After The Heartbreak

After The Heartbreak
Playing Victims


__ADS_3

Zayra menatap resah pada siaran televisi pagi ini yang ditontonnya, saat sedang menikmati sarapan bersama Regan dan Dinda. Adiknya Shafa masih tidur setelah subuh tadi bangun dan mengajaknya lari lari di taman.


Padahal mereka menonton siaran berita pagi bukan tentang acara gosip. Tapi sempat ada kilasan acara di pesta Alvaro Antares Smith tadi malam.


Saat Atifa bermain piano sendiri maupun sedang ketika bermain pianio bersama Kalil cs. Pembawa acara itu memuji permainan alat musik mereka yang begitu memukau.


Tapi kemudian ditampilkan juga tentang dua buah video yang sempat viral enam tahun yang lalu.


Dan yang membuat Zayra harus menahan nafas, ada fotonya dan Kendra di sana. Hebat banget. Terutama foto dirinya. Mereka berhasll menemukan fotonya enam tahun yang lalu, ketika masih berseragam.SMA. Statemen terakhir pembawa acara itu menyatakan kalo Kendra yang merupakan kekasih Atifa enam tahun yang lalu sudah bertunangan dengan perempuan lain yang merupakan teman satu SMA mereka juga.


Padahal Atifa sudah sengaja mempelajari alat musik piano agar suatu saat bisa tampil berdua dengan Kendra, tapi Kendra menolaknya karena takut tunangannya marah.


Harapan Atifa pun kandas. Tapi Atifa akan selalu mendo'akan kebahagiaan Kendra dan temannya, tutup sang pembawa acara sambil tersenyum haru.


Dinda menatap putrinya cemas. Pemberitaan dengan sudut Atifa bisa membuat putrinya akan dibully oleh netizen yang bersimpati pada kesedihan Atifa.


Zayra sangat ngga nyaman dengan narasi pembawa acara tersebut, seakan akan sedang mengatakan kalo dialah perusak hubungan Kendra dan Atifa.


Tapi Regan tertawa kecil membuat istri dan putrinya menatapnya heran.


Sama sekali ngga ada kegusaran di sana.


"Kenapa Mas Regan malah tertawa?"


"Lucu aja," jawabnya ringan.


Dinda makin mengernyitkan keningnya, tambah bingung dengan jawaban Regan. Zayra malah menatap siaran tivi yang sudah beralih pada berita kriminal. Menutupi kegalauannya dari kedua orang tuanya.


"Zayra, jangan terlalu kamu pikirkan. Bentar lagi pasti akan reda isunya," ucap Regan dengan sisa tawanya


"Iya, abi."


Dinda ngga berkomentar, tapi menunggu Regan menjelaskan makna tawanya.


"Mungkin gadis itu ngga sadar curhat saat ditanya para pencari berita," sambung Regan.


Dinda baru mengerti. Tapi buat Zayra yang sudah cukup mengenal Atifa dulu, yakin kalo Atifa sedang melakukan playing victims untuk mencapai tujuannya. Zayra masih ingat kata kata setengah mengancam Atifa dulu padanya.


Sekarang Zayra sudah bertunangan dengan Kendra, apa Atifa akan diam saja? Ngga mungkin, kan. Buktinya saja dia sudah memberikannya serangan pertamanya yang sangat menguntungkan dirimya.


Atifa pasti akan menunggu netizen dan awak media yang bekerja untuknya tanpa mereka sadari.


*


*


*


Kendra agak terlambat menjemputnya. Regan yang sudah menyadari sesuatu yang pastinya akan terjadi selanjutnya setelah berita di tivi, maklum dan ngga banyak bertanya.

__ADS_1


"Tadi banyak sekali pencari berita di luar pagar rumah. Aku sampai susah buat pergi," jujur Kendra setelah melajukan mobilnya meninggalkan rumah Zayra.


Sudah mulai, ya, batin Zayra sambil menoleh pada Kendra.


"Tapi pengawal papi sudah mengusirnya. Kamu udah lihat beritanya?" tanya Kendra berpaling pada Zayra ketika berada di lampu merah.


"Sudah."


"Dia agak keterlaluan gara gara aku menolak bermain piano dengannya," kesal Kendra tanpa mau menyebut nama Atifa.


"Ken...." panggil Zayra ragu setelah beberapa lamanya.terdiam.


"Ya?"


"Kamu ngga suka sama Atifa?" Akhinya keluar juga pertanyaan yang sejak enam tahun lalu mengganjal di hatinya.


Kedekatan mereka dulu dan kata kata terpaksa yang dia dengar sendiri sempat membuat rasa percaya dirinya hilang.


"Hanya sebagai teman saja. Lagian waktu itu....."


Zayra menatap lekat, menunggu kelanjutan ucapan Kendra.


Aku ingin pastiin hati aku ke kamu, lanjut Kendra dalam hati.


Kendra merasa sekarang bukan momen yang tepat untuk membahas perasaan mereka. Kendra butuh suasan tenang, jauh dari bunyi klakson motor dan mobil yang bersautan tanpa henti.


Zayra tertegun ketika merasakan Kendra menggenggam tangannya.


"Kamu ngga usah khawatir. Percaya sama aku," ucap Kendra lembut ketika mereka saling bertatapan.


Ada desiran hangat dalam dadanya, mengalir deras begitu saja.


"Ya, " jawabnya pelan dengan jantung memukul keras rongga dadanya.


Dia akan coba untuk mempercayai Kendra. Enam tahun kebersamaan mereka sudah hilang karena ini. Mungkin sekarang saatnya menata lagi yang sudah pernah berantakannàb


Lampu merah berlalu. Kendra melajukan lagi mobilnya dengan satu tangannya tetap menggenggam tangan Zayra dan satu tangan lagi mengendalikan stir mobilnya.


Lagi lagi Kendra menemukan beberapa awak media yang sedang duduk duduk santai di depan gerbang perusahaan Om Regan.


Begitu melihat kedatangan Kendra, para awak media pun berdiri dan akan mendekati mobil mewah Kendra.Tapi para pengawal Om Regan sudah bersiap sedia. Mereka mempermudah mobil Kendra untuk masuk ke dalam halaman perusahaan.


Sementara awak media mencecarnya dengan banyak pertanyaan sampai mobilnya menjauh dari mereka.


"Kendra, minta sepatah katanya, ya."


"Itu tunangan anda?"


"Kendra, benar, kah, yang diomongkan Atifa?"

__ADS_1


Akhirnya mobil Kendra sampai juga di depan lobi.


Dari jauh para awak media itu dapat melihat betapa gentle dan romantisnya Kendra memperlakukan Zayra.


Mereka pun ngga henti hentinya mengambil foto walaupun jaraknya cukup jauh.


Kini perhatian para pegawai lebih intensif kepada dua sejoli yang saling bergandengan tangan. Tapi tentu saja mereka ngga berani mengambil foto, karena sekuriti sudah melakukan briefing pada seluruh pegawai di awal pagi.


Mereka dilarang mengambil foto dan membuka mulut tentang kedekatan putri pemilik perusahaan tempat mereja bekerja dengan tunangannya yang super tampan dan menawan. Jika mereka melanggar, akan langsung dipecat tanpa pesangon. Tenru saja mereka ngga mau melakukannya. Karena kerugiannya sangat besar.


Kendra menunggu sampai pintu lift Zayra terbuka.


"Aku pulang," pamit Kendra tanpa melepas satu tangannya yang menggadeng Zayra dan satu tangannya lagi menahan tombol pintu lift.


"Ya."


CUP


DEG


Kendra mengecup lembut punggung tangan Zayra setelah gadis itu berada di dalam lift.


Bukan hanya Zayra saja yang bergetar hatinya, para pegawai perusahaan pun ada yang menutup mulutnya, ngga kuat melihat adegan romantis tadi.


Keduanya terus bertatapan sampai pintu lift tertutup.


Setelahnya, seolahn gga terjadi apa apa, Kendra kembali ke mobilnya melajukannya pergi meninggalkan perusahaan Zayra.


Sah sudah bagi mereka-para pegawai itu, kalo pangeran super tampan dari keluarga konglo yang sudah sangat terkenal sampai ke luar negeri ini sangat mencintai putri bosnya yang juga sangat cantik dan santun.


*


*


*


"Mengapa kamu biarkan Atifa melakukan wawancara bodoh ini?" tanya Alvaro menahan kesalnya pada istrinya.


Setelah pesta selesai dan tamu tamu sudah pulang, istri dan putrinya melakukan wawancara eksklusif pada awak media yang meliput acara mewah mereka.


"Aku harus melindungi harga diri putriku," sahut istrinya penuh tekanan. Hatinya masih ngga terima dengan penokan Kendra.


"Kita ngga bisa apa apa lagi. Mereka sudah tunangan," ucap Alvaro lembut, berusaha membujuk istrinya.


"Anggap.saja itu kado dari kita atas pertunangan anak anak merreka," ketus Syarifa sambil berlalu pergi.


Dia kesal.karena melihat suaminya yang seperti lebih menjaga perasaan relasinya dari pada putrinya.


Alvaro.menghela nafas panjang.

__ADS_1


__ADS_2