
Lima belas menit kemudian
"Lala! Sampai kapan lo mau ketawa?" tanya Aqil berusaha.
sabar walaupun lama lama bahunya pegal juga akibat pukulan pukulan yang didaratkan sepupunya itu yang terlihat amat sangat bahagia.
"Oke, oke," balas Lala dalam sisa tawanya. Kemudian dia merubah posisi duduknya. Siap untuk bernegoisasi.
"Sekarang katakan apa mau lo."
"Gue mau teman lo mengabdi selamanya ke gue jika gue udah ngga perkasa lagi," tegas Aqil tanpa basa basi.
Lala sempat ternganga sesaat. Ngga nyangka Aqil akan seterus terang ini.
"Maksudnya lo impoten?" senyum lebar Lala terbit lagi. Topik ini sangat membuatnya bahagia setengah mati.
"Hemm," dengus Aqil mulai kesal lagi karena Lala udah siap mau ngetawain dia lagi.
"Please. Kita juga bisa menggunakan momen ini buat menghindari perjodohan bodoh itu," kata Aqil mulai menurunkan nada suaranya.
Keinginan tertawa Lala jadi surut. Dia setuju dengan maksud Aqil. Dia juga ngga akan sudi dijodohkan sama sepupunya ini. Tapi dia merasa bersalah karena pasti nantinya akan menipu sahabatnya.
"Atau lo memang mau menikah dengan gue?" senyum smirk terukir jelas di bibir Aqil.
"Ogah!"
"Karena itu kita harus kerja sama," bujuk Aqil dengan tatapan seriusnya.
Lala terdiam. Dia masih ngga tega. Tapi dia tetap ngga sudi harus menikah dengan Aqil. Pasti dia nantinya akan cepat stroke karena hipertensinya yang sudah overload.
Tapi apa dia tega mengorbankan sahabatnya?
"Maksud lo, kalo lo ngga impoten," kata Lala menjeda kalimatnya karena keinginan untuk tersenyum muncul begitu saja.
Aqil menatapnya malas. Sepertinya hari ini dia sudah mendapat pahala sangat banyak karena sudah membuat sepupunya sangat sangat bahagia.
"Lo akan lepasin dia?" lanjut Lala lagi.
"Bisa dibilang begitu," jawab Aqil ngga acuh.
"Lo enak banget, setelah lo en*a a*na sama dia, lo tinggalin gitu aja. Sahabat gue itu masih virgin. Beda sama lo yang udah karatan," tolak Lala ngga setuju. Dia masih punya hati buat ngga ngasih Cyra ke predator.
"Dia masih virgin?" Aqil merasa surprise. Melihat kelakuannya yang bebas dan vul*gar rasanya ngga bisa dipercaya
"Hemm..." kali ini Lala yang ganti mendengus kesal.
"Oke, oke. Gue ngga akan jauh maennya," kekeh Aqil penuh maksud.
__ADS_1
Kembali Aqil merasakan ketukan penggaris di kepalanya. Tapi Aqil malah terus tertawa. Kelihatan sangat senang.
Otaknya udah sengklek, batin Lala gemas.
"Lo bakalan untung, La. Perjodohan kita batal, lo bakal dapat kucuran dana dari Om Arik buat pagelaran fashion lo. Apalagi yang lo pikirkan," hasut Aqil mempengaruhi.
Lala terdiam. Dia memang jelas untung besar. Tapi si Cyra buntung.
"Gue janji, ngga akan maksa dia. Yang penting senjata gue udah tegak aja, gue bakal lepasin," bujuk Aqil ngga yakin.
Apa dia bisa menahan diri setelah senjatanya tegak?
Apa lagi gadis itu terlalu cantik dan seksi. Sayang diembat sama yang lain, batinnya ngga henti hentinya berbicara.
Tapi dia harus bisa meyakinkan sepupunya yang agak lurus ini.
"Apa alasannya agar dia mau terikat sama lo," akhirnya Lala kemakan juga hasutan Aqil.
Dalam hati Aqil jingkrak jingkrak kesenangan.
Lampunya udah nyala ijo.
"Bilang aja, gue punya rekaman aksinya saat dia nge dance."
"Emang lo punya?" kaget Lala. Setaunya ada perjanjian dengan para laki laki yang mengundang kalo ngga ada kamera. Paling hanya bartender yang berada di dekat situ. Ngga ada satu pun yang diijinkan mendekat.
"Ngawur," ejek Lala lega.
Aqil adalah tamu spesial, makanya Roki mengijinkannya duduk di meja barnya. Selain itu ngga ada yang lain kecuali malam malam biasa.
Makanya Aqil heran saat pertama datang, kenapa pintu ruangan Roki tertutup dan dikunci. Biasanya pintunya terpentang lebar.
"Gimana, lo setuju?" tanya Aqil ngga sabar.
"Gue minta lo ngga maenin dia," tegas Lala.
"Iya. Dia bakal.happy sama gue," senyum Aqil lagi. Dia sudah yakin kalo sepupunya bakal goyah.
"Oke." Lala hanya berharap agar keputusannya ngga salah dan Cyra bisa manjaga dirinya. Lagian dia ngga perlu terlalu khawatir karena sahabatnya itu memiliki Damar dan juga para pengawal yang akan selalu mengawasinya.
"Oh iya, lo lihat laki laki yang di dekat Rakha," tunjuk Aqil dengan matanya pada tiga orang laki laki yang mendekat ke arah mereka. Sepertinya permainan basket mereka sudah selesai.
"Emang kenapa?" tanya Lala ngga acuh.
Tampan juga, batinnya.
"Dia boby. Gimana kalo lo coba pacaran sama dia."
__ADS_1
"Ngapain," tolak Lala sambil bangkit dari duduknya, sebelum Rakha, Kendra dan Boby mendekat.
"Biar lo ngga jomblolah."
"Gue pergi dulu," katanya sambil beranjak pergi tanpa merasa perlu menanggapi kata kata Aqil.
Aqil hanya tersenyum miring melihat kecuekannya.
"Mau kemana, La?" tanya Rakha menahan langkah Lala saat berpapasan.
"Ada kuliah," jawabnya tanpa sengaja menatap Boby yang juga sedang memandangnya.
"Bentar, La. Ada yang mau kenalan," senyum Rakha pada Boby yang juga tersenyum tipis.
"Boby," katanya sambil mengulurkan tangannya.
Lala menatap ragu sejenak pada tangannya yang terulur di depannya.
"Lala." Ada getar aneh saat tangannya menyentuh tangan Boby, Lala segera menariknya.
"Pergi dulu, ya," pamit Lala sambil memganggukkan kepalanya pada Boby. Bodoh amat dengan ketiganya. Entah mengapa mendadak dia merasa sungkan.
"Bareng aja. Kamu anak design, kan?" tanya Boby sambil menjejeri langkahnya setelah melambaikan tangannya pada Rakha, Aqil dan Kendra.
Aqil dan Rakha balas melambai sambil memberikan kedipan sebelah matanya. Sedangkan Kendra hanya tersenyum tipis.
"Selamat lo dari perjodohan sepupu," kekeh Rakha. Aqil pun tergelak. Kendra pun mengembamgkan senyumnya.
Aqil cukup senang dengan respon cepat Boby. Lala pasti akan susah menolak. Khanza dulu saja sempat mencair. Kalo saja Kalil ngga segera datang, pasti yang akan terjadi adalah pernikahan Boby dan Khanza.
Sekarang tinggal menunggu reaksi gadis itu saja. Dia yakin Lala akan membujuknya abis abisan.
Kesempatan untuk menggagalkan perjodohan dan uang yang mengalir untuk fashion shownya ngga akan datang dua kali.
Sebenarnya juniornya sudah mulai bereaksi dari tadi. Dia ngga impoten. Enak saja menuduhnya begitu. Aqil mengumpat dalam hati.
Untung Lala ngga tau. Dari pertama bertemu gadis itu pun juniornya sudah menunjukkan tanda tanda ke-perkasa-annya.
Tinggal diuji sedikit saja.
Berbagai rencana sudah tersusun dalam pikiranmya untuk memuluskan tujuannya.
Baru kali ini Aqil mau bersusah payah untuk mendapatkan seorang perempuan.
Aqil akui, sahabat sepupunya cukup istimewa.
Paling engga, di pernikahan Kalil-Khanza dia akan membawa pasangan. Ngga jomblo. Apalagi Rakha juga sudah punya kekasih.
__ADS_1