Aku Yang Terlupakan

Aku Yang Terlupakan
episode 6


__ADS_3

selamat membaca😍😍😍


"tapi masa Iyya Lo kaga ke indo" ucap David


"tau malas gue"ucap arkha mendengus kesal


"emang pada mau kemana?" tanya arraya sambil menaru nampang berisi kopi.


"ke indo paman kamu kan ada perusahaan yang akan diresmikan disana" ucap David.


"ooooo kalau gitu aku ikut yah sekalian jenguk makam nenek" ucap Arraya santai


"nggak bisa Ra kalau ayahmu tau aku mengajakmu bisa mati aku kalau kau kenapa"


ucap arkha


" tapi kalau ayah kasih izin aku ikut yah"ucap Arraya dengan gaya manja.


"hmm" arkha hanya ber hmm.


"ok" sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Arya.


"assalamualaikum ayah" ucap Arraya lembut.


".........."


"hehehe tau aja, gini yah om arkha ke indo untuk meresmikan perusahaan nya disana jadi aku mau ikut yah boleh yah" ucap Arraya merayu.


"..........."


"tenang yah plisss lagian aku juga mau jenguk nenek ayahku sayang" ucap Arraya masih memohong.


"........."


"maksih ayahku sayang bay salam sama bunda" Tut telepon berakhir.


"ayah ngizini" ucap Arraya sambil menaik turunkan alisnya dan memperlihatkan nya kepada arkha.


"huuu ayo" dengus arkha.


"paman tolong ambilkan tab aku juga yah" ucap Arraya.


"Iyya" ucap arkha berjalan kearah lift.


******


"halo kenalin aku David sahabat paman mu" ucap David mengulurkan tangannya kepada Arraya.arraya menerimanya.


"Ara" ucap Arraya terseyum.


"ra kamu nggak sekolah kok ingin ikut paman kamu si" ucap David basa basi.


"udah lulus" ucap Arraya singkat.


"ooooo" David ber o


"ayo" ucap arkha yang baru datang


"paman di Jakarta kita nginap dimana?" tanya arraya.


"di rumah om" ucap arkha


"OOO" ucap Arraya santai.


sembilan jam perjalanan yang mereka tempu dari Tokyo Jepan hingga mereka tiba di Indonesia.


"vid gue duluan yah" ucap arkha.


"Yoi lagian Ara kayaknya lelah banget" ucap David prihatin kepada Ara.


"Iyya gue duluan" ucap arkha.


keesokan harinya sesuai tujuan utama arkha hari ini adalah hari peresmian perusahaan barunya dan dihadiri oleh berbagai kolage bisnis termasuk Melviano, namun Arraya tak hadir diperesmian tersebut karena berkungjung kemakan neneknya tercinta.keesokan harinya dia memutuskan untuk ikut arkha ke perusahaan.


"paman jadi ini perusahaan paman keren" puji Arraya.


"tentu" ucap arkha. arraya berjalan di belakan arkha berdampingan dengan SEKERTARIs arkha.


"Neta kumpulkan semuah karyawan" perintah arkha dengan wajah datarnya.


"baik presedir" ucap Neta kemudian dia mengumpulkan seluruh karya di aula menunggu pemberitaihuan yang akan diberikan oleh arkha.


"kenalkan dia putri tuan Arya reyfansya saudaraku namanaya Arraya Arya reyfansya jadi saya tegaskan jangan sekali kali kalian mengekspod kesosial media atau kalian akan tinggal nama" ancam arkha penuh penekanan membaut seluruh karyawan merinding "kalian bisa memanggil nya nona muda" ucap arkha lagi dan diangguki oleh seluruh karyawan nya.


setelah menyampaikan nya arkha arrya dan SEKERTARI nya kemudian pergi dan menuju lantai atas ruangan ceo banyak gosip tentang Arraya.


"pasti dia adalah pewaris tunggal tuan Arya" ucap karyawan satu.


"pastinya kalau dilihat dia seperti terlalu dijaga dan dimanja oleh keluarga reyfansya secara sekarang sebelum tuan Presdir arkha menikah dan punya anak pasti dia adalah pewarisnya apalagi kalau tuan arkha tak punya keturunan pasti dia adalah pewaris tuan arkha betapa beruntungnya nya lahir dari keluarga reyfansya" ucap karyawan 2


"Iyya seperti nya statusnya sangat ditutup bahkan aku baru tau kalau dia adalah anak tuan Arya" karyawan 3


"sudahlah jangan sampai kita tinggal nama kalau gosip terus" ucap karyawan 3


*******


"diruangan CEO"#


"Ra duduk disana dulu paman mau kerjakan berkas ini dulu" ucap arkha sambil memeriksa laporan nya.

__ADS_1


"ok" ucapnya santai "paman aku kebawa aja yah bosan disini" ucap arraya berdiri dan berjalan menuju pintu.


"hmm" arkha hanya be hmm


dilantai satu#


arraya menghampiri seorang ob dan meminta sebuah kursi.


"kak aku minta kursi ditaroh disana yah sama susu coklat" ucap Arraya sambil menunjuk meja repseonis dan diangguki oleh ob tersebut


"silahkan ditunggu nona" ucap ob tersebut kemudian Arraya berjalan kearah meja repseonis tersebut dia disambut hangat oleh kedua repsionis tersebut.


"ada yang bisa kami bantu nona" ucap Vika repseonis sambil membungkuk hormat.


"aku ingin duduk bersama kalian" ucap Arraya sambil tersenyum ramah dan membuat Vika dan tina bingun mau diizinkan nanti kena marah bos tak diizinkan nanti dia nangis kan lebihi gawat.


"ini nona" ucap sang ob datang dan membawa sebuah kursi dan segelas susu coklat hangat.


"makasih" ucap Arraya terseyum tulus dan dibalas senyum dari ob tersebut.


"tante berdua kenapa sih kok tegang" tanya arraya bingun.


"tidak nona" ucap Vika canggung bagaimana tidak seorang arraya mau duduk Bersama mereka.


"yah kalau gitu kalian duduk emang nggak capek apa berseri terus" ucap Arraya santai


"ba baik nona" ucap Vika dan tina bersamaan langsung duduk dan mengerjakan pekerjaan mereka sedangkan Arraya sibuk dengan game sesekali melirik pekerjaan kedua karyawan paman nya dia melihat ke Erna yang bagus dari karyawan nya . tak berapa lama terlihat wanita cantik sexy datang dan bertanya dengan gaya sombong nya.


"ada yang bisa saya bantu nona?" tanya Vika membungkuk hormat.


"dimana ruangan presedir" ucap si wanita angkuh yang tak lain adalah violla.


"maaf nona apa anda sudah membuat janji dengan presedir?" tanya Tina


"kalian tidak tau saya ini calon istrinya presedir" ucap Violla Sombong membuat Arraya menoleh padanya sekilas.


"maaf nona tapi sesuai peraturan disini jika ingin bertemu presedir haru ada janji atau memang sudah ditentukan" ucap Vika sopan.


"awas yah kalian aku bakal bikin kalian dipecat berani betaninya menentang saya" bentak Violla sombong "ini lagi repseonis apaan ingat disini kamu itu kerja bukan main game" bentak Violla pada Arraya namun Arraya tak mengubrisnya, kedua repsionis terbatuk kaget karena ada aja orang yang berani membentak keponakan kesayangan tuan arkha.


"he apa sudah berapa lama kau bekerja disini udah malas bekerja" bentak Violla lagi.


"anu nona itu" ucap Vika terbata.


"anu apa" bentak Violla


"arraya menatap tajam Violla membuat Violla merasa aneh


"berani kau mentap tajam padaku" bentak violla sombong. dia juga memerhatikan gaya arraya. arraya kini memakai celana jins hitam dipadukan dengan switer berwarnah hijau tua kaca mata segi panjang rambut pendek rapi dan yah gaya rambut Arraya persis dengan gaya rambut arya, Arya ingin Arraya mirip dengan supaya orang mengira bahwa Arraya memang putri kandung Arya. tak lupa eirphone di telinganya serta tab di tangann kirinya semuah pakaian yang dikenakan Arraya adalah pakaian branded membuat Violla bingun mana mungkin ada repsionis berdandan seperti itu bahkan pakaiannya adalah pakaian yang terbilang mahal dan lagi dia masih mudah dan juga sangat tampan.


"ternyata kau masih boca dengan cara apa kau masuk ke perusahaan ini" bentak Violla membuat Arraya melotot.


"paman huuuuuuuu" teriak Arraya membaut arkha dan sekertaris nya menoleh kearah sumber suara membaut seluruh karyawan jadi gugup dengan teriakan Arraya, alangkah terkejutnya arkha melihat wajah arraya berlinang air mata.


"paman.huuuuu" tangis arraya kencang membuat Violla bingun.


"sayang ada apa?" tanya arkha berjalan kearah arraya, membuat Violla salah paham dia mengira dia yang disebut.


"itu Lo sayang masa repseonis itu berani melotot i aku" ucap Violla bergelayut manja dilengan arkha. arkha langsung menghempaskan tangan viollah membuat viollah bingun Kemudian arkha berjalan kearah Arya dan mengusap air mata Arya dengan lembut dan penuh kasih sayang.


"Lo yang kamu kenapa sih aku ini calon istri mu dan dia itu udah berani melawan aku masa kamu membela dia sih" ucap Violla kesal.


"siapa kau merasa tak pernah punya calon istri seperti mu, dan kau berani membaut dia menangis kalau dia tak memaafkan mu jangan harap karir anda akan berjalan nona" bentak arkha.


"siapa sih dia kenapa kamu belaiin dia Hausnya kamu belaiin aku" bentak violla tak ingin harga dirinya jatuh.


"dia membentakku hiks hiks hiks" ucap Arraya tersedu sedu sambil menunjuk Violla


"biar ku beri pelajaran dia" ucap Arya menusap sisah air mata arraya


"siap sih dia" kesal Violla.


"arraya, Arraya Arya reyfansya, putri dari tuan Arya reyfansya saudaraku" ucap tegas arkha sambil melotot i viollah membuat seluruh keberanian Violla hilang entah kemana.


"maksud kamu?" tanya violla gugup.


"maksudku dia adalah keponakan kesayangku dan kau berani membentak nya aku saja yang keluarganya tak pernah membentak atau memarahinya dan kau sungguh lancan, seret dia keluar" bentak arkha.


"arkha sumpah itu hanya prank aku tadi cuman ngetes aja" ucap Violla membujuk


"usir dia" teriak arkha menggelegar membuat para karyawan ketakutan dengan sigap petugas keamanan menugusir violla Tampa ampun "lain kali jangan biarkan dia menginjak perusahaan ini atau Kalian akan menyesal" ucap arkha tegas.


"baik tuan" kompak para karyawan nya lalu mereka bubar kembali ke kerjaan mereka masing masing.


"sayang kau tak apa kan" ucap arkha sambil mengecup puncak kepala Arraya. arraya hanya mengangguk rencananya berhasil membuat Violla menciut.


"awas kalau paman beneran nikah sama Tante sihir itu" ucap Arraya kesal


"iy Iyya paman janji" ucap arkha terseyum


"paman kita makan yah aku lapar" ucap arrraya terseyum.


"ok kita makan, nera tolong kamu handel untuk sementara saya akan keluar dulu" ucap arkha dan ddiangguki oleh sita.


(oh tuhan kerjaanku" bating sita sedih.


direstoran#


"paman aku ingin ke toilet" ucap Arraya.

__ADS_1


"paman temani" ucap arkha.


"no no no aku udah besar" ucap array berjalan kearah toilet.


saat berjalan kedalam toilet Arraya merasa ada seseorang yang mengikuti nya ...tapi dia tak ambil pusing karena sudah kebelet.


saat keluar dari pintu toilet mulut Ara langsung di bekap dengan sapu tangan yang telah diberi obat dan membuat Arraya pinsang


"bawa gadis itu" perintah sang bos


" baik bos"


sudah hampiri 15 menit Arraya tak kunjung kembali membuat Arkha tak tenang karena merasa terjadi sesuatu pada arraya. arkha bergegas menuju toilet di toilet dia tak mendapati Arraya kemudian berjalan kemeja nya tapi tak dapat menemukan keberadaan Arraya kemudian Arkha menuju parkiran namun hasilnya nihil tubuhnya sudah bergetar dan wajahnya pucat Pasih karena tak menemukan Arraya dimana mana arkha memutuskan untuk mengecek ke ruang cctv.


di ruan cctv#


"tuan ada yang bisa saya bantu" tanya sang


petugas


" tolong cari rekaman cctv di toilet wanita 20 menit yang lalu"perintah Arkha


" maaf tuan bukannya kami tak ingin membantu tapi di bagian toilet kami tak memsang cctv" jelas sang petugas


" aaaaaa......."teriak Arkha prustasi "dimana kamu" teriaknya lagi


" apa putri anda yang hilang tuan?" tanya sang petugas" berapa usianya kenapa anda tak menemaninya"tukas petugas


"16 tahun"jawab Arkha dan membuat petugas tersebut seakan tak percaya bahwa seorang pria muda seperti Arkha sudah punya seorang anak yang sudah berusia 16 tahun arkha yang menyadari bahwa petugas dipenuhi tanda tanya diotaknha karena jawabnnya dia langsung menjawa.


" dia adalah putri kakak saya, jangan salah paham" jelas arkha sang petugas langsung mengangguk "sekarang pasang cctv di luar toilet wanita" perintah Arkha dengan nada nenggertak


"ba..baik tuan" jawab petuga gagap karena ketakutandia melihat Arkha pergi sampai pundak Arkha tak terlihat.


" astaga hampir saja jangtungku copot


dibuatnya"sambil mengusap dadanya


tempat penyekapan ara#


"akhirnya aku mendapatkan mu" tawa sinis sang bos


"bos siapa sebenarnya bocah ini kenapa kita harus menangkapnya"tanya salah anggota nya


" tak perlu kalian tau cukup kalian jaga dia baik baik jangan sampai dia terluka walaupun hanya sehelai rambutnya yang hilang atau nyawa kalain taruhannya" ancam Si bos


" baik bos" jawab kompak mereka


" bagus Jangan Sampai dia mengetahui wajah kalian atau tuan x akan membunuh kita" perintah sibos sambil berjalan meninggalkan kedua bawahannya.


" baik bos" angguk kedua anggota


" sebenarnya siapa si bocah ini seperti nya dia adalah anak konglomerat.deh? Heran sang bawahan A


" aku juga sebaiknya kita patuhi saja perintah bos,"


di apartemen Arkha#


"kemana kau Ara Jagan buat paman khawatir sebaiknya aku menghubungi kakak saja" guman Arkha


" halo kak" sapa Arkha


"....."


" gini kak pertama kakak harus tenang,jangan terbawa emosi kedua jangan sampai kakak ipar tau" pinta Arkha


"........."


"Ara diculik kak,maaf aku tak amanah" maaf Arkha


"......"


" maaf kak aku juga kehilangan Ara saat kami sedang makan di restoran saat tengah tengah makan dia ingin ketoilet" jelas Arkha


" ......"


" sudah kak tapi di luar toilet tak ada cctv" sesal Arkha


"...."


" ba baik kak aku janji" dia paham akan kelalaiannya yang mengizinkan Arya pergi sendiri


"....."


" baik kak sekarang tutup telepon nya aku harus lanjut mencari Ara" pinta Arkha


"............"


.


.


.


.


.


jangan lupa like,komen, vote dan kasih lima bintang yahπŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜πŸ™

__ADS_1


__ADS_2