
Happy Reader 🤩
.
.
.
.
“Jangan banyak bicara! Pegangan yang kuat!" teriak Raka dan kembali fokus mengendarai.
Atika yang mendapatkan peringatan seperti itu, dan ia tidak ingin menyia-nyiakannya, kemudian, ia pun memeluknya dengan erat.
Aish ... kenapa pelukannya hangat? batin Raka.
Tidak kalah jauh, Atika yang sangat senang bisa berpelukan dengan Raka, sehingga ia pun mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di pundak Raka.
Beberapa menit kemudian, mereka pun telah tiba di parkiran bawah tanah gedung Wolverine Aparte. Atika hanya bisa diam, tetapi diselimuti oleh rasa penasaran, kenapa Raka membawanya ke sana.
“Paman, kenapa kita ke sini?” tanya Atika.
“Katanya mau jalan-jalan, terus kamu mau pakai seragam?” tanya Raka pada Atika.
“Hehehe, tapi kan, Atika gak bawa baju ganti." ujar Atika cemberut.
“Sudah ada kok, tenang saja. Ayo!" ujar Raka santai, lalu mengajak Atika masuk ke dalam gedung tersebut.
Lima menit kemudian, mereka pun telah sampai di sebuah Apartemen mewah, Atika pun kegirangan melihatnya, karena dari sana juga bisa melihat seluruh kota.
“Wawww ..., Paman! Paman! Ini sungguh indah!” seru Atika, tetapi tidak mendapatkan respon dari Raka, sehingga ia pun menoleh.
__ADS_1
“Eh ..., Paman dimana?" tanya Atika penasaran.
“Paman!!” panggil Atika, berjalan menuju ke arah kamar. Lalu, ia pun membuka secara perlahan dan masuk.
“Pamaan!!” seru Atika sekali, dan ...,
“Kyaaaaa!!!! Kenapa kamu masuk tanpa mengetuk pintu!!!” teriak Raka terkejut dan meloncat keatas kasur untuk menutupi tubuhnya yang sedikit telanjang dan hanya menggunakan boxer.
“Paman kenapa teriak?" tanya Atika polos, dan berjalan mendekati Raka.
“Jangan mendekat!!!" teriak Raka panik.
“Paman ngapain pakai selimut? Ini masih siang loh, atau jangan-jangan Paman sakit?!!" celoteh Atika cemas dan berjalan semakin mendekat pada Raka .
Greb ...,
Atika terjatuh di atas tubuh Raka yang berlapis selimut.
“Cepat bangun!!!” teriak Raka seketika.
“Siapa yang jahat?! Cepat bangun!” teriak Raka sekali lagi.
“Tidak mau!" seru Atika, berpindah posisi dan kini sempurna duduk diatas kaki Raka.
Astaga bocah ini!!! Seharusnya aku meminta Alan untuk membawanya pulang!!! This is really torturing me!! jeritan hati Raka.
“Turun gak!” teriak Raka masih diposisi tiduran dengan kaki yang berselonjor, yang kini di duduki oleh Atika.
“Paman, kapan kita jalan-jalan?" tanya Atika polos, dan tentunya mengabaikan teriakannya Raka.
“Turun dulu baru aku kasih tahu!” teriak Raka geram dan mengusap wajahnya dengan gusar.
__ADS_1
“Kenapa sih, Paman teriak-teriak terus.” celetuk Atika cemberut.
“Atika cepat turun!!! Aku ini laki-laki normal!!” seru Raka berusaha menahan sesuatu yang sudah menegang.
“Hemmm, baiklah!” teriak Atika kesal dan duduk di sebelah tubuh Raka.
“Kamu keluar dulu," pinta Raka lembut.
“Paman!!!" seru Atika cemberut.
“Atika!!!!! Cepat atau aku ...,” ucapan Raka terhenti karena teriakan Atika.
“Paman jahat!!! Atika benci Paman!!” celetuk Atika kesal, lalu berjalan menuju pintu dan menutupnya dengan sekali tarikan.
Brakk!!!
Ya ampun!!! lebih baik aku menitipkan dia di asrama, huhh ...,
****
Malam pun telah tiba, sesuai yang di janjikan oleh Zheihan untuk membawa Mexty dan Rania jalan-jalan. Dan mereka kini pun telah tiba di pusat permainan terbesar di kota.
Mexty yang melihat itu sangat senang, dengan cepat ia turun dari gendongan Zheihan, dan berlari-lari kecil.
“Sayang! Jangan lari!" teriak Zheihan dan Rania bersamaan.
“Mama, Papa!! This is so amazing!!" seru Mexty kegirangan. Ia sangat pandai dalam mengucapkan bahasa Inggris, karena selama lima tahun terakhir, ia tinggal di Belgia, dan tentunya ia di latih untuk berbicara bahasa Inggris.
Zheihan tersenyum puas melihat tingkah laku Mexty yang begitu senang. Lalu ia pun menoleh ke arah Rania yang juga bahagia. Kemudian ia pun merangkul pundak Rania dan berjalan mendekati Mexty.
Maafkan aku sayang, karena selama ini aku tidak menyadari bahwa kalian lah berlian itu, dan mulai dari sekarang, aku akan menggantikan kasih sayang yang pernah hilang ini, dengan cara membahagiakan kalian berdua, dan melakukan apapun itu, batinnya sambil mengecup puncak kepala Rania.
__ADS_1
**TBC
Like & komen yaak, karena author nulis pengen di like sama reader 😍 dan tentunya author berharap masih ada yang baca 😍**