After The Heartbreak

After The Heartbreak
Sikap yang diambil Kendra


__ADS_3

"Besok nona tadi ngga akan ada di sini lagi," ujar Om Aries tenang.


Kendra, Kenan dan Rakha menatap Om Aries lekat.


Merek berempat sudah berada di ruangan Om Aries. Ruangan itu sangat mewah dan artistik.


"Dulunya PT ini miik keluarga nona tadi sebelum papa mertuaku mengakuisisi sahamnya hingga lima puluh tujuh persen," jelas Om Aris tanpa dimimta.


Kendra dan dua temannya mengangguk paham. Kenapa sangat mudah dan cepat sekali foto foto Kendra tersebar.


"Yakin, Om, kalo Atifa ngga akan ada besok di sini?" tanya Kendra agak sangsi.


Om Aries tertawa. Cara bertanya Kendra persis seperti Kiano-Papi Kendra. Susah untuk langsung percaya.


"Yakin. Alvaro sudah turun tangan," sahut Om Aris dalam kekehannya.


"Syukurlah," respon Kenan lega mendengar papi Atifa akan ikut menanganinya.


"Alvaro ngga bisa berbuat apa apa untuk mencegah tindakan putrinya. Putrinya sangat terobsesi dengan kamu, Ken," sambungnya lagi, tapi dengan kekehannya yang udah mereda.


"Dari SMA, Om," cetus Rakha. Kenan menarik sedikit sudut bibirnya sedangkan Kendra tampak ngga peduli.


"Bisa bisanya," kata Aries sambil menggelengkan kepalanya.


Padahal yang namanya Atifa itu juga sangat cantik.


Ternyata Kendra mewarisi watak Kiano. Dulu juga ada cewe sangat cantik dan secara terang terangan menyukai Kiano, tapi Kiano langsung menolaknya demi Aruna.


Sekarang terjadi lagi pada putra mereka. Kendra menolak Atifa demi Zayra.


"Kisah cinta kamu mirip.sekali dengan papa dan mama kamu dulu."


Ketiganya menatap Om Aries penuh minat.


Om Arie tersenyum sebelum melanjutkan bicaranya.


"Dulu ada perempuan yang terobsesi sama papi kamu. Perempuan itu nekat menyuruh orang orangnya untuk menabrak mami kamu. Syukurnya gagal. Tapi akhirnya dia meninggal bunuh diri di penjara."


Om Aries menghela nafas panjang setelah menceritakannya.


Ketiganya sampai terperangah saking kagetnya.


Mami papi kenapa ngga pernah cerita? batin Kendra.


Sampai segitunya? batin Kenan ngga percaya.


"Karena itu papi kamu terlalu berhati hati menangani nona tadi. Jangan sampai menempuh cara yang sama dengan perempuan yang bunuh diri itu," sambung Om Aries lagi.

__ADS_1


Kendra menganggukkan kepalanya. Baru menyadari kenapa papinya terkesean membiarkan masalahnya berlarut larut.


"Kita semua sedang mencari cara terbaik agar nona tadi bisa melepas kamu secara sadar," tambahnya lagi.


"Iya, Om," sahut Kendra mulai paham.


Tapi kayaknya ngga mungkin, bantahnya dalam hati.


"Tapi ini sudah cukup mengganggu, Om," kata Rakha memberikan pendapatnya.


"Itu karena nona itu memanfaatkan sosial media. Padahal sudah banyak akun yang ditutup paksa. Tapi karena nona itu cukup terkenal, makanya agak susah meredamnya," aku Om Aries jujur.


Tanpa Kendra dan teman temannya ketahui, Aries membantu papi dan teman temannya untuk menghack akun media sosial yang menyebarkan berita yang menghebohkan ini. Termasuk menurunkan baliho.di jalan jalan.


Aries lebih suka melawan orang yang berada di depannya secara langsung. Bukan yang seperti ini, memanfaatkan para netizen yang cuma tau sedikit saja dan gampang dibohongin. Kemudian dengan sok tau berbicara negatif tentang Kendra dan Zayra.


Entah sudah berapa banyak baliho yang diturunkan Kevin bersama teman teman yang juga beliau libatkan.


Sulitnya kalo melawan yang sudah melibatkan peraasan para netizen yang telanjur sudah salah persepsi.


"Yang harus kamu lakukan sekarang, tunjukkan pada dunia kalo kamu hanya mencintai Zayra. Eh, apa benar kamu sudah jatuh cinta sama Zayra?" Om Aries mengakhiri kalimatnya dengan tawanya yang berderai derai.


Kenan dan Rakha juga tergelak. Mengingat dulu Kendra pun ngga yakin dengan perasaannya pada Zayra. Terpaksa menggunakan ide ngga jelas Kalil.


"Cinta Oomm," kesal Kendra karena merasa ngga ada yang mempercayainya.


*


*


*


Kali ini Kendra mempraktekkan saran dari Om Aries. Setelah menjemput Zayra, dia pun mengajak gadis itu untuk makan di root top sebuah hotel mewah milik keluarga Aqil.


Kembali terjadi seperti tadi siang, saat mereka memasuki hotel, banyak pasang mata menatap mereka dengan tatapan tertarik, bahkan ngga jarang menatap Zayra sinis.


"Tenanglah," kata Kendra yang menyadari kegugupan Zayra.


"Layani saja mau mereka dengan baik," sambung Kendra lagi membuat Zayra mencoba memahami apa yang akan dilakukan Kendra.


Bahkan Kendra sengaja tersenyum saat mendapati ada.yang akan menjepret mereka secara diam diam. Sampai sampai membuat yang akan menjepret salah tingkah. Mendapat senyum dari laki laki yang sangat tampan tentu membuat mereka merasa surprise. Apalagi setahu mereka, pasangan ini sangat irit senyum.


Zayra pun ikut tersenyun dan mulai merasa nyaman dengan tingkah ajaib Kendra.


Kendra yang biasa dingin, datar dan kaku, kini ngga segan segan melempar senyum saat akan di foto secara candid.


Saat mereka hanya berdua saja berada di dalam lift, tawa lepas menguar dari mulut mereka mengingat reaksi shock orang orang tadi.

__ADS_1


"Gimana? Mereka malah kaget lihat reaksi kita, kan," tawa Kendra yang dibalas Zayra dengan ngga kalah renyahnya.


"Iya," sahutnya takjub diluar sangkaannya.


Awalnya Zayra ragu, tapi melihat reaksi histeris orang orang yang awalnya menatap sinis membuat Zayra jadi ikutan santai seperti Kendra.


Memang benar, para hatters mereka harus dihadapi dengan pintar. Sehingga mereka bisa berfikir dan memilah mana berita yang benar dan mana yang hoaks.


Tapi melihat Kendra yang tersenyum, bukan hanya orang orang itu saja yang heboh. Jantung Zayra pun sangat heboh hingga hampir lepas dan terbang keluar dari rongga dadanya.


Wajah dingin dan kaku Kendra membuatnya terlihat semakin tampan.


Tapi Zayra ngga yakin bisa melakukannya dengan santai dan nyaman jika ngga bersama Kendra.


Pintu lift pun terbuka dan mereka sampai di root top hotel yang sudah direservasi Kendra.


Zayra sampai menutup mulutnya, takjub akan dekorasi romantis yang penuh bunga hidup ini.


"Kamu suka?" tanya Kendra sambil membimbing Zayra sampai ke meja mereka.


Mendorongkan kursi untuk Zayra, setelahnya baru duduk di kursinya yang berada di depan Zayra.


Mata keduanya saling bertatapan penuh arti.


"Bagus sekali," puji Zayra dengan wajah merona dan degup jantung yang ngga seirama.


"Aku sudah lama ingin melakukan ini untuk kamu," kata Kendra sambil meraih tangan Zayra, menggenggamnya lembut.


Zayra masih menatap Kendra dengan wajah yang tambah merona dan grogi.


Ngga lama kemudian hidangan pembuka mereka pun tiba.


Kendra dengan lembut memberikan suapannya untuk Zayra yang menerimanya dengan malu malu.


"Kamu jangan banyak pikiran. Sebentar lagi kita akan menikah," senyum Kendra lagi melihat kegugupan Zayra.


Zayra hanya tersenyum menanggapinya.


Mendengar kata menikah dari mulut Kendra membuat denyut nadi Zayra memjadi sangat cepat


Ya, sebentar lagi kita akan menikah. Tapi situasinya agak mengkhawatirkan, batinnya resah.


"Kamu ngga usah khawatir. Kita hadapi bersama, ya," ucap Kendra lembut. Seakan.tau apa yang dipikirkan Zayra. Keresahannya akan berita viral akhir akhir ini.


Tapi kini Kendra akan menunjukkan pada semua, siapa yang sudah dipilih hatinya sejak dulu.


Kendra ngga bisa berharap rumor ini cepat reda. Tapi Kendra hanya memberikan rumor baru sehingga rumor lama bisa tenggelam dan lenyap tanpa sisa.

__ADS_1


Secara perlahan orang orang akan melupakan gosip dirinya dengan Atifa dan mulai membicarakan gosip baru tentang betapa romantis dirinya saat bersama Zayra.


__ADS_2