
.
kepergian Aryya#
"tuan muda ayo"panggil sang bodyguard lagi namun Arraya tak bergeming karna kakinya seakan mati rasa akibat terlalu lama berdiri hampir saja ia terjatuh untung saja dengan sigap Melviano menangkapnya dengan secepat kilat bodyguard Arraya yang bernama Doni belari dan mengambil Arraya dari pelukan Melviano.
"tuan tak apa apa?"tanya Doni khawatir arraya hanya mengangguk
[gendon] tulis arraya dan memperlihatkannya pada doni sambil merentangkan tangannya, doni menggangguk
saat Doni akan memposisikan dirinya untuk menggendong Arraya tiba tiba Melviano angkat bicara.
"biar saya aku saja yang menggendong putraku"berharap Arraya memperlakukannya sama seperti Doni dan mengangguk tapi sayang Arraya langsung naik kegendongan Doni dan mengabaikan Melviano. "nak izinin papa menggendong mu papa tak pernah merasakan menggendongmu nak" ucap Melvioano membujuk, Arraya menggeleng
"maaf tuan kami harus pergi" kemudian Doni menggendong arraya dengan penuh ketulusan dan keikhlasan karna dia dan teman temannya menganggap Arraya sebagai putri mereka, saat mereka melewati Nayara arraya langsung memberikan kode kepada Doni agar berhenti dan diangguki oleh Doni dia menatap Naraya dengan tatapan intens kepada Naraya dan bayinya secara bergantian dengan tatapan sok jijik padahal dia tak sama sekali membenci Naraya karena dia tahu Naraya hanya orang yang di paksa oleh keluarga mahendra. tuan Mahendra pun angkat bicara.
"Dia adalah ibu tirimu nak namanya naraya, dan yang ada di gendongan nya adalah adikmu bukanka dia tetlihat merip denganmu apa kau tak ingin menggendongnya nak, sekarang kau percaya kan bahwa kami adalah keluarga mu " berharap Arraya akan luluh dengan bayi kecil itu tapi sayang Arraya tak peduli Arraya bahkan menggeleng sebenarnya dia sanagat ingin menggendong adik kecil nya namun dia masih ingin bermain main dengan keluarga mahendra kemudian Doni kembali melanjutkan jalannya meninggalkan keluarga Mahendra yang masih bersedih setelah kepergian Arraya Doni langsung bertanya pada tuan Mahendra.
"Ayah aku punya putra dari Arana dan dia sudah berumur 15 tahun tapi aku agak heran mengapa dia lahir terlalu cepat harusnya dia masih membutuhkan 3 bulan untuk menggenapkan umurnya 15tahun 5 bulan aku agak heran ayah".heran Melviano.
"ayah juga sama" setuju MahendraDoni yang harus kembali karena Arraya melupakan tasnya mendengar ucapan tuan Melviano" .menjadi angkat bicara.
"karna dia tak lahir sempurna seperti anak anak pada umumnya dia harus lahir dibulan ke 6 karna kandungan nyonya tak kuat makanya tuan kecil lahir sebelum bulannya atau dengan kata lain prematur "ucap Doni menekan kata prematur sambil berjalan mengambil tas Arraya kemudian pergi.
"tidak aku tak dapat memaafkan diriku sendiri jika cucuku tak memaafkan aku ini semuah salahku".teriak Valina histeris. Samapai pengunjung lain melihat valian dengan tatapan aneh
"wajar jika cucumu membencimu anggap itu semuah adalah karma dunia untuk mu"kesal Mehendra.
dirumah Arraya.
"paman doni paman Davin aku puas banget sama keluarga mahendra, tapi itu baru permulaan hahhaha"tawa Arraya.
"jujur nak kami kagum sama kamu..kamu hebat sehingga membuat mereka menjadi orang yang paling bersalah di dunia hahaha" tawa Davin dan Doni..
"tapi paman dosa aku udah berapa yah udah boongin kakek kalau si brengsek itu sih masa bodoh tapi kakek" ucap Arraya merasa bersalah.
"entahlah".kompak Doni dan Davin.(yah kedua bodyguard yang dengan kata lainnya adalah pamannya sangat menyangi Arraya karena mereka sudah bersama arana semenjak kecil mereka sangat menyangi arraya saat Arraya lahir kedunia .sebenarnya mereka adalah pengusaha hebat, mereka adalah anak angkat nenek arraya.tapi jika Selama waktu yang menyenangkan bagi Arraya bercanda mereka akan berperan sebagai bodyguard Arraya mereka berjanji akan membalas kebaikan nenek Arraya melalui Arraya atau arana.
"yaudah paman antar aku kebandara aku akan ke jepan kalian bisa menjengukku jika kalian ingin dan kalian harus berjanji akan selalu menyangiku"ucap Arraya sedih
"kami tak melupakan mu nak kami janji" ucap Doni sambil mengaitkan jari kelingkin Arraya ."begitupun dengan Davin.
"ya sudah ayo berangkat"
di bandara
''paman aku pamit."ucap arraya melambaikan tangan kepada pamannya.(bagi Devin dan Doni.arraya adalah segalanya karena mereka masih single dengan kata lain masih tak beristri atau memiliki pacar)
Doni dan Davin kemudian membalas lambaian tangan arraya.
beberapa jam kemudian
di bandara internasional Tokyo Jepan
saat duduk di kursi tunggu tiba tiba ada yang menyapa Arraya yang tak lain adalah suruhan ayah tirinya untuk menjemputnya.
__ADS_1
"excuse me..what you are Miss Arraya?"(permisi apa anda adalah nona Arraya?)
"Yes, myself. Can I help you? "( iya saya sendiri .apa yang bisa saya bantu?)
"I was the person who ordered Mrs. Arana to pick you up, Miss"(saya adalah orang suruhan nyonya arana untuk menjemput anda nona)
"ok we are blessed "(oke kita berangkat)
di mensiona rayfansyah
beberapa menit yang lalu orang suruhan arya menghubungi arya bahwa beberapa menit lagi Arraya akan sampai
Arraya masuk kedalam Mension tersebut dengan santai, dia hanya sibuk dengan game online nya tak peduli dengan tatapan para pelayan kebetulan saat itu arana akan naik kelantai dua sambil membawa piring yang berisi buah karena kaget melihat sosok Arraya ia langsung menjatuhkan piring yang dipegangnya tampa terasa air matanya mengalir begitu deras para pelayan dan anggota keluarga lainnya yang ada dilantai satu kaget dengan apa yang dilakukan arana. Arya yang melihat ada air mata menetes di wajah istrinya menjadi panik, kemudian menghampiri istrinya dan bertanya apa ka arana baik baik saja dia tak menyadari kedatangan arayya
"sayang apa kau baik baik saja?"tanya Arya panik tak mendapat jawaban dari istrinya kemudian mengikuti arah pandang sang istri dan alangkah terkejutnya saat melihat arraya sedangkan Arraya tak menyadari kegaduhan yang di sebabkanya dia hanya sibuk menatap layar tab nya.
"arraya"..teriak arya senang dan langsung berjalan menuju arraya. arraya yang mendengar namanya disebut kemudian mengangkat wajahnya dan menatap Arya yang tengah berjalan ke arah nya dan kemudian kembali menap gamenya tak peduli jika tatapan tertuju padanya.
"nak kau tiba aku ayahmu"ucap Arya.
arka Yang penasaran dengan orang disebut sebagai anak oleh kakanya pun berjalan karah kakaknya dan alangkah terkejutnya saat malihat Ayyara.
''apa maksudnya dia anak kakak apa ini alasan kakak ipar menagis" ucap Arkah emosi
"ayah kecewa padamu nak kau ternyata punya anak dan kau tak memberi tahu pada kami bahkan kau tega membohongi dan menyakiti istrimu nak"kecewa Ray ayah Arya
"Iyya nak ibu juga kecewa padamu"tambah ratih ibu Arya.
"Lo kok gitu ini semuah tak seperti yang kalain duga kalian salah paham okey" ucap Arya
Tampa basa basi tuan besar ray langsung memukul wajah arya dua kali karena emosi dia tak menduga bahwa putranya akan melakukan hal hal bajat.hingga membuat Arya jatuh tersungkur
arana yang tak dapat menahan tangisnya karena kerinduanya terhadap Arraya langsung berlari kearah Arraya dan memeluknya erat erat semuah orang yang melihat tingkah Arana menjadi bingun, kecuali Arya yang telah mengetahui detailnya mereka berfikir arana akan mememukul wajah Arraya namun itu tak seperti yang ada di otak mereka.
"loh nak kenapa kau memeluk anak itu harusnya kau kesal bukan malah memeluknya" heran Ratih
"Dia putri kandungku bu mas arya tak salah Arraya adalah putri ku bukan Putri Mas arya.".seiisi rumah menjadi gempar di buat oleh arana.
"apa maksudmu?" tanya ray sang mertua
"bukanka aku pernah cerita sebelum aku menikah dengan keluarga ini aku perna cerita bahwa aku punya anak dari mantan suamiku"jawab arana.
"tidak bisa seperti itu arana"kesal Ratih
aryya yang salah paham bahwa keluarga bundanya tak menerima kehadirannya kemudian langsung melepas eirphone di telinganya kemudian menarik tangan bundanya keluar menuju pintu. Arya yang mengetahui maksud Arraya langsung berlari mengejar Arraya dan arana
"nak ayah mohon jangan bawa bundamu pergi ayah mohon nak" pinta Arya sekali lagi Arraya salah paham dia menatap wajah serius Arya dan tak terdapat kebohongan diasana dia kemudian melepaskan tangan sang bunda dan kemudian berjalan sendiri tampah menoleh kebelakan arana yang mendapati perlakuan putrinya bahwa putrinya lagi lagi akan meninggalkannya langsung jatuh duduk tersungkur dan air matanya semakin deras kemudian Arraya berhenti sejenak kemudian berbicara dengan Arya Tampa menoleh.
"aku titipkan bundaku jika suatu saat kau tak ingin merawatnya lagi tolong kembalikan padaku".ucap Arraya lalu berjalan pergi.
"Arraya dengarkan ayah nak ayah mohon jangan pergi lagi kasihan bundamu nak".teriak AryaUntung saja dari ruang tamu dan pintu cukup jauh jadi Arraya masih mendengar ucapan arya tapi dia tetap melangkahkan kakinya.
"Ara bunda mohon nak jangan tinggalkan bunda. bunda akan ikut denganmu kemanapun kau pergi" kemudian arana berdiri dengan susah payah karena lutunya seakan tak terasa lagi.arraya langsung berhenti kemudian meneloh kearah bundanya sambil tersenyum.dia senang bunda nya lebih memilihnya. Arya melihat tingkah istrinya langsung berlari kearah Arraya kemudian memeluk arraya.arraya yang berusaha menolak pelukan sang ayah tiri memberontak tiada henti.
"lepaskan tangan anda tuan"ucap Arraya.
__ADS_1
"ayah tak akan melepaskanmu nak sebelum kamu janji tak akan meninggalkan Mension ini. "ucap Arya
"maaf saya tidak bisa saya harus membawa bunda saya pergi"sambil memberontak tiada henti.
"nak maafkan perkataan Oma jika itu menyakiti mu maksud Oma tak seperti itu
nak" ucap Ratih sedih baru beberapa menit Iyya merasakan menjadi nenek kini dia akan kehilanga cucunya lagi
"Iyya nak opa juga minta maaf nak bukan maksud kami tak menerimamu kami hanya melupakan mu nak maaf".ucap Ray sedih
Arya kemudian melepaskan pelukannya sedari Arraya tak memberontak lagi tetapi diluar dugaannya arrayya malah bertepuk tangan sambil tertawa.
"prok..prok...prok..wah wah wah".tawa sini Arraya
"hebat sekali Anda nyonya sangat hebat walaupun anda menerima saya sebagia cucu anda tapi maaf saya tak bisa karna apa?" Arraya menjeda ucapannya seisi Mension menjadi tak paham dengan maksud Arraya.
"anda ingat tidak kejadian 2 bulan yang lalu di indo saat berbelanja di mall anda memperlakukan saya seperti anjing dan menampar saya Tampa saya tau apa salah saya yang jelas jelas adalah salah menantu Anda yang Anda banggakan itu jelas jelas dia sendiri yang berjalan tampa melihat jalan dan hanya sibuk dengan gayanya, aku Sampai ingin muntah mengingatnya dan apa yang anda katakan hari itu aku masih mengingat nya dengan jelas.
(anak sialan kalau jalan itu pakai mata liat ini menantu saya sampai jatuh) padahal dia sendiri yang langsung jatuh untuk mencari simpati anda dan para pengunjung aku bahkan mengingat bagaimana anda dan menantu kesayangan anda menghina bunda saya dan Tampa anda melarai menantu kesayangan anda untuk mengatakan hal hal buruk tentang bunda saya dengan penuh keangkuhan dan kesombongan menantu anda dengan mengatakan lantang... (anak sialan apa ibumu tak pernah mengajarimu sopan santun, atau jangan jangan ibumu seorang *******) tapi maaf ibu angkat dan ibu kandung saya adalah wanita baik baik tau jangan jangan ucap jijik Ayyara dan memperaktekkan gaya bicara serta gaya jalan dan gaya tangan Violla bahkan dia ingin munta
"apa menantu jangan jangan ibu jodo jodihin aku sama perempuan gila lagi" teriak arkha prustasi tak menyangka sang ibu tercintanya akan memamerkan wanita sebagai istrinya tanpa sepengetahuannya
"i Iyya nak .tapi ibu tak menyangka akan seperti itu" sesal ratih "Ara mohon maafkan nenek nak maaf"ucap Ratih penuh harap
"oh.sorry nyonya saya tak bisa kalau anda menghina saya. saya tak mengapa tapi kalau anda menghina bunda saya.maaf maaf saja aku tak dapat"
"Arkha maafkan ibu nak ibu tak tau kain akan marah seperti ini Karena ibu bisa prediksi di anak baik baik tak seperti gadis gadis lainnya nak."tukas Ratih
"tuan muda jika saya yang menjadi anda aku akan susah memaafkan kesalahan yang dibuat buat tapi anda harusnya bersyukur si bisa punya istri yang narsisnya kelawatan... dan cukup hebat tu dalam mengeluarkan uang Tampa anda perlu capek menyumbangkannya ke panti asuhan..hahaha" tawa arrayaa....
arkha yang mendengar penjelasan Aryya menjadi memanas .....
"Ara sudah nak tak baik menggoda pamanmu."tegur Arana
"salah sendiri Bun punya istri kok narsis banget."ucap Arrayya Tampa dosa.
tuan Ray yang dari tadi memperhatika ayyara dia sangat menyukai Ayyara.." Ara gimana kalau besok kita adakan pesta pernikahan untuk pamanmu gimana kita buat yang meriah yah " tanya Ray sok akrab
"ist's ok tuan dan aku akan mengundang teman teman si wanita itu karena mereka tau bahwa tuan Arkha itu sangat mencintai nona muda Violla dan menurut berita yang tersebar di indo kata ya tuan Arkha dan nona violla telah resmi menjadi suami istri secara agama tinggal pesta nya aja jadi kalau kita buat besok mungkin akan menyenangkan " ucap ayyara
"wah wah ponakan ku yang satu ini sudah pandai yah baru datang langsung nyuruh Nikah aja".ucapa arkaha sambil berjalan ke arah Ayyara dan mencubit pipi Ayyara." mulai sekarang kau harus memanggilku paman dan berjanji tak akan meninggalkan kami kau tak lihat opamu itu sudah tua dia tak punya teman untuk bercnada dan sang Oma mu itu hanya sibuk dengan teman teman sosialitanya." ujar Arkha membeberkan fakta ibu dan ayahnya.
"maaf tuan aku tak dapat karena kau harus pergi aku tak suka bertemu dengan seorang wanita yang menghina bundaka"menyindir Ratih.
"maaf nak sekali lagi maaf Oma janji tidak kan menjodohkan pamanmu pada violla nak Oma mohon agar kau tinggal disini" mohon ratih
"hemm itu sih terserah anda kerena memang nona violla udah jadi istri tuan Arkha" ucap Arraya sambil memegang dagunya.
" dasar wanita sialan" teriak Arkha prustasi sampai memenuhi seisi ruangan memaki violla
.
.
.
__ADS_1
.
. jangan lupa like coment vote yah😍😍😍