After The Heartbreak

After The Heartbreak
Setelah Enam Tahun


__ADS_3

"Malam ini jadi pestanya di rumah Om Regan?" tanya Aqil dengan raut senang.


"Jadi dong," jawab Khanza cepat. Sudah ngga sabar dia ingin bertemu Zayra. Teganya sahabatnya menoff kan semua sosmed dan mengganti nomer ponsel tanpa memberitahunya. Khanza dan yang lainnya benar nenar lost contac dengan Zayra.


"Ngga sabar ya, Za ketemu Zayra," kekeh Kalil menggodanya.


"Lo nanti langsung nikah sama Zayra, Ken?" ledek Kalil menyambung kemudian tergelak senang.


"Alaaa, mana mau Zayra sama dia lagi. Di Turki atau di Amrik, lakinya lebih ganteng. Bule lagi," sambar Khanza meremehkan.


Kendra hanya tersenyum tipis, ngga tersinggung sama sekali. Dia pun sangat menyadari akan hal itu.


Sekian tahun tanpa kabar, apa ikatan mereka masih akan dilanjutkan?


Selama ini pun Kendra ngga terlalu memikirkannya lagi. Setelah menangisi patah hatinya selama setahun lebih, Kendra kemudian menjalani hidupnya yang kembali biasa biasa saja. Ngga terlalu mengharapkan Zayra lagi. Tapi memang sampai sekarang dia belum serius memikirkan pendamping


Rakha, Kalil, Kenan dan Aqil tambah terbahak bahak mendengar kata kata sindiran pedas Khanza.


Atas permintaan para orang tua mereka, mereka pun serentak menyelesaikan kuliah hanya empat tahun. Bahkan Kendra juga mengikuti sekolah pilot dan sudah bisa menerbangkan pesawat komersial.


Keluarga besar Kendra memiliki bisnis penerbangan. Dan Kendra terdaftar sebagai salah satu pilotnya. Dia memiliki jadwal sebulan dua kali karena kesibukannya dalam mempelajari bisnis keluarganya.


Kakek dan buyutnya tau kalo Kendra sangat suka dengan pesawat. Bahkan di acara acara besar keluarga mereka yang akan menggunakan pesawat pribadi, Kendralah yang akan menerbangkannya.


Begitu juga Aqil, si kembar Kalil dan Kenan, juga Rakha menggeluti bisnis keluarga mereka. Hanya Khanza yang menjadi dokter.


Khanza pun bekerja di rumah sakit milik keluarga Kendra dan mama Kendra sudah menjadi direktur utama rumah sakit itu.


Zayra dan keluarganya sore ini akan tiba di tempat kelahirannya.


Semua orang sudah mempersiapkan pertemuan yang sudah sangat lama di nantikan.


Setelah Zayra pergi, Aqil membubarkan band mereka. Menoff kan sosmed mereka. Mereka semua berkonsentrasi di kegiatan osis dan semakin giat belajar.


Karena sudah tau kenyataan yang sebenarnya, Khanza mau kembali temenan lagi dengan para laki laki menyebalkan itu.


Tetap tanpa Zayra. Hanya Khanza sendiri satu satunya perempuan di circle para laki laki yang banyak ditaksir kaum hawa itu.


Sesekali Atifa memang meresahkan. Tapi Kendra sudah ngga mempedulikannya lagi sampai mereka selesai SMA. Kendra patah jati berat. Saat kuliah, Kendra perlahan lahan mulai bisa menerima kemyataan dan mulai melupakan kesalahan konyolnya. Apa lagi saat dia sedang menerbangkan pesawatnya. Melihat indahnya langit membuat hatinya semakin tenang.


"Tapi kalo Kendra pake seragam pilot, pasti Zayra ngga bisa tidur melihatnya," kekeh Kalil menggoda Khanza.


Khanza menjebikkan bibirnya.


Memang, sih, Khanza mengaku dalam hati.

__ADS_1


Karenanya penggema Kendra semakin banyak saja karenanya. Dari pramugari sampai sekertaris dan staf perusahaan. Khanza jengkel sekali melihatnya.


Tapi sejauh ini terlihat aman, dan Kendra masih single. Semoga aja Zayra juga masih single, harap Khanza dalam hati.


"Sudah saatnya balik ke kantor, nih," kata Kalil sambil melihat jam di tangannya.


"Iya. Gue juga diminta meeting sama daddy," kata Aqil dengan nada mengeluh. Dia kurang suka ikut meeting. Malas aja alasannya.


"Lama lama gue bisa jadi pasien kalo tiap ketemu harus di kafe dekat rumah sakit," canda Rakha sambil nyengir.


Khanza seperti biasa jika diminta berkumpul, pastilah memilih kafe di depan persis rumah sakit tempatnya bekerja. Soalnya dia ngga boleh telat kembali ke rumah sakit. Biarpun rumah sakit itu milik keluarga Kendra dan mamanya jadi direktur utamanya, Khanza tetap harus disipkin.


Mamanya-Tamara, selalu mengingatkan agar dia ngga jangan sampai dicap jelek oleh tenaga medis lainnya karena ngga bertanggungjawab. Walaupun itu akan disangkal Glen. Mana ada yang berani begitu pada putri sulungnya walaupun putrinya bersikap kurang pantas.


Kalil, Kenan dan Aqil pun tergelak. Kendra pun tersenyum lebar.


"Oke, sampai ketemu nanti malam."


"Sip."


"Bye."


Khanza tersenyum melihat kepergian kelima sahabat tengilnya.


Kemudian Khanza menatap jauh ke langit.


Pesawat kamu tadi udah lewat belum, ya?


*


*


*


Kendra memutuskan mampir ke sebuah mini market untuk membeli rokok.


Kendra yang masih berada di dalam mobilnya terpaku melihat seorang gadis berhijab yang sedang berjongkok di depan seorang gadis kecil yang sedang menikmati es krimnya. Ngga jauh dari tempatnya kini.


Tangannya yang memegang sapu tangan mengelap sudut bibir dan pipi anak perempuan kecil itu yang berlepotan dengan es krim. Wajah keduanya terlihat sangat ceria dengan senyum.dan tawa yang mengiringinya.


Jantungnya berdebar keras. Wajah gadis berhijab itu sangat familiar.


Zayra!


Tapi menurut mami dan papinya, baru ntar sore pesawat mereka akan sampai.

__ADS_1


Ada keraguan dalam hatinya untuk memanggil.


Anak perempuan kecil yang gendut itu membuatnya semakin ragu.


Setaunya Zayra anak tunggal. Keluarganya yang lain ngga ada yang memiliki anak perempuan yang sekecil itu.


Tapi keakraban mereka mengundang banyak tanya dan dugaan buruk di hatinya.


Zayra sudah punya anak?


Rasanya ngga mungkin keluarga Om Regan ngga menghubungi papinya jika ingin menikahkan Zayra dengan pria lain.


Apa Om Regan membencinya?


Mungkin itu satu satunya alasan yang masuk akal. Hubungan orang tuanya retak karenanya.


Kendra menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.


Sikapnya yang dulu memang keterlaluan. Kembali Kendra menyesali hal yang sudah berlalu enam tahun lamanya.


Ditatapnya lagi wajah Zayra yang semakin cantik. Dan bibirnya membuat Kendra bisa gila. Akhir akhir ini dia memimpikan untuk mengecup bibir itu lagi setelah tau Zayra akan kembali.


Dia menikah setelah setahun mereka berpisah? Langsung punya anak?


Dan harapan itu kian pupus kala melihat seorang laki laki muda yang menghampirinya dengan sebuah permen lolipop. Menyerahkan pada si kecil itu. Kemudian laki laki itu menggendong anak perempuan yang sudah sangat senang dengan lolipop di tangannya. Mereka bertiga pun beriringan menuju mobil yang diparkir ngga jauh dari mobilnya.


Mereka bertiga saling tertawa bahagia.


Keluarga kecil yang sangat bahagia, batinnya dengan hati seperti cucian yang sedamg diperas secara manual. Sampai kering kerontang. Kemudian dijemur di bawah teriknya sinar matahari.


Kemdra terus menatap keluarga kecil itu yang sudah memasuki mobil dan ngga lama pergi melaju meninggalkannya sendiri.


Rasanya aneh melihat calon tunangannya dibawa pergi oleh suaminya sendiri.


Kendra menaruh kepalanya di atas stir mobil karena frustasi.


*Apa yang lainnya sudah tau tentang pernikahan Zayra?


Kenapa ngga dikatakan dari awal kalo Zayra pergi hanya untuk menikah. Bahkan kini pasangan itu sudah punya seoramg amak perempuan cantik dan lucu.


Seenggaknya dia ngga akan menyia nyiakan hatinya untuk menunggu orang yang sudah mengkhianatinya dengan sangat jelas.


Jangan jangan pesta penyambutan ini untuk memperkenalkan suami dan anak perempuam Zayra*?


Kendra melajukan mobilnya ke perusahaan papimya dengan hati dan pikiran seperi benang kusut

__ADS_1


__ADS_2