
"Haah!" seru Atifa jengkel luar biasa mendapati hampir seluruh sosial media memuat foto foto mesra Kendra dan Zayra. Begitu juga dengan situs media online lainnya.
Keduanya ngga canggung canggung lagi saat dibidik kamera. Selalu mengumbar senyum.
Bahkan foto foto di root top hotel terlihat lebih romantis lagi. Kendra tampak sangat memanjakan Zayra. Ada foto saat Kendra menyuapi Zayra dimana keduanya saling bertatapan mesra. Juga banyaknya foto foto mereka yang sedang tersenyum dan tertawa bahagia bersana. Sangat natural. Karena memang dijepret oleh fotografer yang cukup profesional. Shakila, adik Khanza dan Dhafi yang kuliah di bidang seni, bertugas mengabadikan sesi sesi romantis itu.
Kendra terlihat sangat tampan. Ngga pernah dirinya melihat Kendra sehangat dan selembut itu. Kendra terlihat sangat manis memperlakukan Zayra. Atifa dapat melihat binar cinta di mata Kendra untuk Zayra.
Atifa muak. Perasaan benci memenuhi rongga dadanya sampai.membuatnya sesak.
Harusnya dia yang mendapatkan perhatian dan keromantisan itu. Bukan Zayra. Padahal Atifa sudah lebih dan lebih dari pada Zayra. Dulu aja otak Zayra kalah telak olehnya. Sekarang kemampuanya bermain alat musik pun sudah bisa mementalkan Zayra sangat jauh. Tapi kenapa Kendra ngga juga melihat ke arahnya? Apa dia sama sekali ngga menarik bagi Kendra?
BRAAKK!!
PYAR!
Nasib ponsel yang ngga bersalah itu sangat mengenaskan. Dibanting keras ke tembok kamarnya dan jatuh terpantul dua kali ke lantai dalam kondisi pecah berkeping keping.
Sekarang air mata Atifa yang mengalir deras. Tangisnya terdengar sangat memilukan.
Atifa ngga terima karena Zayra selalu saja mengalahkannya untuk memiliki Kendra.
Kadang terbersit dalam benaknya, apa Kendra segitu bodohnya ngga bisa melihatnya yang berkilau seperti berlian. Malah lebih memilih tumpukan tanah.yang sangat kotor.
Mamanya hanya bisa memeluk suaminya ketika mendengar tangis Atifa. Pintu yang ngga tertutup rapat membuat kedua orang tuanya bisa melihat semuanya. Kesedihan yang mendalam.dan perasaan putus asa.
"Anak kita ngga boleh diginikan. Ngga boleh," isak Syarifa pelan dalam pelukan suaminya, Alvaro, nggak rela.
Dada Mama Atifa terguncang menahan ledakan emosinya. Ini sangat menyakitkan bagi putri tunggalnya. Dia sebagai mamanya pun masih sangat sakit hati atas kesedihan putrimya.
"Biarkan Atifa meluapkan kesedihannya. Mungkin dengan begini akan lebih mudah baginya untuk melupakan Kendra," bujuk Alvaro dengan perasaan getir.
Bagi Alvaro, apa pun bisa dirinya berikan untuk putri semata wayangnya. Hanya cinta Kendra saja yang ngga bisa direalisasikan olehnya. Masalah hati, tidak dia paksakan.
Anak temannya itu sudah memilih gadis lain, jauh sebelum putrinya-Atifa, mengenalnya.
__ADS_1
Mungkin kalo mereka sudah mengenal lebih dulu, jalan takdir bisa berbeda.
"Apa kita akan membiarkan gadis itu merusak kebahagiaan putri kita begitu saja?" tanya Istrinya ngga terima.
Hanya Kendralah yang disukai putrinya. Syarifa-Mama Atifa takut kalo putrinya ngga mau membuka hati untuk laki laki lain.
"Nanti Atifa akan mendapatkan jodohnya yang lebih segala galanya dari Kendra. Percayalah," bujuk Alvaro agar istrinya ngga terlalu kecewa dan sakit hati.
Entahlah. Alvaro sendiri langsung klik saat melihat Kendra. Mungkin nanti dia akan menyeleksi putra putra relasinya untuk dijodohkan dengan Atifa. Semoga nanti ada yang bisa melebihi ekspetasinya dari Kendra.
Syarifa ngga menyahut. Tapi hatinya tetap ngga bisa menerima penolakan ini.
*
*
*
"Jadi hubungan kalian berdua sudah sangat serius?" tanya salah satu pencari berita ketika melihat Kendra dan Zayra keluar dari pintu lift. Yang lainnya pun ikut mengajukan pertanyaan karena diliputi rasa penasaran. Keduanya juga bukan rakyat jelata tapi keduanya adalah pewaris dari grup konglomerat yang.sudah sangat terkenal sampai ke Asia, Eropa dan Amerika.
"Bagaimana hubungan anda dengan nona Atifa?"
"Kalian terlibat cinta segitiga?"
Begitu banyak pencari berita yang berkumupul membuat Zayra agak gugup.
Tapi genggaman tangan Kendra seolah menenangkannya untuk menghadapi kilatan kamera dan ragam pertanyaan yang menghambur pada mereka.
Ini karena ulah Khanza yang sudah ngga sabar melihat hasil jepretan adik kesayangannya, langsung saja memposting di semua akun media sosialnya dan media online yang ada. Tentu saja Kalil, Kenan, Rakha, Aqil dan Dhafi juga turut membantu menyebarkan berita bahagia ini.
Para pengawal Kendra dan Zayra pun turun tangan mengamankan. Memberikan keduanya sedikit ruang.
"Ehem... Yang bisa saya katakan, kami akan segera menikah. Kita sudah mengenal sejak kecil. Dan orang tua kami ingin mempersatukan karena melihat adanya ketertarikan diantara kita berdua," ucap Kendra sambil tersenyum simpatik pada Zayra yang juga sedang menatapnya dengan tatapan sarat arti.
"Bagaimana hubungan anda dengan nona Atifa?"
__ADS_1
Pertanyaan menyebalkan, maki Kendra dalam hati. Tapi dia masih berusaha memberikan ekspresi tenangnya.
"Kita hanya teman sekolah. Bukan salah saya kalo ada gadis gadis yang menyukai saya. Cinta ngga bisa dipaksa. Dan Cinta saya hanya untuk Zayra, tunangan saya," sahut Kendra diplomatis membuat mereka terdiam sejenak sebelum berseru heboh.
Jantung Zayra kembali berdebar ngga menentu. Tapi menyiratkan melodi yang sangat indah mendengar pernyataan cinta dari Kendra untuknya. Wajah Zayra sudah sangat merah dan rasa panas menjalar di sana.
Kendra mencintainya, batinnya terus mengulang pernyataannya. Hatinya sangat bahagia sampai rasanya ingin menangis.
"Jadi foto foto anda yang penah dulu tersebar, maksudnya hoaks?"
"Itu disebarkan oleh orang orang yang ngga bertanggungjawab," sahut Kedra lugas, kemudian memberi tanda pada pengawalnya kalo mereka haris ke mobil karena sesi wawancara sudah selesai.
Langsung saja para pengawal bergerak mengamankan dan memberi jalan pada tuan dan nona mudanya untuk meninggalkan tempat itu.
Zayra langsung bernafas lega setelah mereka masuk ke dalam mobil.
"Kita seperti artis yang sudah buat kesalahan besar," ucap Zayra sambil mengatur nafas dan degup jantungnya yang masih ngga beraturan.
Kendra tertawa lepas mendengarnya. Kemudian Kendra pun melajukan mobil dengan para pengawal mengikuti mereka. Demi keamanan dan keselamatan mereka juga, karenanya Kendra bersedia menerima pengawalan khusus dari kakeknya yamg sangat protektif.
"Tepatnya mendadak artis," ralat Kendra yang masih saja dengan tawanya yang berderai derai. Wajah Kendra terlihat sangat puas dengan kejadian tadi. Walau agak kaget karena respon cepat yang mereka peroleh.
Wawancara tadi diluar dugaannya. Tapi untunglah dia dapat menjawab pertanyaan pertanyaan mereka tanpa harus banyak berpikir.
Semoga saja segala.berita hoaxmya dengan Atifa segera berakhir.
Zayra tersenyum manis, membenarkan apa yang dikatakan Kendra dalam hatinya. Mereka jadi artis dadakan.
Zayra kembali gugup jika mengingat balasan ucapan dari Kendra pada pencari berita tadi.
Atifa sudah pasti kena mental
Tapi apa pun isi pikiran para haters mereka, Kendra dan Zayra sudah ngga akan peduli lagi.
Harapan Zayra semoga Atifa berhenti mengganggu hubungannya dengan Kendra. Semoga gadis itu segera ketemu pujaan hatinya, dan itu bukan Kemdra
__ADS_1