
Bukannya pulang, Kiano cs malah ke rumah Regan. Mereka harus menjelaskan sebelum sahabatnya itu ngambek dan pergi lagi membawa seluruh keluarganya dalam waktu lama.
"Kalian pikir gue anak kecil," kekeh Regan setelah tau apa tujuan teman temannya datang secara berombongan kerumahnya menjelang tengah malam.
"Lo, kan, pernah merajuk, sampai kabur" ejek Alva dalam gelaknya. Kiano dan yang lainnya pun terkekeh. Menyetujui pendapat Alva.
"Gue waktu itu ngelindungi istri gue yang lagi hamil sama putri gue lah dari video viral itu," bantah Regan tenang. Tapi sekarang percuma, karena video itu bakalan viral lagi. Zayra sekarang harus kuat menghadapi berbagai tudingan negatif yang akan mengarah padanya.
"Iya ya," sahut Reno yang ganti mengejek.
"Atifa anaknya cantik banget. Tapi si kembar ngga mau. Tamara juga ngga suka sama ibunya." tukas Alva sambil tersenyum miring pada istrinya yang kini meliriknya galak.
Tau dari mana dia, ya? Perasaan belum cerita, batin Tamara heran.
"Aku tau apa yang kamu rasakan," bisik Alva jahil persis di telinga Tamara membuat Tamara speechless.
Untung dia selalu rutin memeriksa kb spiralnya, karena katanya Alva ngga tega melihatnya melahirkan. Kalo ngga begitu, ngga tau udah berapa banyak adek yang si kembar bakalan punya.
"Kenapa Tamara ngga suka sama istrinya Alvaro? Kalian pernah ketemu?" tanya Kiano heran. Karena setaunya ini pertemuan pertama mereka dengan keluarga Alvaro.
"Tapi wajahnya memang agak angkuh," kata Qonita memberi penilaian.
"Sayang, ngga boleh gitu," larang Arga. Dia dan istrinya langsung ke rumah Regan begitu dapat mention dari Regan.
"Kenyataan, kok," bala Qonita ngga mau disalahkan.
"Terlalu sosialita," lanjut Rain.
"Seakan dia yang paling kaya," sambung Armita.
"Iya, dia kayaknya suka mandang rendah orang lain," timpal Meti ikutan membuat Riko nyengir.
"Hey hey hey....." kekeh Reno menengahi. Ngga disangkanya para istri kompak menjelekkan istri Alvaro.
Alva dan Glen pun tergelak mendengar penistaan dari istri istri mereka terhadap istri Alvaro.
Auto ngga diterima nih, di sini, batin mereka geli.
__ADS_1
"Istrinya tuh pasiennya Aruna," lanjut Tamara senang karena mereka memiliki penilaian
yang sama. Kalo.Dinda mungkin dalam hatinya sudah cuap cuap ikut menjelekkan juga, cuma mungkin segan sama Regan, yakin banget Tamara.
"Bener Aruna?" tanya Kiano dan tatapannya bersama yang lainnya kini tertuju pada istrinya.
"Iya. Dulu dia sempat ngajak anaknya ke rumah sakit, kebetulan Kendra juga di sana. Mau ngebahas video pertama yang viral," jelas Aruna.
"Terus?"
"Dia salah sangka mengira Kendra dan putrinya punya hibungan seperti di video itu."
"Sebentar sebentar. Sayang, kamu sendiri, kok, bisa langsung ngga suka gitu dengannya? Kamu pernah ketemu dia dimana?" potong Alva kurang ngerti gimana cara nyambungnya ke Tamara. Ngga mungkin karena Aruna curcol, Tamara langsung ngga suka, kan.
Tamara menatap kesal suaminya yang selalu saja ngga sabar dan memotong seenaknya.
"Waktu aku dan Aruna keluar dari toilet, kita ngga sengaja ketemu. Makanya agak lama gabungnya."
Alva dan yang lainnya mulai manggut manggut mengerti.
"Dia mengira suaminya Aruna orang miskin dan merasa aneh melihat Aruna dan aku bisa hadir di pestanya yang eksklusif," tawa Tamara juga ditimpali Aruna. Para istri yang lain pun ikut tertawa.
Kiano cs menggeleng gelengkan kepala dengan senyum tipis.
"Kudet juga," tawa Reno yang diikuti Alva dan Glen.
Baru Alva paham.kenapa istrinya ngga menyukai istri ya Alvaro.
Regan, Riko, Arga dan Kiano tersenyum miring.
Bisa bisanya ngga tau siapa suaminya, batin Kiano mendecih sombong.
Tapi niat banget istri Alvaro mau menjadikan Kendra sebagai pewaris keluarganya. Padahal mereka taunya Kendra berasal dari keluarga biasa aja.
Kiano jadi tertawa dalam hati.
*
__ADS_1
*
*
"Iya, Zay. Besok besok mungkin kamu akan videonya lagi," kata Kalil.
Kendra cs lebih memilih misah dari rombongan para orang tua mereka.
"Ngga tau berita apa lagi yang akan keluar besok. Tapi jamgan kamu tanggapi," kata Aqil menambahkan.
"Kamu harus percaya sama Kendra," sambung Rakha sungguh sungguh.
Kendra tersenyum melihat dukungan dari para sahabatnya untuknya. Di pesta tadi juga mereka membantunya agar mgga tampil dengan Atifa.
Zayra yang dikelilingi sahabat laki lakinya tanpa Khanza, agak rikuh. Kalo ada Khanza, Zayra akan merasa lebih baik lagi. Tapi hatinya terharu karena mereka samgat memikirkan perasaannya.
"Lo juga jangan kepancing, Ken. Apalagi proyek kerja sama ini melibatkan perusahaan papi lo juga, kan," kata Kenan mengingatkan.
"Ya," jawab Kendra sangat mengerti. Jika Atifa tetap akan mengejarnya, pastinya dia akan menduduki jabatan penting agar mudah berinteraksi dengan Kendra.
"Besok aku jemput, ya, Zay," katanya pada Zayra yang belum ada suaranya.
"Iya," ucap Zayra pelan.
"Kalo Atifa belum berubah, dia pasti akan memanfaatkan simpati netizen dengan video vodeo ini," kata Aqil.
"Dia pastinya akan memanfaatkan koneksi papanya juga lah," cibir Kalil.
"Sudah pasti," dengus Aqil.
"Sudah banyak yang mengupload video itu lagi. Tapi aku sudah menghapusnya dan mengirimkan mereka virus. Biar mereka kapok," tawa Rakha.
"Betul. Tumpas sampai habis," sambung Aqil setuju di sela sela tawanya.
"Setuju."
Mereka pun tergelak gelak. Zayra membalas senyum Kendra yang tampak lega. Tapi tetap saja Kendra merasa khawatir di hatinya.
__ADS_1
Besok Kendra harus menguatkan hati agar ngga terpengaruh dengan badai goaipmya.
Entah kenapa, Kendra merasa mulai besok perjuangannya akan semakin berat.