After The Heartbreak

After The Heartbreak
Extra Part 4


__ADS_3

"Hebat ya lo, minggu depan nikah," gelak Lala saat melihat sepupunya datang ke rumahnya.


"Kamu tau, La?" balas Aqil tertawa saking senangnya. Tadi setelah berpisah dengan teman temannya, Aqil langsung menemui mami dan papinya ke perusahaan mereka. Dia sudah ngga sabar untuk tau hasilnya.


Flashback On


"Diterima atau ditolak, mam?" tanya Aqil ngga sabar waktu itu.


"Maunya apa? Ditolak?" ledek maminya menggoda anak lelakinya yang ngebet banget pengen nikah.


"Ya enggaklah Mam. Diterima, ya. Ya?" mohon Aqil penuh harap.


Arga dan Qonita pun tergelak melihat ketakutan yang amat sangat di mata Aqil.


"Secinta itu kamu sama Cyra?" todong papinya dalam gelaknya.


"Iya, Pi. Nih, jantungku bisa copot kalo papi Cyra sampai nolak," sahut Aqil dengan jantung seperti abis sprint. Berdetak sangat kencang dan keras sampai dadanya terasa sangat menyakitkan.


TUK!


"Kamu jangan ngomong sembarangan," kesal Qonita-maminya sambil mentowel jidat putranya yang suka ngomong ngga dipikir.


Arga-papinya tertawa melihat kelakuan putranya.


Memang dia pun sudah merasa kalo Aqil jatuh cinta berat sama Cyra. Ngga ada perempuan yang jadi teman kemcannya yang pernah dia bawa ke rumah selama ini. Baru Cyra. Awalnya tentu Arga terkejut, tapi kemudian senang karena pada akhirnya Aqil bisa serius dengan satu perempuan saja.


"Kamu ditantang Papa Cyra buat nikahin anaknya minggu depan," kata Arga membuat Aqil langsung bersorak keras.


Qonita sampai memegang dadanya akibat jantungnya yang berdegup keras saking kagetnya atas reaksi spontan Aqil.


"YUHUUUU!" Tanpa mempedulikan kedua orang tuanya, dia pun jingkrak jingkrak saking senangnya.


Arga terkekeh sambil memggelengkan kepalanya berkali kali. Teringat akan reaksinya dulu saat Qonita mau menerimanya. Dia girang, tapi ngga senorak anaknya ini.


Kayak anak kecil saja yang udah lama ngga dikasih permen, decih Qonita mengetawai kelakukan Aqil. Iseng dia memotretnya tanpa setau Aqil.


Ngga nyangka, Cyralah selama ini yang Aqil inginkan. Yang anehnya, Qonita udah beberapa kali bertemu Cyra saat dia main di rumah tantenya. Cyra cukup akrab dengan Lala.


Kalo tau dari dulu sudah dia dekatkan Aqil dengan gadis itu. Cantik, pintar dan ngga manja. Cocok jadi pawang Aqil. Tanpa sadar Qonita membandingkannya dengan Khanza, yang sudah resmi jadi pawang Kalil. Mereka memang sangat beruntung mendapat dua pawang cantik ini.


Aqil dan Kalil malah seperti anak kembar. Kesampingkan Kenan yang wataknya lebih dewasa. Mereka seperti tertukar.


"Kamu siap ngga nikahin Cyra minggu depan?" tantang Arga saat melihat Aqil masih saja berjingkrakan.

__ADS_1


Apa dia ngga lelah? batin Arga sambil menghembuskan nafas panjangnya.


Untungnya Farel ngga begitu susah menerima lamaran putranya. Apalagi saat Arga mengatakan kalo mungkin anak anak mereka sudah sulit untuk dipisahkan.


Mengingat tatapan buas Aqil pada Cyra membuat Arga paham. Dan dia yakin Farel pun ngga mau cucu mereka hadir sebelum akad. Karena itu Arga dan Qonita menyanggupi permintaan Farel yang ingin mengadakan pesta pernikahan putra putri mereka satu minggu lagi.


Mereka pun sudah mendapatkan WO, yang merupakan WO pernikahan Kalil. Ngga masalah membayar dua kali lebih banyak, yang penting WO itu berhasil mewujudkan keinginan mereka.


"Siap papi. Siap," tegas Aqil masih dengan wajah masih kegirangan. Malah kini sudah kemerahan saking bahagianya.


Dia memang cerdas. Bukan aja bisa nikahin Cyra, tapi dia juga bisa melangkahi dua sahabatnya sekaligus, Rakha dan Kenan, puji Aqil dalam hati saking senangnya.


Ngga kebayang gimana nanti keruhnya wajah Rakha saat tau kalo minggu depan adalah hari pernikahannya.


Sedangkan waktu mendapat prank dari Kenan saja, Rakha sudah mencak mencak.


Hari ini sangat sangat membahagiakan hatinya.


"Oke, tapi ada satu syaratnya," ucap Arga tegas setelah mendapatkan isyarat Qonita.


"Jangankan satu, pi. Seribu pun akan Aqil kabulin," responnya penuh semangat.


Apa pun. Yang penting bisa nikah sama Cyra dan mengalahkan Rakha dan Kenan.


TUK!


"Iya, pi. Apa syaratnya yang cuma satu itu," tanya Aqil kemudian melebarkan cengirannya.


"Kamu ngga boleh buat Cyra hamil sebelum aqad, ngerti!" Arga memang harus ngomong terus terang ke Aqil masalah ini.


"Beree, Pi."


"Tapi Cyra belum kamu apa apain, kan?" tanya Qonita malah cemas mendapat jawaban ringan Aqil.


"Belum lah, mami sayang. Baru icip dikit dikit doang," tawa Aqil yang membahana ketika mendapatkan timpukan bantal tepat di wajahnya dari mamanya. Qonita benar benar gemas membuat Arga juga ikut mengelak dari serangan bantal bantal sofa itu yang mengarah ngga beraturan, hingga hampir mengenainya.


End


Lala masih belum bisa menjawab karena tawanya belum bisa reda.


"Teman lo harus nyiapin dirinya menahan serangan malam pertama dari gue," tukas Aqil penuh arti di sela tawanya.


"Ya ya," sahut Lala masih ngga bisa menghentikan tawanya saking senangnya, akhirnya dia dan Cyra bisa jadi sodaraan juga.

__ADS_1


Dia masih mengingat sahabatnya itu sangat shock sampai terbata bata bercerita padanya tentang dia akan menikah minggu depan dengan Aqil.


Lala yang mendengarnya ikut shock sebentar, tapi kemudian dia tertawa bahagia. Aqil berhasil juga ternyata.


Empat jempol dia berikan untuk Aqil.


*


*


*


"Ini serius, ma?" tanya Rakha saat mamanya memberikan kenyataan luar biasa untuk dia dengar.


"Iya. Minggu depan Aqil akan menikah dengan Cyra," ulang Rain lagi.


"Nggq bisa, ma. Ngga boleh!" larang Rakha tegas.


"Kenapa ngga boleh?" senyum jahil terbit di wajah Reno. Dia tau, mendapatkan kabar ini membuat harga diri putranya kebanting. Dia yang sudah koar koar akan menikah setelah Kalil, tapi nyatanya dilewati Aqil dengan sukses begitu mudahnya.


Reno jadi ingat Glen yang dulu melompati Arga. Kejadian berulang walau tokoh keturunannya berbeda.


"Aku mau nya besok, ma, pa, nikahnya. Harus sebelum Aqil," serun Rakha yang langsung mendapat jeweran keras dari Rain.


"Kamu ini ada ada saja. Undangan udah dibagikan. Kamu nikahnya tiga minggu lagi," kesal Rain tanpa peduli pada Rakha yang meringis.


"Aqil bisa ngetawain aku, mam," kilah Rakha tanpa rasa bersalah dan tetap ngotot.


"Nyesal mami ngasih tau kamu," sergah Rain sambil melepaskan jewerannya. Kemudian melangkah pergi tanpa mau mendengar rengekan ngga bermutu Rakha.


Reno masih tergelak, bahkan kini dia menepuk nepuk bahu Rakha saking gemasnya.


"Kamu tau nggak? Dulu Om Glen juga melompati Om Arga. Padahal Om Arga udah kayak kamu gini, udah nyebar undangan," jelasnya masih tertawa.


Rakha agak terpana mendengarnya. Dia baru tau cerita orang tua mereka yang versi ini.


"Tapi kamu tenang aja. Kenan ngga bakalan lewatin kamu," tukas Reno sambil pergi. Tapi tawanya masih tetap terdengar.


Tinggallah Rakha yang hanya bisa menggerutu saking kesal dan mangkelnya.


Ngga terduga sama sekali kalo Aqil yang nampaknya belum mendapatkan hati Cyra, malah akan langsung menikahinya minggu depan. Ternyata dia lebih dulu menaklukkan papanya Cyra.


Anak itu memang bahaya, desisnya dalam hati bertambah tambah mangkel.

__ADS_1


__ADS_2