
selamat membaca 😍😍😍
(cihh mau menyingkirkanku dasar bodoh
aku memang tak membutuhkan harta kaluarga ini tapi Adikku, aku tak akan tinggal diam) bating Arraya kesal. sambil menatap tajam Kearah si wanita.
"hei sayang kenalkan aku Tante Winda calon mama kamu" ucap Winda seraya mengulur kan tangannya namun Arraya tak mengubrisnya.
[kau bukan mamaku, mamaku hanya arana bukan kau] ketik Arraya sambil menatap tajam...
" aku janji akan jadi mama yang baik untuk mu tak seperti naraya yang rela melakukan apapun demi uang" ucap Winda menyindir naraya.
[oook.baiklah] singkat Arraya langsung duduk di sofa sambil memainkan ponsel opanya..
[opa aku ingin iped] ketik Arraya sambil memperlihatkan ketikannya pada opanya...
" baiklah " ucap tuan Mahendra....
#makan malam...........
"Syah...... besok iku opa yah" ucap tuan Mahendra...... arraya menangguk...
" gimana kalau ikut Oma aja kita ke mall" ucap nyonya Vania terseyum Arraya hanya menoleh sekilas mengabaikan ajakan Omanya..... nyonya Vania nampak sedih melihat Cucunya mengabaikan nnya.
" nak kau ingin sekolah dimana biar papa daftarkan" ucap Melvioano..
Arraya mengitik..
["Aku tak mau"]
" kenapa"?. tanya tuan Melviano Arraya menggeleng..
tiba tiba Baby Zein menangis.......
__ADS_1
membuat orang disekitarnya panik tak terkecuali Arraya namun dia berusaha menutupinya dengan menatap datar
"Aya apa yang kau pikirkan sehingga Zein menangis" bentak Melviano.....
"maaf tuan" ucap Naraya sambil berusaha menenangkan Zein
sudah 10 menit Zein menangis namun tak berhenti semunya semakin panik namun tak ada yang dapat menenangkan nya Melvioano sudah banyak mengeluarkan sumpah serapah untuk Naraya, Naraya sudah menangis hatinya sangat sakit di buat suaminya.... akhirnya Arraya turun tangan dia mengambil Adiknya dari gendongan Melvioano..... dan meletakkan nya di meja...
tiba tiba Arraya bersuara..
" Jika kau masih tak diam akan kuhabisi kau" bentak Arraya dengan seuara keras membuat semunya kaget.
" nak kau bisa berbicara" ucap tuan Mahendra... arraya menangguk... lalu tersenyum dia mulai meluncurkan aksinya
dengan cara melompat lompat senang seakan baru menemukan kebahagiaannya..
"yes aku bisa ngomong bunda aku bisa ngomong" ucap Arraya senang padahal itu bagian dari rencananya...
semuanya namapak senang kecuali baby Zein dia semakin menangis mendengar bentakan Arraya, Arraya menoleh..
" Arraya jangan nak dia adikmu" teriak Melvioano...
" persetan dengan adik aku paling benci ada seseorang yang mirip denganku" ucap Arraya.
membuat semuanya kaget.. " inilah yang aku tunggu tunggu dapat berbicara sehingga aku dapat membalas dendam pada kalian hhahahah" kekeh Arraya...
"hey adik kecil apa ingin pergi bersama ku" ucap Arraya terseyum licik...
" Ara Tante mohon jangan...... kau bunuh aku saja tapi jangan anakku" mohon Naraya bersimpuh di kaki Arraya sambil menangis...
" anda tenang saja bukan hanya anda yang akan merasakan sakit kehilangan anak tapi bundaku juga karena kami akan mati bersama hahahaha" ucap Arraya tertawa getir... membuat semuanya semakin panik....
" ada apa ini?" tanya seseorang yang baru tiba... semuanya menoleh. termasuk Arraya dia menatap tajam pada 2 orang itu..
__ADS_1
" Sean" ucap Melvioano...
" ada apa ini?" tanya Sean..
" maaf kau harus melihat ke kacauan ini" ucap Melvioano...
" apa dramanya telah selesai?" tanya Arraya datar... dan mendekatakan pisau pemotong buah ke lengannya..
" nak jangan" terima Melvioano..
" apa dia anakmu?" tanya Sean..
" Iyya dia putra pertama ku bersama Arana" ucap Melvioano..
"lalu" tanya sean
Ryo yang merupakan Sekertaris Sean merasa mengenal sosok Arraya..
" namanya Yash dia inginbunuh diri dan juga membunuh adiknya" ucap Melvioano...
" tuan muda jangan" teriak Ryo tiba tiba...
"kau kenapa?" tanya Sean.
" aku seperti mengenalnya tuan" ucap Ryo..
" hey tuan Ryo jika kau bertemu bundaku katakan padanya aku ingin bertemu dengan nenek " ucap Arraya langsung mengiris telapak tangan nnya hingga mengeluarkan cairan segar Disana..
" tuan saya mohon atau tuan Arkha akan membunuh saya,,, saya masih punya anak dan istri tuan" bohong Ryo membuat Sean dan Melviano melongo sejak kapan Ryo punya anak...
" hey jangan kira aku bodoh aku itu single alias jomlo" ejek Arraya..
" ayolah tuan jangan bercanda aku masih ingin hidup" ucap Ryo memalas...
__ADS_1
" no we" ucap Arraya langsung mengambil adiknya dan menggendong Zein dan membawanya kabur Naraya juga ikut karena anaknya...
" yas ..... yas..." teriak Melvioano..