
"Kalian di sini rupanya," ucap Rakha yang muncul bersama Khanza, Aqil dan Kenan.
"Kalian dari mana?" Kendra balik bertanya.
"Biasa makan siang di kafe depan rumah sakit," jelas Rakha menyahut.
'Ooo," sahur Kendra mengerti kemudian tersenyum.
"Kalian sudah siap merid nih?" canda Rakha membuat yang lainnya tergelak.
Kendra juga tergelak.
Zayra dan Khanza hanya tersenyum.
"Eh, Kalil mana?" tanya Kendra tersadar ngga menyadari kehadiran kembaran Kenan.
Tumben ngga bareng.
"Katanya mau meeting sama klien cantik," sahut Aqil membuat para lelaki itu saling nyengir. Khanza hanya mencibir. Sudah biasa mendengarnya.
"Tapi kayaknya si Kalil agak ngebet pengen ketemu lagi. Memang cantik, sih," kompor Rakha sambil melirik Khanza yang tetap anteng saja. Seolah bukan masalah berat buatnya.
"Tenang Khanza, ada Rakha yang siap menunggu," canda Kenan, kembali membuat para lelaki ini tergelak.
'Dokter di sini juga ganteng ganteng," balas Khanza judes.
"Patah hatiku," seru Rakha kemudian tambah ngakak.
Zayra pun melebarkan senyumnya.
Kadang Zayra berpikir, apa cuma dia dan Kendra saja yang dalam circle ini yang berjodoh.
Keakraban Rakha, Khanza dan Kalil sedikit membingungkan. Tapi melihat ketiganya enjoy saja membuat Zayra ngga berpikiran aneh aneh tentang kedekatan mereka.
Bukan berarti Kenan dan Aqil ngga seakrab Kalil dan Rakha dengan Khanza. Hanya saja Kalil dan Rakha suka mengirimkan jokes yang menyerempet pada Khanza. Dan Khanza sendiri tetap cuek saja menanggapinya.
"Dokter Verli cantik juga," komen Aqil ketika melihat rekan kerja Khanza yang sedang melewati lorong di depan mereka bersama paara suster.
Aqil tersenyum melihat dokter itu melirik ke arah mereka. Kemudian terlihat malu.
*N*gga ada yang kuat lihat senyum gue, batin Aqil sombong.
Wajar memang kesombongannya, karena dimana mana dia dan para sahabatnya akan selalu menjadi pusat perhatian.
Wajah tampan, jas mahal yang membaluti tubuh atletis mereka, jam tangan merk ternama yang pasti asli, sudah pasti sangat menjanjikan masa depan yang sangat sangat sangat terjamin.
Tampang mereka pun sering wara wiri di majalah bisnis sebagai enterpreneur muda yang sukses, kaya raya dan terkenal. Ditambah lagi mereka berasal dari keluarga dengan taraf ekonomi papan atas yang tentu saja bakal jadi suami dan mantu idaman para mertua.
__ADS_1
Para perempuan pun selalu rela rela saja walau hanya jadi tempat persinggahan sesaat. Karena setelah meng*uploa*d kedekatan mereka dengan salah satunya, pasti akan jadi trending gosip dan bisa nambah jumlah folkllowers. Lumayan buat nambah endorse.
"Khanza, kamu ngga marah, kan, kalo aku juga bilang dokter Verli cantik?" sambar Rakha menggoda dengan senyum usilnya.
Khanza menaikkan satu alisnya, menatap Rakha galak.
"Ngapain marah," ketusnya.
Tapi Rakha dan Aqil kompak tertawa.
"Boleh juga dicomblangin, Khan," usul Zayra ikut menggoda sahabatnya yang ngga memiliki kesabaran sama sekali kalo menyangkut idaman para players itu.
"Nggaklah. Aku malah kasian dengan nasib si Verli. Kalo dia patah hati, nanti malah salah kasih obat ke pasien," sahut Khanza sinis sambil melirik Aqil dan Rakha.
Sontak mendengarnya, mereka pun tergelak gelak.
Zayra pun ikut tertawa lepas, dan sambil tertawa, Kendra terus menatap Zayra. Fokusnya pada dekik yang cukup dalam di kedua pipi Zayra.
Cantik, batinnya kagum.
Kadang Kendra berpikir bagaimana model rambut Zayra di balik kerudungnya.
Panjang ikal atau panjang lurus? Atau malah pendek?
Tapi melihat cepolan di hijabnya, Kendra hakkul yakin kalo rambut Zayra panjang. Hanya dia ngga tau modelnya apakah lurus, ikal atau malah bergelombang seksi.
"Oh iya, Ken. Seperrtinya adikku si Dhafi player itu ada hubungan sama Salma," kata Khanza memutuskan pikiran ngga benar Kendra.
Khanza dengan cepat mengubah suasana riang jadi tegang setelah mengganti topik.
Kendra pun langsung siaga satu.
Isu pacaran Dhafi dan Salma sudah lama terdengar, tapi keduanya selalu membantah. Dan selama ini belum ada bukti yang mengarah ke sana.
Misalnya bukti yang ekstrim, Dhafi mengajak Salma nginap ke hotel atau ke apartemennnya. Ngga pernah sama sekali.
Paling yang sering dilihat dna diketahi Kendra dan para sahabatnya, termasuk Khanza, kalo Dhafi suka menemani saat Salma lagi latihan atau tanding. Bahkan kadang Shakira, adik Khanza dan Dhafj yang paling kecil suka ikut. Karena Shakira akan mendokumentasikan aksi aksi brilian Salma dalam mengolah bola voli.
Selain atlet, Salma juga menjadi model untuk beberapa produk olah raga, minuman berenergi dan makanan sehat yang membuatnya bisa tumbuh menjulang seperti itu.
Tingginya hanya beda lima centi dari Kendra. Dan ngga jauh beda dengan Dhafi.
"Apa benar? Aku sebenarnya udah curiga, sih," jawab Kendra serius. Yang lain pun mulai serius mengamati keduanya yang tampak sangat serius.
"Apa mungkin?" tanya Zayra mencoba menahan pikiran Kendra melang lang jauh. Walaupun dia juga curiga. Mungkin yang lainnya juga.
Tapi dia ngga mau Kendra semakin mengekang Salma.
__ADS_1
"Aku ngga mau Salma jadk korban Dhafi," kata Khanza terus terang.
Aqil melengak mendengarnya.
Adik lo, Khanza. Adik lo, batin Aqil terasa berat.
Apa Khanza ngga tau, dari omongannya saja bisa membuat Kendra lebih intensif mengawasi kelakuan Dhafi.
Parah nih jadi kakak, ngga ngebela adiknya, cela Rakha dalam hati. Agak kasian dengan Dhafi.
Memang apa salahnya jadi player? cela Rakha lagi membatin.
Lagian yang salah itu para perempuan yang suka sekali mendekati mereka yang players ini.
Sudah tau ngga bakal diseriusi, masih aja mau nempel, decih Rakha lagi membatin.
Mereka pun kalo sudah nemu yang klik juga bakal setia lah. Seperti Kendra yang amazing bisa setia selama enam tahun pada Zayra yang raib tanpa kabar berita.
Nasib lo, Dhafi, batin Kenan geli.
"Keduanya agak aneh aja kalo lagi bareng," cicit Khanza lagi.
"Aku rasa mereka dekat seperti kita," tukas Zayra sedikit membela Dhafi.
"Menurut kamu begitu?" tanya Khanza agak lega.
"Iya," jawab Zayra walau agak ragu.
"Syukurlah. Aku ngga mau aja Salma jadi korban player itu," tandas Khanza tajam.
SING!
Matanya melirik tajam pada Aqil, Rakha dan Kenan. Ketiganya mengernyit.
Kenapa gue merasa disindir ya, batin Aqil dengan dada yang berdebar.
Matamu tajam amat, batin Rakha juga dengan perasaan ngga enak.
Gue bukan player, bantah Kenan dalam hati memprotes.
Harusnya ada Kalil nih, sambung Kenan dalam hati, agak geli juga kenapa.kata kata Khanza juga seakan akan tertuju pada mereka.
Kendra ngga menjawab. Gerak gerik adik adik mereka memang agak aneh. Tapi Khanza, Rakha dan Kalil lebih aneh lagi menurutnya.
Tapi nanti setelah nikah, dia akan menyelidiki hubungan mereka, putus Kendra dalam hati.
Sekarang dia mau konsentrasi dulu dengan Zayra, senyumnya kemudian.
__ADS_1