
selamat membaca 😍😍😍
keesokan harinya seperti biasa sang nenek yang bernama tarina memanggil cucunya untuk menemaninya bercerita tapi kali ini berbeda karena nenek tarina berbicara tentang wasiatnya sontak membuat Arraya kaget bukan main. nenek tarina juga meminta pembantu dirumahnya untuk menghubungi putri semata wayangnya. tepat pukul 10 pagi sang nenek telah berpulang ke Rahmatullah, dan membuat Arraya tak kuasa menahan tangisnya bagaimana tidak wanita yang telah bers emanya selama 5 telah tiada. pukul 3 sore arana telah tiba di Jakarta bersama suaminya dia begitu terpukul saat mengetahui sang ibu telah tiada, bahkan dia tak memedulikan kehadiran putrinya begitu pun Arraya tak memedulikan kehadiran bundanya bagusnya yang terpenting adalah neneknya, keduanya saling tak mengenal bahkan setelah dua hari arana di Indonesia dan kembali ke jepan bersama suaminya melupakan anaknya yang masih terpuruk, dipikirkan hanya penuh penyesalan karena saat saat hidup terakhir sang ibu dia tak ada disampingnya.
bertemu sang ayah..
4 hari sudah Arraya merenungi kepergian nenek tarina kini dia memutuskan untuk memenuhi permintaan sang nenek untuk melanjutkan kuliahnya di jepan dan menjaga bundanya. dia juga sedikit kesal dengan sang bunda yang tak mengajaknya ke jepan dia tak tau kalau bundanya telah menikah.
saat Arraya sedang tersungkur didepan makam sang nenek dengan wajah penuh cairan keristal bening membasahi wajah cantiknya dan dua bodyguard nya tak jauh dari dirinya tiba tiba dia mendengar segerombolan orang tengah melangkah kearahnya namun dia tak mengubrisnya dan memilih fokus pada makam neneknya sambil berbicara dalam hati dia juga pamit kepada neneknya dia akan pergi ke jepan untuk melanjutkan studinya tak menyadari bahwa yang datang adalah ayahnya.
Yah keluarga Mahendra mendengar kematian nenek Arraya berniat untuk berziarah ke makam Mantang keluarga mereka walaupun mereka mengetahuinya pada hari ke empat dan alangkah terkejutnya mereka telah mendapati seorang anak laki laki berusia 15 tahun sedang tersungkur dihadapan makam sang mantan besang mereka yah mereka melihat Arraya yang berpenampilan seperti pria dan dia sangat tampan tapi mereka hanya melihat itu dari belakang.
Valina yang merupakan nyonya keluarga Mahendra memberanikan bertanya pada pria mudah yang tengah tersungkur didepan makan mantan besannya dan mereka dapat mendengar isakan Arraya
"Nak..saya boleh bertanya siapa kau kenapa kau berada di depan makam Mantang besan kami?" tanya valina lembut
Arraya yang mendengar pernyataan dari sang Valina merasa bahwa itu adalah keluarga ayahnya kemudian menoleh dan alangkah kagetnya saat ia berbalik dan mendapati seorang pria tampan yang sangat mirip dengan Melviano dan hal itu dilakukan sama persis dengan seluruh keluarga Mahendra awalnya dia terkejut karna mendapati dirinya sangat mirip dengan pria tampan itu memutuskan untuk bersandiwara dan memasang tampan tak terkejut.
keluarga Mahendra langsung terpengangah meliahat bocah laki laki itu yang notabennya adalah wanita.
"kau .."teriak kaget melviano dan valian bersamaan karna kaget mendapati bocah yang sangat mirip dengan melviano. "kau adalah putra Arana kan". tanya Melviano masih tak percaya bahwa anak itu adalah putranya. arraya hanya mengangguk tanda Iyya. sontak semuah keluarga Mahendra kaget bukan main bahwa menantu yang telah mereka siksa karena tak dapat memberikan keturunan justru kini telah memberikan sosok pria tampan.
(sebaiknya aku berpura pura tak dapat berbicara saja aku ingin menguji mereka sekaligus membalas dendam ke kepada keluarga Mahendra lebih baik aku gunakan smartphone saja untuk berinteraksi dengan mereka dan lebih baik aku pura pura tak mengenal mereka biar permainnanya menjadi seru dan mereka juga menganggap diriku pria bagus sangat menyenangkan)batin Arraya
"berapa usiamu nak.".tanya Melviano
Arraya kemudian mengeluarkan ponselnya dan mengetik angka 15 tahun lalu memperlihatkan kepada mereka. dan alangkah kagetnya keluarga Mahendra ternyata benar bahwa bocah yang dihadapan mereka adalah keturunan keluarga Mahendra.tapi mereka merasa aneh karena Boca yang ada didepan mereka menggunakan ponsel untuk berinteraksi dengan mereka
"ayah benar!!! dia adalah putraku dan Arana"ucap melviano dengan senyum semugirai pada ayahnya.
"Iyya benar nak ternyata arana memberikan ku cucu dan memberikan keturunan untuk mu."...balas Tuan Mahendra
"nak aku papamu ..".ingin memeluk Arraya namun Arraya menghindar dan mengetik sesuatu di ponsel lalu memperlihatkan nya kepada melvioano
(papa kau bilang aku bahkan jijik mendengar nya)batin Arraya
[maaf tuan saya tidak mengenal anda dan papa saya telah lama meninggal]memperlihatkan yang tulisannya kepada mereka.
"nak apa kau tak mengenaliku"tanya melviano sedih Arraya hanya mengangguk
__ADS_1
(siapa bilang aku tak mengelmu aku bahkan ingin membunuhmu dengan tangan ku sendiri)batin Arraya.
Keluarga mahndra tampak kaget atas anggukan Arraya.
"nak apa ayah boleh bertanya sesuatu?"Izin Melvioano Arraya mengangguk dengan wajah datar
"Apakah kau tak dapat berbicara sehingga kau harus menggunakan ponsel untuk berinteraksi dengan orang lain nak.."tanya Melviano sedih dan hanya dibalas anggukan Arraya. "nak aku ingin bertanya siapa namamu?" tanya melviano
Arraya kemudian mengetik nama belakan yang digunakan neneknya sebagai namanya
[adhyasta] Melviano kemudian mengangguk.
Arraya mengirim pesan singkat kepada kedua bodyguart nya untuk mengikuti permainannya.an diangguki oleh kedua bodyguard nya.
"nak apa papa boleh bertanya lagi"izin melviano lagi dan diangguki oleh Arraya "sebelumnya ayah meminta maaf jika itu membuatmu tersinggung nak"ucap Melvioano
(kalian yang akan kusinggung bukan aku)batian Arraya
"apa yang menjadi penyebab dirimu tidak dapat berbicara nak.aku berjanji akan memberikan pelajaran padanya"ucap sang tuan Mahendra Tampa ragu
(terima kasihku pada anda tuan karna akan memberi pelajaran pada putramu tapi aku tidak yakin kau akan melakukanny)batin Arraya
[kata nenek itu semuah sudah terjadi padaku sejak aku lahir, dan kata nenek saat Aku bertnya penyebabnya adalah karna dulu ayah biologis ku menendang perut bundaku saat mengandung ku .aku dengar dari nenek, ibuku ditentang dari lantai 2 sampai kelantai satu dan itu membuat ku hampir tak lahir di dunia ini tapi meskipun aku lahir aku harus menderita karna tak dapat berbicara seperti anak anak pada normalnya dan aku harus diasingkan oleh mereka karna aku bukan anak normal pada umumnya] bohong Arraya saat membaca apa yang ditulis oleh Arraya mereka langsung tertegung Tampa sadar kedua lutut Melvioano seakan tak bertenaga karena dalang dari tak dapat putranya berbicara adalah dirinya sesaat kemudian wajah sang tuan Mahendra langsung merah padam dan sangat marah kepada putranya
"nak apakah kau perna berharap jika suatu hari nanti kau bertemu papamu."kembali Ayyara mengetik.
[yah aku selalu ingin bertemu dengannya aku ingin membalas rasa sakit yang ia berikan pada diriku dan keluargaku karena ulahnya aku harus di kucilkan oleh teman temanku]
"mengapa begitu apa kau sangat membenci keluarga papamu nak?"tanya tuan Mahendra kembali Arraya melakukan hal yang sama
[alasannya sangat simpel jika aku tak dapat berbicara mulai dari lahir mungkin aku akan menerimanya mungkin itu adalah takdir Allah.namun perlakuan mereka membuat bundaku tersiksa dan bahkan setelah bunda melahirkan ku dia mengalami depresi berat saat teringat apa yang dilakukan si br*****k itu pada bundaku bahkan bundaku harus dirawat dirumah sakit jiwa karena ulah keluarga Mantan suaminya]
mereka tak menyangka bahwa perbuatannya membuat arana sampai harus masuk rumah sakit jiwa dan lebih menyesalnya lagi karena hampir membuat Arraya tiada.
Melviano langsung bangun dan berlari memeluk putranya dengan deru air mata penyesalan namun itu tak membuat hati seorang Arraya luluh "maafkan. papa nak, maafkan papa, tatap papa nak aku adalah papamu nak Aku adalah ayah biologis mu aku papamu nak" sambil kembali memeluk tubuh Arraya..Arraya langsung memberontak dari pelukan Melvioano dan segera memberikan kode pada bodyguard nya agar melakukan sesuatu pada waktu yang tepat.
Melvioano yang mendapat perlakuan dari Arraya langsung sedih dan putus asa.
Arraya kembali mengetik[maaf tapi anda bukan ayahku, karena ayahku telah tiada dihatiku. mungkin anda salah orang kerena jelas jelas ayah saya telah tiada] tulis arraya saat membaca itu melviano merasa dirinya serasa disamapar petir disiang hari.
__ADS_1
"nak papa janji jika kau ingin kembali bersama papa dan membuka lembaran baru dan hidup dengan Tante Winda dan adik kecilmu papa akan berusaha sekuat tenaga untuk membauat mu dapat berbicara lagi Karana papa sangat ingin mendengar suaramu nak."
Naraya yang tak jauh dari melvioano Marasa sangat sedih saat mendengar bahwa suaminya akan hidup bersama Winda dan satu satunya harta berharganya yaitu putranya membuat dirinya menjadi sedih dan Arraya yang tak sengaja melihat wajah sedih Naraya menjadi penasaran siapa wanita yang menggendong bayi itu
[tuan sudah saya katakan bahwa saya bukan keluarga anda tapi saya tak menyangka jika didunia ini masih ada aja orang tua yang membantu anaknya sendiri dengan tidak ihklas] tulis Arraya
"bukan begitu maksud papa nak bukan begitu papa tetap akan membantu putra ayah agar tetap sembuh seperti sedia kala dan mendekatkan diri denganmu nak"ucap melviano
[maaf tuan tapi aku bukan anakmmu] tulis arraya singkat dan membuat wajah mereka menjadi pias namun mereka tak akan menyerah.
"begini saja nak kau ikut denganku saja tak perlu ikut dengan ayah br*****k mu kau hanya perlu ikut dengan ku aku janji akan memberikan apa pun untukmu meski aku harus mengorbankan nyawaku untuk menebus kesalahanku padamu dan ibumu opa rela nak pisah dari mereka nak demi dirimu" ucap Mahendra penuh harap.
Arraya tau bahwa kakeknya tak pernah menyakiti bundanya bahkan menjadi penolong bundanya kembali dia mengetik sesuatu
[benarkah tapi maaf saya bukan cucu anda simpan saja itu semuah buat cucu anda karena saya bukan keluarga anda]dengan wajah datarnya
keluarga Mahendra langsung merespon ketikan Arraya dengan wajah sedih karena penyesalan
melihat reaksi mereka Arraya kemudian mengedipkan mata kirinya ke arah dua bodyguard nya untuk bereaksi Karena sudah muak dengan Keluarga mahendra mereka langsung paham perintah dari nona mudanya.
"maaf tuan nyonya harus menganggu drama sok mneyedikan kalain maaf kami menyinggung kalain ayo tuan sudah waktunya kembali" ajak salah satu bodyguard Arraya.
keluarga mehendra yang mendapat kan cibiran dari bodyguard Arraya pun menjadi tahu diri bahwa seluruh keluarga arraya membenci mereka.
"tak bisakah kau tinggal sebentar saja nak?"tanya Mahendra dan mengabaikan perkataan menyakitkan dari sang bodyguard
[tak bisa tuan].tulis arraya
"ayo tuan kita harus kembali"ajak salah satu bodyguard Arraya dan dibalas anggukan oleh arraya saat akan melangkah tiba tiba Melviano berteriak memanggilnya.
"nak maaf kan papa karna telah membuat hidup hancur nak papa mohon jangan pernah tinggalkan papamu ini dengan seribu penyesalan papa mohon ijinkan papa memperbaiki kesalahan papa nak".
.
.
.
.jangan lupa like komen vote 😍😍😍😍🙏😍🙏🙏
__ADS_1