
Melanie mengambilkan baju yang dipesan oleh Raditya.
"Harusnya kemarin-kemarin kamu ajakin istri kamu ke sini Radit" kata Melanie.
"Biar pas di badan, dan nggak perlu merombak lagi" imbuh Melanie.
"Kalau kuajakin yang ada acara surprise aku berujung gagal dong" Raditya menimpali.
"Surprise apaan?" sela Rania yang mendengar obrolan keduanya.
"Nyonya Raditya, coba aja gaun ini! Untuk pertanyaan kamu yang tadi, biar dijawab sama suami kamu. Ntar kalau aku jawabin, yang ada aku nggak bakalan dapat bayaran" jelas Melanie membuat Rania semakin penasaran.
"Sayang" panggil Rania.
"Kenapa? Mau dibantuin?" tanya Raditya seakan tak mendengar tanya sang istri.
"Mel, asisten kamu mana sih? Bantuin tuh istri aku" pinta Raditya.
"Siap bos" tukas Melanie, sembari menelpon ruang sebelah memanggil asistennya.
Dengan dibantu asisten Melanie, Rania memakai gaun ekor panjang. Dengan berat lumayan.
"Yank, ini buat pesta siapa?" tanya Rania masih saja penasaran.
Sebenarnya tanpa Raditya jawab pun Rania paham, jika sang suami dan keluarga akan memberikan kejutan untuknya. Apalagi sebelum berangkat tadi, tak sengaja Rania mendengar obrolan ayah dan ibu tentang pesta pernikahan yang akan digelar. Pura-pura tak tahu saja. Pikir Rania.
"Pesta kita lah. Sudah waktunya kamu tahu...he...he..." jelas Raditya.
"Percuma dong, aku pura-pura sedari tadi?" sungut Rania.
"Ha...ha...jadi kau sudah tau sayang? Gagal dong surprise nya" Raditya kembali terbahak.
"Mel, bisa nggak sih belahan dada nya nggak diturunin sebegitunya?" pinta Raditya kala Rania sudah berhasil memakai gaun yang disiapkan Melanie.
"Harusnya itu sudah pas, aku nggak ngira kalau ternyata ukuran istri kamu lebih besar" jelas Melanie membuat Rania semburat malu.
"Tapi itu seksi Rania, pasti Raditya suka" bisik Melanie.
"Besok pas acara, aku nggak mau tahu belahan dadanya sudah dirubah" tandas Raditya.
"Siap tuanku" tukas Melanie.
Raditya terbahak.
"Makasih Mel" kata Rania.
"Sama-sama" balas Melanie.
"Eh, bentar. Boleh nggak sih minta foto" pinta Rania tiba-tiba.
"Untuk apa?" sela Raditya.
"Diunggah di sosmed. Kali aja banyak yang ngelike karena foto sama artis" jawab jujur Rania membuat Raditya tepuk jidat.
Melanie ikutan terbahak.
__ADS_1
"Kamu nemu Rania di planet mana?" tukas Melanie semakin mengeraskan tawa.
"Rania, tanpa kamu minta pun aku juga akan minta foto kamu lengkap dengan gaun kamu" seru Melanie.
"Aku aja bangga, nyonya Raditya Marino bersedia memakai baju rancangan Melanie" terangnya.
Rania pun menyetujui yang diminta oleh Melanie.
.
Acara pesta yang diadakan di hall hotel xx. Hotel bintang lima terbesar di ibukota.
Para tamu undangan satu persatu mulai hadir. Mulai rekan para pengusaha, pejabat dan juga kalangan biasa. Staf-staf Samudera Grub dari berbagai anak cabang tak lupa diundang oleh sang bos untuk menyaksikan pesta pernikahan mewah tahun ini.
Tuan Andrian dan nyonya, demikian juga tuan Handono dan nyonya sedang berdiri menyambut tamu.
Faktor keamanan dipercayakan Raditya kepada Beno dan Adam.
Sementara yang lain, oleh nyonya Andrian dipercayakan kepada wedding organizer kepercayaannya.
"Mama senang pah, akhirnya Raditya menemukan tambatan hatinya. Meski harus menempuh perjalanan panjang untuk menemukan Rania" kata mama.
"Iya, papa juga bahagia. Apalagi sudah ada cucu-cucu yang ganteng" imbuh tuan Andrian.
"Alhamdulillah. Waktu kamu suruh menyelesaikan masalah anak cabang, malah berujung Rania ditemukan oleh Raditya" kata mama menimpali.
"Kalau sudah jodoh tak akan kemana Mah" tukas tuan Andrian merasa senang.
"Apa keberadaan Rania menganggu acara arisan sosialita kamu Mah?" tanya tuan Andrian yang belum melihat sang istri mengajak Rania pergi.
"Kirain kamu malu, punya menantu seperti Rania" ujar tuan Andrian mempertegas.
"Enggak Pah" tandas mama, yang kembali menyambut kedatangan para tamu yang terus saja berdatangan.
Bak raja dan ratu sehari, Raditya dan Rania melewati red karpet yang berujung di pelaminan.
"Tatap lurus ke depan, tegakkan wajah kamu. Sekarang kamu adalah nyonya Raditya Marino sayang" bisik Raditya kala melihat Rania sedikit gelisah.
"Tapi..." sela Rania.
Raditya mengenggam erat tangan Rania yang mulai keringetan.
Tamu-tamu yang diundang Raditya dan tuan Andrian tentunya bukanlah dari kalangan biasa, itu yang membuat Rania tak terlalu percaya diri.
"Sayang, ada aku di samping kamu" kembali Raditya membisikkan sesuatu di telinga sang istri. Membuat para tamu bertepuk tangan, karena mengira Raditya sedang menunjukkan sikap mesranya kepada sang istri.
Raditya dan Rania menyalami para tamu undangan yang mengular, mengantri untuk memberi selamat dan mendoakan kepada mempelai.
"Owh, inikah menantu kamu nyonya Andrian?" tanya salah seorang nyonya yang berada di antara undangan yang lain.
"Kalah jauh sama putriku, Veronica" ulasnya.
Ucapan wanita yang sengaja mengeraskan suaranya dan kebetulan didengar oleh Rania. Raditya menggenggam erat tangan istrinya untuk menguatkan.
"Ini salah satunya sayang. Jadi jangan hiraukan mereka" kembali Raditya menguatkan sang istri.
__ADS_1
Sementara mama, mendengar menantunya dihina tentu saja mulai naik pitam.
"Vero yang bahkan hamil di luar nikah itu?" bisik mama di telinga nyonya yang bagai toko emas berjalan itu.
"Ha...ha...bukankah menantu kamu juga seperti itu? Kamu yakin jika anak-anaknya itu cucu kamu?" tukas nyonya yang ternyata istri dari tuan Rahardian. Calon mertua Raditya tapi tak jadi itu.
"Ha...ha...tak perlu kamu ajari untuk meyakinkan semua wahai nyonya Rahardian yang terhormat" tandas mama.
"Sudahlah Mah, jangan terlalu diambil pusing. Nyonya Rahardian pasti sedang pusing sekarang, makanya omongannya ngelantur" sindir tuan Andrian.
"Siapa bilang aku pusing. Aku dalam kondisi sehat" terang nyonya Rahardian.
"Bukannya anda pusing karena suami anda jarang pulang" kembali tuan Andrian menyindir wanita itu dan membuatnya langsung meninggalkan pelaminan begitu saja dengan muka bersungut.
"Enak saja mau bikin rusuh di pesta putraku" gumam tuan Andrian.
Setelah acara pesta sengaja Raditya mengadakan jumpa pers, seperti orang-orang kaya dan terkenal lainnya. Karena tak ingin menimbulkan fitnah di kemudian hari.
Setelah berbasa basi dengan para pewarta, Raditya mulai membuka acara pers release kali ini.
Rasa terima kasih dan maaf Raditya sampaikan sekaligus.
Dengan mantab dan penuh keyakinan Raditya memperkenalkan Rania di hadapan publik sebagai istri satu-satunya Raditya Marino.
Bahkan Raditya juga menyinggung keberadaan putra kembarnya yang telah melengkapi kebahagiaan keluarga kecilnya.
Salah satu pewarta menanyakan juga status Celo dan Cio.
Sekilas flash back, Raditya menjelaskan semua. Meski tak secara gamblang. Tak mungkin Raditya membiarkan aibnya dan aib Rania di muka publik.
Berita tentang pesta pernikahan generasi kedua perusahaan Samudera Grup telah menjadi trending topik di sosmed.
Mahendra yang membaca itu mengepalkan tangannya erat.
Andai mukanya tak berbalut perban, tentu dia akan mendatangi pesta itu dan membuat kericuhan di sana. Dan kembali merebut Rania untuk dijadikan sebagai istrinya kembali.
Andah yang berada di sampingnya, "Tunggu kamu sembuh, dan bengkak mukamu berkurang baru kita bergerak" tandasnya.
"Biarkan mereka menikmati bahagia duluan" sambung Andah.
"Oh ya Mahen, apa kamu tahu kabar Riska?" tanya Andah. Dan gelengan kepala menandakan Mahendra tak tahu kabar Riska sekarang.
"Ha...ha...bahkan kamu tak tahu sepak terang si Riska sialan itu" imbuh Andah.
"Yang aku tahu, dia mau menggugat cerai. Dan belum mengembalikan uang yang aku berikan padanya" jelas Mahendra.
"Kamu itu sebenarnya bodoh Mahendra" olok Andah.
"Apa maksud kamu?" ucap Mahendra sengit.
"Mau saja dikibulin Riska" Andah menambahkan.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
To be continued, happy reading
__ADS_1