After The Heartbreak

After The Heartbreak
Zayra cemburu


__ADS_3

Zayra masih sibuk mempelajari anggaran biaya proyek yang sedang ditangani oleh perusahaan papanya.


Ada notif pesan yang masuk, tapi ngga ada namanya. Hanya berupa deretan angka.


Dengan malas dia pun membukanya.


DEG


Beneran, kan, harusnya ngga usah dibuka nomer nomer yang aneh dan ngga dikenal, batinnya mengomel.


Padahal umi dan abinya sudah memberitaunya. Karena sekarang akan banyak nomer yang ngga dikenal akan masuk ke kotak pesannya. Bahkan menelponnya. Ngga tau mereka dapat dari nama nomer Zayra.


Sekarang aja dia ngga bisa membuka sosmednya karena sudah dihack.


Huuh, kesalnya dalam hati.


Ternyata ada sebuah foto yang masuk. Foto yang membuat hatinya mencelos dan perasaannya jadi spontan berantakan.


Zayra tersenyum miris.


Ada foto Atifa sedang melap keringat di kening Kendra.


Posisi Kendra yang sedang menoleh pada Atifa yang sedang memandangnya terlihat manis. Itu yang membuat hati Zayra perih. Walau dia yakin, ngga sepenuhnya salah Kendra. Tapi foto itu sudah berbicara lain.


Terlihat mesra dan persis seperti pasangan kekasih yang saling mencinta dan terpaksa dipisahkan oleh seseorang yang jahat. Membuat Zayra tersenyum getir.


Selagi Zayra tetap berusaha mempercayai Kendra, Kenan menelponnya.


"Sudah lihat?" kekeh Kenan terdengar santai.


"Hemm...."


"Itu candid. Aslinya Kendra kaget lagi kerja tiba tiba dihampiri Atifa," tukasnya masih dalam tawanya yang berderai. Dia dapat merasakan kalo Zayra marah.


Zayra terdiam, mencoba mencerna.


"Atifa benar benar akan panas panasin kamu, Zay," sambungnya setelah tawanya usai.


Zayra mulai mengerti.


"Dia ikut di proyek yang sama dengan kalian?" tanya Zayra memastikan.


"Ya. Untuk foto tadi, Kendra telat menghindar," jelas Kenan.


"Aku ngerti."


"Kalo kamu cemburu, Kendra akan senang campur bingung," kekeh Kenan lagi.


"Siapa yang cemburu," kesal Zayra agak nyelekit. Tapi Kenan yang biasanya cool tambah keras ketawanya.


"Oke, aku jadi tenang kalo gitu Zay. Udah ya," putus Kenan langsung karena ngga bisa menghentikan tawanya.


Zayra terdiam masih terus memegang ponselnya, walaupun Kenan sudah memutuskannya.

__ADS_1


Zayra merasa Kenan ingin memperjelas apa yang sebenarnya sudah terjadi. Seakan mengatakan kalo Kendra ngga bersalah.


Apa mungkin Atifa selalu mendekati Kendra?


Tapi Zayra teringat kelakukan Atifa saat pentas dulu bersama Kendra dan yang lain.


Atifa memang selalu mencari cara agar keliatan mesra dengan Kendra di mata Zayra. Membuat panas hati Zayra.


Apa sekarang dia masih begitu?


Zayra mencoba percaya pada Kendra, yang sebenarnya paling Zayra tunggu tunggu untuk klarifikasi akan foto yang sudah merusak moodnya pagi ini.


*


*


*


"Tadi gue udah telpon Zayra," ucap Kenan ketika keduanya sedang break sebentar. Melepas topi proyek dan membuatnya jadi kipas.


"Ohya?"


Tadi Kendra memang melihat Kenan yang sedang menutup telpon dengan berderai tawa.


Agak aneh melihat Kenan yang selalu kaku bisa tertawa selepas itu.


Apa dia selalu bisa begitu jika bereaksi dengan Zayra? batinnya mulai sinis. Kesal campur cemburu yang diaduk jadi satu.


"Dia cemburu karena udah lihat foto lo. Susah banget, kan, buat tunangan lo cemburu," kekeh Kenan lagi.


Eh, tapi foto apa? Batinnya ngga enak. Mengingat kejadiannya barusan dengan Atifa yang sungguh menjengkelkan hatinya.


"Foto apa?" tanya Kendra sambil menatap Kenan tajam.


Tanpa kata Kenan menunjukkan foto foto yang sudah diupload di salah satu media online yang langsung viral.


Kendra menggeram kesal.


Ada empat foto. Saat keduanya berjalan beriringan memasuki lokasi proyek, padahal jelas ada Aqil dan Kenan di situ, tapi udah diblur.


Foto saat Atifa memberikan botol minuman. Padahal jelas jelas Kenan menolaknya.


Foto saat Arifa melap kening Kendra. Padahal waktu itu Kendra ngga tau, kalo tangan Atifa yang memegang sapu tangan gitu aja nempel di kening Kendra


Foto terakhir saat keduanya bertatapan dalam jarak sangat dekat dengann sapu tangan Atifa masih nempel di kening Kendra. Saat itu Kendra kaget dan memang menoleh pada Atifa sebelum pergi.


Rahang Kendra mengeras. Ngga menyangka bisa viral secepat ini. Padahal kejadiannya ngga nyampe setengah jam yang lalu.


Gila. Kenapa bisa begini ini? batinnya jengkel bukan main.


Ini sudah keterlaluan, batinnya lagi.


"Aku udah ceritakan ke Zayra," kata Kenan menenangkan. Apalagi Kenan melihat Atifa yang menuju ke tempat mereka bersama dua orang pengawalnya dengan tentengan paper bagnya.

__ADS_1


Wajar kalo Zayra marah melihat foto fotonya, dia pun bakal marah jika Zayra dalam keadaan seperti ini juga.


Tapi kata kata Kenan yang memang benar, jarang Zayra menunjukkan ekspresinya.


Padahal saat Kendra menciumnya dulu, gadis itu langsung ngibrit dan menghindar terus darinya.


Jadi Zayra beneran cinta juga, ya, batinnya mulai berharap dan tanpa sadar rahangnya yang awalnya mengeras kini mengendur.


Kenan menaikkan sebelah alisnya melihat atmosfir Kendra yang sudah berubah dengan cepat.


Tapi otak pintarnya tau, Kendra pasti terpengaruh dengan ucapan terakhirnya saat dia mengatakan kalo Zayra cemburu.


"Kendra, Kenan, kita sarapan dulu, yuk," sapa Atifa ramah. Kini dia.sudah berada di depan Kendra dan Kenan.


Penyakit udah datang, batin Kendra sinis.


Seolah ngga mengenal Atifa, Kendra bangkit dari duduknya hendak berlalu.


"Mau kemana, Ken?" tanya Atifa sambil meraih tangan Kendra.


Kendra cepat menjauhkan tangannya sebelum berhasil dipegang.


Mengerikan.


Kendra yakin, Atifa sudah punya tim yang akan memfoto setiap ada adegan jarak dekat meraka berdua.


Ingin berkata dan berbuat kasar, Kendra ngga tega karena berurusan dengan perempuan. Jika laki laki, pasti sudah lama dihajarnya.


Selain itu mereka adalah mitra bisnis. Orang tua mereka adalah relasi bisnis yang ternyata sudah lama saling mengenal. Kendra harus bisa mengendalikan kemarahannya. Dan susahnya saat ini untuk bersikap profesional tanpa mengedapankan emosinya.


Ngga tau sampai kapan Kendra akan bisa bersabar dan melunak menghadapi Atifa.


Kendra langsung berjalan pergi. Bahkan Kenan sengaja menghalangi tubuh Kendra dari tangan tangan genit Atifa yang ngga menyerah untuk memggapai Kendra, saat mengikuti sahabatnya pergi.


"Rasanya aku ingin quit," kesal Kendra ketika keduanya sudah menjauh dari Atifa yang kini hanya berdiri mematung menatap kepergian Kendra.


"Aku juga," balas Kenan maklum.


Bukan hanya Kendra. Dirinya sendiri pun begitu. Keduanya jadi merasa ngga semaksimal biasanya bekerja saat ini.


Kendra yang ngga tenang karena Atifa selalu berusaha mencari kesempatan mendekatinya, bahkan berani menyentuhnya.


Dirinya sendiri malah jadi seperti bodyguard Kendra yang bertugas menjauhkan Kendra dari Atifa. Padahal kerjaannya pun banyak.


Padahal kalo di lokasi proyek, mereka juga harus waspada akan sekitarnya. Banyak benda benda berbahaya yang bisa saja jatuh dan membahayakan jiwa mereka.


Atifa menatap kedua pengawalnya setelah kecewa karena Kendra yang selalu menghindar.


"Kerja kalian bagus," pujinya karena tau kalo foto foto tadi udah tayang dimana mana.


"Siap nona," sahut keduanya kompak.


Arifa pun duduk di tempat Kendra dan Kenan beristirahat tadi. Dengan santainya dia membuka paper bag mengambil isinya.

__ADS_1


Nasi hainam **f**avoritnya, batinnya senang ketika membuka kotak makanan yang dibelikan pwngawalnya


__ADS_2