
Happy Readers π
.
"Kau tidak lihat? Aku sudah memiliki suami dan juga seorang anak." Ucap Rania datar, lalu melangkah pergi meninggalkan Zheihan yang masih terpaku melihat Rania menjauh.
"Lalu Kenapa Mexty mirip denganku?!Apakah kamu wanita di malam itu?!" Teriak Zheihan, dan berhasil menghentikan langkah kaki Rania. sehingga ia pun berlari mendekatinya. Lalu memeluknya dari belakang.
"Jadi ... Apa benar kau yang ada di malam itu?" Bisik Zheihan lirih.
"Kau salah!" Ucap Rania tegas, dan berusaha melepaskan diri dari Zheihan, tetapi ia tidak berhasil sama sekali.
Zheihan sudah kehilangan kesabarannya, sehingga ia pun membalikkan Rania dan mendongakkan kepalanya.
"Rania! Jawab aku sekarang juga!" Bentak Zheihan penuh dengan amarah. Matanya yang dingin kini terlihat sangat mengerikan.
"Apa yang harus jawab?! Semuanya sudah jelas bukan?! Kalo wanita itu bukanlah aku?!" Bentak Rania.
"Tapi apa hubunganmu dengan Mext! Jawab!!"
"Apa kau buta Zhei! Pria yang bersamaku tadi itu suamiku!"
"Aku benci perkataan yang tidak sopan Rania! Kau tau itu kan?" Bentak Zheihan, lalu menarik tekuk Rania dan mendaratkan ciuman di bibir merah sensual milik Rania. Zheihan memang nekad melakukan itu, karena di hatinya masih ada Rania. Walaupun bertahun-tahun ia tidak bertemu dan hanya berteman dengan kesepian.
Rania yang mendapatkan serangan secara tiba-tiba, itu membuatnya kehabisan napas, bahkan ia berusaha memberontak dan memukul-mukul dada bidang Zheihan berkali-kali, tetapi Zheihan masih tidak ingin melepaskan ciumannya, Zheihan yang merasa dirinya tidak puas ia pun menggigit bibir bawah Rania dan sontak Rania pun membuka mulutnya.
"Mmmpph...."
Rania kini benar-benar kehabisan nafasnya,dan dengan sisa tenaga yang ia miliki lalu menendang masa depan Zheihan.
"Akkkkhhhh ..." Seru Zheihan merintih kesakitan, dan ciuman mereka pun terlepas. Zheihan yang masih kesakitan dan menutupi dengan kedua tangannya. "Rania kau jaha...at" Seru Zheihan masih menahan rasa sakit.
__ADS_1
"Kamu pikir tidak denganmu? Kau sudah melakukan pelecehan terhadap wanita!"
"Itu aku lakukan karena aku mencintaimu!"
"Tapi caramu salah!"
"Rania pliss!!!"
"Aku harus pergi!"
"Rania!!! Aku berjanji akan mendapatkan mu kembali!"
*****
Malam pun tiba, Mexty masih betah bermain game online bersama Atika di ruangan komputer milik Raka. Sampai pada akhirnya Raka datang menghampiri mereka.
"Mexty! Atika! Apa kalian tidak capek?" Teriak Raka dari arah pintu masuk.
"Ayah!!! ayo main!" Ajak Mexty pada Raka.
"Berhenti bermain!!" Bentak Raka, sontak membuat keduanya terkejut dan berhenti bermain. Mereka berdua pun menundukkan kepalanya. sedangkan Atika yang masih komat Kamit berbagai macam umpatan.
"Ayo makan!" teriak Raka, lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
"Makan?" Tanya Atika pada Mexty
"Itulah ayah, dia pandai memasak, dan jika sudah waktunya makan ... semuanya harus di tinggalkan." Tutur Mexty penuh kegirangan
"Ya ampun ... aku kira paman marah ..."
"Ayah tidak pernah bisa marah." Ujar Mexty sambil berjalan.
__ADS_1
"Benarkah?? Tapi tadi dia ..."
"Itu peringatan."
"Owh ..."
Mereka pun berjalan menuruni anak tangga lalu menunju ruang makan, setelah sampai di sana mereka terkejut dengan berbagai macam jenis makanan.
"Waw ... Apa ini paman yang masak?" tanya Atika penasaran.
"Ayaahh!! Mexty ingin menunggu Mama."
βCepat makan!" Hardik Raka.
"Baik." Ucap keduanya bersamaan dengan suara lirih.
Mereka pun makan bersama, Atika yang merasakan masakan itu sangat lezat, dan berbeda dengan makanan yang pernah ia makan, bahkan masakan restoran sekaligus kalah dengan masakannya.
"Pawman! Besuk akohh ... ingin mawkan mawsakan pawman lagi." Tutur Atika, dan mulutnya masih penuh dengan makanan.
"Kalau makan jangan banyak bicara!"
"Baik."
.
.
.
.
__ADS_1
TBC