
Fika membantu mami Rakha memasak di dapur. Sedangkan Rakha dan papinya sedang membahas proyek di tempat menonton tv.
"Kamu bisa memasak?" kagum Rain yang melihat betapa trampilnya Fika menggunakan pisau dan mengolah bahan bahan masakannya yang sengaja di bawanya dari rumah.
Rencananya mama Rain akan memasak beberapa makanan buat Rakha.
Sayangnya adik Rakha ngga bisa datang karena harus menyelesaikan banyak tugas kuliah bersama teman temannya.
Dalam hati Rain merasa tenang karena anaknya ngga akan sering makan di luar karena istrinya sangat pintar memasak.
Bahkan adik Rain pun juga sudah teranpil membuat beberapa menu masakan, karena paksaan dari Rain.
"Saya sering membantu nenek masak, tante," ucapnya dengan senyum sedih. Ingat neneknya yang masih belum sembuh dan terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit.
"Oooh, pantas kamu trampil sekali," puji Rain tanpa henti.
Fika hanya mengulaskan senyum tipisnya.
Ada beberapa masakan yang sudah matang. Rain-mama Rakha membawanya ke tempat suami dan putranya menonton TV.
Reno sudah menggelar karpet di tengah ruangan sehingga mereka akan makan secara lesehan.
Fika terkejut ketika ada yang memeluknya dari belakang.
"Perlu bantuan?" bisik Rakha di dekat telinga Fika hingga gadis ini merinding.
"Udah selesai," sahut Fika gugup. Jantungnya pun berdebar ngga menentu.
Rakha melepaskan pelukannya dan berdiri di samping Fika.
Dia bermaksud membantu dengan membawa piring dan sendok beserta lauk lauk yang sudah matang ke tempat mereka akan menikmatinya secara lesehan.
"Kata mami, kamu bisa masak," ucap Rakha seraya menumpukkan empat buah piring dan empat buah sendok.
"Se sedikit bisa." Fika memaki suara gugupnya, apalagi Rakha terlihat tersenyum senang mendengar kegugupannya.
"Rakha.... emm, kamu serius kita akan menikah?" tanya Fika tanpa menatap laki laki tampan itu yang kini sudah berada di sampingnya.
"Serius."
"Kenapa?" tanya Fika heran dan ngga percaya akan jawaban Rakha.
"Kamu mau aku tiduri dalam keadaan ngga halal?" senyum smirk terukir di wajah Rakha
BUGH
Fika memukul lengan Rakha dengan centong nasi saking kesalnya.
Dasar otak mesum.
Rakha tergelak
"Calon istri jangan galak galak sama calon suami. Kualat ntar masuk neraka," canda Rakha di sela tawanya yang berderai derai.
__ADS_1
"Biarin!"
Rakha tambah tergelak.
Suka aja Rakha melihat wajah manyun Fika jika sedang kesal.
Gadis ini sekarang sudah ngga bisa menolaknya lagi, batin Rakha senang. Baru kali ini egonya terusik karena penolakan seorang perempuan.
"Ayo, mami sama daddy sudah nungguin kita," kata Rakha setelah tawanya reda.
"Hemmm...," gumam Fika masih kesal tapi ngga tau kenapa darahnya mengalir sangat deras.
Kini mereka pun makan dengan santai. Awalnya Fika gugup, tapi sikap mami dan papi Rakha sangat baik. Padahal Fika yakin dirinya pasti bukan idaman mereka. Fika bukan anak orang kaya raya. Dia malah membanting tulang sangat keras demi keberlangsungan hidupnya dan neneknya. Bahkan dia berutang sangat besar pada putra mereka sampai harus terjebak begini.
Di depan orang tuanya sikap Rakha sangat manis. Dalam hati Fika akui kalo laki laki ini pintar menampilkan sisi sisinya yang berbeda pada orang orang yang berbeda pula.
"Kamu nanti pulang ke rumah, Fika?" tanya Rain ingin tau.
"Ngga tante. Saya mau ke rumah sakit, nemenin Nenek," sahut Fika dengan senyum manisnya.
"Tante dan om akan antar kamu."
"Aku aja, mam," cetus Rakha.
"Nggak! Kamu di rumah aja," titah Rain galak.
Rakha langsung menampilkan cengirannya. Sedangkan Reno memalingkan wajahnya dari Rain untuk menyembunyikan senyum lebarnya.
*
*
*
"Sebenarnya siapa yang udah nendang pedang lo?" tanya Kalil penasaran.
Aqil ngga menjawab. Karena dia juga ngga siapa.gadis itu. Hanya bachelor party girl sebatas yang dia tau.
Menurut Roki, gadis itu ngga pernah muncul lagi.di club.
Ada penyesalan dalam diri Roki, gadis cantik itu menghilang tanpa kabar setelah insidennya bersama Aqil.
Tapi secara materil dia sudah untung karena Aqil membayarnya dengan sançgat mahal. Tapi secara jiwa dia rugi besar, karena sudah ngga bisa lagi menikmati pemandangan paling indah yang pernah dia lihat.
Setelah mengantar Khanza pulang ke rumahnya, dia langsung ke rumah Aqil. Kendra yang memintanya datang dan sudah lebih dulu berada di sana.
Dia ingin mendengar langsung dari Aqil walaun Zayra sudah menceritakannya lewat informasi Khanza.
Saat ini Zayra menginap di rumah uminya karena sudah kangen sama umi dan adik bungsunya. Karena itu Kendra ijin ke rumah Aqil dan meminta Kalil menyusul.
"Apa masih ngilu?" kekeh Kalil bertanya.
"Sedikit. Awas aja kalo ketemu. Langsung gue seret ke KUA. Dia harus bertanggung jawab," omel Aqil kesal.
__ADS_1
"Maksud lo nikah?" ejek Kendra
"Iyalah. Dia akan gue nikahi dan dia juga harus bertanggung jawab merawat junior gue seumur hidup," tandas Aqil kesal.
Kendra melebarkan cengirannya. Baru kali ini dia dengar kalimat menikah keluar dari mulut Aqil.
"Serius lo mau nikahin dia?" Kalil makin tergelak.
"Serius. Dia harus tanggung jawab seumur hidup kalo senjataku ngga bisa tegak lagi," umpat Aqil kesal.
Kali ini Kendra dan Kalil sama sama tergelak gelak mendengarnya.
Aqil ngga mau seluruh pengguna dunia tau kalo nantinya dia beneran impoten.
Cukup gadis itu aja yang tau, geram Aqil dalam hati.
Sepuluh menit kemudian
"Apal lo ngga pernah lihat dia sebelum ini? Biasanya radar lo peka," kritik Kendra heran.
"Nah, itu yang gue heran. Ngga tau dari kerak bumi mana dia berasal," tukas Aqil masih sewot.
Kendra dan Kalil kembali tergelak.
Dalam hati Aqil memaki cewe culun yang satu kampus dengannya. Karena Aqil yakin kalo di kampus, gadis itu cosplay jadi upik abu.
Sudah dua hari dia istirahat di rumah karena keadaan senjatanya yang belum sembuh total. Masih pegal. Aqil hanya menuruti saran Khanza agar rajin mengompresnya dan beristirahat.
Besok dia akan mengubek seluruh ruangan di kampusnya mencari si.culun itu. Karena senjatanya sudah sembuh, saatnya meminta pertanggungjawaban.
*
*
*
Aqil sudah bersiap akan berangkat ke kampus untuk mencari si culun itu.Senjatanya udah baik baik aja. Tapi.dia perlu mengetesnya. Si culun itu targetnya.
"Aqil, kamu ikut daddy."
Suara daddynya-Arga, menahan ayunan kakinya .
"Kemana, dad?" tanyanya heran.
"Ke kantor lah. Om Arik ingin ngenalin adiknya Zizi sama kamu. Siapa tau kalian saling tertarik," senyum Arga melebar bersama Qonita
"Sama anak kucel itu, dad? Ogah," tolaknya tanpa basa
basi.
Arga ngakak. Teringat dulu kalo adiknya Zizi sangat beda dengan kakaknya yang selalu harum.dan wangi.
Tapi sekarang anak perempuan kucel itu sudah jauh berubah. Dia.sudah menjadi desainer yang cukup terkenal. Dia pun kuliah magiser di kampus yang sama dengan Aqil
__ADS_1