
Kendra rasanya ngga bisa berhenti mengutuki kebodohanmya habis habisan. Dia sudah menyakiti perasaan banyak orang yang sudah lama menjalin hubungan baik.
Pantas saja Khanza ngga mau menemuinya. Apalagi Zayra pasti sudah memblokir nomernya. Atau lebih tepatnya punya nomer baru yang dia ngga punya.
Kendra merasa kalo kali ini papinya sangat marah terhadapnya. Memang salahnya terlalu besar. Merusak hubungan baik papinya dan Om Regan. Padahal mereka sudah bersahabat dalam waktu yang sangat lama.
Setelah tau Zayra beneran pergi, dia merasakan dirinya sudah ngga lengkap. Ada yang hilang dan ngga tergantikan.
Apa dia terlambat menyadarinya? Perasaannya yang sebenarnya pada Zayra?
Kendra menghembuskan nafasnya keras keras
"Huuufffth!" Rasanya dia setres sekali.
rrrrttttt
rrrrrtttt
BRAK!
Kendra membanting ponselnya ke dinding kamarnya hingga ponsel mahalnya terlihat retak pada layarnya. Dan akhirnya gelap. Nggak lagi menampilkan notifikasi pesan dari Atifa yang tiada henti.
*
*
*
"Daddy mau tanya, apa Kendra dan anak perempuan yang nyanyi dengan kalian itu pacaran?" sidang Alva begitu putra kembarnya pulang.
Alva sengaja menunggu kepulangan keduanya yang hampir jam dua belas malam. Jantung keduanya sama berdebar ngga beraturan. Baru kali ini Daddynya bersama maminya menunggui mereka pulang.
Tamara pun ikut duduk di samping Alva. Mengawasi kedua putranya, apakah teler atau enggak.
Ngga bakal ada dispensasi untuk keduanya jika meneguk alkohol
Tapi sepertinya aman, batinnya lega karena ngga melihat tanda mabok alkohol pada keduanya.
Kalil dan Kenan yang baru menginjakkan kakinya ke ruang tamu, sangat kaget melihat ortu mereka seperti sengaja menunggu dengan wajah tegang
Apalagi kalimat pembuka daddynya membuat keduanya saling pandang semakin ngga nyaman.
"Itu hanya salah paham, dad," jawab Kenan karena dilihatnya Kalil masih bengong, belum hilang rasa kagetnya.
"Salah paham gimana?" tanya Alva dengan alis berkerut.
Kenan menyenggol kaki Kalil yang seolah baru tersadar.
"Ini tentang vidio yang viral, kan, Dad?" tanya Kalil memastikan agar ngga salah memberikan jawaban.
"Yess!" Tatapan Alva menyorot tajam pada Kalil, sedangkan Tamara sesekali melihat ponselnya.
Kalil menatap Kenan yang terlihat masa bodoh dengan perasaan kesal.
Sikap daddynya membuat nyalinya agak sedikit ciut.
__ADS_1
"Kalo vidio yang pertama murni Atifanya yang kecentilan."
"Atifa?" cetus Tamara.
"Maksud kamu anak perempuan ini?" sambungnya lagi.
"Iya, mami sayaaaang," jawab Kalil udah mulai keluar lagi sikap tengilnya.
Tamara menggelengkan kepalanya.
Kenapa kamu persis banget dengan daddy mu waktu masih muda, batin Tamara kemudian tanpa sadar menghembuskan nafas panjang.
"Kalo vidio yang kedua?" tanya Alva ngga sabar.
Kalil menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan. Menghadapi daddynya yang biasa santai tapi kini cosplay menjadi guru bk di sekolah, membuat Kalil harus bisa menceritakan secara jelas dan utuh agar kemarahan daddynya bisa menguap.
Sementara yang dia kesalkan, kembarannya bukannya menolongnya, malah sibuk dengan game mobilenya.
"Kalil," panggil Alva ngga sabar
"Iya, pap. Begini emm....Kendra pengen tau, apa Zayra suka sama dia atau enggak. Maksudnya suka seperti daddy dan mami gitu."
Lagi lagi Kalil mengambil nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan.
"Terus," sambar Alva makin ngga sabar.
Tamara melirik Alva sebal. Kasihan melihat putranya yang seperti hampir hilang nafasnya karena dikejar kejar rasa penasaran daddynya.
"Kalil... emm... Kalil ngasih ide. Anu... emm... gimana kalo Kendra nyoba mesra mesra dengan Atifa. Mung... mungkin akan langsung ketahuan perasaan Zayra yang... emm... sebenarnya," jelasnya sampai akhir tanpa berani memandang sorot mata daddynya yang tampak membesar pupilnya.
TUK!
Kenan memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan tawa tertahannya.
"Alva!" kesal Tamara pada suaminya tatkala melihat putranya mengusap usap keningnya yang kena sentuhan ponsel limited edition suaminya.
"Kalil keterlaluan, sayang. Pantas Regan langsung bawa istri dan anaknya pergi," bela Alva
Kalin dan Kenan saling pandang dengan mulut ternganga akibat perkataan daddynya.
"Om Regan pindah, pap?" tanya Kenan setelah kekagetannya hilang.
"Zayra juga pindah?" Kalil yang tadi tangannya mengusap usap keningnya, kini menutup mulutnya yang masih menganga.
"IYA!" sentak Alva sedikit kesal sampai membuat putra kembarnya berjengkit jatuh
Keduanya terdiam. Ngga pernah pernahnya daddynya semarah ini.
Sepertinya mereka sudah melakukan kesalahan fatal yang amat sangat besar.
"Jangan hanya menyalahkan Kalil. Kendra juga kenapa menurut saja," tukas Tamara ngga abis pikir.
Sudah tau kalo Kalil kepintarannya sudah diambil habis oleh Kenan.
"Aku sudah melarang Kendra, mam. Tapi Kendra benar benar ingin lihat reaksi Zayra biar dia tenang. Kendra ngga mau Zayra terpaksa terikat dengannya," jelas Kenan mengambil alih dan menjelaskan secara detil inti dari rencana Kalil.
__ADS_1
Kalil melirik lega juga sebal.
Dari tadi woooiii bantunya, batinnya mengomel.
"Yang tau siapa aja rencana kalian?' tanya Tamara ketika melihat suaminya diam saja tapi netranya tetap melihat putra kembarnya bergantian.
"Kita, Kendra, Aqil dan Rakha," jawab Kenan karena dilihatnya Kalil seperti menyerahkan bagian terakhir untuknya.
Tanpa sadar bibir Tamara melengkung sedikit.
Dia merasa dejavu. Dulu juga para laki laki brengsek yang kini sudah cosplay menjadi suami alim dan bertanggung jawab melakukan hal yang jahat dengan Aruna. Taruhan.
Kini juga hampir memiliki kesamaan. Apa endingnya
akan sama?
Kalo Kiano dan Aruna sudah jelas sangat bahagai setelah berhasil melewati banyaknya rintangan yang harus mereka hadapi.
Tapi Kendra? Laki lakli muda itu kini malahan baru memulainya. Dan rintangan di depannya cukup terjal.
Alva juga merasakan hal yang sama dengan Tamara. Dia adalah salah satu pelaku kejahatannya.
Apakah ini karma yang diterima Kiano tapi digantikan oleh Kendra?
*
*
*
Reno dan Rain juga mengadili Rakha.
"Kamu kenapa, ngga mengingatkan Kendra agar jangan kemakan ide Kalil?" omel Rain kesal melihat anaknya yang sudah dijadikan tersangka dan mengaku dengan pernyataan yang sebenar benarnya di hadapan dia dan Reno.
"Jadi Khanza ngga tau?"
Reno sampai tersenyum miring mendengar pertanyaan maminya.
Rakha menganggukkan kepalanya.
"Iya, mami sayang. Khanza ngga tau. Kalo Khanza tau, pasti rencana Kalil ngga akan sesukses," kekeh Rakha.
Rain mengusap wajahnya melihat kelakuan putra sulungnya.
Sangat kekanakan, tindasnya dalam hati.
"Tapi bukan salah Kendra kalo Atifa nempel nempel, mam. Kendra udah berusaha menghindar untuk jaga sikapnya karena akan bertunangan dengan Zayra."
Tapi gara gara Kalil, Zayra malah pergi dan Khanza, ngambek tingkat tinggi, sambung Rakha dalam hati.
"Tapi karena Kalil, Kendra malah masuk dalam masalah besar," sergah Reno sambil menggusar rambutnya.
Dia harus secepatnya menjelaskan pada Regan. Tapi yang bikin dia frustasi sampai memarahi putranya, Regan ngga mau keberadaannya dan keluarga terdeteksi oleh mereka untuk saat ini.
Regan ingin berkonsentrasi pada kesembuhan mama dan papanya lebih dulu.
__ADS_1
Tapi Reno tau, Regan ingin Zayra merasa tenang dulu dan menjauhkannya dari efek pembuliyan.
Kendra dan Zayra ngga mungkin bisa bertunangan saat ini, karena pasti Zayra akan dipojokkan fans Atifa yang sudah sangat salah paham.