After The Heartbreak

After The Heartbreak
Aksi Kalil cs


__ADS_3

Syarifa saling tatap dengan Alvaro. Penolakan ini sungguh menyakitkan. Apalagi dari pihak keluarga dan teman teman papa Kendra hanya diam saja. Kecuali tadi Riko yang sedikit berinisiatif tapi ngga diacuhkan Kendra.


"Tante, Om, jangan khawatir. Ketiga teman saya juga sangat jago bermain alat musik. Nanti bisa tante dan om saksikan sendiri," kata Kendra tetap tenang melawan intimidasi Alvaro dan istrinya.


Saat istrinya akan membuka mulutnya untuk memprotes, suaminya menggelengkan kepalanya.


Alvaro mengenal Kiano cukup baik. Sepertinya Kendra, putranya mewarisi seratus persen watak Kiano. Ngga mungkin bisa digoyahkan kalo sudah memutuskan sesuatu.


"Om dan tante jangan khawatir. Kita ngga akan mengecewakan," janji Kalil lalu bergerak maju ke atas panggung yang sudah dipersiapkan.


Sang MC yang kaget melihat tiga laki laki muda dam tampan berjalan ke panggung dan mengambil posisi masing masing hanya bisa terdiam.


"Kalil?" tanya Atifa kaget ketika Kalil mengambil tempat duduk di sampingnya. Dia menatap Rakha dan Kenan yang berada ngga jauh di belakangnya.


"Lagu apa pun yang akan kamu nyanyikan, kita akan irimgi."


"Kendra?" tanyanya kecewa sambil matanya terus menyorot Kendra yang sama sekali ngga memandangnya.


"Jangan mengharapkan dia lagi. Kendra sudah bertunangan dengan Zayra," kata Kalil tegas kemudian memulai intro dengan menekan lembut tuts tuts piano.


Atifa tercekat.


Mereka jadi tunangan?


Dadanya mendadak sakit.


Tapi tepuk tangan para tamu menyadarkannya. Suara intro Kalil di barengi petikan gitar dan gaya menawan Kenan dan Rakha menghipnotis penonton hingga melupakan seruan mereka untuk Kendra.


Sang MC pun masih terdiam memandang ketiganya takjub seakan tersihir dengan pesona ketiganya yang memang di atas rata rata.


Atifa pun kini ikut menekan tuts tuts piano walau hatinya masih terguncang. Tapi dia akui, ketiganya sempat membuatnya terkesima dengan keahliannya. Bahkan sejak enam tahun yang lalu.


Walau Atifa tampak sangat kecewa karena inilah kesempatannya untuk membuat Kendra berpaling padanya, tapi dia berusaha menyimpannya dan menikmati pestanya.


Kalil membuktikan omonganya. Dia pun bermain piano seluwes Kendra. Bahkan bisa mengimbangi permainan Atifa. Rasya dan Kenan pun terlihat sangat keren dengan petikan gitarnya.


Kekecewaan di wajah suami istri ini sirna berganti dengan sinar kagum.


Dalam hati Alvaro mengakui kebenaran ucapan laki laki tadi kalo dia sangat mahir bermain piano. Tapi hati Alvaro sedikit penasaran sehebat apa permainan Kendra sampai membuat putrinya begitu terobsesi padanya.


Kendra mendekati Omnya Riko yang sedang menatap kagum ke arah panggung.


"Om, aku minta maaf, ya. Bukan aku ngga mau dengar saran Om, tapi aku sudah trauma sama kejadian enam tahun yang lalu," kata Kendra dengan wajah agak ngga enak. Dia takut Om Riko tersinggung.

__ADS_1


Riko tersenyum dan menatapnya bijak dan maklum.


"Om malah yang harus minta maaf. Jika kamu menuruti saran Om, pasti akan membuat ganjalan lag dengan hubungan kamu dan Zayra."


"Tapi tetap saja aku merasa nggak enak sudah mengabaikan saran Om."


Riko menepuk bahunya pelan.


"Ngga pa pa, Kendra. Tadi Om hanya bingung dengan nasib kerja sama perusahaan kita. Om pun ngga berpikir panjang waktu ngomong ke kamu," tawanya hangat.


Kendra akhirnya bisa tersenyun lega.


"Enam tahun, Om, baru bisa buat aku sadar kalo aku suka sama Zayra dalam arti yang berbeda. Aku ngga ingin kehilangan waktu berharga kami lagi untuk sekarang," ucap Kendra penuh sesal jika ingat kebodohannya. Sekarang waktuny meyakinkan Zayra.


Kembali batu sandungan lama itu muncul lagi dan mereka sekarang ngga bisa menghindarinya. Terutama Zayra.


Riko menepuk bahu Kendra pelan.


Iya, waktu itu Regan benar benar pergi membawa keluarganya selama enam tahun. Dia diminta membantu Aira dalam mengelola perusahaan bersama Reval.


Regan pun membagi perusahaan papi mereka dengan sangat adik, walaupun Riko dan Reval tetap menolaknya. Keduanya hanya meminta sedikit saja berperan dalam perusahaan yang sangat besar itu.


"Tapi kedua video ini bakal viral lagi. Aku jadi ngga tega dengan Zayra. Dia harus menghadapi juga hal ini," sesal kendra sangat dalam.


"Kita hadapi bersama. Om belum pernah melihat Zayra sebahagia ini selain sama kamu," kata Riko membuat dada Kendra mengembang saking senangnya.


Kendra ngga takut berkata penolakan sejelas itu di depan Alvaro. Riko merasa kagum.


"Makasih, Om."


"Melihat kamu, om jadi punya standar tinggi buat calon suami Diandra," kekeh Riko yang spontan ditimpali tawa Kendra.


*


*


*


Saat akan pulang, Kiano meminta sahabat sahabat dan keluarganya menungguinya di parkiran saja. Karena dia ingin berbicara sebentar dengan


Alvaro untik menghapus ketegangan antara mereka berdua.


Mereka sedang terlibat dalam kerja sama yamg mempertaruhkan keuntumgan sangat besar yang akan mereka peroleh jika berhasil.

__ADS_1


Kiano menghampiri Alvaro yang sedang merokok di luar hotel.


Dia pun ikut merokok di samping relasinya.


"Enam tahun yang lalu sejatinya Kendra akan bertunangan. Tapi karena video itu mereka berpisah," jelas Kiano tanpa diminta.


Alvaro masih memghembuskan asap rokokmya seakan ngga mempedulikan apa pun kata kata Kiano.


"Jadi maksud kamu sekarang mereka sudah berbaikan?" tanya Alvaro setelah cuma lama terdiam.


"Mumgkin belum sepenuhnya Tapi kami orang tuanya yang berinisiatif menyatukan mereka," kekeh Kiano.


"Kendra bertunangan dengan anak sahabatmu? Siapa?" tanya Alvaro akhirnya tertarik juga ingin tau setelah sedari tadi mendiamkan Kiano.


"Regan. Kakak tiri Riko."


Alvaro tertegun. Tentu dia mengenal nama Regan. Sahabat kental Kiano selain yang hadir tadi.


Kiano, Regan, Arga, Glen, Alva, dan Reno. Mereka fenomenal. Mereka sahabatan sejak SMA. Dan sukses menjadi pengusaha atau tepatnya pewaris keluarga yang sudah kaya raya.


"Aku kadang iri dengan kalian. Pertemanan kalian solid sampai sekarang," jujur Alvaro mengaku. Sedangkan dia hanya sendiri. Dia ngga punya teman, karena kata papinya, teman bisa jadi musuh dalam selimut. Juga bisa menikung dan merugikan. Sudah banyak bukti yang dia lihat juga, pengkhianatan teman bahkan sahabat.


Kiano tertawa lepas. Bukan hanya Alvaro yang berkata begitu. Sangat banyak. Kiano memang beruntung, mereka masih tetap bersama. Karena itu ketika Regan pergi begitu saja, mereka sangat kehilangan.


"Aku yang meminta putri Regan yang belum dilahirkan untuk menjadi istri Kendra. Ternyata kedua anak itu ngga masalah dijodohkan," jelas Kiano membuat Alvaro menoleh padanya.


"Kenapa?"


Kiano mengedikkan bahunya.


"Spontan saja."


Alvaro mulai mengerti.


"Maafkan Kendra yang sudah menyakiti perasaan kamu dan putrimu. Putrimu sangat cantik.dan pintar, pasti dia akan mendapatkan jodoh yang lebih baik dari Kendra," kara Kiano dengan tatapan tulusnya.


Alvaro hanya tersenyum tipis.


...Semoga, batinnya...


"Gue pulang dulu. Yang lainnya lagi nunggu di parkiran," kekeh Kiano ketika pamit.


"Oke. Terimakasih sudah datamg."

__ADS_1


Kiano.hanya mengangguk sebelum membalikkan tubuhnya dan berjalan pergi.


Alvaro memejamkan matanya. Dia belum siap melihat patah hati putrinya.


__ADS_2