
selamat membaca 😍😍😍
"nenek" guman Arraya lirih tapi masih terdengar oleh kedua orang yang menyekapnya.
"halo tuan muda apa anda haus?" tanya Andi si penyekap tulus.
"nenek" guman Arraya lagi.
"sungguh kasihan bocah ini masih kecil tapi sudah jadi sandera" ucap si penyakap 2 bernama anta.
"iyya" ucap Andi "adik kami hanya bisa berdoa semoga orang yang menginginkan mu adalah orang baik" ucap Andi lagi
(mereka sangat baik) bating Arraya.
"adik apa kau haus?" tanya Andi dianghuki oleh Arraya.
"susu coklat" ucap Arraya terseyum dan dianghuki oleh Andi.
"tunggulah akan kakak buatkan" ucap anda kemudian beralih ke termos air hangat dan membuatkan segelas susu hangat buat Arraya.
"makasih" ucap Arraya dan langsung meminum susu tersebut dengan nikmat
keesokan harinya#
"kau sudah bangun adik kecil" ucap anta terseyum tulus dan diangguki oleh Arraya.
"ini kakak sudah membuat kan mu susu coklat kesukaanmu" ucap Andi.
"terimah kasih kakak tampan" ucap Arraya terseyum sambil meminum susu coklat yang diberikan oleh Andi mereka sudah tak menggunakan topen lagi karena permintaan Arraya yang sampai menangis tersedu sedu karena tak tega terpaksa mereka melepaskannya dan nampak sudah wajah tampan mereka.
"adik apa kau ingin bermain?" tanya anda tersenyum dan dianghuki oleh Arraya.
__ADS_1
sejam sudah mereka bermain boneka tembak tembakan air sampai mereka bermain kejar kejaran dan saling memukul dengan menggunakan bantal hingga kapas yang ada didalam bantal tersebut keluar
(author)
(jangan salah sangka yah tempat penyekapan ya itu adalah sebuah vila)
tak terasa sudah pukul 10 pagi kemudian Beberapa orang datang dengan menggunakan pakaian rapih ala pengawal dan seorang yang terlihat seperti bosnya.
" tuan mari ikut kami" ucap si bos sopan namun Arraya tak bergeming masih memandang nya dengan intens
"ikutlah kecil dia orang baik" ucap Andi tersenyum kemudian Arraya mengangguk karena dia tau orang yang datang adalah orang baik.
dimension keluarga mehendra#
"yas" panggil Melvioano Arraya menoleh dan menatap Melvioano dengan tatapan tajam bag elang. "sini nak papa kangen" ucap Melvioano tapi Arraya malah berlari kebelakang pak her yang tak lain adalah bos dari orang yang menyekapnya. "nak aku ayah mu" ucap Melvioano lagi Arraya menggeleng dan tetap bersbunyi dibelakang pak her. karena tak mendapat jawaban dari Arraya dan sudah tak tahan ingin memeluk Arraya di menarik lengan arraaya dengan paksa dan membawanya kedalang pelukannya Arraya berusaha memberontak namun tenaganya tak cukup kemuadian Melvioano meminta pak her untuk pergi bersama bawahannya mereka mengagguk setuju kemuadian Melvioano menarik Arraya secara paksa duduk disofa
" nak apa kau tak merindukan ayah?" tanya Melviano Arraya menggeleng membuat wajah tampan Melvioano sedih.
"nak selama ini kau kemana saja?" tanya sang kakek Arraya menjawab dengan menggunakan bahasa isyarat membuat tuan Mahendra tersedar "ini gunakan ponsel opa" ucap tuan mehendra menyerahkan sebuha ponsel dan Arraya menerimanaya. "nak apa kau ingin tinggal disini?" tanya tuan Mahendra kemudian Arraya menggeleng.
"sayang" ucap seorang wanita yang baru tiba dan langsung duduk didekat Melvioano.
"sedang apa kau kemari?" tanya Melviano
"emannya aku tak boleh kengen dengan calon suami ku" ucap si wanita cemberut.
"bukan gitu sayang cuman kok nggak bilang aku duslu suapaya bisa jemput kamu" ucap Melvioano.
(cih. wanita ini lagi menyebalkan) bating Arraya kesal.
"maksih sayang" ucap siwanita lalu menoleh kearah arraya dan tuan Mahendra
__ADS_1
"kau" ucap si wanita kaget Arraya hanya menatapnya tajam.
"sayang kau kenal bagus lah" ucap Melvioano terseyum senang.
"kau menangkap'nya sayang oh terima kasih aku tau kau pasti melakukannya" ucap si wanita senang.
"maksud mu?" tanya Melviano heran
"maksud ku kau ingat tidak 2 bulan lalu kan aku melakukan tur kejepan kan?" tanya si wanita Melvioano mengangguk "waktu aku berbelanja ke mall aku bertemu anak sialan ini dia pikir mall tempat bermain kejar kejaran apa dia nabrak aku hingga belanjaan aku berserakan saat aku akan memukulnya tiba tiba seseorang menahan tanganku dan berkata jika kau memukulnya kau hanya akan tinggal nama" ucap si wanita kesal.
"ha" pekik Melviano
"dan kau tau sayang orang yang menolongnya adalah tuan arkha bayangkan yang tuan arkha pengusaha terkenal di jepan" ucap si wanita geram.
(jelas dia adalah pamanku) bating Arraya terseyum.
"berani kau ingin menampar cucuku" bentak tuan Melviano membuat si wanita kaget bukan main.
"maksud ayah?" tanya si wanita yang tak lain adalah winda heran.
"dia adalah putraku sayang putraku bersama arana" ucap Melvioano terseyum dan membuat Winda kaget.
"what jadi anak nakal ini adalah anakmu sayang" kaget Winda Melvioano mengangguk.
"yah dia adalah putraku penerus ku" ucap Melvioano.
(sialang Belum sempat aku menyingkirkan anak nya bersama Naraya sekarang datang lagi anak nakal yang ternyata pewaris akan sulit bagiku mendapatkan harta keluarga ini tapi tenang saja anak ini bisu jadi dengan mudah aku menyingkirkan) bating Winda licik.
"oh" Jawab Winda terseyum kecut.
jangan lupa like coment Vote yah 😍😍😍
__ADS_1