
Mexty yang asik bermain game, tiba-tiba terkejut mendengar suara Raihan. Lantas ia pun keluar dari kamar dan mendapati Raihan sedang bertengkar kecil dengan Audira.
“Apa yang terjadi?” tanya Mexty pada dirinya sendiri.
“Uncle Raihan menangis, Bu guru cantik juga menangis, apa mereka mengalami cinta yang rumit seperti Mama dan Papa? Haruskah aku bertindak sebagai pahlawan?” ucap Mexty bersemangat, lalu berjalan mendekati keduanya.
“Uncle, Bu guru cantik, kenapa kalian bertengkar?” tanya Mexty pura-pura polos.
“Kenapa kau keluar? Bukannya tadi kau sedang bermain game?” tanya Raihan lembut.
“Tidak, aku sudah bosan dengan permainannya,” sahut Mexty cemberut.
“Eumm, Bu guru cantik, mau kemana?” tanya Mexty pada Audira.
“Bu guru pulang dulu ya?” jawab Audira lembut sembari tersenyum manis.
“Kenapa mau pulang?” tanya Mexty dengan nada kecewa.
Audira yang terkejut mendengar penuturan dari Mexty, sontak ia pun berjongkok di hadapan Mexty.
“Mexty ada apa?” tanyanya lembut.
“Aku lapar, bolehkah Bu guru masakan untukku?” pinta Mexty polos.
Seketika Raihan bingung dengan permintaan Mexty, karena ia tahu bahwa Mexty anak jenius yang bisa melakukan hal sekecil itu. Kemudian ia menatap ke arah Mexty dengan tatapan yang penuh dengan pertanyaan. Namun, Mexty hanya membalasnya dengan seulas senyuman.
“Baiklah, Bu guru akan memasakkan untukmu,” jawab Audira menyetujui permintaan Mexty.
“Hanya untukku saja? Lalu, apakah uncle tidak dapat jatah makan kah?” tanya Mexty menunjuk ke arah Raihan.
Astaga, ini bocah! Awas saja kau nanti, akan ku antar kau pulang! batin Raihan geram.
__ADS_1
“Tentu saja boleh,” jawab Audira.
“Tidak perlu, katanya kau ingin pulang? Biarkan aku saja yang memasak untuk Mexty,” ujar Raihan.
“Tidak apa-apa, aku akan pulang nanti saja, ini masih jam delapan,” sahut Audira.
“Yakin tidak apa-apa?” tanya Raihan memastikan sekali lagi.
“Iya, tidak apa-apa.”
Idiih dasar modus, bilang saja kau masih merindukan Bu guru cantik, harusnya kau berterima kasih padaku Paman jelek! umpat Mexty kesal dalam hatinya dan menatap tajam ke arah Raihan.
Ya ampun Kak Rania, tidakkah kau mau menjemput putramu yang nakal ini?! geram Raihan.
***
Keesokan harinya, Rania yang seperti biasanya mengurus butik dan merangkai beberapa desain baru yang akan di pamerkan pada peragakan busana di akhir bulan.
Ia terus fokus menatap kertas yang ada di hadapannya, dengan tangan yang lincah ia menorehkan tinta hitam menjadi sebuah desain yang sangat cantik.
Rania gagal fokus saat mendengar suara pesan yang masuk, karena jika ada yang berkepentingan langsung meneleponnya. Ia pun mengalihkan desain itu dan memilih mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang mengirimkan pesan kepadanya.
Nomor yang tidak dikenal, apakah ada customer baru? Tapi, kenapa Alina tidak memberitahuku? batin Rania kebingungan.
Tanpa ragu Rania pun membuka pesan tersebut dan betapa terkejutnya ia saat membaca pesan itu yang berisi sebuah ancaman.
“Ceraikan Zheihan, jika tidak, kau akan tau akibat!”
“Aku memberimu waktu satu bulan,”
“Jika kamu belum menceraikan Zheihan, kau akan mati!”
__ADS_1
Itulah isi pesan yang masuk pada ponselnya Rania, sehingga hal itu membuat Rania kesal dan marah.
Siapa kau sebenarnya? batin Rania.
Rania yang tidak takut akan ancaman itu, ia pun menyambungkan ponselnya dengan komputer. Apa yang akan ia lakukan, hanya ia yang tahu. Rania yang terus mengotak atik komputernya, dalam hitungan detik, ia berhasil meretas semua sistem pertahanan yang ada di kota itu. Rania melakukan hal ini hanya demi menemukan data seorang pengecut yang berani mengirim ancaman melalui pesan.
Maaf, aku harus meminjam koneksi kalian sebentar, batin Rania.
Sehinggal hal itu membuat semua orang yang sedang asik menonton, bermain, bekerja atau segala hal yang berkaitan dengan internet seketika tidak lagi berfungsi.
“Ada apa ini?”
“Kenapa koneksi internet seketika tidak bisa?”
“Apa yang terjadi?”
Itulah kata yang keluar dari lisan para warga, mereka merasa koneksi down tidak berfungsi dalam sekejap.
Begitu juga di berbagai perusahaan panik karena pertemuan atau kerjasama yang sedang berjalan, seketika harus berhenti saat proyeksi tidak berfungsi. Sama halnya di perusahaan Zheihan, para petugas keamanan panik dan memanggilnya.
“Kenapa bisa jadi seperti ini ?!" hardik Zheihan.
“Maaf Tuan, tapi saya sudah berusaha mencegah hacker ini. Namun, sepertinya dia ahli dalam bidang ini,” tutur salah satu petugas.
“Dasar bodoh!”
...TBC...
Jangan lupa like dan komen, karena 1 like sangat berarti untuk Author :)
NB: Maaf kalau alurnya tidak jelas :(
__ADS_1