
Rania sangat menikmati suasana Cape Town.
"Di sini semua bagus yank, tapi satu yang kurang" bilang Rania.
"Apa? Padahal semua bagus loh. Destinasinya luar biasa" puji Raditya.
"Coba tebak" suruh Rania.
"Apaan sih?" penasaran Raditya.
"He...he...nasi padang" ujar Rania terkekeh.
"Kirain apaan" Raditya ikutan tertawa.
"Hari ini ke pantai yukkkk" ajak Raditya.
"Heemmm, aku kangen Celo dan Cio" tukas Rania.
"Aku coba telpon papa dulu" bilang Raditya.
Belum sampai telpon tersambung, keburu ada panggilan masuk.
Siapa lagi kalau bukan ulah Beno.
"Woooiiiiiii, kapan pulang? Situ enak-enakan bulan madu. Sini malah suruh kerja...kerja mulu" protes Beno.
"Gangguin orang aja" tandas Raditya dan akan menutup panggilan Beno.
"Jangan tutup dulu bos, ada yang mau laporin" cegah Beno.
"Apa? Lekaslah?" suruh Raditya.
"Vonis Mahendra bos" Beno menerangkan.
"Bisa nggak dibahas kala aku pulang" sela Raditya.
"Keburu gatel nih mulut bos. Mahendra kena empat tahun dipotong masa tahanan" bilang Beno.
"Dikit amat" komen Raditya.
"Itu sudah maksimal bosque" lanjut Beno.
"Dan perlu kutambahin bos, Mahendra sepertinya akan digugat cerai oleh Riska" kata Beno.
"Gosip aja lo. Udah ah, aku mau berjemur di pantai" canda Raditya.
"Mahendra juga bilang akan rebut Rania dari lo" sambung Raditya.
"Hah?" sambung Raditya.
"Makanya hati-hati juga sama mereka" Beno mengingatkan.
"Lantas apa gunanya ada lo Beno?" ujar Raditya sembari terbahak.
"Mau nambah kerjaan gue kan? Itu kan maksud kamu? Kebiasaan" olok Beno.
"Yank, kapan ke pantainya?" sela Rania di tengah obrolan Raditya dan juga Beno.
"Itu nyonya Rania kah?" tanya Beno.
"Heemmm" jawab Raditya.
"Ini Siska mau ngomong" bilang Beno.
__ADS_1
Raditya menatap sang istri
"Ini ada Siska, mau bicara?" kata Raditya kepada Rania.
"Boleh" jawab Rania.
Ponsel diserahkan ke Rania, dan oleh Rania dialihkan ke panggilan video.
Kedua wanita itu malah lebih asyik ngobrolnya dengan memakai ponsel milik laki-laki di dekat mereka masing-masing. Rania milik Raditya sementara Siska milik Beno.
"Ini jadi ke pantai nggak ya?" gantian Raditya yang menyela obrolan kedua wanita itu. Berasa dicuekin oleh mereka, membuat Raditya manyun.
Rania pun mengakhiri panggilan Siska.
"Puas?" seru Raditya.
"He...he..." Rania tersenyum menanggapi.
"Yank, jika ada wanita yang lebih cantik dan lebih baik dari aku apa kamu akan meninggalkanku?" tanya Rania tiba-tiba.
"Kamu ini ngomongin apa sih yank? Jangan overthingking dech" seru Raditya.
"Beneran yank. Kamu kan lebih segala-galanya daripada aku" ucap Rania.
"Insecure?" tukas Raditya.
"Heemmm" Rania mengangguk.
Raditya yang berdiri pun kembali duduk dan memandang serius sang istri.
"Yank, aku memang bukan laki-laki baik. Kalau baik, pasti tak akan berujung ons dengan kamu. Aku harus bilang berapa kali lagi agar kamu percaya" kata Raditya dengan mimik muka serius.
"Hilangkan trauma kamu. Jangan samakan aku dengan mantan suami kamu Rania" sambung Raditya.
"He...he...oke. Mendingan kita ke pantai sekarang aja dech" ajak Raditya kembali.
Rania pun menyetujuinya, daripada pikiran butek.
Niat hati ingin menelpon papa untuk mengetahui keadaan Celo dan Cio malah batal karena ingin segera ke pantai.
Sebuah notif pesan masuk ke ponsel Raditya.
Saat dibuka terlihat foto si kembar dengan pipi lebih embul dan tengah tersenyum terlihat pas mengarah ke kamera. Tak lupa caption papa yang membuat kesal Raditya. 'Mereka berdua lebih bahagia kala bersama Oma dan Opa'.
"Iiihhhh, kangen sama mereka" sela Rania yang ikutan gabung mendekat ke Raditya.
"Mau ke pantai sekarang atau video call Celo dan Cio?" tanya Raditya.
"Telpon mereka aja yank. Ke pantainya setelah itu" tukas Rania.
Raditya pun menuruti permintaan sang istri. Wajah imut kedua baby ganteng langsung terlihat kala panggilan tersambung.
"Haiii sayang. Ini bunda. Apa kabar kalian?" tanya Rania kepada kedua baby nya.
Seakan tahu siapa yang menelpon, keduanya mengeluarkan suara celoteh tanpa arti dan tersenyum.
"Lucunya mereka. Bunda kangen nak" bilang Rania ke arah kamera. Raditya pun ikut melihat dan gabung dalam satu panggilan telpon itu.
Karena kegiatan telpon menelpon dan ternyata obrolan sudah berlangsung sejam lebih Raditya pun memending kepergian ke pantai menjadi sore hari.
Alhasil setelah panggilan terputus. Mereka berdua malah bertukar peluh di atas ranjang. Kali ini Raditya meminta Rania mendominasi permainan. Rania ambruk di sisi Mahendra kala telah selesai mencapai puncak pelepasan bersama.
Namanya honeymoon, mau diisi apalagi kalau bukan saling bertukar peluh. Gaya macam apapun bebas bagi mereka berdua yang tengah dimabuk cinta itu.
__ADS_1
.
Di tempat lain pun tengah terjadi hal yang sama antara Riska dan tuan xx alias tuan Rahardian.
Riska dengan sangat agresif memainkan perannya. Riska memang punya kelebihan, selain agresif dia bisa memberikan asi untuk laki-laki itu.
"Tuan, anda dulunya pasti tampan sekali" puji Riska.
"Kalau sekarang?" sambung dari laki-laki itu.
"Tambah ganteng dan tentu saja tambah berwibawa" puji Riska yang tentu saja ada maksudnya. Meski usia sudah setengah baya, tapi kemampuannya di atas ranjang tak kalah dengan yang muda.
"Tuan, anda kuat sekali" puji Riska absurd dan menjatuhkan dirinya di samping laki-laki yang dipanggil tuan xx tadi.
"Kamu harus menemani aku selama di kota ini" beritahunya.
"Mahal loh tuan tarif aku" seru Riska. Takut nggak kebayar pastinya Riska.
"Lihat ponsel kamu sekarang" suruhnya.
Dengan badan masih polos Riska melenggang ke arah meja di mana ponselnya berada.
Sebuah notif pesan M Banking menandakan ada transferan masuk ke rekening milik Riska.
"Woww, seratus juta tuan? Beneran?" tanya Riska tak percaya.
"Akan aku tambah jika kamu beneran puasin aku. Dan temani aku pergi kemanapun" bilang laki-laki itu.
"Pasti tuan. Tapi apa istri anda tak akan marah?" kata Riska sok takut.
"Enggak akan. Istri aku tak akan marah asal kartu geseknya tetap unlimited dan tak terblokir" ucap laki-laki itu menegaskan.
"Baiklah. Aku siap mengantar anda kemanapun" seru Riska.
"Panggil aku mas saja" pintanya.
Laki-laki ini ganjen juga dech, tua-tua minta panggil mas. Pikir Riska. Tapi nggak papa lah, aku harus bisa menjadikannya ladang atm buatku.
"Bersiaplah, abis ini kita akan pergi" bilang tuan xx.
"Baiklah" ucap ceria Riska dan merasa dibutuhkan oleh laki-laki itu.
"Pakai baju yang ada di paper bag di atas nakas. Sudah disiapkan oleh asisten ku. Mandi lah dulu!"serunya.
"Siap mas" kata Riska dengan suara menggoda.
"Mandilah, jangan buat aku untuk memakan kamu lagi" kata nya.
"He...he..." Riska berlari ke kamar mandi dengan tubuh polos nya.
Laki-laki itu dibuat geleng kepala tapi senang dengan ulah wanita agresif itu.
Bagi laki-laki itu, mau modelan wanita macam apapun bisa didapatnya dengan mudah. Wanita modelan Riska, diimingi dengan segepok uang pasti akan dengan mudah dijadikan budak nafsunya.
Laki-laki itu dengan serius membuka tab miliknya, tentu saja memantau bisnisnya.
Riska keluar hanya dengan memakai handuk mandi dengan rambut basah terbungkus handuk juga.
"Mas, aku sudah selesai" bilangnya.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
To be continued, happy reading
__ADS_1