
selamat membaca 😍😍😍
"tuan tak baik memaki istri sendiri bunda kita pergi" ucap Arraya dengan ekspresi datarnya.
"tapi sayang bunda tak bisa meninggalkan ayahmu nak bunda hanya akan meninggalkan ketika mau memisahkan" ucap arana membuat raut kecewa diwajah Arraya.
"terimah kasih nyonya karena anda lebih memilih suami anda dibanding saya tapi wajar saja karena dia telah menemani anda selama 10 tahun terkahir tapi tak apa jika suatu saat anda telah menyesali keputusan anda maaf bagi saya anda sama saja dengan ayah biologis ku sudah mati di hatiku" ucap Arraya dengan wajah datarnya dan penuh penekanan membaut seisi rumah bagai disambar petir apalagi arana.
"nak" ucap arana tak kuasa menahan air mata nya.
"aku sudah bukan anak anda lagi nyonya Arya karena bagi anda aku hanya sampah" ucap Arraya dingin lalu tertawa membuat seisi ruangan jadi tegang
'nak' ucap Arya.
"maaf kita tak sedarah tolong jaga dia tak bisa dipungkiri bahwa dia memang adalah wanita yang melahirkan ku" ucap Arraya."aku arraya.
"nak ayah mohon jangan berbicara seperti itu ayah janji akan melakukan apa pun untuk mendapatkan restu darimu" ucap Arya.
"maaf hati saya sakit bagaikan disayat pedang mendengar ibu kandung ku sendiri lebih memilih anda dibanding saya" ucap Arraya berusaha menahan air matanya.
"bukan begitu Ra bunda tak akan bisa berpisah dari kalain berdua karena bagiku kalain adalah hartaku yang paling berharga" ucap arana sedih.
"nak ayah mohon jangan tinggalkan kami aku tak bisa pisah dari bundamu begitupun dirimu" ucap araya sedih.
"apa saya boleh meminta sesuatu?" tanya arraya langsung diangguki oleh Arya dan keluarga nya.
"apa itu nak?" tanya Ratih senang.
"toilet anda dimana yah?" tanya arraya
"disana nak" ucap Arya.
"makasih" ucap arya kemudian berjalan pergi meninggalkan semuah orang bingun.
*******
"sungguh tuan Arya saya salut pada anda" ucap Arraya yang baru datang.
"maksudnya?" tanya Arya bingun.
__ADS_1
"sungguh permainan saya memang hebat yah penuh dramastis gimana tuan Ray?" ucap Arraya sambil tertawa sinis
"kau memang hebat nak sehingga mampu menipu seluruh keluarga ini kecuali aku bahkan bunda kau buat menjadi paku yang tak dapat bersuara" ucap kakek Rai sambil tertawa.
"what jadi kamu cuman sandiwara" ucap Arkha kesal dan langsung mencubit pipi Arraya.
"yas tujuanku cuman untuk balas dendam karena ibu kandung ku sendiri tak mengenaliku bahkan saat dirumah nenek dia tak sekalipun melirik kku rasanya sakit sekali" ucap Arraya dingin membuat Arya dan arana merasa bersalah.
"maaf nak" hanya kata itu yang keluar dari mulut mereka berdua.
"sudahlah aku pamit" ucap Arraya melangkahkan kakinya menuju pintu keluar
"Arraya Arya reyfansyah" teriak Arya membaut arraya menoleh dengan wajah datarnya.
"tuan Arya yang terhormat jangan sekali-kali anda merubah nama saya karena saya paling benci itu" ucap Arraya dingin membuat aryA tak berkutip dan tegang
"ok dimana kamarku?" tanya arraya terseyum membaut seluruh keluarga jadi linglung akibat perubahan drastis Arraya.
"serius" tanya Arya senang diangguki oleh Arraya "dilantai 3" ucap Arya.
"tidak usah mulai hari ini dan seterusnya aku akan tidur barang bundaku jadi untuk tuan arya tidur di kamarku saja yah" ucap Arraya membuat Arya lesuh seaakan tak pernah makan.
"hahahaha tak usah aku akan tidur dikamar Oma dan opa" ucap Arraya membuat kedua pasangan paruh baya itu senang bukan main.
"Ara kenapa kau tik ingin tidur dikamar paman mu yang paling tampan ini" ucap Arkha sombong.
"yang ada tampangan aku kali dan lagi aku jijik dekat dekat dengan anda apalagi anda adalah suami nona violla" ucap arraya sengaja menggoda Arkha.
"Ara sudah nak kau membuat pitam pamanmu naik" ucap arana.
"biarkan saja sayang asalkan putriku bahagia walaupun yang jadi korban nya harus adikku sendiri" ucap Arya sambil merangkul tubuh arana dan membuat Arkha menatap nya sinis.
"betul" ucap Arraya
"semuanya bubar kerjakan tugas kalian masing masing" teriak Arkha membuat seluruh maid kabur dengan secepat. kilat
"apa kalian akan tetap berdiri" tanya Ray sang kakek. kemudian mereka berjalan kearah sang kakek yang tengah duduk manis disofa.
"Ara sayang sini nak opa pangku" ucap kakek Ray membuat Arraya melotot.
__ADS_1
"nggak aku udah besar udah 15 tahun Lo Iyya kali Masi dipangku" ucap Arraya tak mau
"gausah sombong masih bocah juga lagian kamu itu Masi siswi SMP dasar bodoh, lagian badang mu kurus banget kayak nggak pernah makan setahun".goda arkha
"sialan Lo om kamvet bilang gue bodoh om kecil kecil gini aku pintar kali" sombong Ara.
"apa buktinya kamu pintar orang cuman siswi SMP kelas delapan paling paling dapatnya peringkat 20" goda Arkha.
"enak aja aku udah lulus SMA kali".teriak Ar tak terima
" om nggka percaya sama kamu"ucap Arkha tak percaya siapa pun yang mendengar itu pasti tak akan percaya.
"kalu aku benar om bakal lakuin apa buat aku" tanay Ara
"om bakal lakuin apa pun, om juga bakal beliin kamu mobil keluaran terbaru.hp keluaran terbaru.leptop keluaran terbaru tab keluaran terbaru dan motor keluaran terbaru."ucap arkha
"aku cuman mau kuliah" ucap Arraya santai
"yaudah kalau gitu manah ijasah kamu om mau liat" ucap Arkha membuat Arraya langsung mengeluarkan sebuah map dan memberikan kannya pada Arya dengan senang hati Arya menerima nya.
"anak ayah memang hebat" ucap Arya terseyum bangga.
"masa sih" ucap Arkha tak percaya dan langsung mengambil map yang dipegang oleh Arya dan membacanya dengan seksama.
"ok besok om daftarin kamu kuliah" ucap Arkha membuat senyum indah terukir di wajah Arraya.
"aku mau kuliah di universitas Tokyo" ucap Arraya tersenyum
"ok paman setujuh" ucap arkha
.
.
.
jangan lupa like komen vote yah😍😍🙏🙏
__ADS_1