
kebahagiaan sang nenek
"cucuku" ucap sang nenek lirih sambil memeluk cucunya.
"nek" ucap sang cucu, membalas pelukan sang nenek.
"Apakah kau kesulitan dalam perjalanan kesini sayang?" tanya sang nenek sambil memeriksa tubuh cucunya
"tidak nek Aku baik baik saja"ucap lembut sang cucu
"sayang sudah 15 tahun nenek tidak bertemu dengan mu nak nenek sangat merindukanmu" tangis sang nenek haru ketika dia melihat cucu yang dinantikan selama 15 tahun kini telah berdiri di hadapannya.
"aku juga rindu nenek" ucapnya lirih
"maaf kan nenek nak nenek tidak pernah menjengukmu walaupun hanya sekali hiks hiks hiks" ucap sang nenek menangis tersedu sedu "apa yang terjadi dengan rambutmu" "ucap sang nenek sambil memeriksa rambut cucunya
"tidak ada alasan nek"singkat Ayyara
"ya sudah kalau tak ingin menceritakan kepada nenek oh Iyya sayang apakah kedua orang tua angkatmu memperlakukanmu dengan baik?"tanya sang nenek menyelidik.
"Iyya nek mereka sangat baik"sambil mengingat kebaikan kedua orang tua angkatnya (ayah ibu adik aku merindukan kalian)batin Arraya sedih karena telah meninggalkan ketiga orang yang sangat disayanginya tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena dia harus kembali ke keluarga aslinya
"apa kau merindukan keluargamu nak?"tanya sang nenek tiba tiba dia merasa sedih ketika melihat cucu kesayangan menjadi sedih karena ucapannya.
"Iyya nek Aku merindukan mereka"jujur Arraya
"yaudah sayang sekarang Ara mandi ya nak nenek membuatkan masakan yang spesial buat kesayangan nenek" perkataan sang nenek langsung di angguki oleh Arraya.
"bi tolong antar Ara ke kamarnya"perintah nenek Arraya (hari ini sang nenek sangat bahagia karena sebelum nyawanya diambil dia masih diberikan kesempatan untuk bertemu dengan cucu kesayangan nya.
__ADS_1
(yaallah terima kasih Atas apa yang engkau berikan kepadaku hamba sangat bersyukur bisa mendapatkan seorang cucu)
.
Arraya Adalah anak yang diasingkan oleh sang nenek karena sang nenek tak ingin jika Mantang menantunya datang dan merebut cucunya disaat anaknya masih belum sembuh, bahkan perihal kelahiran cucunya ditutupi dengan rapat agar tak banyak orang yang tau.
setelah selesai memasak sang nenek langsung menyuru pelayan dirumahnya untuk memanggil cucunya untuk makan malam, dia sangat senang akhirnya cucu yang ia dambakan telah kembali ke pelukannya.
"malam nenek" sambil memeluk dan mencium pipi sang nenek sang nenek yang mendapati perlakuan tersebut langsung tersenyum bahagia bagaimanapun dia sangat merindukan sang cucu.
"nek ....andai bunda ada disini pasti akan meneyenagkan."ucap Arraya sedih mengingat dia tidak pernah bertemu sang bunda Selema 15 tahun. "aku kangen bunda nek" ucapnya lagi lirih
"maafkan nenek nak"lirih sang nenek sambil memeluk dan mengelus rambut Arraya.
"nenek tidak salah kok"sambil tersenyum
"yaudah makan yuk nanti masakan nenek tidak dimakan Ara, kan nenek menjadi sedih" ucap sang nenek mengalihkan pembicaraan.
4 bulan kemudian
sudah empat bulan Ara tinggal bersama sang nenek, dia juga memutuskan untuk pindah kesekolah baru di salah satu SMA terbaik di Jakarta, dan selama 4 bulan itu menjadi manja dengan neneknya dia sangat menyayangi wanita paruh baya itu, selama 4 itu pula Arraya tetap melanjutkan latihan seni bela dirinya dan berbagai alat musik dan tak lupa juga tentang bisnis dia adalah anak yang sangat jenius memiliki IQ yang tinggi, dia mampu mempelajari sesuatu dengan sangat mudah dan tentu saja dia adalah anak pintar dalam starategi dan gerakannya sangat licin seperti ular memiliki mulut yang manis tapi sangat licik jika ada orang yang mengusiknya dia tidak akan membiarkan orang itu lolos, dan selama itu pula dia belum pernah bertemu ibu kandung nya atau bahkan ayah kandung nya tampa sepengetahuan sang nenek Arraya diam diam menyelidiki kasus sang ibu dan ayahnya dan dalam waktu 3 bulan dia sudah mendapat detail informasi kedua orang tuanya mengapa mereka tak bersama dan tentu saja mengenai kelahirannya.dan alangkah terkejutnya saat sang ayah tak tau akan kelahiran dirinya.dia juga mengetahui bahwa sang ibu mengalami debresi berat selama 5 tahun dan harus dirawat dirumah sakit jiwa setelah melahirkan dirinya karena ulah ayahnya, dan saat mengetahui semua informasi itu dia sangat membenci ayahnya dia bahkan akan membuat ayahnya merasakan apa yang dirasakan sang ibu.dan jangan Tanya lagi semuah informasi itu ia dapatkan dari orang suruhannya, dia membayar orang suruhannya dengan hasil tabungan nya dari uang jajan yang diberikan sang bunda dan sang nenek yang sangat besar walaupun dia tak pernah bertemu bundanya tapi uang jajan dan uang kesehariannya dan biaya hidupnya tetap jalan, Arraya merupakan tipe anak yang tak boros dia menabung uang diberikan ibunya dia akan uang itu untuk hal hal yang penting saja.
"nak 1 Minggu lagi kau akan ujian apa kah kau tak belajar?"tanya sang nenek dia tak tau bahwa cucunya belajar di malam hari dan melakukan kegiatan lainnya di siang hari saat pulang dari sekolah dia juga melakukan Les berbagai bahasa yang telah di sewa bundanya.walaupun dirinya sudah dari awal sudah menguasai 3 bahasa yaitu Inggris, jepan dan indonesia.tapi dia bertekad menguasai 7 bahasa dan dalam waktu hampir 4 bulan dia sudah menguasai 4 bahasa.
"nenek tidak usah khawatir aku sudah mempersiapkan ujian itu sedari awal nek"ucap Arraya Jujur
"cucu nenek memang hebat,setelah ini kau sebaiknya tak melanjutkan kuliah dulu nak mengingat umur mu bahkan belum 16 tahun, nenek ingin cucu nenek tetap bersama nenek samapai maut menjemput nak" ucap sang nenek.
"tenang nek setelah lulus aku bakal menemani nenek dirumah dan aku juga berencan mempelajari dunia bisnis lebih dalam nek"ucap Arraya
__ADS_1
"tersara kau saja nak yang penting kau bahagia"baik nek
sudah sebulan pun berlalu Arraya juga lebih sering dirumah bersama neneknya karna mengingat kondisi sang nenek mulai memburuk.
"nek Apa nenek tak apa apa "tanya arraya khawatir.
"tidak sayang nenek tidak apa apa" ucapnya dia tidak ingin cucunya khawatir. "nak apa boleh nenek meminta sesuatu padamu nak"ucap sang nenek penuh harap
"Iyya nek ...apa pun itu selagi aku bisa mengabulkan nya aku akan lakukan"jelas Arraya (mendengar pernyataan Arraya sang nenek kemudian tersenyum bahagia)
"nenek ingin setelah nenek tiada Arraya harus ke jepan dan tinggal bersama bunda dan berjanji akan menjaga bunda dengan baik".ucap sang nenek tenang ia tak ingin cucunya khawatir, tapi diluar dugaannya kata kata tersebut membuat tangis Arraya pecah.
"nenek tidak akan pergi, nenek akan bersama Ara".tangis Arraya bagai anak kecil
"kita tak perlu berbicara seperti itu tidak baik ingat kita hanya menumpang di dunia ini"
"nenek jangan berbicara seperti itu."tangis Arraya "nenek harus janji pada Arraya nenek tak akan meninggalkan ku kan"bujuk Arraya
"Iyya nenek janji, tapi Ara harus janji tidak akan mengis lagi"mendengar ucapan sang nenek Ara langsung menyeka air matanya
entah mengapa dia merasa akan kehialangan sosok paru baya itu
"aku janji nek"janji Arraya
.
.
.
__ADS_1
.jangan lupa like Komen vote dan beri bintang limaππππππππ