
"Kalil," panggilnya serak ketika jarak mereka hanya terpisah beberapa langkah saja.
Mereka sama terdiam.
Khanza yakin, bule ini yang selalu berfoto mesra dengan Kalil ketika masih di luar negeri.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Kalil kesal. Kalil mengira Stefanie membuntutinya. Padahal teror telponnya sudah membuatnya hampir meledak.
"Crystal di rawat di sini," jelas Stefanie dengan tatapan penuh rindu. Sekian lama dicari, akhirnya bisa juga mereka bertemu tanpa sengaja begini.
Semesta mempermudahnya.
Kalil ngga menjawab. Bukan urusannya.
"Kalil, Look for me if you are bored," kata Stefanie menguatkan hati sambil melirik Khanza. Dia terpaksa menurunkan harga dirinya ke titik nadir.
Stefanie masih berdiri tegak ketika Kalil melewatinya.
Tapi ketika dia menoleh dan mendapati Kalil sudah berbelok, tubuhnya melemas.
Dia terduduk di lantai rumah sakit dengan lelehan air mata yang mengalir deras.
Sementara itu mood Khanza langsung memburuk. Hari ini adalah hari terakhirnya sebelum dia mengambil cuti nikah.
Ini kali keduanya bertemu mantan Kalil. Karena tadi pagi mantan Kalil yang bernama Evelin sudah menemuinya bersama sahabatnya Shania.
Sekarang yang bule.
Walau Kalil sangat tegas menolaknya, tapi sampai kapan ini akan berakhir.
Kadang terselip perasaan kasian di hati Khanza melihat para mantan itu memohon pada Kalil
Kenapa harga diri mereka setipis itu?
Khanza sempat merasakan patah hati karena Kalil, jadi dia tau rasanya seperti apa.
Tapi bukan berarti mereka harus merendahkan diri, memohon pada Kalil yang sudah ngga mempedulikan lagi.
Khanza menghembuskan nafas kesal.
__ADS_1
Apalagi nanti Khanza akan memgambil kuliah spesialisnya di Inggris, tempat mantan Kalil yang bule berada. Pasti akan banyak lagi drama yang akan dia lihat nanti.
Sedangkan kalo kuliah magisternya di kampus Zayra, juga akan menemui mantan Kalil si Evelin yang kuliah di sana.
"Kenapa? Kamu marah?' tanya Kalil hati hati.
"Kesel," jujur Khanza saat mereka sudah berada di depan mobil Kalil.
Kalil tersenyum sambil merapikan rambut depan Khanza.
"Aku mau kuliah spesialisnya di Standford, San Francisco, Amerika," jelas Khanza dengan wajah juteknya.
Kalil tersenyum lebar.
"Oke, aku ikut kamu ke sana,' sahut Kalil cepat.
Dia tau alasannya, dan ngga ingin mengungkapkannya. Ngga mau membuat wajah Khanza semakin manyun dan hatinya semakin mangkel.
Dua hari lagi mereka akan menikah. Tapi mantan mantannya malah bermunculan. Apes.
Dalam hati Kalil bersyukur dengan tameng baja yang dimiliki Khanza.
Walau suka mengomel dan menggerutu, tapi Khanza percaya padanya.
Kalil ngga akan mengecewakan Khanza
Dia nakal hanya sebelum nikah. Setelah nikah, dia akan setia. Seperti daddynya yang sangat mencintai maminya yagg super galak.
"Kamu ngga apa pisah sama Kenan?" pancing Khanza karena setaunya kedua kembaran itu selalu bersama.
"Mungkin Kenan akan ikut," jawab Kalil yakin.
Seingatnya perenpuan yang ditaksir Kenan tinggal di New York. Kenan pasti akan senang jika dia menawarkan idenya. Sekalian menjauhkan Kenan dari Crystal.
Khanza pun teringat kalo anak tante Almira tinggal di New York.
"Kita pulang sekarang, ya," tukas Kalil sambil membukakan Khanza pintu mobilnya.
"Mantan kamu cantik.cantik," agak kesal Khanza bergumam.
"Standarku tinggi," ucap Kalil tenang.
Khanza mendengus kesal.
Keduanya saling pandang. Kalil dengan tatapan jahilnya dan Khanza dengan sorot horornya.
"Kamu yang tertinggi," rayu Kalil dengan cepat berusaha mengecup pipi Khanza.
Tapi Khnaza dengan cepat menghindar dan masuk ke dalam mobil.
Kalil tergelak.
"I love you, honey. My crush," cowel Kalil gemas pada pipi yang tadi menghindar
__ADS_1
Kali ini berhasil membuat Khanza hanya bisa bergumam kesal.