After The Heartbreak

After The Heartbreak
Kalil Menikah


__ADS_3

Hari ini Kalil memamerkan senyum bahagianya karena sudah bisa bersanding dengan Khanza di pelaminan. Dan Khanza yang biasanya jutek juga memamerkan senyum tipisnya.


"Kalo capek bilang, ya. Kita langsung ngilang aja ke kamar," bisik Kalil nakal.


"Hemm..." gumam Khanza melirik sebal.


Senang banget bikin moodnya berubah, omel Khanza kesal dalam hati.


Kadang ini yang bikin Khanza ragu, apa dia punya stok kesabaran yang sangat luas kalo nanti udah tinggal berdua dengan Kalil.


Apa mereka akan sering bertengkar karena mereka berdua sama sama keras kepala. Apalagi Kalil sangat senang untuk memancing kekesalannya.


Tanpa sadar Khanza menghembuskan nafas panjang.


Kalil tersenyum lebih lebar melihat kekesalan Khanza yang tampak sekilas sebelum senyum paksanya terurai untuk para tamu.


Kalil tau Khanza memang cantik banget dari dulu. Tapi gadis itu selalu menyembunyikannya dalam tampilannya yang sangat sederhana.


Karena itu mungkin Kalil jatuh cintanya dengannya sejak dulu. Tapi dia ngga percaya diri kalo Khanza juga menyukainya yang anak mami dan selalu dicela Khanza karena memanfaatkan fasilitas orang tua untuk bisa hidup. Seperti adiknya Dhafi.


Kalil memang sama seperti Dhafi. Berdua mereka klop karena sangat menyukai kemewahan.


Keduanya ngga akan bisa lepas dari barang barang mewah dan rantai kekuasaan keluarga. Segalanya akan digunakan demi kenyamanan dan kemudahan hidup.


Bahkan moto hidup mereka pun sama.


Kalo ada yang mudah kenapa harus milih yang susah.


Tapi melihat Khanza, juga Zayra yang bisa hidup dengan simple tanpa perlu memamerkan kemewahan yang mereka sangat miliki, jadi mengusiknya.


Seperti dulu, Khanza bahkan dipandang remeh oleh teman teman sejawatnya. Bahkan mama dokter sialan itu juga menganggapnya hanya tumpukan sampah yang mengharapkan putranya sebagai kendaraan untuk bisa hidup mewah.


Tapi Khanza ngga pernah sakit hati dan terus saja melakoninya. Sampai akhirnya kini semuanya sudah terbongkar. Dan Khanza mendapatkan perlakuan yang lebih istimewa dan selalu dipuji puji karena menjadi anak konglomerat yang merakyat.


Mereka jadi lebih menghormatinya.


Benar kata maminya. Khanza bakal jadi istri yang baik untuknya. Dan Ibu yang bertanggung jawab untuk anak anak mereka ntar. Mungkin karena itu daddynya juga mamilih maminya. Mengingat itu membuat sudut bibir Kalil tertarik sedikit.


Sayangnya Khanza hanya akan mendapat sisa dan ampas dari dirinya saja. Sedangkan keperjakaannya sudah dia gratisin untuk model yang entah siapa namanya. Sampai sekarang pun dia lupa bagaimana rasanya. Bahkan nama model dan wajahnya pun dia sama sekali ngga ingat.


"Kenapa liatin?" tanya Khanza heran karena terusik oleh tatap Kalil yang terus menyorot padanya. Tajam dan dalam.


"Kamu cantik," puji Kalil dengan smirknya.


"Baru sadar?" sarkas Khanza.


"Iya. Bodoh, ya, aku," gelak Kalil tertahan.


"Emang," senyum Khanza agak melebar.


Raut ceria keduanya tertangkap oleh Zayra yang berada ngga jauh dari situ.


Semoga kamu selalu bahagia, Za, do'a Zayra saat melihat sahabatnya. Di sampingnya ada Kendra yang selalu merengkuh bahunya. Sangat melindungi.


"Kamu ngga usah khawatir. Kalil ngga akan brengsek lagi. Aku yakin," kata Kendra agar istrinya mempercayakan kebahagiaan Khanza pada Kalil. Dan menghilangkan perasaan khawatirnya yang berlebihan menurut Kendra.


Kendra tentu sangat mengenal Kalil, Kenan, Aqil, dan Rakha. Dia pun berada di circle yang sama. Tapi jika Kalil atau pun yang lainnya sudah memutuskan untuk menikah, pasti mereka sudah berpikir sangat panjang seperti dirinya.


"Aku harap banget begitu," balas Zayra sambil memegang tangan Kendra yang sedang membelai perutnya.

__ADS_1


Calon anak mereka sudah ada di dalamnya.


"Hai, suami siaga," sapa Aqil dengan sebelah tangannya merangkul pinggang Cyra sambil mendekat.


"Wo ho ho..... ngga jomblo lo," ejek Rakha yang juga baru datang bersama Fika dengan tawanya yang berderai derai.


Kenan yang mendekat bersama Adeeva juga tergelak.


Aqil cuek aja dan ikut tertawa. Cyra saling tatap dengan pasangan para laki laki itu.


Tentu dia pernah melihat para laki laki itu di kampus, saat mereka sedang bermain basket dan menjadi pusat perhatian. Baru kali ini dia mengetahui pasangan pasangan mereka. Ternyata cantik cantik.


Apa mereka ngga khawatir di duain? batinnya heran.


Hanya minus si kembar. Bahkan Cyra sampai dua kali melihat ke arah Kenan dan Kalil yang sedang menikah. Hanya keduanya yang belum sempat dia lihat saat di kampus


Mereka kembar?


Bukan hanya Cyra, bahkan Fika juga kaget melihat ada kembar identik di dekat mereka. Sama tampan dan kerennya.


"Eh, Dhafi jadian sama adek lo," celutuk Aqil setelah tawanya reda.


Ngga jauh dari tempat mereka berada ada Dhafi dan Salma.yang tampak makin mesra.


Kendra menanggapinya dengan santai saja. Dia sudah lama tau hubungan keduanya. Dhafi bahkan secara gentle meminta Salma padanya, serta berjanji akan bertanggung jawab dan ngga akan menyakiti Salma.


"Khanza udah menjamin Dhafi," kekehnya. Dan kekehannya tambah keras saat Zayra mencubit lengannya gemas.


Adeeva tersenyum tipis melihatnya. Sepupunya sudah takluk banget dengan istrinya.


"Kenapa senyum senyum?" tanya Kenan berbisik.


"Oooh," senyum Kenan.


"Mereka manis seperti kita," lanjutnya lagi sambil menjawil pipi sebelah kanan Adeeva membuat gadis ini tersipu.


"Kita kapan nyusul, ya?" goda Kenan berbisik. Adeeva hanya tersenyum dengan rona merah di wajahnya.


"Gue duluan. Lo entaran," sambar Rakha cepat. Rupanya dia mendengar bisikan Kenan.


"Ngga sabar amat lo," cetus Kenan mengejek.


"Gue pengen cepat nyusul Kendra. Nikah, trus istri gue hamil," gelak Rakha santai.


Kembali mereka tergelak.


Fira agak tersipu mendengarnya. Keluarga Rakha sudah banyak membantu neneknya hingga neneknya kini sudah keluar dari rumah sakit.


Mami Rakha juga sudah membicarakan rencana pernikahannya dengan neneknya. Dan neneknya sudah sangat setuju. Dan merasa terharu karena keluarga Rakha juga sangat memperhatikan dirinya dan cucunya.


Rakha yang awalnya menyebalkan juga sekarang sudah banyak berubah. Walaupun kadang kadang masih tengil dan usil.


Fika ngga pernah menyangka gadis biasa seperti dirinya nantinya akan dinikahi Rakha. Mami, daddy dan adiknya Rakha-Malika, sangat baik dan menyayanginya. Fika seakan akan menemukan keluarga baru lagi setelah kedua orang tuanya meninggalkannya secara cepat dan tragis.


Kenan dan yang lainnya pun tertawa mendengar perdebatan keduanya.


"Kita terakhiran ya, Cyr," timpal Aqil dalam kekehannya.


Cyra ngga menjawab, hanya menatap ke dalam mata Aqil yang selalu ngga pernah serius. Ingin meyakinkan dirinya kalo Aqil ngga maen maen aja dengannya

__ADS_1


Mengingat segala yang Lala ceritakan tentang keburukan Aqil, membuatnya selalu berpikir akan keseriusan Aqil dalam waktu satu bulan perjanjian mereka yang sudah berkurang beberapa hari.


Tapi melihat sikap Aqil memang sudah membuatnya tertarik dan candu.


Aqil bahkan menuruti pintanya di saat kritis.


Aqil bahkan bisa menahannya.


Padahal Cyra pun sudah ngga bisa menolak Aqil.


Tapi hanya dengan mengatakan Aqil boleh memilikinya saat malam pertama pernikahan, laki laki itu langsung menurut dan ngga memaksanya.


Saat itu rasanya Cyra merasa tersanjung karena Aqil mau mendengarnya.


Padahal dia pun mungkin nggak akan bisa marah jika Aqil melakukannya saat itu, di rumah laki laki itu saat mereka berkunjung.


Keakraban mereka pun terpantau jelas oleh Kiano cs.


"Siapa yang nyusul duluan," kekeh Kiano sambil memeluk Aruna penuh sayang.


"Rakha," jawab Reno cepat kemudian tergelak.


"Kita barengan aja," usul Arga, karena sudah tau kalo putranya ngebet banget pengen nikahin Cyra.


"Gue setuju," pungkas Alva.


Kembali kekehan terdengar.


"Eh, serius Cyra anaknya dokter Farel?" cetus Arga membuka topik lain.


"Hebat juga laki laki itu bisa menduda setelah ditinggal meninggal istrinya," kekeh Reno juga kagum.


"Bukan sengaja menduda, tapi nunggu Kiano cerei dari Aruna," gelak Alva yang tambah berderai derai walaupun Tamara sudah mencubitnya sangat dalam. Memberinya peringatan.


Yang lainya ikut berderai derai.


Begitu juga Kiano, seolah ngga peduli dengan provokasi Alva.


Dalam hati dia merasa sangat beruntung karena Aruna masih setia mendampinginya.


Aruna sendiri menyandarkan kepalanya dengan manja di lengan Kiano yang langsung mengusap kepalanya penuh cinta.


♡TamaT♡





Makasih ya, buat authors dan readers yang sudah setia membaca novel receh ini. Banyak banget like dan komennya bikin author semangat buat nulis.


Maaf ya, karena masih banyak typo. Nanti akan di edit lagi.


Terima request buat extra part...


Met Idul Fitri 1444 H.... Mohon maaf lahir da batin.


Sehat sehat selalu ya readers....♡♡

__ADS_1


__ADS_2