Aku Yang Terlupakan

Aku Yang Terlupakan
Hampir Saja.


__ADS_3

Di tengah perjalanan menuju ke kantin sekolah, banyak para siswa/siswi berlalu lalang. Tak sedikit yang melihat adegan antara Nadine dan Welson yang terus bergandengan tangan. Sehingga banyak dari mereka yang berbisik-bisik antara satu dan yang lainnya, terlebih lagi yang melihat itu adalah para murid yang sudah tau akan hubungan Welson dan Agatha yang menjalin hubungan semenjak awal masuk SMA.


FLASHBACK


Bermula dari masa orientasi siswa baru (MOS). Senin pagi di sekolah ternama dan merupakan sekolah kumpulan para elit dan hartawan, tengah mengadakan pengenalan lingkungan sekolah pada para murid baru. Salah seorang gadis datang terlambat sehingga membuatnya lari terbirit-birit ke lapangan, di mana para senior dan murid baru lainnya telah berbaris dengan rapi dengan segala peralatan di badan mereka masing-masing. Pada saat itu juga, ada salah seorang siswa laki-laki tengah di hukum ketua OSIS untuk mengelilingi lapangan, dia adalah Welson Smith. Namun, karena sama-sama berlari, hingga membuat gadis itu menabrak Welson.


BRUKKKK! Gadis itu jatuh terpental karena tak mampu mengimbangi tubuhnya.


“Aduhhhhh,” ucapnya terguling di rumput. Namun orang yang menabraknya sudah lebih dulu meninggalkannya tanpa memberi uluran tangan untuk dia bangkit. Gadis itu adalah Agatha William.


Agatha bangkit dan berlari menuju tempat sang ketua OSIS. Di sana, Welson tengah berhadapan dengan ketua OSIS. Agatha menyadari bahwa yang menabraknya adalah sesama murid baru. Hingga dia refleks menginjak kaki Welson yang membuat Welson mengaduh kesakitan.


“Auchhhhh!” pekiknya sembari mengangkat kaki kirinya yang keinjak, sedangkan yang keinjak adalah kaki kanannya.


“Ada apa kamu ah uh ah uh? Kamu sakit perut?” tanya sang OSIS garang.


“Maaf kak, tapi.....” ucapnya menggantung sambil mengarahkan wajahnya pada Agatha, sontak sang ketua OSIS menoleh ke arah pandangan Welson.


“Eh, kamu datang terlambat ya? Mana empengmu, dan apa alasanmu tak membawanya?” tanya ketua OSIS sekaligus memelototkan matanya.


“Aduh kak, maaf sebelumnya. Empengnya ketinggalan di rumah,” ucap Agatha memelas mengharapkan supaya tidak dihukum. Namun nasib tak pernah beruntung.


“Udah terlambat, melanggar lagi. Cepat kalian lari sambil menangis!” bentak sang ketua.


“Baik, kak,” jawab keduanya serentak.


“Husss, ngikutin gue lo,” dengus Agatha pada Welson. Karena masih beradu mulut sama Welson, hingga membuat sang ketua mengomel lagi.


“Lagi rapat kampanye apa masih di sini? Buruan lari!” perintah kakak ketua OSIS.


Akhirnya, Agatha dan Welson di hukum oleh ketua OSIS karena lupa membawa empeng bayi sebagai kalung. Welson mendapatkan dua kali hukuman karena sempat berhenti sebelum waktunya selesai.


Awal dari hubungan mereka adalah mulai dari sensi-sensian, saling mengejek satu sama lain, hingga pada acara ulang tahun Memey, Welson mengungkapkan perasaannya pada Agatha. Dan yang lebih mengejutkan lagi, Agatha tak langsung memberikan jawaban hingga membuat Welson memberanikan diri menyatakan cinta untuk kedua kalinya pada Agatha di depan teman-temannya. Dengan segala cara Welson mendapatkan cintanya. Akhirnya cinta itu bertumbuh dan bersemi di acara ulang tahun Memey Welandi.


FLASHBACK END

__ADS_1


Para murid mulai kepo dan saling melontarkan pertanyaan pada sesama kawannya.


“Eh, coba lo liat itu!” ucap seorang siswi A sambil menoel lengan kawannya.


“Apaan sih noel-noel? Sakit tau gak,” ketus yang ditoel.


“Itu. Di depan sana!” jawabnya lagi sembari menunjukkan tangannya ke arah Nadine dan Welson.


“Loh, apa gue gak salah liat?” tanya si B setelah mengetahui yang dilihatnya.


“Huhhh. Makanya gue dari tadi nyuruh lo liat. Nah lo malah sensi,” balas si A lagi.


“Biasanya kan lo orang yang kagak jelas. Haha,” pungkas si B ngeledek si A.


“Helehhhh. Giliran liat yang gitu aja lo kepo tingkat kabupaten, apalagi kalau yang lebih parah dari itu. Nyesel gue ngasih tau lo.” Siswi A mengomel.


“Eh, tapi by the way, Welson bukannya masih pacaran sama Agatha ya? Kok bisa-bisanya gandengan sama cewek lain, mana mesra banget kayak gitu?” tambah si A lagi. Ujung-ujungnya dia yang kepo.


“Hahahhaha. Rupanya lo yang kepo tingkat merapi. Pake ngatain gue segala,” ledek si B.


“Gandengan gimana maksudnya?” hardik Agatha pada kedua siswi itu.


“Eh, itu. Tadi kami gak sengaja ngeliat....” ucap siswi B menggantung karena tiba-tiba siswi A mencubit pinggangnya.


“Bukan apa-apa kok Tha. Tadi kayaknya si Nadine terpeleset, trus Welson ngebantu dia bangun,” alih siswi A agar Agatha tak curiga pada percakapan mereka berdua sedari tadi.


“Iya, Tha,” sambung siswi B membenarkan ucapan temannya.


“Oohh. Kirain ada yang aneh. Rupanya terpeleset,” ucap Agatha percaya dan meyakinkan jawaban dari teman sekelasnya itu.


Siswi A dan B akhirnya duduk ke kursi masing-masing. Mereka bernapas lega karena Agatha mempercayai perkataan mereka. Jika saja percaya, otomatis akan terjadi perang antar sahabat. Dan lambat laun. Hal itu juga akan diketahui, tetapi belum pasti saatnya. Apakah kini ataupun sesudah dunia berubah bentuk menjadi kepingan beling.


“Huuffff! Hampir aja ketahuan,” batin siswi A.


Kini bel tanda masuk kelas pun telah berdenting. Para murid yang berada di kantin dan di luar kelas berbondong-bondong masuk. Tak terkecuali sahabat-sahabat Agatha.

__ADS_1


Kebetulan hari ini adalah hari di mana mereka mengumpulkan penelitian mereka di minggu lalu. Sang guru pun bertanya pada masing-masing kelompok mengenai hasil penelitian tersebut. Ketika melihat nama kelompok dari kelompoknya Agatha, kening gurunya berkerut.


“Ini nama kelompok Agatha dan kawan-kawan kenapa jadi geng bekicot?” tanya sang guru keheranan.


“Iya, Pak. Soalnya kalau nama geng kami jadi hulk kan gak masuk akal, Pak. Apa Bapak tau bekicot itu apa?” Memey langsung menjawab dan balik bertanya.


“Ya pastilah Bapak tau,” jawab guru Biologi itu. Becikot adalah siput darat yang tergolong dalam suku Achatinide dan berasal dari Afrika Timur,” tambah guru itu lagi.


“Salah, Pak. Jika salah satu dari keluarga badak dikawin silangkan sama bekicot, maka nama bayinya menjadi bacot, Pak,” jawab Memey yang membuat seisi kelas pecah karena tak kuasa menahan tawa. Sang guru di depan hanya mampu mengelus dada dan geleng kepala karena ulah si Memey.


🕊️🕊️🕊️


Tak terasa jam pelajaran pun telah usai. Kini bel tanda pulang telah menggema mengusik telinga para murid yang malas belajar. Suara bel seolah-olah kebahagiaan yang sangat sempurna bagi para pemalas, terlebih lagi jika berhadapan sama guru yang killer.


Para murid di kelas Agatha kini bergegas pulang. Namun sebelum meninggalkan ruangan, semua murid diwajibkan salim sama sang guru.


Sesampainya di parkiran, Agatha dikagetkan dengan sebuah tulisan dengan kertas yang nampak lusuh dan kumuh. Kebetulan pada saat yang bersamaan, Yadi dan Dirgo melihat melihat kecemasan yang dipancarkan oleh wajah Agatha. Mereka berdua menghampirinya.


“Lo kenapa, Tha? Kusut kayak belom disetrika aja tuh muka?” tanya si Yadi.


“Iya. Lo kenapa Tha?” Dirgo ikut menimbrung.


Agatha mengambil kertas tersebut dan menyerahkannya pada Yadi dan Dirgo. Namun, mereka berdua malah kebingungan karena tiba-tiba Agatha memberikan kertas itu tanpa menjawab.


“Ini apaan, kok kumuh sekali?” tanya Yadi yang merasa jijik dengan kertas itu. Jika saja tidak mengingat bahwa sombong itu dosa, sudah otomatis dia akan muntah dengan kecepatan halilintar.


“Makanya punya mata tuh dipakai buat baca, bukan cuma buat main ular doang,” pungkas Dirgo karena dia kesal pada Yadi yang bergidik jijik. “Eh, sebenarnya apa isinya, Tha?” sambung Dirgo lagi.


“Oh My God. Ternyata kalian berdua itu sama aja. Sama-sama bikin jiwa garang gue naik loteng,” ketus Agatha pada kedua sahabatnya. Memey, Nadine, Stevanie sudah duluan pulang dengan mengendarai mobil Stevanie. Sementara si Welson pulang dengan mengendarai motornya.


“Baca aja isinya apa,” tambah Agatha lagi.


“Oh disuruh baca doang,” ucap Yadi sambil melipat lengan bajunya. “Sini. Gue yang bacain,” hardik Dirgo pada Yadi.


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2