
Adeeva terlihat cantik dalam balutan kebaya yang sedang dikenakannya. Tidak ada yang perlu dirombak. Seakan akan baju baju di butik ini memang dibuat hanya untuknya.
Kenan menyimpan kagumnya dalam senyumya saat melihat gadis itu tampak malu malu memamerkan kebaya itu di depannya.
Kali ini Kenan membawa mobil mewahnya dan Adeeva pun berpenampilan sangat cantik dengan dres selututnya.
"Kita makan dulu, ya," ajak Kenan ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
Adeeva hanya mengangguk kecil sambil masuk ke dalam mobil yang pintunya sedang dibuka Kenan.
Adeeva masih mengingat tatap liar Kenan tadi. Kebaya itu sangat mencetak bentuk tubuhnya walaupun agak longgar.
Kenan hanya tersenyum melihat wajah yang merona itu
"Kamu sukanya makan apa?' tanya Kenan saat mobil sudah melaju kencang.
"Apa saja. Terserah kamu."
"Oke."
Kenan pun melajukan mobilnya pada sebuah restoran yang berada di root top hotel bintang lima.
"Ngga apa, kan, di sini?" tanya Kenan setelah memarkirkan mobilmya.
"Hemm....," gumam Adeeva agak ragu. Sejak tadi dia agak was was ketika mobil Kenan memasuki halaman hotel yang sangat mewah.
"Ada restoran di root top hotel ini," jelas Kenan sambil tersenyum.
Adeeva menghembuskan nafas lega. Pikiran buruk terlalu bersarang di otaknya.
"Apa kamu pikir aku akan mengajak kamu ngjnap?" goda Kenan sambil mengedipkan sebelah matanya ketika menyadari ekspresi Adeeva. Malah sekarang dia jadi ingin menggodanya.
"Apa, sih," sangkal Adeeva malu karena prasangkanya terbaca.
"Kalo iya, kamu mau?" goda Kenan lagi.
"Ngga lah," bantah Adeeva tambah malu dan reflek tangannya mencubit lengan Kenan, malah membuat Kenan tergelak.
"Kenan," manyun Adeeva melihat Kenan yang terus saja tergelak.
"Udah, ayo, kita keluar. Sebelum aku berubah pikiran," kekeh Kenan sambil membuka pintu mobilnya.
Dengan menahan malu dan kesal Adeeva pun keluar dari mobil dan berjalan sambil menunduk mengikuti Kenan.
Eh!
Adeeva menatap tangan yang kini merengkuh pinggangnya.
Dia mendongak, mendapati wajah Kenan yang sedang menatapnya lembut.
"Maaf. Jangan marah, ya."
"Hemm...."
__ADS_1
Kenan tersenyum sambil menempelkan keningnya pada kening Adeeva sehingga gadis itu hanya bisa diam tertegun. Nggak menyangka dengan tindakan spontan Kenan.
"Aku akan bawa kamu ke hotel setelah ijab kabul," kata Kenan serius dan lembut. Aroma mint dan hangat nafas Kenan menyapu lembut wajah Adeeva hingga dia merinding. Jangan tanya dadanya yang seakan mau meledak. Jarak mereka terlalu dekat. Kata kata Kenan juga membuatnya tersanjung dan melayang.
Menikah? Dia serius? Tatapan Adeeva menyorotnya ngga percaya.
Baru kali ini Kenan merasa dirinya sangat aneh. Biasanya dia sama seperti Kalil walau tingkat keparahannya sedikit rendah. Dia akan langsung menerkam mangsa yang sudah jinak di dekatnya.
Tapi dengan Adeeva rasanya berbeda. Dia seolah ingin menjaganya dengan sangat hati hati.
"Ayo, sebelum aku berubah pikiran," tukas Kenan memecah kesunyian. Dia pun memeluk pinggang ranping Adeeva dan mengajaknya pergi memasuki lift yang akan membawa mereka ke root top.
Adeeva semakin deg degan karena tubuh keduanya cukup merapat.
Keduanya keluar dari lift masih dalam keadaam diam, seakan sibuk dengan pikiran masing masing.
Kenan pun membawa Adeeva ke meja yang sudah dia reservasi.
"Pesan saja apa yang kamu mau," ucap Kenan lembut.
Adeeva hanya menganggukkan kepalanya.
Ngga lama kemudian pesanan mereka datang.
Kenan menatap Adeeva dengan bibir tersenyum akan keterdiaman Adeeva.
Iseng dia pun menyodorkan makanan dalam sendoknya ke dekat mulut Adeeva.
"Ayo, makanlah," kata Kenan dengan sorot tajamnya.
"Enak, kan," ucap Kenan yang tersenyum mendapatkan anggukan malu malu Adeeva.
Kenan mengusap.lembut dengan jempolnya sudut bibir Adeeva akan sisa saos di sana. Wajah Adeeva kembali merona.
"Aku serius mau menikah dengannu," ucap Kenan lembut dan sorot matanya terlihat serius.
Adeeva agak terkejut. Ngga nyangka kalo Kenan akan mengungkapkannya secepat ini.
Mereka baru saja kenal. Memang Adeeva sudah merasa nyaman saat pertama kali mengenalnya.
Apa dia belum punya pacar? Masa? Adeeva susah untuk percaya. Tapi kata kata menikah cukup sakral baginya.
"Aku baru putus sama pacarku. Belum lama juga. Dia akab dijodohkan dan mami juga ngga merestui,' cicit Kenan seakan tau apa yang dipikirkan Kenan.
Adeeva mendengarkannya dengan serius.
"Kemarin malam dia kirim pesan ingin kembali. Tapi sudah aku tolak langsung karena aku bilang akan tunangan," sambung Kenan lagi.
Ooo, batin Adeeva teringat sikap aneh Kenan tadi malam.
Tapi tunggu. Dia mau tunangan dengan siapa? batin Adeeva agak kecewa.
Tadi ngajak nikah, ternyata mau tunangan sama orang lain, sungutnya dalam hati.,
__ADS_1
"Kamu ngga nanya aku mau tunangan sama siapa?" tanya Kenan menggoda karena melihat mimik wajah kesal Adeeva yang berusaha dia sembunyikan. Tapi masih bisa terlihat oleh mata elang Kenan.
"Siapa?" tanya Adeeva akhirnya memberanikan diri bertanya pada tukang pemberi harapan palsu ini.
"Ya kamulah. Kan orang tua kita udah setuju," kekeh Kenan sangat senang melihat keterkejutan Adeeva.
BLUSH
Kembali Adeeva merasa panas di wajah sampai ke telinganya.
Kenapa dia mudah terjebak, kesalnya dalam hati
Mengingat kembali reaksi orang tua mereka saat melihat dia dan Kenan di rumah tantenya.
Tanpa sadar dia tersenyum.
"Deeva?"
Adeeva menoleh saat mendengar suara yang cukup familiar di telinganya.
Lho, kok, kalian di sini? Herannya dalam hati ketika melihat dua orang gadis cantik keturunan bule.yang cukup dia kenal karena mereka sempat satu agency model.di Paris.
"Hai," sapanya sangat ramah sambil berdiri.
Kenan yang mendengar sapaan itu di balik punggungnya, menoleh. Penasaran karena seperti mendengar suara yang ngga mungkin terdengar. Tiga pasang mata menyorot kaget.
"Kenan!" seru keduanya sambil ngga lepas menatap Kenan. Sangat terkejut.
Tapi Kenan nampak sangat tenang ketika dengan cepat mengalihkan tatapan penuh tanya dari Adeeva padanya.
"Salah satunya mantan pacarku. Kamu kenal?" tanyanya enteng.
Oooh, batin Adeeva mulai mengerti. Tapi hatinya merasa heran dengan sikap cuek Kenan. Padahal mereka, kan, baru putus.
"Kita duduk di sini, ya," kata Stefani sambil menyeret kursi di dekatnya. Dia mengambil tempat duduk di samping Adeeva. Sedangkan Crystal di samping Kenan.
Wajah Crystal terlihat masam karena ngga menyangka bertemu Kenan yang sedang kencan dengan teman sesama modelnya yang cukup dia kenal.
"Kenan, bisa kita bicara berdua," tukas Crystal langsung tanpa mempedulikan kehadiran Adeeva. Dia langsung menggenggam lembut lengan Kenan.
Adeeva berusaha tetap tenang dengan sikap agresif Crystal pada Kenan.
"Bicara di sini aja," sahut Kenan tanpa memutuskan pandangannya pada Adeeva yang terus menatapnya.
Crystal menghembuskan nafas kesal.
"Aku menyesal. Aku ingin kembali. Aku terima syaratmu yang dulu," kata Crystal to the point. Matanya mulai berkaca kaca. Ngga disangka Kenan akan mendapatkan penggantinya secepat ini. Teman modelnya lagi.
Apapun akan dilakukannya asal Kenan mau kembali padanya. Biarpun harus menentang seluruh keluarganya.
Crystal sangat menyesal sudah melepaskan Kenan. Ternyata dia ngga bisa melupakan Kenan setelah mereka memutuskan berpisah.
Apalagi saat mencari Kenan di apartemennya, ternyata Kenan sudah pulang karena kembarannya akan menikah.
__ADS_1
Ajakan Stefani yang juga ingin mendapatkaj Kalil akhirnya dia turuti. Mereka datang ke negara tempat neneknya berada. Dan pertemuan ini, jauh dari perkiraannya. Crystal mengira akan sulit mencari Kenan karena laki laki ini dan Kalil ngga pernah memberitaukan nama keluarganya saat mereka bersama.