Aku Yang Terlupakan

Aku Yang Terlupakan
Kekenyangan.


__ADS_3

Mereka menurunkan kopernya dari bagasi mobil satu per satu sebelum masuk ke dalam villa. Penjaga villa sudah menunggu di depan pintu masuk untuk menyambut kedatangan mereka. Terukir senyuman ramah yang terpancar dari penjaga villa itu. Kebetulan yang menjaga villa itu adalah sepasang suami istri, tetapi tidak memiliki anak. Setelah semuanya beres, Dirgo mengajak teman-temannya untuk masuk ke dalam karena cuaca semakin dingin, lantaran hembusan angin pantai yang menyapu badan mereka.


“Ayo kita masuk!” ajaknya pada mereka semua. Mereka pun menuruti perkataan Dirgo.


“Selamat malam dan selamat datang, Nak Dirgo.” Sang penjaga villa menyapa Dirgo.


“Selamat datang juga teman-temannya Nak Dirgo,” sapa sang penjaga villa ramah pada pasukan Dirgo.


“Terima kasih, Bibi dan Paman,” jawab Agatha dengan membungkukkan badannya. Penjaga villa itu tersenyum melihat Agatha yang ramah padanya.


Mereka semua masuk mengikuti bibi penjaga villa (sebut saja Bi Inem) dari belakang. Bi Inem mengantarkan mereka pada ruang tamu villa sebelum mereka masuk ke kamar masing-masing dan menyantap makan malam yang telah tersedia di dapur.


“Nak Dirgo, makan malamnya sudah siap seperti yang Nak Dirgo minta jauh-jauh hari. Jadi, Nak Dirgo dan teman-teman bisa langsung makan malam lalu beristirahat,” ucap Bi Inem ramah.


“Baik, Bi. Terima kasih sudah menyiapkan yang saya minta,” jawab Dirgo tersenyum.


“Kalian ingin mandi dulu apa langsung makan?” tanya Dirgo.


“Hm, kayaknya mandi dulu deh. Badan gue lengket sekali nih,” tukas Memey. Jawaban Memey juga disetujui oleh yang lainnya.


“Okelah. Bi, tolong antarkan cewek-ceweknya ke kamar, ya. Biar yang cowok-cowok saya yang nunjukin kamarnya!” perintah Dirgo pada Bi Inem. Bi Inem segera mengangguk mendengar perintah sang pemilik villa.


“Mari gadis-gadis cantik. Bi Inem tunjukkan kamar kalian!” ajak Bi Inem ramah sembari mengulas sebuah senyuman gratis. Agatha, Nadine, dan Memey pun mengikuti perintah Bi Inem. Mereka menuju ke lantai dua karena sesuai dengan perintah Dirgo sebelumnya.


Sesampainya di lantai atas, Bi Inem menghentikan langkahnya ketika sudah berada di depan kamar.


“Di antara kalian bertiga, apakah ada yang bernama Agatha?” tanya Bi Inem menatap mereka bertiga secara bergantian. Agatha merasa heran dengan pertanyaan Bi Inem, namun karena perawakan Bi Inem yang ramah tak membuat Agatha perpikir yang bukan-bukan terhadap penjaga villa itu.


“Bibi macam wartawan televisi aja deh,” celetuk Memey. Bi Inem tersenyum mendengar penuturan Memey.


“Mey! Jaga sikap, jangan gak sopan kayak gitu.” Agatha mengingatkan Memey dengan merapatkan kedua giginya.


“Sudah, santai saja sama Bi Inem,” ucap Bi Inem karena melihat Agatha yang menegur Memey.


“Oiya, ada apa Bibi menanyakan nama saya?” tanya Agatha penasaran sembari menatap wajah Bi Inem dengan raut bertanya-tanya.


“Oh, tidak apa-apa. Nah, kamu tidur di kamar yang ini, dan untuk kalian berdua di kamar ujung sana, ya!” perintah Bi Inem pada mereka bertiga seraya menunjuk kamar mereka masing-masing. Karena sebelumnya Dirgo sudah memberi amanat supaya Agatha lebih didahulukan dan tidak sekamar dengan teman pengkhianatnya.


“Lah, kok saya gak sekamar sama mereka, Bi?” Agatha kebingungan.


“Tidak apa-apa. Karena kalau kalian satu kamar, ranjangnya tidak akan cukup. Apa mau tidur di lantai?” jelas Bi Inem, padahal sebenarnya itu adalah amanat dari sang pemilik villa.


Tanpa menjawab pertanyaan Bi Inem, Agatha pun masuk ke dalam kamar yang memang dikhususkan untuknya. Hal serupa juga diikuti oleh Nadine dan juga Memey, mereka menuju kamar yang berada di ujung sesuai petunjuk Bi Inem sebelumnya. Ketika mereka sudah masuk ke dalam kamar, Bi Inem mengingatkan mereka supaya turun ke bawah untuk makan malam bersama yang lainnya.


Agatha meletakan kopernya di samping ranjang tidur sebelum membersihkan dirinya. Di luar, terdengar ada ketukan pintu. Setelah mendapat perintah dari Agatha, akhirnya Bi Inem pun membuka pintu itu.

__ADS_1


“Maaf, Nak Agatha, mengganggu sebentar. Nanti setelah membersihkan diri, jangan lupa ke bawah untuk makan malam, ya! Ajak juga teman-teman Nak Agatha yang tadi,” ucap Bi Inem ramah.


“Baik, Bi. Nanti kami menyusul,” jawab Agatha lalu mengambil handuk dari dalam kopernya.


“Kalau begitu, Bibi duluan, ya.” Bi Inem membungkuk dan menutup pintu kamar yang sedang ditempati oleh Agatha.


Di bawah, tepatnya di meja makan, ada tiga cowok yang sudah duduk manis di sana menunggu tiga cewek yang masih berada di atas. Yadi yang sudah kelaparan membuatnya terus mengoceh.


“Duh, lama amat mereka. Gue udah kelaparan nih,” ucap Yadi seraya memegang perutnya yang keroncongan.


Selesai Yadi berucap seperti itu, muncullah mereka yang di tunggu-tunggu. Entah kenapa Agatha memakai dress dengan sangat cantik di tubuhnya, Nadine dan Memey hanya memakai celana kulot yang selutut, tetapi Agatha malah beda sendiri. Hal itu membuat dua cowok tak berkedip dengan penampilan Agatha yang aduhai mempesona. Agatha menjadi salah tingkah karena menjadi pusat perhatian Welson dan Dirgo.


“Kenapa kalian ngeliatin gue kayak gitu? Ada yang salah sama pakaian gue?” tanya Agatha merasa tak nyaman. Namun tak ada jawaban dari kedua cowok itu, melainkan tetap melongo menatap wajah cantik Agatha.


Nadine menyadari hal itu, membuatnya menampakkan wajah tak suka. Ia segera menarik sembarang kursi yang ada di meja makan itu, berhadapan dengan Welson dan duduk di sebelah Memey.


“Tha, ayolah duduk! Gue udah gak tahan nih, laper!” seru Yadi pada Agatha.


Ketika Agatha sudah duduk di kursinya, mereka semua menyantap makan malam dengan saling bercerita dan canda ria. Di bawah meja makan, Welson dengan sengaja menyentuh kaki Nadine di sana. Nadine yang terkejut karena kakinya disentuh, segera menatap Welson yang sudah menunjukkan senyum. Nadine juga tersenyum pada Welson.


Saking asyik menyantap makanan, hingga membuat mereka tak mengetahui perbuatan Nadine dan juga Welson yang sibuk saling berpandangan dan tersenyum satu sama lain.


“Uhuk-uhuk!” Dirgo sengaja terbatuk ketika tanpa sengaja melihat ke arah Welson dan Nadine. Yang mana hal itu membuat mereka terkejut, terlebih lagi Nadine dan Welson.


“Kenapa? Lo keselek tulang ayam, ya?” tanya Memey pada Dirgo.


“Cup-cup, cup!” ucap Memey.


“Ajinomoto!” sambung Yadi.


“Itu iklan, bambang!”


“Nah kan, mulai lagi kalian. Ujung-ujung gue nikahin kalian berdua di pinggir pantai, mau?” celetuk Agatha.


“Ih, amit-amit sama makhluk itu, ogah gue!” seru Memey.


“Jangan kayak gitu, ntar suka loh,” kata Yadi.


“Enggak. Enggak ada suka-sukaan. Emangnya iklan mama suka?” tegas Memey.


🕊️🕊️🕊️


Makan malam pun selesai diakhiri dengan perdebatan antara Yadi dan Memey. Mereka berjalan ke ruang tamu dan duduk di sofa yang tersedia di sana. Badan mereka terasa sangat lelah setelah melakukan perjalanan yang memakan waktu kurang lebih empat jam lamanya. Agatha mengantuk, lantas berpamitan pada Welson dan lainnya untuk menuju kamarnya di atas. Ia ingin mengistirahatkan badannya yang terasa pegal dan tidur dengan sepuas-puasnya. Setelah Agatha berpamitan, kini di susul oleh Dirgo yang juga ingin mengistirahatkannya badannya.


Mereka yang masih berada di ruang tamu, duduk berbincang-bincang dengan sesekali menikmati cemilan yang baru saja dibawakan oleh Bi Inem. Memey kembali mengambil cemilan yang ada di meja itu lalu memasukkan ke dalam mulutnya, tiba-tiba ia merasakan sakit di perutnya. Wajahnya seketika berubah dan mulutnya berhenti mengunyah.

__ADS_1


Yadi, Welson, dan Nadine menatap panik ke arah Memey yang seperti menahan kesakitan yang luar biasa, seketika mereka berhamburan mendekati Memey dan memastikan apa sebenarnya yang terjadi. Walaupun mereka sering menjahili Memey, tetapi mereka juga punya rasa kasihan jika di antara mereka ada yang sedang kesusahan atau kesakitan.


“Lo gak apa-apa, Mey?” tanya Yadi dengan wajah yang sudah pucat karena panik.


“Mey, lo kenapa? Sakit apa gimana, sih?” tanya Nadine yang juga khawatir pada temannya itu.


“Hm, gue...gue enggak apa-apa!” jawab Memey seraya memegang perutnya yang terasa mulas.


“Serius? Kalo ada apa-apa jangan disembunyiin. Yakin gak kenapa-kenapa?” tanya Welson memastikan.


“Iya-iya, serius. Kalian bertiga dodol apa gimana, sih? Gak bisa ya bedain sakit sama tertawa?” tanya Memey sekenanya dengan mata yang merem melek.


“Sakit kayak gitu masih aja ngata-ngatain!” seru Yadi.


Memey kembali memegang perutnya yang tak karuan karena mulas. Mereka bertiga yang melihat itu semakin panik karena Memey.


“Aduhhhhh perutku!” teriak Memey semampu yang dia bisa.


“Dih, jangan teriak-teriak bisa gak?” Nadine menoyor kepala Memey.


“Nad, kasihan tau! Udah kesakitan kayak gitu, masih aja kamu usilin dia,” kata Yadi.


“Lagian siapa suruh lebay kayak gitu!” dengus Nadine.


“Kalian benar-benar tega sama gue,” ucap Memey lalu beranjak berdiri dan berlalu menuju toilet.


“Lo mau ke mana?” tanya Yadi.


“Bukan urusan lo!”


“Tuh kan, Nad. Dia ngambek,” keluh Yadi pada Nadine.


“Lah, ngapain nyalahin gue?” dengus Nadine tak terima.


Setelah tiba di toilet, Memey melihat pantulan wajahnya pada cermin. Dan ketika di toilet, mulasnya kini sudah tak seperti di ruang tamu, dan akhirnya ia bernapas lega.


“Hm, sepertinya aku kekenyangan deh,” ucapnya melihat pantulan dirinya di cermin.


“Makanan dan cemilannya enak-enak semua, sih. Jadinya aku pengen ngunyah terus,” lanjutnya lagi seraya kembali memegang perutnya yang kekenyangan.


Puas memandangi pantulan wajahnya, ia segera bergegas ke ruang tamu untuk menemui ketiga teman gilanya di sana. Namun ketika tiba di ambang ruang tamu, matanya seketika membulat melihat kejadian di sofa itu. Dadanya terasa berdebar-debar dan lututnya bergetar menyaksikan itu semua. Mulutnya menganga dan penuh pertanyaan di kepalanya, apakah sebenarnya yang terjadi pada mereka. Lantas dia berteriak tanpa kendali.


“Tidak mungkin!” teriaknya mengejutkan orang yang ada di sofa. Mereka terkejut karena Memey mengetahui perbuatannya. Mereka jadi salah tingkah dan seolah mendadak bisu.


To be continued...

__ADS_1


Ayo simak terus, dan tetap dukung Author dengan menekan like, komen, serta vote dan tip (jika tidak keberatan)😂.


__ADS_2